NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mbah Sastro

Setelah berhasil keluar, Bejo tertawa bersama Jarot. Ia mencari kesempatan mengirim kode bantuan pada Jarot, membuat Dinda dan Intan yang di dalam dengan kompak berteriak keras.

"JAROT!"

"BEJO!"

Mereka berdua terkejut, lalu lari keluar rumah.

Dinda dan Intan keluar dari kamar namun saat melihat Bu Ani dan Marshanda di sana mereka terdiam sambil menundukkan kepalanya.

"Dasar kalian berdua ini, sabar dikit kenapa. Kalau sudah nikah silahkan gak masalah" ucap Bu Ani.

"Intan, kamu mulai nakal ya sekarang. Baru tau mama kalau kamu sangat aktif begini"

Dinda dan Intan senyum canggung, mereka saling senggol senggolan.

"Aduh Ma sakit!"

"Bu jangan jewer Dinda!"

"Kalian pulang dan ganti pakaian dulu," dengan kompak Bu Ani dan Marshanda menjewer anaknya lalu berbicara cukup keras.

Bejo menahan tawanya saat melihat mereka berdua di jewer, Jarot dan Dirga hanya bisa terdiam karena takut kenak batunya.

"Jo, nanti suamiku kesini mau ngomong sesuatu"

"Siap Bu"

Dinda dan Intan mengiris kesakitan, mereka di jewer sampai di rumahnya.

"Ihh ibu, jangan jewer terus sakit ini!"

"Kamu tuh ya, tahan sedikit kenapa kalau mau buatin cucu ibu"

"Bukan seperti Bu. Aku gak ngapa-ngapain kok, tanya aja Intan kalau gak percaya."

"Iya Tante, Ma. Kita cuman ketiduran, terus saat bangun lihat Bejo tidur di bawah jadi peluk dia sambil tidur aja"

Bu Ani dan Marshanda menggelengkan kepala, lalu melepaskan jeweran di telinga. Dinda dan Intan hanya bisa menundukkan kepalanya, membuat kedua orang tua mereka menghela napas panjang.

"Sudahlah. Kalian berdua mandi dulu, lalu ikut kita"

"Kemana?"

Dengan kompak Dinda dan Intan bertanya.

"Pesan gaun pernikahan, kita majuin aja biar gak nambah dosa" ucap Bu Ani.

Dinda dan Intan tersenyum malu-malu, lalu mereka pergi untuk mandi.

Bu Ani dan Marshanda duduk bersama, mereka saling pandang sebentar lalu menghela napas panjang bersama.

"Anak muda zaman sekarang sangat berani"

"Entahlah, tapi kita dulu juga pernah begitu"

"Jangan buka aib kamu!"

Marshanda menahan tawanya. "Kalau mas Burhan masih ada pasti senang lihatnya" ucap Marshanda.

"Sabar ya Marshanda. Aku tau perasaanmu bagaimana, tapi kita akan sering bertemu"

"Pasti. Semoga anak kita berdua bahagia dengan pilihannya"

"Tumben kamu pinter"

"Sialan kamu Ani, dari dulu aku kan lebih pinter darimu"

"Alah! Cuman dua kali juara kelas aja belagu"

"Sama kayak lu"

"Iya lagi"

Lalu keduanya tertawa bersama. Bu Ani dan Marshanda adalah teman masa SMA, mereka sudah kenal sangat lama. Mereka juga terkejut saat anak perempuan satu-satunya menyukai satu pria sama, dan mereka dulu juga sama seperti itu namun akhirnya menemukan pendamping hidup masing-masing.

Bu Ani dan Marshanda berbincang-bincang santai, mereka membahas soal Bejo yang sedang membeli tanah yang cukup luas. Kabar simpan siur soal Bejo membangun rumah masih belum sepenuhnya di percayai oleh mereka berdua.

Selang setengah jam, Dinda dan Intan keluar. "Yok ma berangkat"

"Naik mobilku aja An, sekalian kita main bareng. Sudah lama gak jalan-jalan kita"

"Yuk bestie"

Dinda dan Intan kebingungan melihat kedua orang tua, sangat tidak seperti biasanya saat bertemu. Seperti ada yang di sembunyikan sepenuhnya pada mereka berdua, saat di dalam perjalanan mereka hanya bisa melihat kedua orang tuanya sangat akrab.

"Kenapa kalian berdua diam saja?"

"Enggak kok ma. Cuman aneh aja"

"Aneh kenapa?"

"Tante kok akrab sama ibu saya, biasanya diem aja"

"Ceritanya panjang, tapi khusus kalian berdua sangat kompak"

Bu Ani dan Marshanda tertawa bersama, membuat Dinda dan Intan benar-benar di buat bingung.

**

Dalam obrolan panjang Pak Johan dan Bejo telah sepakat tanggal pernikahannya, lalu berdiskusi lebih lanjut. Pak Johan menekankan dan terus bertanya apa bisa adil nantinya.

"Bapak hanya meminta kamu adil saja, jangan pilih kasih"

"Saya tau pak. Tapi aneh aja kenapa mereka mau bersamaan"

"Kalau kamu merasa aneh terus saya gimana! Nikmatin aja Jo, hidup gak akan dua kali apalagi memiliki istri dua"

"Hemm! Mulai nih pak Johan."

