NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Bagus! akhir nya mereka minum juga. Apa efek samping dari ramuan itu?" tanya nya pada sang pelayan kepercayaan nya itu.

"Nyonya tidak perlu khawatir, mungkin Tuan dan nona Muda hanya akan mengalami sedikit gelisah dan mungkin hanya rasa gerah yang cukup luar biasa," Jelas bi Karti.

"Bagus, semoga dengan cara ini mereka lebih cepat memiliki keturunan." Gumam Oma Eva penuh harap.

"Semoga nyonya besar." harap bi Karti.

Setelah Arik dan Maureen kembali ke kamar, wajah mereka terlihat memerah dan tubuh nya terasa tidak nyaman, padahal hanya baru minum beberapa menit saja.

Maureen yang sudah tidak tahan gerah, kini gadis cantik itu ijin untuk ke kamar mandi. "Mas, aku mau mandi dulu ya bolehkan?" Maureen memastikan karena dia tidak ingin jika Arik marah.

"Terserah!" ketus Arik. Melihat air putih yang ada di samping meja.

Dengan cepat nya dia menghampiri dan meneguk nya sampai habis. Sementara Maureen tanpa banyak bertanya lagi mulai mendinginkan rasa gerah nya dengan cara berendam.

"Ya ampun, ramuan apa yang tadi Oma kasih? kenapa tubuh ku gerah seperti ini?" ucap Maureen.

Setelah Maureen berendam dengan waktu yang cukup lama, perlahan gadis cantik itu beranjak dari bathtub tubuh nya masih terlihat menggigil setelah memakai kimono handuk nya.

Dengan langkah kaki yang pelan Maureen mulai keluar dari kamar mandi, terlihat Arik yang masih duduk bersandar di atas sofa dengan wajah yang menengadah.

"Mas, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Maureen.

Maureen memberanikan bertanya saat suami nya terlihat beberapa kali mengeram, tubuh nya bahkan terasa panas seperti terbakar sampai mengeluarkan banyak keringat.

Baru saja Maureen ingin memastikan, tangan mungil nya yang hampir saja menyentuh lengan Arik untuk memastikan kondisi nya. Arik spontan menatap nya tajam.

"Jangan menyentuh ku!" Bentak Arik menepis tangan Maureen sampai gadis itu terjatuh ke bawah lantai.

Arik yang baru beranjak dari tempat duduk nya, perasaan nya semakin tak menentu jantung nya berdegup sangat kencang.

Saat dia tak sengaja melihat Maureen memakai kimono yang belahan dada-nya sangat rendah. Yang membuat efek dari jamu semakin terasa kuat, sebagai pria dewasa bohong jika dia tidak tergoda.

"Sial! Kenapa aku..." Gerutu Arik dalam hati, saat merasakan panas membara seolah dia begitu membutuhkan Maureen untuk menghilangkan dahaga gairah nya.

Tak ingin terpancing, saat melihat wajah dan tubuh putih Maureen yang masih di basahi air, Arik bergegas dengan langkah lebar nya ke kamar mandi dan mulai menyalakan air shower, dan ia berdiri tepat di bawah nya berharap rasa panas dan tidak nyaman di tubuh nya bisa hilang.

Maureen yang masih terduduk di bawah lantai hanya bisa meneteskan air mata, saat mengingat betapa tidak ingin sang suami di sentuh oleh nya.

"Kenapa? Sakit sekali," Lirih Maureen berusaha menyusut air mata.

Oma Eva dan kepala pelayan yang baru melintas di depan pintu kamar cucu kesayangan nya. Dia tak sengaja seperti mendengar suara rintihan kesakitan seorang wanita. Yang membuat nya salah paham.

"Nyonya ada apa?" Tanya Bi Karti terheran saat majikan nya menghentikan langkah.

"Karti, aku mendengar suara Maureen merintih kesakitan. Apa mungkin Arik sudah memulai nya ya?" Bisik Oma Eva sembari tersenyum bahagia.

