NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Pagi hari di panti asuhan terasa sangat tenang,Hari itu kebetulan sabtu,Hari libur,Langit masih sedikit pucat,Udara pagi terasa sejuk.

Di depan halaman panti,Sebuah mobil berhenti pelan,Bagas keluar dari mobilnya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.

Bagas berjalan menuju pintu panti lalu mengetuk pelan,Beberapa detik kemudian salah satu anak panti membuka pintu.

"Kak bagas!."

Bagas tersenyum tipis.

"Pagi."

Anak kecil itu langsung berucap ceria.

"Kak ayla masih tidur."

Bagas mengangguk kecil,Bagas lalu berjalan menuju kamar ayla,Pintu kamar itu sedikit terbuka,Bagas mengetuk pelan.

Tok tok tok!

Tidak ada jawaban,Bagas mengetuk lagi,Tetap tidak ada suara,Bagas akhirnya membuka pintu sedikit,Di dalam kamar,Ayla masih tertidur pulas,Selimut menutupi sebagian tubuhnya,Rambutnya sedikit berantakan,Bagas berdiri di depan pintu sambil memperhatikannya beberapa detik,Lalu ia memanggil pelan.

"Sayang."

Tidak ada reaksi.

"Sayang."

Ayla hanya bergerak sedikit tapi tetap tidur.

Bagas menghela napas kecil,Bagas mendekat sedikit ke tempat tidur.

"Sayang,Bangun."

Ayla akhirnya mengerang pelan.

"ugghh."

Matanya terbuka sedikit,Begitu melihat bagas berdiri di dekat tempat tidurnya,Ayla langsung kaget.

"Bagas?!."

Ayla langsung duduk dengan rambut masih berantakan.

"Kamu ngapain di sini pagi-pagi?!."

Bagas menjawab santai.

"Jogging."

Ayla menatapnya dengan wajah bingung.

"Sekarang?."

Bagas mengangguk.

"Hmm."

Ayla mengerutkan kening.

"Ini masih pagi sekali."

Bagas menatapnya sebentar,Lalu bertanya.

"Perutmu bagaimana?."

Ayla menyentuh perutnya sedikit.

"Sudah tidak sakit."

Bagas terlihat sedikit lega.

"Bagus."

Ayla masih menatapnya dengan bingung.

"Tapi kenapa kamu datang pagi sekali?."

Bagas menjawab singkat.

"Supaya kamu olahraga."

Ayla langsung menyandarkan kepalanya lagi ke bantal.

"Aku mau tidur lagi bagas,Aku masih mengantuk."

Bagas langsung menarik sedikit selimutnya.

"Bangun."

Ayla memegang selimutnya lagi.

"Lima menit lagi"

Bagas menatapnya datar.

"Kamu bilang perutmu sudah tidak sakit."

"Iya."

"Berarti kamu bisa jogging."

Ayla menatap Bagas dengan wajah setengah mengantuk.

"Kamu ini seperti pelatih."

Bagas menjawab santai.

"Kalau tidak begitu kamu tidak akan bangun."

Ayla menghela napas panjang.

"Baiklah."

Ayla akhirnya berdiri dari tempat tidur.

"Tunggu di luar."

Bagas mengangguk.

"Cepat."

Ayla menggerutu pelan.

"Iya,Pak Bos."

Bagas keluar dari kamar sambil menahan senyum kecil.

Sementara itu ayla di dalam kamar hanya bisa mengacak rambutnya sendiri.

"Kenapa dia rajin sekali pagi-pagi udah ngajak jogging."

Beberapa menit kemudian,Ayla akhirnya keluar dari kamar,Ayla sudah berganti pakaian olahraga sederhana,Rambutnya diikat seadanya,Wajahnya masih terlihat sedikit mengantuk.

Di ruang tengah,Bagas sedang duduk bersama beberapa anak panti yang sejak tadi mengobrol dengannya.

Begitu melihat ayla keluar,Salah satu anak kecil langsung berseru.

"Kak ayla akhirnya bangun!."

Ayla menguap kecil.

"Iya,Iya jangan ribut."

Bagas berdiri sambil menatapnya.

"Sudah siap?."

Ayla mengangguk malas.

"Siap tapi masih mengantuk."

Bagas hanya berkata singkat.

"Nanti juga hilang."

Beberapa anak panti langsung melambaikan tangan.

"Semangat jogging,Kak ayla dan kak bagas!"

