NovelToon NovelToon
Resep Cinta Dokter Narendra

Resep Cinta Dokter Narendra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Sci-Fi / Dokter
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naila fitri

Judul lama : Diagnosis: Falling For You

dr. Narendra Adiwijaya, Sp.B adalah putra tunggal dari keluarga konglomerat, Narendra dipersiapkan sejak kecil untuk menjadi penerus Adiwijaya Healthcare Group. Tuntutan tinggi tersebut membentuk Narendra menjadi pria kaku, dominan, dingin.

dr. Nayla Kartikasari, Sp.A adalah anak pertama dari pasangan Arga Dewantara dan Citra Kirana, memiliki seorang adik bernama Bintang. Nayla memiliki sifat yang hangat, ekspresif, namun bermental baja menjadikannya dokter yang disukai oleh anak anak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naila fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertaut

Pintu kayu jati berukir yang memisahkan ruang rias dengan area utama penthouse terbuka perlahan. Narendra melangkah keluar lebih dulu, memberikan ruang bagi Nayla yang berjalan di sisinya dengan jemari yang tertaut erat pada lengan kokoh sang dokter bedah.

Begitu mereka menginjakkan kaki di ruang keluarga yang disulap menjadi area inti prosesi, langkah Nayla terasa jauh lebih ringan. Rasa cemas akibat teror Devan beberapa menit lalu menguap sepenuhnya, digantikan oleh kehangatan yang menjalar dari tatapan teduh kedua orang tua mereka yang sudah duduk menunggu di sofa melingkar bernuansa krem.

Di tengah ruangan, sebuah meja kaca bundar dipenuhi dengan hiasan kelopak mawar putih dan lilin aromaterapi beraroma lavender yang menenangkan. Tidak ada mikrofon besar, tidak ada panggung tinggi, dan tidak ada sorot lampu sorot yang menyilaukan. Suasana begitu khidmat, intim, dan dipenuhi aura quiet luxury yang kental.

Arga Dewantara, Papa Nayla, menegakkan punggungnya. Wajah paruh bayanya memancarkan binar haru sekaligus bangga melihat putri sulungnya bersanding dengan pria mapan yang penampilannya malam ini begitu berwibawa. Di sebelahnya, Arsenio Adiwijaya, sang taipan medis, mengangguk pelan dengan senyum tipis penuh restu.

Narendra menuntun Nayla untuk duduk di dua kursi beludru yang telah disiapkan berhadapan dengan orang tua mereka. Gibran dan Bintang mengambil posisi berdiri di sudut ruangan, bertindak sebagai saksi hidup dari awal mula hubungan yang awalnya dipenuhi gengsi ini.

"Arga, Citra," Arsenio membuka suara, suaranya yang bariton dan berat terdengar memenuhi ruangan yang sunyi. "Malam ini, kami sekeluarga datang dengan niat yang tulus. Bukan lagi sekadar membahas urusan bisnis atau kontrak kerja sama yang menyatukan kita di awal. Kami datang untuk mengantarkan putra kami, Narendra, untuk secara resmi mengikat putri kalian, Nayla, ke dalam ikatan pertunangan."

Mama Citra, ibunda Nayla, tampak berkaca-kaca. Ia melirik Nayla, memastikan bahwa putrinya benar-benar bahagia. Ketika Nayla membalas tatapan ibunya dengan sebuah senyuman manis dan anggukan mantap, setitik air mata kebahagiaan lolos di pipi Citra.

Narendra kemudian memutar tubuhnya sedikit, menghadap langsung ke arah Nayla. Pria yang biasanya irit bicara dan terkenal dingin di ruang operasi itu, kini menarik napas panjang. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke dalam manik mata Nayla dengan ketulusan yang begitu pekat, tanpa ada lagi dinding pembatas profesionalitas rumah sakit.

Narendra meraih sebuah kotak beludru hitam kecil dari saku tuksedonya, membukanya dengan satu gerakan tangan yang tenang. Di dalamnya, sebuah cincin berlian bersertifikat dengan potongan emerald cut yang simpel namun luar biasa mewah berkilau di bawah temaram lampu kristal penthouse.

"Nayla Kartikasari," panggil Narendra. Suaranya yang rendah dan dalam terdengar begitu seksi sekaligus sarat akan komitmen. "Di depan kedua orang tua kita, aku ingin menegaskan bahwa mulai malam ini, aku memilih kamu. Aku ingin menjadi pria yang tidak hanya mendampingi kamu di koridor rumah sakit, tapi juga menjadi tempat kamu pulang di setiap akhir hari. Kamu mau memakai cincin ini sebagai tanda bahwa kamu adalah masa depan aku?"

Jantung Nayla berdegup luar biasa kencang. Kalimat Naren yang lugas, tanpa rayuan gombal namun penuh dengan kepastian, meruntuhkan sisa-sisa pertahanannya.

Nayla tersenyum lebar, matanya berkilat haru. "Iya, Naren. Aku mau."

Narendra meraih tangan kanan Nayla dengan kehati-hatian yang luar biasa lembut. Tangan kekar yang biasanya mencengkeram pisau bedah dengan dingin, kini sedikit bergetar halus saat menyelipkan cincin berlian itu ke jari manis Nayla. Ukurannya begitu pas, melingkar sempurna di sana.

Setelah itu, gantian Mama Citra yang bangkit, membawa kotak cincin serupa untuk diserahkan kepada Nayla. Dengan pipi yang merona merah hangat, Nayla meraih jemari kokoh Narendra, lalu menyelipkan cincin perak maskulin berdesain minimalis ke jari manis pria itu. Begitu cincin terpasang, Narendra langsung membalikkan telapak tangannya, mengunci jemari Nayla ke dalam genggamannya yang erat dan hangat—sebuah gestur kepemilikan yang kini telah sah secara adat dan keluarga.

"Sah ya berarti ini!" celetuk Gibran dari sudut ruangan, memecah keheningan khidmat dengan tawa kasualnya. "Gak ada protes lagi dari departemen pediatri ya, Ren?"

Ruangan seketika dipenuhi tawa hangat dari kedua orang tua mereka. Bintang ikut bertepuk tangan heboh, sementara Papa Arga maju untuk memeluk Narendra, menepuk punggung menantunya itu dengan erat. "Jaga putri Papa ya, Narendra."

"Pasti, Papa. Dengan seluruh hidup saya," jawab Narendra mantap, matanya kembali melirik ke arah Nayla yang sedang tersenyum manis di sebelahnya.

Malam itu, di lantai teratas ibu kota, prosesi pertunangan yang berjalan tanpa publikasi megah itu justru terasa begitu sakral. Mereka tidak membutuhkan validasi dari ratusan tamu undangan, karena tautan jemari mereka yang erat di bawah kesaksian keluarga sudah lebih dari cukup untuk menandai bahwa dr. Narendra dan dr. Nayla kini telah resmi memasuki babak baru yang nyata.

1
tata
thor up nya jangan lama²+ banyakin ya 🤭
Macyooo: Wkwkwk, terima kasih sudah mampir friends😚
total 1 replies
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak friends
Macyooo
jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak ya friends
Macyooo
Haloooo Friendsss!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, happy reading 😍😍
Macyooo
Halooo friendsss!!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, yang punya kritik dan saran boleh nihh disampaikan🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!