"Jangan paksa Humaira Mi... Aku itu Humaira, Humaira bukan Kak Asyifa yang bisa tahan menutup diri pakai jilbab."
Seluruh keluarganya selalu memaksanya menjadi seperti kakaknya yang muslimah namun Humaira merasa belum siap dan sikapnya tidak pantas untuk di jilbapin.
Dunia Humaira yang damai berubah 180 derajat setelah bertemu Bang Ashraf, lelaki yang membuat semua orang salah paham terhadapnya hingga mengikat keduanya di ikatan pernikahan.
Akankah Humaira menemukan cintanya dan bisa bahagia????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pacaran
Hari ini Bang Ashraf akan berangkat ke kampus mengikuti ujian. Pendadaran dirinya berniat berangkat bersama dengan istrinya Humaira, namun di tunggu lama sekali istrinya itu tak kunjung-kunjung keluar dari kamar. Hingga Lima belas menit kemudian Humaira keluar dengan jilbab pasmina dengan baju kas seperti biasanya, namun pasmina di kepalanya nampak membuat wajahnya nampak ayu dan mempesona di pandangan Bang Ashraf.
"Masya Allah... Ya Rahman ya rahim... Istri aku Humaira Nuranisa... ini seriusan istri aku..." Bang Ashraf tercengang pada penampilan istrinya kali ini.
"Aneh Ya Bang???"Humaira merasa sedikit minder.
"Ya Allah... Masya Allah Cantik Neng... Cantik bangetttt ... Uwuh jadi pengen Abang peluk seharian aja gak usah kuliah..." Kata Bang Ashraf yang membuat pipi Humaira semakin. Merona memerah.
"Ini beneran mau istiqamah Yang???" Tanya Bang Ashraf yang di angguki oleh Humaira sedikit malu-malu.
Bang Ashraf meraih tangan istrinya lalu di tarik kedalam pelukannya, Bang Ashraf kecup kening Humaira dalam lalu dia doakan di dalam hatinya agar Istrinya bisa istiqamah menjalani perubahan barunya ini.
Cup
Cup
Cup
Di kecupnya seluruh wajah istrinya saking berbahagia Bang Ashraf atas perubahan yang istrinya pilih, "Makasih ya sayang...." Kata Bang Ashraf.
Kemudian mereka pun berangkat kuliah Bang Ashraf yang di depan memboncengkan Humaira di belakangnya. Humaira memegang perut Bang Ashraf membuat kedua dada mereka berdebar tidak karuan, ternyata indah seperti ini rasanya saat berboncengan halal.
Angin menyapu wajah mereka ,Bang Ashraf sengaja mengendarai motornya dengan pelan-pelan agar bisa menikmati momen kebersamaan mereka, Humaira pun tidak protes ternyata seperti ini rasanya berpacaran halal tidak terlalu buruk, terasa nyaman dan menyenangkan.
Sesekali Bang Ashraf memandang wajah Humaira melalui kaca spionnya, ternyata dengan tambahan hijab di kepalanya benar-benar menambah pesona wajah istrinya berkali-kali lipat di matanya. Bang Ashraf sesekali ikut memegang tangan Humaira hingga terdapat getaran perasaan berdetak kencang di dada keduanya yang begitu indah.
Sapuan angin membelai wajah-wajah mereka yang bersemu merah, bahagia yang sederhana di antara dua sejoli yang baru merasakan pertama kali berbalas perasaan ternyata begitu indah dan menyenangkan.
Bang Ashraf pun berdendang dalam perjalanan untuk mengisi waktu sembari menaiki motornya melaju pelan-pelan, sembari menikmati waktu yang masih lumayan lama masuk kelasnya.
Assalamualaikum, Assalamualaikum
Aku telah tercuri hati
Dengan kamu pangeran impianku
I want you jadi imamku
Ku akan sabar menunggu
Sudah cukup lama berteman
Jangan sungkan datang lamaran
Aku ingin cinta ini menjadi halal
Jangan haram haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal
Jangan jadi haram
Janji jangan pernah ingkari
Jadikan ku wanita pendampingmu
I want you jadi imamku
Ku akan sabar menunggu
Semoga mendapatkan berkah
Sakinah mawadah warohmah
Aku ingin cinta ini menjadi halal
Jangan haram haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal
Jangan jadi haram, halalkan aku
Robbi habli miladunka jauzan toyyiban
Ahtubuhu watajawaju bihi wayakunu
Sohiban lil fidunya wal akhiroh
Aku cinta halal, jangan haram, jangan haram haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal, jangan haram haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal, jangan jadi haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal, jangan haram haram
Aku ingin cinta ini menjadi halal, jangan jadi haram, halalkan aku
Assalamualaikum, Assalamualaikum
Halalkan aku
dosen kok sumbu pendek..
menantu kocak...