Ayla dan bagas tersenyum kecil.

"Iya."

Tak lama kemudian mereka berdua mulai jogging di jalan kecil dekat panti,Udara pagi terasa sejuk,Jalanan masih belum terlalu ramai.

Ayla berlari kecil di samping bagas sambil menghela napas.

"Kamu ini pagi sekali sudah menyeret orang jogging."

Bagas menjawab santai.

"Ini masih jam yang normal."

Ayla menggeleng kecil.

"Untuk orang rajin mungkin."

Bagas hanya menatap lurus ke depan.

Namun beberapa menit kemudian,Dari arah depan terdengar suara seseorang.

"Ayla!."

Ayla langsung menoleh.

Seorang laki-laki seumuran mereka melambaikan tangan sambil mendekat.

"Ayla!Kamu jogging juga?."

Ayla terlihat terkejut.

"Bayu?."

Bayu tertawa kecil.

"Iya,Aku juga sering jogging di sini."

Ayla tersenyum.

"Kebetulan sekali."

Bayu kemudian melirik bagas yang berdiri di samping ayla.

"Oh,Kalian jogging bareng?."

Ayla mengangguk.

"Iya."

"Pantas saja aku lihat kalian dari jauh."

Ayla hanya tersenyum kecil.

Namun sejak tadi bagas hanya diam,Tatapannya tertuju pada bayu tanpa ekspresi.

Suasana mendadak terasa sedikit canggung.

Bayu berdeham pelan.

"Ya sudah aku lanjut dulu."

Ayla mengangguk.

"Iya,Hati-hati."

Bayu melambaikan tangan sekali lagi sebelum pergi.

Begitu bayu menjauh,Bagas langsung berhenti berjalan.

Ayla yang menyadarinya ikut berhenti.

"Kenapa?."

Bagas menatap ke arah bayu yang semakin jauh.

"Siapa?."

Ayla menghela napas.

"Bagas,Dia teman sekelasku,Murid pindahan."

"Teman sekelas kelihatan dekat banget."

Ayla mulai memahami arah pembicaraan ini.

"Bagas."

"Kamu sering ngobrol sama dia?."

Ayla menatapnya tidak percaya.

"Kamu sedang menginterogasiku?."

Bagas tidak menjawab,Rahangnya terlihat sedikit menegang.

Ayla akhirnya tersenyum kecil.

"Kamu cemburu."

"Tidak."

"Bagas."

"Tidak."

Ayla tertawa pelan.

"Kalau tidak cemburu,Kenapa dari tadi menanyakan bayu terus?."

Bagas terdiam beberapa detik.

Lalu tanpa peringatan,Bagas menggenggam pergelangan tangan ayla dan menariknya berjalan di sampingnya.

"Bagas!."

"Ayo lanjut jogging."

Ayla berusaha menahan senyum.

"Kamu memang cemburu."

Bagas tetap menatap lurus ke depan.

"Aku hanya tidak suka dia terlalu akrab denganmu."

Ayla langsung menoleh ke arahnya.

"Nah,Itu namanya cemburu."

Bagas akhirnya menatap ayla,Matanya terlihat serius.

"Aku tidak suka laki-laki lain mendekatimu terlalu dekat."

Jantung ayla langsung berdebar.

"Posesif sekali."

Bagas menggeser langkahnya sedikit lebih dekat ke ayla.

"Mungkin."

Untuk pertama kalinya,Bagas tidak membantah.

Setelah selesai jogging,Ayla berjalan pelan di samping bagas sambil mengatur napasnya.

"Capek juga."

Bagas meliriknya sebentar.

"Kamu yang jarang olahraga."

Ayla menggerutu kecil.

"Tadi pagi aku dipaksa bangun,Wajar kalau capek."

Mereka berjalan menuju mobil bagas yang terparkir tidak jauh dari sana.

Namun sebelum ayla membuka pintu mobil,Bagas tiba-tiba berucap.

"Ayo."

Ayla menoleh bingung.

"Ke mana lagi?."

Bagas menjawab singkat.

"Makan."

Ayla langsung terlihat sedikit semangat.

"Makan apa?."

Bagas menunjuk sebuah warung kecil di pinggir jalan.

"Bubur ayam."

Ayla melihat ke arah warung itu,Asap hangat dari panci bubur terlihat mengepul,Matanya langsung berbinar.

"Bubur ayam?."

Bagas mengangguk.

