NovelToon NovelToon
Antagonis Yang Menghindari Alur

Antagonis Yang Menghindari Alur

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja kelompok

Langit Canada Menumpahkan gemuruhnya pada Sore ini, Hujan bukan hanya sekedar rintik-rintik kecil tetapi sekumpulan butir-butir air besar menghantam penjuru arah, di mana ia luruhkan rasa dingin yang menyerap masuk sampai ke tulang-tulang.

Malika sejak pulang sekolah tadi langsung saja ke rumah Soren untuk mengerjakan tugas kelompok mereka.

Dan sekitar 2 jaman lebih mereka berdiskusi.

Ponsel Malika berdering menandakan seseorang tengah menghubunginya, Malika tekan tombol hijau pada layar dan mulai membuat panggilan.

"Hollo pah, Papa udah di rumah ya?. Tumben papa pulang. "

Ponsel di telinga Malika masih menyala, Menghubungkannya dengan ayahnya yang menuntut kabar dari sebrang sana.

"Malika gak sempat minta ijin sama papa tadi, karena ini tiba-tiba banget pa, Malika lagi di rumah teman Malika ngerjain tugas kelompok, ini juga hujannya lebat nanti Malika pulang kalo hujanya udah reda".

setelah ayahnya selesai menghubungi Malika dan memutus sambungan, langsung saja Malika mematikan ponselnya dan meletakannya lagi di meja kaca di depanya.

Malika memeluk dirinya sendiri mencoba menghilangkan rasa dingin,yang terasa mengoyak tubuhnya dan memyerap masuk melalui pori-porinya.

Sesaat itu juga sebuah benda hangat membungkus tubuhnya, memberinya rasa aman dan nyaman.

Ia mendongakan kepalanya matanya lansung saja bertubrukan dengan netra yang sedingin batu obsidian milik pria yang sudah kembali pada posisi di depanya dengan memegang Macbooknya.

Malika merapetkan tubuhnya pada selimut yang membungkus tubuhnya.

"Thankyou."

Pria itu tak menjawab hanya melanjutkan tugasnya.

Malika menggaruk pipinya bingung.

Sejujurnya Malika benci situasi canggung ini.

"Eh, Soren orang tua lo kemana, gak mungkin kan lo sendirian di rumah segede ini?. Gue takut banget di grebek sama warga karena cuman kita berdua aja di sini.

" Jangan konyol, itu tidak mungkin. Orang tuaku ada di luar negri. "Sahut Soren Tanpa melirik Malika sekalipun.

" Siapa bilang konyol Sorenku sayang, gimana kalo seumpama nya lo macam-macam sama gue. "Sahut Malika dengan wajah yang sudah pias.

Soren terlihat diam sejenak sampai saat ia akhirnya memusatkan atensinya pada Malika seorang.

" Kamu berharap aku apa-apakan, mustahil tidak ada dari dirimu yang membuat aku bernafsu. Berhenti membuat drama dan lekas pahami materi yang aku berikan?. "

Mendengar jawaban itu rasanya Malika hampir saja menjatuhkan rahangnya, serius.

"Apaa!. Yang mau lo apa-apain siapa ege, lo itu narsis kebangetan tau gak. Siapa juga yang niat buat lo nafsu sama gue".Setelah membalas omongan lantam dari Soren, Malika memasang wajah perengat-perengutnya.

" Lantas kenapa kamu memanggilku Sayang tadi. "

"Lah anjir lo baper ya. " Tunjuk Malika pada Soren sembari menarik turunkan alisnya.

"Gue keceplosan Manggil lo gitu karena gue gemes pengen nendang lo. " ujar Malika lagi menambahkan.

"Gak lucu!. "

"Biarin, yang penting bagi gue lucu Wlee. " Malika menjulurkan lidahnya mengejek.

Setelahnya kehening kembali memenuhi ruangan.

Cukup lama keduanya bergelut dengan pikiran sendiri sembari sibuk dengan Materi yang akan mereka persentasikan.

Malika menatap jendela, Melihat muramnya langit yang menyisakan gelayutan mendung, dengan rintik-rintik kecil air yang berjatuhan, sisa dari hujan lalu yang sangat lebat.

Saat malika melamun sebuah pesan dengan nomor asing kembali masuk di ponselnya.

Malika buru-buru meraih ponselnya sebelum Soren melihat isi pesan itu.

^^^Unknown Number:^^^

^^^Sayang, kenapa kamu berduaan denganya?, aku tidak suka melihatnya cepatlah pulang!.^^^

Malika mengeryitkan dahinya, baru saja tadi pagi pesan dengan nomor asing tidak menghubunginya lagi, lantas kenapa orang itu kembali menghubunginya.Ia kira orang itu sudah bosan menguntitnya.

^^^Unknown number:^^^

^^^Kenapa tidak menurut sayang?^^^

'Sialan dia emang nguntit gue, kalo kaya gini gue harus jaga-jaga'.

