NovelToon NovelToon
Romansa Anak SMA

Romansa Anak SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.

Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.

Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.

Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.

Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.


Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

"Lo janji ke kita buat jagain Refina tapi lo malah.. akh.." Boy masih dengan geramnya ingin memukul Barra, tapi dia tertahan oleh Rama yang memeluknya.

"Kalau lo emang udah nggak suka sama Refina, mending lo pulang Bar! jangan nambahin luka buat Refina, mungkin ketika dia bangun orang yang paling tidak ingin dia temui adalah lo." ujar Alenka mengusir Barra dengan halus.

Alenka tak mau Refina akan semakin terluka jika dia bertemu Barra sekarang. Sementara Barra masih tak bergeming dari tempatnya. Rasa bersalah, penyesalan, berkecambuk di dalam hatinya.

"Bener, mending lo pulang! Refina nggak butuh lo!" seru Ellena dengan marah.

"Udah yank!" Leon memegangi lengan Ellena supaya tidak kalap karena emosi.

Sewaktu Boy kembali mendekati Barra dan mendorongnya pergi, pintu ruangan itu terbuka. Dokter keluar bersama dengan suster yang membantunya.

"Gimana keadaan Refina, dok?" tanya Ineke yang sudah tak sabar ingin tahu keadaan Refina.

"Pasien sudah melewati masa kritisnya, sekarang kita nunggu dia bangun. Sebentar lagi pasien akan di pindah ke ruang rawat, untuk itu pihak keluarga diharapkan mengurus DP administrasinya!" jelas dokter yang merawat Refina.

Mereka semua merasa lega, tapi sempat bingung karena orang tua Refina belum juga datang ke rumah sakit. Akhirnya Alenka yang membayar biaya itu dulu. Yang terpenting Refina sudah melewati masa kritisnya. Masalah uang, Alenka punya tabungan.

"Gue punya sedikit buat nambahi biayanya Al," Ciara memberikan beberapa uang kertas yang dia punya ke Alenka.

"Gue juga punya dikit." teman yang lain juga membantu. Maka terkumpullah uang yang lumayan buat biaya perawatan Refina.

"Lo bayar DP pakai uang itu dulu, nanti sisanya gue yang lunasin." ucap Gio memberikan harapan positif ke teman-temannya. Alenka tersenyum bahagia dia memiliki pacar yang begitu baik.

Setelah membayar DP administrasi, Alenka dan keempat temanya menunggu di dalam ruangan. Sementara para lelaki menunggu di luar ruangan, tepatnya di depan ruangan rawat Refina.

Tak lama kemudian Refina membuka matanya. Samar-samar dia melihat ke empat temannya ada di dalam ruangan itu. Refina pun tersenyum kecil, dia tahu dia masih ada di dunia.

"In.." ucapnya dengan lemah sembari meraih tangan Ineke yang selalu disampingnya. Ineke bahkan tak mau jauh dari Refina meski hanya setengah meter.

Melihat Refina yang menggerakkan tangannya membuat Ineke kaget bercampur bahagia. Ineke lantas berteriak memanggil dokter. Dengan cepat dokter merespon panggilan Ineke. Dia kembali memeriksa Refina dan mengatakan kalau Refina baik-baik saja, hanya perlu istirahat.

"Makasih dok." ucap Ellena begitu dokter keluar dari ruangan.

"Makasih ya kalian udah selalu ada buat gue, maaf kalau gue selalu ngerepotin kalian." ucap Refina tapi sesaat kemudian mulutnya ditutup oleh jari telunjuk Ineke.

"Lo harus banyak istirahat! apapun yang terjadi lo nggak sendirian, ada kita." ucap Ineke dengan mata yang sudah berair.

"Iya Ref, kita bukan teman lo tapi saudara lo." Ciara mendekat disebelah kiri Refina.

"Lo jangan pernah kayak gini lagi! jangan bikin kita sedih," Alenka mulai memeluk Refina dengan menangis.

"Iya. Maafin gue!" Refina berkata dengan pelan, tapi jelas suaranya terdengar serak. Kelima sahabat itu kemudian saling berpelukan.

Refina menyesali kebodohannya. Dia tidak berpikir panjang atas apa yang dia lakukan. Saat Barra memutuskan hubungan mereka dan memilih menuruti kemauan orang tuanya. Refina bisa menyembunyikan rasa kecewa di depan teman-temannya. Tapi, saat dia tahu kedua orang tuanya akan bercerai. Semangat hidupnya mulai kendor.

Tapi ada hal yang dilupakan oleh Refina. Dia lupa, dia memiliki sahabat yang lebih dari saudara. Dia lupa kalau dia memiliki empat saudara meski tak sedarah. Dia lupa, dia punya empat kekuatan yang bisa membuatnya bangkit.