"Eits! Kamu akan jadi menantu saya, jadi jangan pak Johan lagi tapi panggil ayah"

"Kayak orang kota aja, pak aja dah. Lidah sering makan rengginang aja panggil ayah segala"

"Bener juga kamu Jo. Terserahlah, pokoknya bapak meminta kamu adil dan jaga mereka berdua baik-baik. Kalau kamu sakitin salah satunya habis sama bapak!"

"Tenang komandan batalyon janda belakang, saya pasti menjaga mereka dengan baik"

"Bagus"

"Bentar, tadi kamu bilang apa?"

"Komandan Batalyon Janda Belakang!"

"Sialan kamu Jo!"

Bejo lari sambil tertawa terbahak-bahak, Pak Johan hanya bisa menghela napas panjang. Ia memikirkan sahabatnya yang telah tiada, matanya berkaca-kaca saat mengingat sahabatnya.

"Han! Gua pasti jaga anak lo, pasti aku jaga dengan baik-baik. Anak kita berdua memiliki satu suami yang sama, sebenarnya aku tidak mau seperti ini tapi melihat mereka sangat bahagia ya sudahlah"

Dalam hati Pak Johan berkata, ia merasakan kesedihan nyata dalam melihat kebahagiaan putrinya dan putri temannya. Walaupun mengambil keputusan yang sangat berat tapi demi kebahagiaan mereka berdua Johan memilih merestuinya.

Tepat siang hari, di saat Bejo sedang melihat ikan lelenya. Suara motor terdengar berhenti di halaman rumah, Bejo yang mendengar itu langsung kedepan.

"Mbah Sastro!"

"Gimana kondisimu nak! Maaf Mbah baru kesini"

"Sudah baik-baik saja kok Mbah. Mbah kesini sama siapa?"

"Itu sama Devina"

Devina melambaikan tangannya, lalu berjalan mendekat.

"Kakek harus tau, kalau Bejo akan menikah sebentar lagi" ucap Devina.

Mata membelalak sempurna diikuti kedipan lambat, Mbah Sastro memandang lekat-lekat wajah Bejo. Membuat Bejo menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, ia hanya bisa senyum canggung.

"Nanti Mbah datangnya, tapi masih lama kok"

"Kamu menikah sama siapa?"

"Masuk dulu Mbah, enggak enak ngobrol disini"

Bejo meminta Mbah Sastro masuk kedalam rumahnya, di ikuti Devina yang duduk di samping kakeknya.

"Jawaban pertanyaan Mbah Jo?,"

"Hemm! Saya mau menikah dengan dua gadis Mbah, namanya Dinda dan Intan"

Mbah Sastro membelai jenggot panjangnya, ia menimbang-nimbang sebelum berkata "Tadi kamu bilang apa?!" Mata membelalak sempurna dengan kedipan pelan.

Bejo tersentak kaget, ia terdiam sebelumnya menjawabnya.

"Menikah dengan dua gadis Mbah. Kenapa emangnya?"

"Bagus, tapi kamu jangan pindah dari desa ini"

Bejo menyipitkan matanya, ia merasa aneh saat Mbah Sastro berkata seperti itu. Terasa ada sesuatu yang di tutupi darinya, membuat Bejo semakin bertekad mencari kelanjutan ceritanya.

"Oh iya Mbah, aku mau bertanya sesuatu!"

"Jangan bertanya soal itu, tunggu kamu selesai menikah. Nanti Mbah jelaskan semua"

Bara terkejut dengan balasan Mbah Sastro yang menurutnya sangat mencurigakan, seperti apa yang akan di tanyakan Bejo sudah di baca sempurna oleh Mbah Sastro.

1
Purbalingga Jos
jangan kelamaan dong
D.P. Auzora.: Lama apanih kak 🤭🤭
total 1 replies
CeliaVespera.
Bagus bersih-bersih makam. 😊
CeliaVespera.
akhirnya, Bejo tau kebenaran yang selama ini penuh misteri. Tapi masih terlihat ada sesuatu yang belum selesai dengan sempurna. Semangat Jo, pecahkan semuanya 🤔🤔💪
CeliaVespera.
tenang Jo, sabar dulu yak 😂
CeliaVespera.
Yang kuat ya Jo, sabar aja pokoknya. Mungkin dia memiliki maksud yang sulit di jelaskan, semangat Jo. 💪😊🥹
CeliaVespera.
Rumah siapa itu Jo 😱
CeliaVespera.
Pasti like, saya menghargaimu. Seburuk apapun sebaik apapun itu pasti aku like, karena menulis novel itu susah dan banyak menguras ide. Semangat Thor 💪💪😊
CeliaVespera.
Hmmm.. kumat nih authornya, apa authornya memiliki istri lebih dari satu ya? 🤔🤔
CeliaVespera.
Bejo di bikin bingung sendirian, hati-hati Jo 😂
CeliaVespera.
hayo apaan itu Jo 😂
CeliaVespera.
Hayo Jo! siapa itu yang bersihin rumahmu 😂
CeliaVespera.
Tuh pocongnya gabut apa gimana sih, ganggu aja. Orang lagi berduaan malah ikut campur 😂😂
CeliaVespera.
Kalau makan di lihat Jo, tar sendoknya ketelen 😂😂
CeliaVespera.
Genderuwo lagi nih Thor?, bikin takut lagi 😱😱
Purbalingga Jos
pendek amat Thor?
D.P. Auzora.: apanya nih yang pendek 🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!