Bi Karti ikut senang, atas pertanyaan yang dilontarkan kepada nya. "Mungkin saja Nyonya, karena Bibi tadi tidak sengaja terlalu banyak memasukkan dosis nya, efek jamu pasti sangat besar juga," Celetuk Bi Karti seraya menutup mulut dengan kedua tangan nya.

"Tidak apa-apa, kerja mu bagus. Ayo jangan ganggu mereka." ajak Oma Eva pergi.

"Tentu Nyonya, semoga setelah malam ini Tuan dan Nyonya muda memberi kabar gembira ya." ucap Bi Karti.

Kedua wanita tua itu segera pergi menjauh dari depan pintu kamar Arik, karena mereka tidak ingin mengganggu pasangan pengantin baru itu.

Beberapa menit telah berlalu, Maureen yang sudah mengganti pakaian nya perlahan duduk di atas ranjang mewah dan besar berukuran king size itu.

"Mengapa Mas Arik lama sekali mandi nya? Aku sangat lelah. Apa tidak apa-apa tidur lebih dulu ya?" Maureen terdiam, mata nya sangat ngantuk sekali.

Apa lagi besok harus bangun lebih awal, dan meminta ijin untuk masuk kerja lebih dulu karena pasti orang-orang kantor kerepotan mengingat bulan ini ada beberapa project baru.

Baru saja Maureen merebahkan diri dan mulai menutup kedua iris mata indah nya, tanpa sengaja mendengarkan suara aneh Arik di dalam kamar mandi membuat nya kembali terbangun.

"I-itu suara mas Arik kan? Kenapa dia? Apa dia sakit?" ucap Maureen yang polos hanya bertanya-tanya dalam hati, kening nya berkerut rapat. Ingin rasa nya ia kesana untuk memastikan.

Tapi mengingat tadi suami nya begitu marah, membuat Maureen mengurungkan niat baik nya dan memilih tidur lebih dulu.

Sementara di kamar mandi, Arik terlihat sangat tersiksa karena efek jamu tadi yang masih belum hilang.

"Shit!"

Suara erangan, dengan nafas tersengal akhir nya membuat lelaki bertubuh kekar dan kuat itu bisa merasakan kelegaan. Setelah ia terpaksa menuntaskan hasrat nya dengan cara bermain solo.

Mengingat prinsip nya sebagai seorang pria, Arik tidak akan menyentuh wanita yang tidak dia sukai.

"Sial! Jamu macam apa itu?' umpat Arik kesal. Lalu segera memakai handuk dan kembali.

Melihat suasana kamar yang sudah gelap dan sepi, membuat nya melirik ke arah ranjang nya. Terlihat Maureen yang sudah tertidur pulas membuat nya menggelengkan kepala.

Karena merasa heran, bagaimana bisa Maureen terlihat santai bisa tidur dengan cepat, sedangkan dia mati-matian harus menghilangkan rasa ketidaknyamanan di tubuh nya.

"Ck, seperti besok aku harus mencari cara agar bisa tinggal di vila saja,' Geram nya.

Tak ingin tidur satu ranjang dengan Maureen, Arik yang sudah menganti pakaian perlahan mengambil bantal dan selimut lalu memutuskan tidur di sofa.

Maureen yang tak sengaja mendengar suara langkah kaki, membuat ia pun mengucek kedua mata nya lalu terbangun dan menatap ke arah depan.

"Mas sudah kembali?" tanya Maureen, Arik mendelik saat Maureen melontarkan pertanyaan pada nya. "

Siapa yang mengijinkan mu tidur di ranjang ku? Tempat tidur mu di sana!" Tunjuk Arik ke arah sofa.

"Ma-maaf tadi, aku ketiduran mas," Sesal Maureen dan ia segera turun dari ranjang, sesuai perintah dia pindah ke sofa.

Netra Maureen berkaca-kaca saat melihat suami nya tidak menggubris perkataan nya, Arik malah sibuk membereskan sprei yang tadi tak sengaja di terpakai oleh nya.

"Apakah aku semenjijikan itu di mata nya?" batin Maureen hati nya terasa sangat sakit.

\*

Bersambung......................

1
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!