Setelah berdebat cukup alot dengan Boy di depan ruangan. Akhirnya Boy mengizinkan Barra masuk untuk bertemu dengan Refina. Saat itu Barra sembari menangis mengatakan ke Boy dan yang lain, kalau dia masih sangat mencintai Refina. Tapi ada suatu hal yang membuat dia harus memutuskan hubungannya dengan Refina, salah satunya adalah perjodohannya dengan Lani.

Ketika Barra membuka pintu kamar Refina, Ineke dan Ellena berusaha untuk mengusir Barra. Tapi karena nasehat Alenka, akhirnya mereka mengizinkan Barra bertemu dengan Refina.

Alenka mengajak ketiga temannya keluar. Mereka harus memberikan waktu untuk Barra dan Refina ngomong berdua. Diam-diam Ciara memperhatikan nasehat-nasehat Alenka, dan dia mulai yakin jika Alenka pasti juga akan mau menemui kakaknya. Ciara tahu Alenka punya pemikiran yang sangat dewasa. Tapi Ciara tidak mau ngomong sekarang karena keadaan.

"Kalau waktunya pas, gue harus ngomong sama Alenka." gumam Ciara seorang diri.

Pintu kamar VIP ditutup, dan hanya menyisakan Barra dengan Refina. Biar bagaimanapun mereka berdua juga harus punya waktu ngobrol berdua.

Dengan tatapan nanar, Barra mulai mendekat ke ranjang dimana Refina terbaring. Sementara Refina mengalihkan pandangannya, dia terlalu malas untuk ketemu Barra. "Gimana keadaan lo?" tanya Barra dengan suara serak, dia habis nangis di depan ruangan itu.

"Baik." Refina menjawab dengan singkat.

Barra tersenyum canggung, lalu dengan takut-takut dia meraih tangan Refina. "Maafin gue!" ucapnya pelan.

Refina tak menjawab tapi dia juga tidak menarik tangan yang pegang oleh Barra. "Gue cinta sama lo, tapi gue juga sayang sama orang tua gue." ucap Barra mulai frustasi. Dia bingung harus bagaimana, bingung apa yang harus dia lakukan.

"Kita udah berakhir, lo sendiri kan yang ngomong gitu. Jadi tolong nggak usah lagi ngomong cinta atau apalah, gue cuma berharap lo bahagia dengan pilihan hati lo, dan gue dengan pilihan gue sendiri!" Refina terlalu muak dengan kata cinta. Kalau benar dia cinta, dia pasti akan berusaha. Tapi ya sudahlah, orang tua memang lebih penting.

"Gue harus gimana Ref?" Barra berkata dengan lesu.

"Lo jalani hidup lo, gue dengan hidup gue. Kita punya kehidupan masing-masing."

"Tapi gue nggak bisa jauh dari lo, gue cinta sam-"

"Gue mau istirahat," Refina memotong perkataan Barra. Refina jelas sudah tidak mau berharap kepada Barra lagi. Lagipula Barra sudah memilih Lani, dan memutuskan hubungan dengan dia. Apa lagi yang dia harapkan.

Barra mengerti, dia paham dengan apa yang dirasakan oleh Refina saat ini. Barra lalu berpamitan dan keluar dari ruangan itu. Begitu Barra keluar maka pecahlah tangisan Refina. Dia merasakan hatinya sangat sakit. Refina memegangi dadanya yang terasa sesak.

Refina sadar satu hal, di putuskan saat cinta-cintanya emang sakit. Tapi, lebih sakit saat dia harus berusaha kuat dan membohongi perasaannya sendiri.

1
0606
aku pernah baca terusan nya.. tp lupa judul nya kak, bisa bantu kasih tau judul lanjutan nya kak.. /Pray/
Ezra Sumadi
Biasa
Ezra Sumadi
Buruk
Jazy jazys
buagus foll
Jazy jazys
ikut seneng yaa..
Jazy jazys
cieeee....ulu ulu uluy
Jazy jazys
sumpaaah..tak kirain mereka ngelakuin itu..
Jazy jazys
ih rama serem banget.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...
Jazy jazys
duhh..iri ak
Jazy jazys
wkwkwk..gio km jangan mikirin enaknya tok klo nikah, ak tiap hr sebagai ank hmpr tiap hr denger pertengkaran ortuku..blm lg km sm alenka emosinya msh susah terkontrol
Jazy jazys
naaaahh...gitu doongg....jadi ikut bahagia aku...hiks
Jazy jazys
cieee...ayou bersatuuu...nti tinggal dilamar
Jazy jazys
MANTAAPPP...RASAIN TUH SIL KERBAUSISIL
Jazy jazys
banjiiirr....aku gk bisa nahann...hiks/Sob/
Jazy jazys
ak gk kebayang diposisi alenka, baca aja rasanya kyk dicekik
Jazy jazys
GBLK ANJR LU SIL, TEGA LO
Jazy jazys
gue baca ini sampe nangis tau gak
Jazy jazys
ya ammpuun...hiks...dasar Rosita cewek brengseek...
Jazy jazys
Romantis amat siiii...baper aku
Jazy jazys
indahnya kedua pasangan iniii..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!