Bagaimana jika dua orang remaja yang tidak saling dekat, namun dipaksakan berdua karena perjodohan?
Akankah mereka menerima nya? atau sebaliknya?
"Dia selalu serius ketika menyimak penjelasan dari guru saat jam pelajaran di kelas," batin seorang gadis yang bernama Lyra, sedang memandangi seorang cowo yang terlihat keren saat pelajaran, namun terlihat kesal dengan kesombongannya.
____
"Kenapa harus dia?!" teriak Lyra, tidak menyukai perjodohan yang dilakukan orang tua mereka.
Sedangkan di sisi lain, cowo itu menatapnya dingin dan tajam, sesekali menyetujui ucapan Lyra, tidak ingin perjodohan mereka berlanjut.
____
"Oh iya... yang pintar mah beda." ucap Lyra menyindir cowo dihadapannya itu.
"Makanya belajar! Bukan baca novel!" sarkas cowo itu, yang membuat Lyra ingin mencabik-cabik cowo yang dihadapannya ini.
-- Dua orang Sikap berbeda yang terpaksa bersama --
Follow akun ini(@dinda.glow), like & komen disetiap cerita yaw! di upload setiap hari Jam 09:00 WIB & 21:00 WIB
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dinda.glow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Bermain bersama Teman
Usai makan bersama keluarga di ruang tamu, Lyra izin mengundurkan diri ke kamar untuk mengganti pakaian.
Ia menanggalkan pakaian yang salah tadi ketika ia makan di ruang makan bersama keluarganya dan memilih baju rumahan yang lebih santai.
Baju santai rumah untuk Lyra mencerminkan kepribadiannya yang praktis, namun tetap memiliki sentuhan khas remaja perempuan.
Bagaimana tidak, pakaian yang digunakan adalah setelan piyama katun lokal bermotif minimalis, seperti motif kotak-kotak kecil (gingham) berwarna pastel (hijau sage atau biru muda).
Kancing paling atasnya sengaja dibuka agar tidak gerah. Saku di bagian dada tempat ia biasa menyelipkan jepit rambut atau menyembunyikan earphone.
Lyra terlihat rapi namun tetap santai, tipe remaja yang siap menerima paket dari kurir di depan pagar tanpa harus ganti baju dulu.
Kamar Lyra adalah cerminan khas seorang gadis remaja yang bergaya aesthetic.
Dindingnya didominasi warna pastel lembut yang dihiasi gantungan foto polaroid bersama teman-teman serta rak ambalan berisi buku harian.
Di sudut ruangan, terdapat meja belajar minimalis yang dipenuhi alat tulis dan cermin rias.
Karpet bulu halus terbentang di lantai, memberikan kesan nyaman di ruangan yang rapi namun penuh sentuhan personal tersebut.
Selesai berganti pakaian, Lyra melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan diri.
Dengan rasa penasaran, ia meraih ponsel (HP) dari atas nakas. Jari-jarinya mulai menggeser layar di handphone nya, memeriksa apakah ada balasan pesan penting yang sedari tadi ia nantikan. Ia membuka Tiktok, Instagram dan terakhir.. Ia membuka WhatsApp dengan icon logo gambar telepon di tengah logonya yang berwarna putih dan sekitarnya yang berwarna hijau itu.
Ia melihat satu persatu pesan di Whatsappnya dengan jari lentik nya, agar tidak ada pesan penting yang terlewati yang merugikan dirinya karena ketinggalan info sekolah baru ataupun sekolah lama, SMP-nya.
Setelah lama melihat WhatsApp dan menemukan pesan tersebut, ia menjadi sangat serius membalas dan terlibat dalam percakapan yang cukup panjang.
Selesai berbalas pesan, kebiasaan jemarinya membawanya membuka aplikasi TikTok kembali.
Ia mulai menggulir layar, menonton berbagai video pendek yang menghibur hingga tanpa sadar ia melewatkan jam tayang film kesukaannya di televisi.
Filmnya tentang seorang anak remaja yang dingin tiba-tiba di akhirnya jatuh cinta kepada seorang gadis yang dijodohkannya. Awalnya mereka tidak saling kenal dan baru bertemu beberapa hari dan orang tua mereka menjodohkannya, dengan terpaksa mereka menerimanya. Sampai akhirnya mereka menjalani kehidupan bersama dengan rasa saling suka di masa sekolah mereka.