"Kamu belum sarapan."

Ayla tersenyum lebar.

"Kamu perhatian juga ternyata."

Bagas hanya berjalan lebih dulu menuju warung itu.

Mereka duduk di kursi kayu sederhana.

Penjual bubur langsung bertanya ramah.

"Mau bubur ayam berapa?."

Bagas menjawab singkat.

"Dua."

Tak lama kemudian dua mangkuk bubur ayam hangat datang,Aromanya harum dengan potongan ayam,Kerupuk dan daun bawang di atasnya.

Ayla langsung memegang sendok.

"Kelihatannya enak sekali."

Bagas menatapnya sebentar.

"Pelan-pelan makannya."

Ayla mulai makan.

Beberapa detik kemudian mata ayla membesar.

"Enak!."

Bagas tersenyum tipis melihat reaksinya.

Ayla lalu menatapnya sambil menyuap lagi.

Beberapa menit kemudian mereka selesai makan.

Ayla mengusap tangannya dengan tisu.

"Terima kasih sarapannya."

Bagas berdiri.

"Ayo."

Ayla mengerutkan kening.

"Sekarang ke mana?."

Bagas menjawab singkat.

"Rumahku."

Ayla langsung kaget.

"Hah?!."

Bagas menatapnya tenang.

"Mama kangen katanya."

Ayla langsung panik.

"Tapi aku belum mandi,Bau keringat."

"Gapapa,Nanti mandi disana aja."

Bagas tetap berjalan menuju mobilnya.

Ayla hanya bisa mengikuti dengan wajah gugup,Sementara bagas terlihat santai seperti biasa.

Bagas tetap berjalan menuju mobilnya.

Beberapa menit kemudian ayla masuk kemobil.

"Sudah."

Tak lama kemudian mobil bagas berhenti di depan rumahnya rumah besar itu terlihat sangat rapi dengan halaman luas dan banyak tanaman.

Begitu mereka masuk,Terlihat seorang wanita paruh baya yang elegan sedang berada di halaman sambil menyiram tanaman.

Wanita itu adalah mama bagas.

"Assalamualaikum tante"sambil menyalami mama bagas.

"Waalaikumsalam sayang,mama kangen banget sama kamu,kok jarang kesini?"tanya mama bagas.

Ayla tersenyum gugup.

"hehehe ayla sibuk tan."

"Sibuk apanya,Sibuk tidur"

"Bagas"ucap ayla sambil sedikit teriak.

Mama bagas tertawa kecil.

"Tidak apa-apa."

"Besok-besok sering-sering kesini temenin mama"ujar mama bagas.

"Siap tan"jawab ayla

"Kamu sudah makan ay?"tanya mama bagas.

"Sudah tante,Sebelum kesini tadi makan dulu sama bagas"

Lalu mama bagas menunjuk taman kecil di halaman rumah.

"Kebetulan tante sedang berkebun."

Ayla melihat beberapa pot bunga dan tanaman yang tertata rapi.

Mama bagas lalu bertanya dengan lembut.

"Ayla,kamu suka berkebun?"

Ayla mengangguk kecil.

"Lumayan tante,Di panti juga ayla sering berkebun."

Mama bagas terlihat senang.

"Kalau begitu bantu tante sebentar, Yah."

Ayla tersenyum.

"Tentu."

Tak lama kemudian ayla membantu memindahkan pot tanaman dan menyiram bunga.

"Kalau sudah ada ayla aja aku dilupain"goda bagas.

"Harus!mama kangen banget sama calon mantu"goda mama Bagas.

"Ihh apasih tan"malu ayla.

"Aku keatas dulu mau mandi"ucap bagas.

"Yaudah sana"usir mama bagas.

Beberapa menit kemudian ayla masih berada di halaman bersama mama bagas.

Ayla membantu memindahkan beberapa pot bunga kecil sambil sesekali menyiram tanaman dengan selang air.

Mama bagas memperhatikannya dengan senyum lembut.

"Kamu rajin juga ya,Pantas saja tanaman di panti selalu terlihat bagus."

Ayla tersenyum malu.

Sementara itu dari lantai atas tiba-tiba terdengar suara teriakan bagas.

"Sayang!."

Ayla dan mama bagas langsung menoleh ke arah rumah.

Namun beberapa detik kemudian suara bagas terdengar lagi,Kali ini lebih keras.

"Sayang!."

Ayla langsung membeku,Wajahnya langsung memerah.

