Key, adalah gadis ceria. Perempuan bernama asli Zakiyya Ghaada Adiyaksa masih duduk di bangku SMA di usianya yang sudah berusia dua puluh tahun disaat saudara kembarnya justru hampir menyelesaikan kuliahnya.
Key, tidak sepintar dua saudaranya. Namun, dibalik kekurangannya, ia merasa beruntung karena keluarganya tak pernah membedakannya dengan saudaranya yang lain. Begitu pula dengan orang-orang di sekitarnya yang bersikap baik padanya.
Namun, semua berubah saat ia tahu bahwa orang-orang itu bermuka dua. Hal ini membuat luka di hati kecil Key yang saat itu masih kecil.
Saat baru lulus SMA, Key memilih menerima pinangan seorang laki-laki yang awalnya hanya Ingin mengajaknya pacaran.
Malik Prayoga, dialah laki-laki yang akhirnya bisa menjadi suami Key.
Namun, apa jadinya dengan pernikahan keduanya yang baru seumur jagung saat satu dan lainnya merasa sama-sama tak pantas saling memiliki dengan alasan yang berbeda?
Happy Reading 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KYHT 30 Baju Halal
Key, Hati Yang Terluka (30)
Rombongan sahabat-sahabat Malik pun datang. Mereka membawa kotak yang cukup besar.
" Selamat ya. Semoga cepat ada Malik junior," Do'a Aldo
" Aamiin,"
" Ternyata yang laku duluan malah yang paling muda di antara kita," seru Steven sambil menyerahkan sebuah kotak.
" Ini isinya apa?,"
" Baju haram," bisik Angga.
" Hah?" Malik melihat ke arah Key yang menahan malu.
Angga berbisik dengan suara yang keras tentu saja Key juga mendengarnya. Key pun paham maksud dari perkataan sahabat dari suaminya itu.
" Ish, kalau istri Malik yang pakai ya, jadinya bukan baju haram lah. Tapi, baju halal," kelakar Steven.
" Ya, apapun namanya isinya itu lingerie," jelas Aldo blak-blakan.
" Sudah sana turun kalau hanya membuat gaduh saja," Malik mendorong para sahabatnya sebelum semakin absurd.
" Alah, bilang saja obrolan kami membuat kamu semakin tidak tahan kan?,"
" Sudah sana!,"
" Haha jangan pura-pura, padahal sudah Pro. Apalagi akadnya sudah kan?,"Steven menarik turunkan alisnya.
" Astaghfirullah. Turun!! Turun!!!,"
Ketiga sahabat Malik pun turun dengan terbahak-bahak.
" Mereka?,"
" Sahabat Mas di kampus,"
Key mengangguk. Tidak salah jika usia mereka lebih tua. Karena Malik yang lompat kelas jadinya teman-temannya berusia lebih tua beberapa tahun.
Malik hanya menggaruk tengkuknya. Ia malu karena sudah jadi tontonan mertuanya.
" Tapi, nanti malam boleh di coba ya kado dari mereka," bisik Malik di telinga Key.
Blushhh
Belum dilihat isinya. Tapi, Key sudah bisa membayangkan seperti apa tampilannya.
Baju kurang bahan yang terkadang tidak ada bedanya dengan tidak pakai apa-apa.
" Jangan di bayangkan.Nanti kita langsung coba saja," goda Malik saat melihat Key melamun.
Blushhh
Wajah Key semakin seperti kepiting rebus.
...******...
" Coba yang merah saja dulu!," Malik menyerahkan salah satu dari satu lusin hadiah dari para sahabatnya.
Key hanya diam saat sang suami dengan semangat empat lima membuka kado dari sahabatnya dimana mereka sudah memberikan bocoran tentang isinya.
Padahal semua kado sudah di kirim ke Vila untuk di kirim keesokan harinya ke rumah mereka. Namun, tidak untuk satu kado ini.
Key di buat menganga saat ternyata tidak satu tapi ada satu lusin pakaian dinas dengan warna dan model berbeda.
Sahabat suaminya ini memang kurang kerjaan.
" Sayang, ayo cobalah. Ini sangat bagus," puji Malik.
Key hanya mendelik. Ia tak mengerti untuk apa baju itu di pakai. Toh tidak menutup apapun.
" Mas yakin?," Key benar-benar menahan malu saat merentangkan pakaian pilihan suaminya.
" Sudah coba dulu saja. Mas mau lihat,"
Dengan langkah gontai key pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Sekalian mandi tentunya. Sekalipun akhirnya ia harus mandi lagi.
Di atas kasur yang bunganya sudah Malik buang ke bawah, Malik hanya memeriksa ponselnya.
Ya, Malik tak nyaman dengan adanya kelopak bunga yang berterbaran itu. Jadilah, ia membuangnya ke bawah.
" Kenapa lama?," monolog Malik sambil melirik ke arah kamar mandi.
Di dalam kamar mandi,Key melihat tampilannya.
" Ini memalukan. Pakai tidak pakai sama saja,"
Key diam antara harus keluar dengan pakaian itu atau tidak.
" Sayang, kamu baik-baik saja di dalam?,"
Brakk .. Brakkk ..
Malik menggedor pintu kamar mandi.
" Ah, iya mas. Aku baik-baik saja," jawab Key.
" Kenapa belum keluar juga?,"
" Sebentar mas, sebentar lagi." cicit key
Lagi-lagi, Key dilema.
" Ok. Tida apa-apa. Dia suamimu, Key. Sudah melihat semuanya juga. Jadi tak perlu malu," Key mencoba mensugesti dirinya.
Namun, ia kembali menarik tangannya yang hampir menyentuh daun pintu.
" Sayang!!,"
Malik kembali menggedor pintu. Antara khawatir dan penasaran Malik tetap berdiri di depan pintu kamar mandi.
Setelah menarik dan menghembuskan nafasnya, Key pun membuka pintu.
Ceklek
Malik tertegun.
" Cantik,"
Blushhh
Tak ingin berlama-lama,Malik langsung menggendong Key ala bridal style. Ia benar-benar sudah tak tahan untuk melakukan malam yang entah ke berapa itu
" Matikan lampunya," Key memalingkan wajahnya saat Malik sudah menidurkannya di atas ranjang.
Ia malu di perhatikan seperti itu.
Klik
Lampu dimatikan. Kamar jadi gelap gulita berganti dengan lampu tidur yang cahayanya temaram.
Setelah membisikkan do'a, Malik pun langsung melakukan inti dari puncak acara itu. Acara yang hanya mereka lakukan berdua.
Dengan memulai pemanasan terlebih dahulu.
Jadilah malam itu mereka bergadang semalaman. Apalagi Malik tambah semangat saat istrinya memakai hadiah dari sahabat-sahabatnya itu.
TBC