"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Evakuasi
Galang yang mendapat panggilan emergency dari Gema langsung mencoba menghubungi orang kepercayaannya.
Lelaki itu pergi bersama pilot helikopter yang akan membawanya ke tempat menantunya berada.
"Kita temui dokter Armon terlebih dahulu!" seru Galang.
Sementara Armon sendiri sudah menunggu Galang di atap gedung rumah sakit Brisek.
Tak lama helikopter yang ditunggu tiba, Armon minggir karena helikopter yang menjemputnya itu akan mendarat.
Saat mendarat, Armon berlari mendekat dan di sana Galang menyambutnya dengan memberikan sebuah headphone.
Armon segera memakai headphone itu.
"Orang-orangku sudah berjalan melalui jalur darat," ucap Armon memberitahu.
Armon membawa perlengkapan medisnya supaya bisa bertindak saat terjadi sesuatu pada putrinya.
Dalam perjalanan kedua lelaki itu harap-harap cemas.
Dari atas Galang dan Armon sudah bisa melihat tempat kemping, di bawah sana ada satu titik kumpul yang banyak orang.
"Sepertinya kita harus turun di sekitar sana!" Galang memberikan instruksi pada sang pilot.
Sang pilot mengarahkan helikopter untuk turun ke bawah.
Di bawah sana Gema sudah bersiap turun untuk menuruni tebing. Namun, pemuda itu melihat helikopter yang mengalihkan atensinya.
"Itu pasti papa!" batin Gema lega.
Kalau begini dia bisa turun ke bawah dengan tenang karena sudah ada bala bantuan.
"Gema, hati-hati!"
Terdengar suara semua orang yang melihat Gema akan turun. Mereka sudah menduga kalau Chila terjatuh di bawah sana.
Tubuh Gema sudah terikat, ada beberapa orang yang menahan dari atas saat Gema turun.
"Aku akan turun pelan-pelan!" Gema sudah menurunkan kakinya satu demi satu ke bawah.
Tidak ada rasa takut sama sekali karena fokus Gema adalah mencari istrinya.
Dengan hati-hati Gema turun dan semakin menuju ke bawah, hari sudah menjelang pagi jadi matahari akan terbit. Cahaya sudah mulai terlihat.
Pupil mata Gema membesar ketika melihat sang istri tergeletak di bawah sana.
"Oh tidak!" teriak Gema mempercepat langkahnya.
"Gema!"
Orang-orang yang menahan Gema ikut berteriak karena tidak mampu menahan beban pemuda itu lagi.
Sampai tali yang melilit di tubuh Gema terlepas.
Beruntung Gema sudah sampai di bawah, pemuda itu segera mengecek jalan nafas Chila.
Dia tidak berani mengangkat istrinya karena hanya orang medis yang mengerti kalau dia nekat maka ada resiko yang fatal.
"Sial" Gema mengumpat. Di saat begini dia justru tidak bisa berbuat banyak.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, sayang?"
Selang beberapa menit kemudian, helikopter mendekat ke arah mereka. Rupanya baru saja mendarat, helikopter itu harus terbang lagi untuk turun ke bawah tebing.
Di sana Armon langsung keluar dan berlari ke arah putrinya.
"Jangan lakukan apapun biar aku yang memberi pertolongan pertama!" seru Armon.
Kalau salah langkah bisa saja saraf Chila rusak dan menyebabkan kelumpuhan total.
Sangat hati-hati Armon mencoba memeriksa keadaan putrinya, gadis itu masih bernafas tapi tubuhnya penuh dengan luka.
Armon memeriksa kepala Chila karena takut ada cidera yang parah.
Mungkin sebelumnya Chila sempat bergelantungan jadi jatuhnya tidak terlalu tinggi.
Lalu Armon meminta bantuan untuk mengangkat Chila, gadis itu akan dinaikkan ke helikopter.
"Siapkan tim emergency di depan rumah sakit!" Armon mencoba menghubungi tim medis di rumah sakit Brisek.
Hanya butuh waktu beberapa menit untuk mengevakuasi Chila sampai akhirnya gadis itu berhasil di naikkan ke helikopter.
Tertinggal Gema dan Galang yang ada di sana.
"Kita harus naik ke atas dan menyusul dokter Armon," ucap Galang.
Gema menganggukkan kepalanya, sebelum itu dia ingin berbicara penting pada sang papa.
"Aku merasa ada sesuatu yang janggal pada kecelakaan Chila, kita harus mengusutnya," ucap Gema dengan serius.
"Kita pikirkan itu setelah memastikan keadaan Chila baik-baik saja," balas Galang.
Keduanya pun segera meminta bantuan untuk naik ke atas.
*
*
Tim emergency yang ada di rumah sakit Brisek sudah siap menyambut kedatangan Armon.
Chila segera diletakkan ke tandu setelah itu langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
Padahal gadis itu baru saja melakukan check up dan hasilnya sangat bagus. Namun, siapa sangka jika sekarang Chila mengalami beberapa patah tulang yang mengharuskannya menjalani operasi.
"Aku yang akan memimpin operasi!" Armon segera memakai pakaian bedah.
Chila dibawa ke ruang operasi, gadis itu dioperasi tanpa anastesi terlebih dahulu karena kondisinya yang sudah tidak sadarkan diri.
Jika Chila bisa membuka mata dan mengingat semua maka mereka semua akan tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
Serapat-rapatnya menyimpan bangkai pasti baunya akan tercium juga.
cui cui cui