Mama bagas justru tertawa kecil melihat reaksi ayla.

"Dia memanggilmu,Kesanalah nanti dia bisa mengamuk."

Ayla menutup wajahnya sebentar karena malu.

"Iya,Tante"

Ayla lalu berjalan cepat masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai atas,Begitu sampai di depan kamar bagas,Pintunya sudah terbuka sedikit.

Ayla mengetuk pelan.

Tok tok tok

"Masuk"ucap Bagas dari dalam.

Ayla membuka pintu perlahan,Di dalam kamar,Bagas sudah selesai mandi,Rambutnya masih sedikit basah.

"BAGAS PINTUNYA JANGAN DIKUNCI"teriak mama bagas dari bawah.

Ayla menatapnya bingung.

"Kamu manggil aku kenapa?."

Bagas menunjuk ke arah kamar mandi.

"Mandi."

Ayla langsung kaget.

"Hah?."

Bagas menjawab santai.

"Kamu tadi bilang belum mandi."

Ayla langsung menunduk sedikit malu.

"Iya sih."

Bagas lalu mengambil sebuah kaos dan celana pendeknya dari lemari.

Bagas menyerahkannya ke ayla.

"Pakai ini."

Ayla melihat pakaian itu lalu menatap bagas lagi.

"Ini kan baju kamu."

Bagas mengangguk.

"Iya."

Ayla langsung protes kecil.

"Tapi pasti kegedean."

Bagas menjawab tenang.

"Tidak apa-apa."

Ayla memegang baju itu sambil menghela napas.

"Kamu ini benar-benar"

Bagas hanya menunjuk kamar mandi.

"Cepat mandi."

Ayla akhirnya masuk ke kamar mandi sambil membawa pakaian bagas.

Beberapa menit kemudian ia keluar.

Kaos bagas terlihat sangat kebesaran di tubuh ayla,Celana pendek yang pas.

Ayla menarik ujung kaos itu sambil menggerutu pelan.

"Benar kan kegedean."

Bagas yang sejak tadi duduk di kursi langsung menoleh,Beberapa detik bagas hanya diam menatap ayla.

Ayla jadi salah tingkah.

"Kenapa?."

Bagas menjawab singkat.

"Tidak apa-apa."

Namun ayla sedikit memalingkan wajahnya,Ayla semakin bingung.

"Kenapa kamu malah terlihat aneh?."

Bagas berdiri lalu berjalan mendekat sedikit.

"Karena kamu pakai bajuku."

Ayla langsung tersipu malu.

"Ya kan kamu yang nyuruh."

Dari bawah tiba-tiba terdengar suara mama Bagas.

"Bagas!Ayla!Turun,Ayo makan dulu!."

Ayla langsung lega.

"Ayo turun!."

Ayla cepat berjalan keluar kamar.

Sementara bagas hanya berdiri di tempatnya sambil tersenyum tipis melihat ayla yang terlihat sangat malu.

Beberapa menit kemudian ayla dan bagas turun dari lantai atas.

Tangannya sesekali menarik ujung baju itu karena merasa sedikit malu.

Begitu sampai di ruang makan,mama bagas sudah menyiapkan beberapa piring berisi makannan.

Mama bagas tersenyum melihat mereka.

"Nah,Akhirnya turun juga."

Ayla langsung duduk dengan sedikit canggung.

"Hehe,maaf tante."

Mama bagas memperhatikan baju yang dipakai Ayla lalu tersenyum geli.

"Bajunya bagas ya?."

Ayla langsung menunduk malu.

"Iya tante tadi ayla belum mandi"

Mama bagas tertawa kecil.

"Tidak apa-apa,Malah terlihat lucu."

Ayla semakin malu.

Bagas hanya duduk dengan wajah tenang seperti biasa.

Beberapa menit mereka makan sambil mengobrol santai.

Mama bagas sesekali menanyakan kehidupan ayla di panti,Ayla menjawab dengan sopan.

Setelah selesai makan,Mama bagas berdiri.

"Tante ke kamar dulu."

Ayla mengangguk.

"Iya,Tante."

Mama bagas lalu pergi ke kamar.

Ayla menoleh ke bagas.

"Sekarang ngapain?."

Bagas menjawab singkat.

"Nonton."

Ayla langsung tertarik.

"Di mana?."

"Ruang keluarga."

Mereka berdua kemudian berjalan menuju ruang keluarga.

