"Aku tampan dan memiliki banyak harta. Semua wanita akan sangat tertarik pada pria seperti ku. Sebaiknya kamu jangan terlalu curiga dan mengekang ku Adara. Cukup jadi wanita penurut dan tak banyak menuntut!" Ucap Arkan dengan penuh kesombongan. Ia yang tak terima dengan pertanyaan dari sang istri yang meminta kejelasan hubungannya bersama sang sekretaris sekaligus sepupu yang dulu merupakan mantan kekasihnya,mencoba berdalih agar wanita itu diam dan tak lagi bertanya. Namun satu hal yang tak ia sadari,bahwa perkataan nya itu justru menjadi sebuah motivasi bagi Adara untuk kembali bangkit menjadi wanita yang cerdas serta kembali terjun ke dunia bisnis. Adara diam-diam menyusun rencana untuk membalas dendam pada Arkan sang suami yang selama ini selalu mempermainkannya.
Karya ini sangat menarik,bagi readers yang menginginkan hiburan yang tak membosankan,silahkan simak cerita ini hingga selesai. Terima kasih and happy reading 🤗🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Pertengkaran Di Hari Pertama Setelah Menikah
Matahari sudah tinggi. Ratih berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur. Di meja makan,masih terlihat berantakan. Sepertinya semalam belum sempat dibersihkan. Akan tetapi ia sangat yakin bahwa Kelly pasti sudah memasak seperti biasa,mungkin saja makanan tersebut belum dipindahkan ke meja makan pikirnya. Ratih pun terus berjalan menuju dapur. Namun keningnya berkerut saat merasakan bahwa tak ada tanda-tanda adanya aroma masakan. Dan seketika langkahnya terhenti saat melihat seluruh perabotan masak berantakan. Wastafel sangat penuh dengan barang-barang kotor.
Ratih melirik jam di dinding. Waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat. Hari ini adalah hari libur. Itu berarti Kelly dan Arkan berada di rumah. Pandangannya kali ini melirik kamar di mana Arkan dan Kelly tidur semalam. Dalam pikirannya mungkin saja pasangan pengantin baru itu terlambat bangun. Namun ternyata dugaannya salah,pintu kamar tersebut sudah terbuka. Itu artinya penghuninya telah bangun.
Tak ingin terlalu mempermasalahkan Kelly yang tak masak hari ini,Ratih mengingat bahwa semalam masih ada beberapa cemilan di atas meja. Dengan segera melangkahkan kaki menuju ruang tengah. Namun alangkah terkejutnya bahwa di sana telah duduk Arkan dan Kelly. Sepasang pengantin tersebut sedang asik bercanda sambil menikmati cemilan di hadapan mereka.
"Key..." Panggil Ratih dengan nada halus namun mengandung rasa kesal. "Hampir jam sebelas. Nggak masak ?"
Kelly menoleh sebentar dan menguap. Sengaja memperlihatkan dirinya masih merasa kantuk.
"Hari ini key ngantuk sekali tan,eh Bu." Jawab Kelly yang belum terbiasa dengan panggilan ibu pada Ratih. Apalagi selama ini dirinya terbiasa memanggil Ratih dengan sebutan Tante. Baru semalam dirinya di minta oleh seluruh keluarga untuk mengganti panggilannya tersebut.
"Kita pesan online saja Bu. Untuk hari ini saja." ujar Kelly dengan tatapan memohon.
Ratih hanya bisa menarik nafas dan setuju. Ia sebenarnya tak ingin terjadi pemborosan dalam rumah tangga mereka. Apalagi saat ini keuangan mereka semakin menipis karena acara pernikahan kemarin.
Dengan langkah lesu,Ratih melangkahkan kaki menuju dapur. Dirinya yang sudah tua tak bisa untuk memaksa lambungnya menerima makanan yang mengandung gula tinggi sebelum diisi nasi. Terpaksa ia harus memasak dan menyiapkan sarapan. Sepertinya sang menantu tak bisa dipaksakan untuk membuatkannya sarapan hari ini. Dan untuk hari ini dirinya merasa maklum karena acara semalam.
Saat membuka kulkas,Ratih kembali harus merasakan kesal yang teramat sangat. Di dalam lemari penyimpanan makanan tersebut ternyata hanya ada beberapa kaleng minuman bersoda. Tak ada satupun bahan makanan yang bisa ia masak hari ini. Kecuali beras. Dan tak mungkin hanya makan nasi tanpa adanya lauk.
Ia langsung berbalik melangkah menuju ke ruang tengah di mana putra dan menantunya ada.
Ratih menatap kesal pada Kelly untuk pertama kalinya. Habis sudah kesabarannya.
"Key,apa kamu sudah memesan makanan untuk kita makan sekeluarga ? Di kulkas pun tak ada bahan makanan. Nggak mungkin satu keluarga ini mati karena kelaparan ?!" Nada bicara Ratih terdengar mulai tinggi. Kelly pun langsung terkejut dan mulai takut. Untuk pertama kalinya Ratih memandangnya dengan tatapan marah beserta teguran yang tajam.
Kelly melirik Arkan sang suami di sampingnya.
"Kalau gitu kasih aku uang Mas buat belanja." Kelly menengadahkan tangannya.
"Pakai uang kamu dulu key. Uang ku udah habis buat beli baju pengantin yang kamu rusakin itu." Arkan terlihat dongkol dan kembali cuek.
"Ya,aku nggak punya uang Mas. Kemarin uang ku habis dipakai perawatan. kan nggak mungkin mau nikahan tapi kulitku terlihat buluk. Kan kamu sendiri Mas yang malu punya istri jelek nantinya." Keluh Kelly.