Malika membatin di dalam hati sembari melamun.

"Semuanya udah clear tinggal tunggu minggu depan kita persentasiin aja. "Suara soren menyadarkan Malika diri lamunannya.

" Ah iya, iya. "Melika menatap hasil diskusinya dengan Soren.

" Kalo gitu gue balik dulu. "

Malika beranjak hendak berdiri sembari memegangi sofa sebagai tempatnya bertumpu.

Tiba tiba saja saat sudah berdiri ia di dorong , dan terduduk di sofa dengan tubuh besar dan tegap soren yang mengungkungnya.

Malika membeku, sembari menatap soren heran.

"Tell me why did you stop chasing me?"Kalimat itu langsung saja meluncur begitu saja dari mulut Soren.

"Are you serious, Soren?"Ujar Malika sembari memiringkan kepalanya melihat Soren.

"Apa aku terlihat sedang bercanda Malika?."Soren memandang tepat pada netra Malika, ia terlihat mencoba menyelam masuk dalam netra indah itu.

'Buset ngapa tiba-tiba nanyak gitu, gue harus pura-pura jadi Malika yang tergila-gila sama dia. Dulu waktu gue awal ketemu dia gue udah kelepasan ngegas yang buat dia otomatis curiga'.

Malika terdiam cukup lama mencoba mencari jawaban yang cocok.

" Karena gue terlalu cinta sama lo, harusnya gue tahu cinta lo ga bisa gue dapetin.Gue gak mau ngemis lagi, gue gak mau buat lo cinta sama gue. "

Soren mendengarkan penuturan Malika dengan khyusuk,ia tatap lamat-lamat gadis yang selalu mencoba ingin menjadi pacarnya itu.

"And?. "

"Karena gue pantas dapetin yang lebih baik, yang cintanya lebih besar dari gue, yang buat gue nyaman jadi diri gue sendiri makanya gue berhenti berharap ke lo. "

"Gue kasih cinta sama lo, tapi lo perlakuin gue kaya gue ini cuman parasit di hidup lo. "ucap Malika menggebu-gebu.

Soren masih setia mendengarkan luapan hati gadis itu.

"Dan gue mohon jangan hancurin hati gue lagi, gue gak paham apa maksud lo kek gini Soren." Malika berusaha mengeluarkan air mata buayanya agar lebih meyakinkan Soren.

"Gue gak pernah memperlakukan lo seburuk itu gak pernah".Buliran bening terlihat keluar setetes demi setetes dari manik yang menggenang itu.

"Dan yang paling sakit itu Lo tau gue mau sama lo, tapi lo buat berbagai cara buat menjauh, karena mungkin lo risih atau mungkin lo punya orang yang lo suka juga".Malika mulai terhanyut dalam peranya ia mulai sesegukan.

" Apa karena gue banyak ngarepnya sama lo makanya jadi sesakit ini?. "

Malika mengerucutkan bibirnya, dengan isak tangis dramatisnya.

"Gue mohon jangan lagi, gue udah ngejauh dan lupain lo. Lo gak perlu takut ngerasa risih lagi sama gue."

Malika mencoba berdiri akan tetapi kedua tanganya langsung dicengkram eret oleh satu tangan Soren dan langsung meletakannya di atas kepals Malika.

"Soren apa-apaan. " Malika meronta-ronta mencoba bebas akan tetapi tenaganya tak cukup.

Karena lelah memcoba bebas akhirnya ia menggigit tangan kekar Soren.

Soren yang di gigit kencang tanganya hanya menatap Malika dengan tatapan aneh.

"Jangan kurang ajar lo sialan. "

Soren diam, lalu membungkam Bibir Malika dengan bibirnya menciumnya dengan ganas sementara tangan satunya yang bebas mulai memegang pinggang Malika intes.

Malika mulai merasa tak ada oksigen yang masuk ke pernapasannya karena ulah soren apalagi ini baru pertama kalinya ia berciuman.

Soren terus melumat bibir Malika, menggigit bibirnya bahkan sampai bermain lidah.

Malika yang merasa akan kehabisan nafaspun langsung menendang kepunyaan Soren dengan lututnya.

Soren melepas tautan mereka, dan beralih menahan sakit karena miliknya yang di tendang Malika, sehingga membuat kukungkunganya sedikit mengendur

Malika Mendorong tubuh Soren ke sisi sebelahnya,hingga kesempatan itu membuat Malika cepat berlari keluar meloloskan dirinya.

Malika langsung saja memasuki Mobilnya, dan bergegas pergi dari Pekarangan mewah itu.

Sementara soren setelah menetralkan rasa sakit pada miliknya, ia langsung bersandar pada sofa sembari tersenyum miring.

________

For u🌺

Cerita ini Herem ya, di mana 1 perempuan bisa sama banyak pria.

Jangan lupa, vote, like sama Coment.

Makasih banyak untuk yang udah mau baca ceritanya samapai sini.

See u next chapter.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!