NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 | MISI BERDARAH

Ruangan itu pengap, hanya diterangi satu lampu gantung yang berayun pelan, menciptakan bayangan panjang di dinding markas rahasia agensi. Elara Vance duduk tegak, jemarinya mengetuk meja besi dengan ritme yang tidak sabar. Di hadapannya, lima agen elit lainnya tampak gelisah.

​Di ujung meja, Damian Thorne Direktur Operasi lapangan yang dingin berdiri membelakangi mereka, menatap peta digital kota yang dipenuhi titik merah.

" Kalian semua tahu kenapa kalian di sini," suara Damian berat, memutus kesunyian. Ia berbalik, mata kelabunya yang tajam menyapu ruangan sebelum terkunci pada Elara. "Target kita Dante Moretti. Pemimpin sindikat paling berdarah di Eropa. Tidak ada wajah, tidak ada sidik jari, tidak ada celah."

" Itu mustahil, Pak," potong salah satu agen. "Dua tim kita sudah lenyap dalam dua bulan terakhir. Kita bahkan tidak tahu dia manusia atau monster."

​Damian melemparkan sebuah map hitam ke atas meja dengan dentuman keras. "Dia manusia. Dan dia sedang berada di kota ini."

​Elara membuka map itu. Kosong. Hanya ada satu nama: Dante Moretti. Tidak ada foto, tidak ada detail kehidupan. Hanya daftar panjang kekejaman yang membuat bulu kuduknya berdiri.

​"Aku butuh seseorang untuk masuk ke dunianya," lanjut Damian, berjalan mendekati Elara. "Seseorang yang tidak terlihat seperti ancaman. Seseorang yang bisa membuat dia lengah."

​Elara merasakan instingnya berteriak untuk mundur, tapi ia sudah terjebak. " Kita tidak punya informasi apa pun tentang seleranya, Damian. Kita bahkan tidak tahu apa dia menyukai wanita."

​"Itulah tugasmu, Elara," suara Damian merendah, nyaris berbisik namun penuh otoritas. "Buat dia terobsesi. Kau harus menyelinap ke kamarnya, ke dalam hidupnya, dan ke dalam hatinya jika dia punya satu."

​Suasana ruangan mendadak tegang. Ide itu gila. Menggoda seorang psikopat seperti Moretti sama saja dengan menyerahkan leher untuk digorok.

​"Kenapa harus aku?" Elara berdiri, menantang tatapan Damian. "Masih ada agen lain yang lebih 'berpengalaman' dalam hal-hal seperti ini."

​Damian mendekat, memangkas jarak di antara mereka hingga Elara bisa merasakan aroma sandalwood dan dingin yang khas dari pria itu. Damian mencondongkan tubuh, membisikkan sesuatu yang membuat napas Elara tercekat.

​"Karena kau satu-satunya yang punya nyali untuk menatapku seperti ini saat aku marah, Elara. Dan Dante Moretti membutuhkan seseorang yang bisa menantangnya, bukan sekadar boneka yang ia buang setelah satu malam."

​Elara terdiam. Di balik sorot mata Damian yang datar, ia melihat kilatan posesif yang aneh. Apakah ini tentang misi, atau ada hal lain yang Damian sembunyikan?

​"Jika aku mati di tangan Moretti," ucap Elara dingin, " kau yang harus menanggung akibatnya."

​Damian tersenyum tipis senyum yang tidak mencapai matanya. "Jika kau mati, aku yang akan membakar dunia untuk membalaskan dendammu. Tapi untuk sekarang, bersiaplah. Misi dimulai malam ini di acara amal keluarga Moretti."

​Elara menatap map di depannya. Dante Moretti. Pria yang akan menjadi targetnya, atau pria yang akan menghancurkan hidupnya? Dia tidak punya pilihan lain. Misi sudah dimulai, dan permainan kematian telah ditetapkan

●●●

Ruangan luas di penthouse lantai paling atas itu hanya diterangi oleh pantulan cahaya neon kota yang menembus kaca antipeluru. Dante Moretti berdiri mematung di dekat jendela, bayangannya di kaca tampak seperti iblis yang sedang mengamati mangsanya.

​"Bos, Intel kami melaporkan pihak agensi sudah mengetahui kehadiran Anda di kota ini," suara salah satu anak buahnya, Vito, bergetar hebat.

​Dante tidak menoleh. Ia menyesap wiski single malt miliknya, matanya yang tajam tetap terpaku pada kerlip lampu kota di bawah sana. "Aku tahu," jawabnya datar. Suaranya rendah, nyaris seperti geraman binatang buas.

​"Lalu apa tindakan kita, Bos? Haruskah kita memindahkan lokasi—"

​BRAK!

​Sebelum Vito menyelesaikan kalimatnya, Dante berbalik dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Dalam satu gerakan yang presisi, ia mencengkeram kerah baju Vito dan menghantamkan kepalanya ke meja marmer hingga retak.

​Vito tersungkur, darah segar mulai mengalir dari pelipisnya. Dante tidak berhenti. Ia menendang dada pria itu dengan sepatu bot kulit mahalnya hingga Vito terbatuk darah.

​"Siapa yang memberimu izin untuk mengatur strategiku, hm?" Dante berjongkok, mencekik leher Vito dengan satu tangan, mengangkat tubuh pria itu hingga kakinya menggantung. "Apakah aku terlihat seperti pengecut yang lari karena tikus-tikus agensi itu?"

​"M-maaf, Bos. ampun " rintih Vito, napasnya tersengal.

​Dante melepaskannya dengan kasar, membuat Vito jatuh terkapar seperti sampah. Ia mengambil sapu tangan sutra dari saku jasnya untuk mengelap percikan darah di tangannya.

​"Agensi mengirim orang untuk melacakku?" Dante tertawa kecil, suara tawa yang tidak memiliki kehangatan sama sekali. " Biarkan mereka datang. Justru aku merasa bosan akhir-akhir ini."

Vito tangan kanan Dante yang berdiri di sudut ruangan, hanya bisa menunduk dalam. "Apa Anda ingin saya memperketat keamanan, Bos?"

​Dante berjalan menuju meja kerjanya, mengambil sebatang cerutu dan menyalakannya dengan pemantik emas. Asap mengepul, menutupi ekspresi wajahnya yang dingin dan tak terbaca.

​"Tidak perlu," jawab Dante tenang. "Biarkan mereka masuk ke dalam perangkapku. Aku ingin melihat seberapa besar nyali mereka sebelum aku menghancurkan mereka satu per satu."

​Dante kembali menatap ke arah jendela. Ia merasa ada sesuatu yang akan berubah. Sesuatu yang akan datang untuk mengacaukan dunianya yang sunyi. Ia tidak tahu bahwa takdir sedang mempersiapkan seorang wanita yang bukan hanya ingin menangkapnya, tetapi ingin mencuri sesuatu yang bahkan tidak pernah ia miliki: sebuah hati.

​Dante tersenyum sinis. Ia sudah siap untuk bermain, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun keluar dari permainan ini dengan nyawa yang utuh.

●●●●

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
hmmm 😍😍😍
Anonim
next😍😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
makin gemes😍😍😍
Tiara
next😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍p0ki🤭
Tiara
lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!