NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Gawat! Mas Arik sudah menunggu aku harus segera ke sana," Maureen memberikan ongkos pada supir taksi itu lalu berjalan pelan mengendap-ngendap agar tidak terlihat sudah turun dari taksi.

Baru saja lelaki berwajah misterius itu akan menekan tombol hijau di ponsel nya, Maureen yang baru saja sampai perlahan menarik nafas dalam -dalam.

Setelah tenang, dengan pelan Maureen mengetuk kaca mobil, di saat Harris baru saja menghidupkan mesin mobil.

Tok..tok...

Arik yang baru saja akan menelpon lagi, seketika dia menoleh ke arah sumber suara yang berada tepat di samping nya, Harris dengan spontan membuka tombol otomatis kaca jendela.

"Ma-mas, maaf sudah membuat mu menunggu," sesal Maureen menatap nanar dengan wajah yang tak berani menatap.

"Kau kemana saja? Atas dasar apa kau berani menyuruhku menunggu?!" ucap Arik dingin.

Jantung Maureen berdegup sangat kencang, saat Arik melontarkan satu pertanyaan pada nya. Dan mustahil juga untuk dia mengatakan jika tadi habis dari rumah kedua orang tua nya.

Arik semakin kesal, saat melihat Maureen yang masih mematung seolah tidak mendengar perkataan-nya. Membuat dia semakin naik pitam.

"Maureen! Apa kau tuli?" bentak Arik.

Maureen tersadar dari pemikiran nya, lalu terpaksa berbohong dengan alasan yang menurutnya cukup masuk akal.

" Ma-maafkan aku mas, aku pikir mas tidak akan menjemput aku. Jadi tadi aku mencari tempat yang nyaman untuk mencari taksi," Jelas Maureen terlihat sangat tegang dan gugup.

Arik menyunggingkan senyum smirk nya, karena menurut nya alasan Maureen sangat tidak logis. Tapi melihat langit yang sudah mendung hari yang sudah mulai gelap bahkan sampai petir pun mulai terdengar.

Membuat Maureen yang phobia, terlihat sangat histeris saat melihat kilatan petir itu sampai menjerit.

"Aaakkkh, tolong aku takut!"

Arik panik, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Maureen yang nanti nya akan menyalahkan nya, seketika dia membuka pintu lalu menarik tangan wanita yang telah sah menjadi istri nya.

Sampai Maureen yang sudah duduk di samping nya masih memegang kepala dengan kedua tangan nya, saat mendengar kilatan petir begitu keras di iringi hujan deras.

Ketika Maureen masih ketakutan, bagi Arik apa yang di lakukan nya tidak hanya sebatas ulah untuk mengambil perhatian diri nya. "CK, cengeng sekali. Hanya suara petir saja, tidak perlu berpura-pura takut di depan ku!" sinis Arik.

Maureen menarik napas panjang, dia berusaha tetap tenang. Sungguh sangat sedih saat mendengar perkataan suami yang begitu menganggap diri nya seolah-olah sedang berpura-pura.

"Ma-maaf, aku. Aku tidak pura-pura mas, aku memang sangat takut dengan petir," ucap Maureen berusaha menjelaskan sesekali dia terlihat menyusut air mata.

Arik yang sudah tidak ingin banyak membuang waktu, kembali menyuruh Haris agar segera kembali ke mansion pribadi nya.

Harris tanpa banyak bicara, hanya bisa patuh lalu melajukan kendaraan mewah itu ke arah yang di tuju.

Disepanjang jalan, suasana di antara mereka terlihat hening dan canggung. Apa lagi Arik tampak sedikit kesal saat oma-nya yang dari tadi terus menerus bertanya di mana mereka berada saat ini.

"Hapus air mata mu, jangan sampai orang rumah nanti membicarakan mu! "Ketus Arik yang kembali fokus membaca beberapa pesan.

Maureen segera melaksanakan perintah suami nya, kedua mata nya yang terlihat sembab, berusaha ia tutupi dengan merias seulas makeup tipis.

Jauh dari lubuk hati Maureen tidak pernah menyangka tipe suami nya begitu memiliki sikap dingin dan sangat kurang berempati pada orang lain.

Tapi Maureen masih ingat kata-kata ibu nya tentang sang ayah. Yang begitu berharap jika dia bisa membantu keluarga terlepas dari belenggu murka ayah mertua nya. Dengan membuat Arik jatuh cinta pada nya. Meskipun itu sangat sulit dan sangat mustahil.