Ratih menatap jengah pada menantu barunya itu.
"Emangnya berapa sih biaya perawatan kamu key ? Bukannya dibayarin sama Arkan ?"
"Hah ?" Kelly sangat terkejut karena Ratih mengetahui suaminya memberikan uang perawatan untuknya. Matanya mendelik kesal melihat suaminya yang hanya menundukkan wajah menatap layar handpone.
"Biaya perawatan dari Mas Arkan kurang Bu. Makanya kemarin pakai uang aku buat nutupin."
"Astaga key. Lain kali kalau emang nggak cukup,nggak usah dipaksain. Kalian sudah berumah tangga. Kamu nggak bisa lagi hanya memikirkan diri sendiri. Jadilah wanita bijak yang bisa membedakan mana hal yang bisa ditunda dan mana yang harus segera dipenuhi." Nasihat Ratih panjang lebar,berharap sang menantu bisa menerima.
"Benar kata ibu key. Mulai sekarang gaji mu juga harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita ketika uang dari ku nggak bisa memenuhi kebutuhan kita." Tambah Arkan membela sang ibu. Hal ini membuat Kelly merasa kesal.
"Oya key,selama ini kan ART yang belanja kebutuhan rumah. Tapi karena sekarang kamu adalah istri Arkan,jadi mulai sekarang kamu yang belanja kebutuhan rumah tangga kita."
"Iya Bu." Dengan sangat terpaksa Kelly mengiyakan perkataan Ratih. Ia tak ingin terlihat menjadi menantu pembangkang di hari pertamanya menjadi istri Arkan.
"Ya sudah. Sekarang harus gimana karena kalian berdua sudah tak punya uang untuk membeli isi kulkas ?" Tanya Ratih pada pasangan pengantin itu.
"Kalau ibu punya uang,pakai dulu. Nanti Arkan ganti setelah gajian." Akhirnya Arkan yang bicara. sedangkan Kelly menoleh menatap suaminya tak suka setelah mendengar bahwa pria itu akan meminjam uang ibunya dan mengembalikan setelah gajian. Kenapa nggak pakai uang mertuanya itu saja ? Lagipula mereka makan bersama-sama. Pikir Kelly merasa kesal.
"Baiklah. Ibu setuju. Harus kalian ganti setelah gajian." Setelah mengatakan itu,Ratih pun masuk ke dalam kamarnya guna mengambil uang agar segera dibelanjakan bahan makanan.
Tak lama berselang Ratih sudah kembali. Memberikan beberapa lembar uang merah pada Kelly.
"Ini key. Total semuanya satu juta. Silahkan beli bahan makanan. Oya,ibu berpikir lebih baik begini saja. Gaji Arkan biar ibu yang pegang dan mengelola agar hal seperti ini tak terulang lagi. Kelly silahkan belajar mengatur keuangan dulu dengan gajinya sendiri."
"Iya Bu...." Jawab Arkan merasa setuju dengan pendapat Ratih.
Kelly tak perduli dengan perkataan ibu mertuanya. Ia memilih untuk keluar berbelanja bahan makanan daripada semakin dongkol mendengar keputusan yang terjadi di dalam rumah. Dalam hati ia berjanji akan membicarakan hal ini pada Arkan.
Cukup lama berada di luar rumah. Sambil berbelanja bahan makanan,kelly mampir sebentar di sebuah warung bakso. Apalagi sejak pagi dirinya belum sarapan,semangkuk bakso langsung membuatnya merasa kenyang serta melupakan masalah kecil di dalam rumah.
Setelah kenyang,Kelly pun pulang ke rumah dengan membawa berbagai bahan makanan.
semuanya ia letakkan begitu saja tanpa menata terlebih dulu di dalam kulkas. Tubuhnya terasa begitu letih dan ingin segera berbaring di ranjang yang empuk.
"Key,udah pulang ?" sapa Arkan saat melihat istrinya itu membuka pintu kamar. Kelly tak menyahut. Ia masih kesal karena suaminya berjanji akan memberikan gajinya pada sang ibu.
"Key ...kamu marah ?" Lagi-lagi Arkan mencoba untuk bicara.
"Maafkan aku sayang ... Apa yang dikatakan ibu benar."
Kelly mendengus kesal mendengar perkataan Arkan yang menurutnya terlalu mengikuti keinginan ibunya.
"Mas,aku ini istri kamu. Harusnya gaji kamu aku yang kelola semua. Kenapa yang sebagian masih kamu kasih ke ibu ? Trus untuk apa kamu nikahin aku ?" Cecar Kelly emosi.
"Bukan gitu maksudnya. Ibu hanya ingin kamu belajar mengelola keuangan dulu,setelah itu gaji aku sepenuhnya kamu pegang." Bujuk Arkan berharap Kelly bisa menurunkan emosinya.
"Terserah kamu mas. Aku capek mau istirahat. Aku bukan Adara wanita bodoh yang bisa kalian setir." Omel Kelly sambil menarik selimut dan berbaring di ranjang.
Ucapan Kelly membuat Arkan emosi. Sebisa mungkin ia mencoba meredam amarahnya dan setelah itu berkata.
"Jangan lagi mengungkit masa lalu key. Istirahatlah bila kamu capek. Jangan membuat rumit keadaan." Arkan pun keluar dari kamar meninggalkan istrinya tersebut.
Kok lama tidak up Thoor, jangan berhenti, sayang ceritanya bagus, jika diputus di tengah jalan
mrk tinggal serumah Kan?