Menyadari hal tersebut, Lyra akhirnya tergiur dan beralih fokus menonton film itu secara penuh dan asyik di layar ponselnya.
Sayangnya, keasyikan menonton itu harus buyar seketika.
Tok.. tok... tok...
Suara ketukan pintu dan panggilan sang ibu menginterupsi dunianya.
"Lyra... bantuin adikmu di kamarnya dong, dia lagi kesusahan," teriak ibunya melengking dari arah luar pintu kamar lyra.
Teriakan Ibunya secara tidak langsung memintanya untuk segera menyudahi waktu layar (screen time) dan membantu adiknya menyiapkan perlengkapan sekolah untuk esok hari.
Huftt.....
Dengan sedikit helaan napas namun tetap tersenyum, Lyra mematikan ponselnya dan beranjak dari tempat tidur untuk membantu adiknya.
___________
Tak... tak.. tak....
Dengan langkah menghentak kesal, Lyra melangkah menuju kamar sang adik.
Ia membuka pintu dan mendapati ruangan yang sangat khas anak-anak SMP; dindingnya penuh tempelan poster idol, pernak-pernik lucu, dan buku-buku yang sedikit berantakan di sudut meja belajar.
Adik perempuannya sedang memakai pakaian kesukaannya, yaitu: Kaos rajut tipis atau katun terry yang nyaman untuk beraktivitas.
Desain terusan (celana dan baju menyatu) dengan kancing jepret di bagian pundak atau depan.
Terkadang ada tudung lampu (hoodie) dengan kuping kelinci atau beruang kecil di atasnya.
Sesampainya di sana, Lyra menatap adiknya tajam.
Bukannya merasa takut, sang adik langsung mengerti dan malah membalas tatapan itu dengan wajah meledek.
Suasana ruang makan yang panas kembali terbayang, membuat Lyra geram dan bersiap mengejar adiknya yang langsung berlari mengitari kasur.
Sambil ngos-ngosan tertawa, adiknya meraih boneka lalu berkata, "Aduh... ahahaha sudah ka, ga kuat!"
"Dasar adik ngeselin!" seru Lyra yang terus mengejarnya mengelilingi kasur adik perempuannya.
Kejar-kejaran itu membawa mereka sampai ke ruang tamu dan melewati sang ibu yang sedang duduk santai.
Melihat pemandangan itu, ibunya hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan pusing.
"Kalau mereka berdekatan, pasti tidak akan pernah akur, ada saja yang dilakukan untuk berantem," ucap sang ibu, menggelengkan kepalanya.
"Mungkin kalau dipisah, baru mereka nangis," lanjutnya diiringi tawa ringan dan senyuman membayangkan tingkah kedua buah hatinya.
___________
Napas Lyra dan adik perempuannya masih memburu, suara napas mereka terengah-engah di tempat mereka berada sekarang.
Mereka terduduk lemas di sofa ruang tamu setelah aksi kejar-kejaran yang mengitari hampir seluruh penjuru rumah.
Saat Lyra hendak mengatakan sesuatu, ketukan pintu menghentikannya.
Tok... tok.. tok...
Sang adik langsung berlari membuka pintu.
"Kakak!!.... sini dulu!!... Kakak!!..... cepat!!" teriakan adik perempuannya yang berasal dari ujung pintu ruang tamu dengan suara melengking.
Adik perempuannya malah berteriak memanggil kakaknya berulang kali tanpa menjelaskan siapa yang datang, membuat Lyra merasa kesal.
Sebelum Lyra sempat menegur.
"Ada apa si?!!--" ucap lyra terhenti, melihat siapa yang datang di hadapannya.
langkah kakinya terhenti oleh rasa terkejut; dua sosok yang berdiri di ambang pintu bukanlah orang asing, melainkan teman-temannya sendiri, Amel dan Minda.
"Ayo masuk!" seru adik Lyra dengan riang, mempersilakan kedua tamu itu masuk tanpa beban.
Lyra yang masih duduk kebingungan di sofa, hanya bisa mengelus dada.
