Cerita ini menceritakan tentang kedua remaja yang selalu bertengkar di sekolahnya,mereka berdua tidak pernah tau kalau sudah dijodohkan sejak bayii,karena orang tuanya yang sudah bersahabat mulai kecil,dan mereka berjanji akan menjodohkan anak anaknya.
Seyla Wijaya
Anak kedua dari keluarga wijaya,ayahnya bernama Putra Bimo Wijaya seorang pengusaha sukses di kota X dan bundanya bernama Putri Sofya seorang desainer terkenal dikotanya,dan terahir kakaknya yang bernama Candra Putra Wijaya seorang lulusan dari universitas terbaik di kota X.
Nathan Prawira
Anak pertama dari keluarga prawira,papinya bernama Putu Dirga Prawira seorang seorang pebisnis terkenal,maminya bernama Cindy Kurnia Dewi seorang ibu rumah tangga,dan ada adiknya bernama Bagus Prawira seorang siswa SD yang melanjutkan sekolahnya di luar negri.
Semoga kalian suka ceritanya,penasaran kelanjutannya?baca dan ikuti novelku yaa:D
Karya ini diterbitkan atas izin noveltoon Berliana CM,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili noveltoon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana CM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Setelah selesai mengerjakan tugas natan dan tugasnya,ia merasa ngantuk yang cukup berat,seyla malah ketiduran di meja belajarnya
Jam menunjukkan pukul tujuh malam,natan terbangun dari tidurnya,ia duduk dipinggiran kasurnya,mengucek matanya,dan seraya mengumpulkan nyawa,namun ia melihat seyla yang ketiduran di meja belajar,natan langsung menghampiri seyla
"Ternyata dia ketiduran karena mengerjakan tugasku?kasian sekali,sudah masak untukku sekarang malah membantuku mengerjakan tugas" batin natan
Natan segera menggendong seyla untuk memindahkan ke ranjang supaya kalau bangun tidak merasa pegal,namun seyla langsung terbangun
"oh sudah bangun" kata natan
"em....kenapa menggendongku??" kata seyla suara khas bangun tidur dan mengucek matanya
"kenapa kau mengerjakan tugas sekolahku?" natan kembali bertanya
"aku kasihan melihatmu harus meladeni tugas sekolah dan memikirkan cafemu,kamu pasti capek kan?" ujar seyla
"perhatian banget deh..terimakasih yaa istrikuu sayang" kata natan sambil mencium kening seyla
"ihhh...apaan sih gausah pake cium cium bisa gak sih! geli tau" kesal seyla,namun natan malah cekikian geli melihat seyla
"sayang..." rengek seyla
"apa" jawab natan namun ia masih fokus melihat laptonya mengecek keuangan cafe
"sayangg...." seyla berayun di lengan natan
Natab segera memberhentikan aktifitasnya,ia melihat seyla "kenapa?ada apa?" tanya natan
"aku laparr...lihat nih perutku,cacingnya pada demo" kata seyla dengan mengelus perutnya yang datar
"hahahah...." natan ngakak
"yaudah ayo beli nasi goreng didepan" ajak natan
"yeyeyeye ayoooo" saut seyla dengan semangat yang membara,ia memang lemah dengan makanan
"pakai jaketmu,diluar sangat dingin" perintah natan
"siap boss" jawab seyla dengan menghormatkan tangannya,natan makin cekikikan melihat tingkah seyla
Mereka keluar dari kamar,dan menaiki lift,kemudian berjalan sebentar menuju tukang nasi goreng didepan apartemen
"bang midun,nasi goreng dua ya" kata natan kepada banh midun,natan memang sering berlangganan ditempat itu,namun setelah ada seyla yang selalu memasak,ia jarang makan ditempat bang midun
"siap siap" jawab bang midun
10 menit berlalu,akhirnya nasi goreng pesanan mereka sudah matang
"nih nasi gorengnya" bang midun menyodorkan dua piring nasi goreng
"makasih bang" ucap natan
"mas natan kok jarang makan disini,biasanya selalu disini hehehe" tanya bang midun
"heheh iya bang....udah ada yang masakin aku" kata natan dengan menaikkan alisnya sebelah
"siapa mas?" tanya bang midun
"nih istri aku" kata natan sambil melahap sesuap nasi goreng
Seyla langsung menoleh kearah natan dan melihat dengan tatapan tajam yang seakan akan bisa membunuh
"HAHH!!! kan mas natan masih sekolah" kata bang midun
"duh...bang jangan teriak teriak nanti banyak yang dengar" kata natan
"yailahh mas,siapa yang mau dengar?jin iprit?orang yang beli disini cuma mas natan" sewot bang midun
"mwehehehe......iya juga ya" natan cekikikan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal
"jadi gimana mas?kok bisa menikah?" tanya bang midun kepo
"jadi gini loh mas........" natan mulai bercerita panjang lebar sampai seperti dongeng sebelum tidur
"oalahhh....ngunu toh mas" bang midun mengangguk tanda mengerti
"jangan bilang siapa siapa ya bang" pinta seyla
"tenang aja neng bang midun tutup mulut kok" kata bang midun mantap
"ini berapa mang,dua porsi nasi goreng sama dua botol air mineral?" tanya natan
"em....jadinya 30.000 mas" kata bang midun
Natan membuka dompet ia mengeluarkan uang 50.000 "nih bang...kembaliannya ambil aja" kata natan
"wah....terimakasih mas natan"
"sama sama
Mereka mulai berjalan lagi menuju apartemen,namun seyla terlihat seperti orang was was
"kamu kenapa?" tanya natan dengan memegang pundak seyla
"em....nanti kalo pernikahan kita makin menyebar gimana?aku takut" kata seyla
"tidak akan menyebar kamu tenang saja sayang" natan mulai menenangkan seyla supaya tidak was was
Sampai dikamar seyla langsung merebahkan tubuhnya diranjang,namun natan mulai membuka laptopnya melihat pekerjaannya yang menumpuk,jam sudah menunjukkan 22.00 natan mulai diserang rasa kantuk,akhirnya ia menyudahi kerjaannya,ia melihat seyla yang sudah tertidur,ia segera menyelimuti seyla
"Selamat Malam sayang " kata natan sambil mencium kening seyla,
lalu ia merebahkan tubuhnya disamping seyla,natan mulai tertidur dengan nyenyak