Ruangan itu cukup besar dengan sofa empuk dan televisi besar di depan.

Bagas mengambil remote lalu menyalakan TV,Sebuah film sedang diputar.

Ayla langsung duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya.

"Capek juga."

Bagas duduk di sampingnya.

"Kamu saja yang lelah."

Ayla menghela napas.

"Tadi pagi dipaksa bangun."

Beberapa menit mereka menonton dengan tenang.

Suasana rumah terasa sangat nyaman,Udara dari AC membuat ruangan terasa sejuk.

Perlahan-lahan mata ayla mulai terasa berat,Ayla menyandarkan kepalanya ke sofa.

Tanpa sadar kepalanya jatuh bersandar ke bahu bagas,Bagas sedikit menoleh.

"Sayang?."

Tidak ada jawaban,Ayla sudah tertidur,Bagas hanya menghela napas kecil,Namun beberapa menit kemudian karena suasana terlalu tenang dan bagas juga lelah setelah jogging,Bagas ikut tertidur.

Beberapa saat kemudian mama bagas berjalan ke ruang keluarga,Begitu melihat mereka,mama bagas berhenti.

Ayla tertidur dengan kepala bersandar di bahu bagas.

Sementara bagas juga tertidur dengan kepalanya bersandar disofa.

Mama bagas tersenyum lembut,mama bagas mengambil selimut tipis dari kursi lalu menutupi mereka berdua dengan pelan.

"Anak-anak ini"ucap mama bagas pelan sambil tersenyum.

Beberapa waktu kemudian,Ayla mulai bergerak pelan.

Matanya berkedip beberapa kali sebelum akhirnya terbuka.

Ayla melihat televisi masih menyala,Namun suara volumenya kecil.

Beberapa detik kemudian ayla sadar kepalanya bersandar di bahu bagas,Ayla langsung terkejut sedikit,Ayla cepat duduk tegak.

"Eh."

Ayla menoleh ke samping,Ternyata bagas juga tertidur dengan kepalanya bersandar disofa.

Ayla menatapnya sebentar.

"Bagas"

Tidak ada respon.

Ayla lalu menepuk pelan lengannya.

"Bagas,bangun."

Bagas sedikit mengerutkan kening lalu perlahan membuka matanya.

"Sayang?."

Ayla mengangguk kecil.

"Kita ketiduran."

Bagas melihat ke sekitar lalu menghela napas pelan.

"Sepertinya begitu."

Ayla lalu melihat ke arah jendela.

"Sudah mau sore."

Bagas duduk lebih tegak.

"Kamu harus kembali ke panti."

Ayla mengangguk.

"Iya,Nanti anak-anak panti mencariku."

Saat itu mama bagas datang ke ruang keluarga.

"Kalian sudah bangun?."

Ayla langsung berdiri sedikit gugup.

"Iya tante maaf tadi ketiduran."

Mama bagas tersenyum lembut.

"Tidak apa-apa."

Bagas berdiri lalu mengambil kunci mobilnya.

"Aku antar ayla pulang."

Mama bagas mengangguk.

"Hati-hati di jalan."

Ayla menunduk sopan.

"Terima kasih tante."

Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di mobil.

Mobil bagas melaju pelan menuju panti asuhan.

Selama perjalanan,Ayla menatap jalan di luar jendela,Lalu ayla berkata pelan.

"Terima kasih ya hari ini."

Bagas meliriknya sebentar.

"Untuk apa?."

"Untuk joging dan semuanya."

Bagas menjawab santai.

"Biasa saja."

Tak lama kemudian mobil berhenti di depan panti.

Ayla membuka pintu mobil lalu turun,Namun sebelum ayla berjalan masuk,Bagas memanggilnya.

"Sayang."

Ayla menoleh.

"Iya?."

Bagas menatapnya sebentar lalu berkata tenang.

"Besok paginya aku tidak menganggumu,Anggap saja metime."

Ayla langsung curiga.

"hah yang bener?."

Bagas menjawab

"tapi siangnya aku mau ajak kamu ke pantai."

Ayla langsung membelalakkan matanya.

"Pantai?!."

Bagas mengangguk kecil.

"Jam dua."

Ayla langsung menghela napas panjang.

Bagas hanya menutup pintu mobilnya.

"Sampai jumpa besok sore,Ayla."

Ayla akhirnya tersenyum kecil.

"Iya sampai jumpa besok sore."

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!