Rasa kesal karena dipanggil-panggil tanpa kejelasan oleh sang adik seketika menguap, berganti dengan rasa heran melihat kehadiran Amel dan Minda yang tiba-tiba muncul di sore hari.
"Kalian berdua kenapa keringatan begini? Kayaknya seru banget mainnya," sapa Amel sambil tersenyum ramah.
Ia melangkah masuk membawa kantong plastik berisi kudapan, diikuti oleh Minda yang sibuk merapikan tas selempangnya.
"Iya nih, kami baru selesai kejar-kejaran," jawab Lyra sambil berdiri dan merapikan sedikit bajunya yang agak berantakan.
"Tumben kalian main ke sini? Ada perlu apa?" lanjutnya penasaran.
Amel tertawa kecil sambil meletakkan bawaannya di atas meja ruang tamu.
"Nggak ada apa-apa, Ly. Kebetulan tadi kami berdua sepakat janjian mau main bareng samamu gitu tanpa memberitahu mu, terus mampir deh, ingin buat kejutan gitu."
Mendengar kata main, adik perempuan Lyra menepuk tangan dengan antusias.
Ia melompat kecil dan berkata, "Wah, kalau gitu aku ikut gabung ya, Kak!"Lyra menatap adiknya dengan sebelah alis terangkat, namun akhirnya ia tersenyum pasrah.
Kekesalan sesaat karena insiden di pintu tadi benar-benar menguap. Suasana ruang tamu yang awalnya tenang setelah lelah berlari kini kembali meriah oleh celoteh dan tawa mereka berempat.
__________
Suasana sore itu berubah menjadi penuh tawa karena sebuah kejadian konyol yang tidak terduga.
Saat mereka berempat sedang asyik mengobrol di ruang tamu sambil menikmati camilan.
"Kres..kresss!.." (Suara keripik singkong, ya..mereka sedang makan camilan bersama)
Adik Lyra tiba-tiba mengajukan ide untuk bermain tebak gerakan dengan kedua tangan di pinggang.
Amel dan Minda langsung setuju dengan antusias.
Adik Lyra mendapat giliran pertama untuk memperagakan sebuah kata, sementara Lyra, Minda, dan Amel bertugas menebak.
Dengan penuh semangat, sang adik mulai meloncat-loncat heboh, mengayunkan tangannya ke atas dan ke bawah, lalu membuat pose seperti menerkam sesuatu."Kera!" tebak Minda cepat.
Adik Lyra menggeleng kuat-kuat."Harimau kesurupan?" sahut Amel polos.
Gelengan adiknya semakin kencang.
Lyra yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik aneh adiknya langsung mendengus menahan tawa.
"Itu pasti gerakan waktu kamu dikejar kucing tetangga kemarin, kan?!" tebak Lyra asal, sambil meniru kejadian di kejar kucing.
Mendengar itu, sang adik langsung berhenti bergerak dan melotot kaget. "Ih, Kak Lyra kok tahu sih?! Tapi bukan itu jawabannya! Jawabannya itu... Kak Lyra kalau lagi marah!" seru adiknya tanpa dosa.
"Bwaahahaha...." (suara tawa)
Seketika itu juga, Amel dan Minda ledakan tawa mereka sampai terpingkal-pingkal. Wajah Lyra langsung memerah menahan malu sekaligus gemas.
Ternyata, gerakan meloncat-loncat dan menerkam heboh yang diperagakan adiknya adalah tiruan saat Lyra mengomelinya karena lupa mengangkat jemuran minggu lalu.
Kekesalan Lyra langsung mencair saat melihat Amel sampai menangis karena terlalu banyak tertawa, sementara adiknya justru menjulurkan lidah dengan usil. Pertemuan sore itu pun sukses ditutup dengan tawa yang menghapus seluruh rasa lelah mereka setelah seharian berlarian.
Bersambung ~~
Hayo.... Bagaimana dengan ceritanya? lucu tak? semoga suka ya!! 🤗
Jangan lupa follow akun ini, like, komen dan share ceritanya ya!! 🤩😉
Instagram: @dinndaayu_64
Wattpad: @dinda.glow (Cerita PERMEN AJAIB🍬🍬)
See you~~