"Aku bisa, aku pasti bisa!" Tegas Maureen dalam hati, kedua tangan nya terkepal kuat, sesekali gadis itu diam-diam menoleh ke arah Arik, sungguh hati nya sangat penasaran sosok wajah nya yang selalu berada di dalam topeng.

Tapi rasa nya sangat tidak mungkin, Arik mau membuka hanya untuk nya. Membuat Maureen berusaha menepis rasa penasaran di dalam hati.

Tapi bertanya pada beberapa orang di dekat Arik membuat Maureen yakin, jika itu adalah hal yang tepat agar bisa mendekati nya.

\*\*\*

Sementara di Paris, Maura yang sedang menikmati makan malam bersama Arik tampak terlihat begitu asyik bersama.

Bianca yang baru masuk, dia sengaja membawa beberapa majalah bisnis yang berisi pemberitaan tentang Arik.

"Maura! Lihat ini apakah wanita ini adalah adik mu?" Tanya Alya penasaran.

Maura menatap nyalang pada Alya, yang selalu saja membahas tentang perjodohan dia dengan lelaki misterius itu.

"Ck, memang nya kenapa. Dia memang adik ku? Masalah buat mu?" ketus Maura yang kesal, karena setiap kali dia melihat Alya membahas pernikahan Arik dan Maureen.

Tak ingin acara ngedate-nya terganggu, Maura meminta Alya untuk pergi dari sana, karena dia sangat muak setiap kali membahas tentang perjodohan nya.

Alya yang tidak berani lagi berbicara panjang lebar, kini dia hanya bisa patuh dengan rasa kecewa. Padahal niat nya sangat baik mengingatkan agar karir nya sebagai aktris semakin baik.

Setelah Alya pergi, Maura dan Devan kembali fokus dengan acara ngedate malam yang sudah di tunggu beberapa hari lalu.

"Maura! Kenapa kamu terlihat sangat kesal setiap kali teman mu berbicara, sebenar nya ada apa? Aku sangat bingung?" Tanya Devan penasaran sembari meraih dan menggenggam erat tangan kekasih nya itu.

Maura menghela nafas panjang, sebenar nya dia tidak ingin bercerita tapi karena tidak ingin Devan pergi dari hidup nya. Perlahan ia mengatakan tentang awal perjodohan dengan Arik secara detail.

Reaksi Devan sangat kaget, saat mendengar Jika Maura menolak perjodohan itu dan lebih memilih berpacaran dengan diri nya.

"Sayang! Apa kamu yakin ingin menolak seorang Arik? Padahal dia sangat kaya?" tanya Devan.

Maura tersenyum sinis, saat kekasih tercinta malah bertanya seolah mendukung perjodohan tentang dia dan Arik.

"Sayang! Memang nya kamu rela aku menikahi pria cacat seperti Arik? Aku lebih memilih kamu, karena kamu yang selalu aku cintai?" Bentak Maura bete.

Devan hanya tersenyum tipis, saat melihat kemarahan Maura yang menunjuk berapa cinta Maura begitu besar pada nya.

"Tentu saja aku tidak rela, tapi apakah nanti Arik tidak akan memberikan perhitungan pada mu dan aku, kalau tahu kita punya hubungan," Jelas Devan sembari membelai rambut Maura, dan mencium tangan Maura.

Sampai membuat hati Maura berdebar-debar, saat bibir Arik mendarat di tangan nya. Ia bahkan mengatakan pada Arik, jika semua nya akan baik-baik saja dan mereka tidak perlu khawatir sama sekali.

"Sayang! Malam ini malam special kita. Hari ini tanggal jadian kita. Jadi please berhenti membahas tentang pria jelek itu!" ucap Maura lembut.

"Tentu saja sayang, tapi adik mu sangat baik mau menggantikan mu. Kamu bisa manfaatkan dia untuk menguras harta Arik, karena ku dengar Arik sangatlah kaya." Ucap Devan memberikan saran.

Maura terdiam, dan mulai mencerna semua perkataan sang kekasih. Yang menurut nya ada benar nya juga.

"Kamu benar sayang, kenapa aku tidak kepikiran seperti itu dari awal." Gumam Maura seraya memancarkan senyum licik nya.

\*

Bersambung....................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!