Rumput liar itulah julukanku
Cacian, hinaan dan makian menjadi makanan sehari–hari Raisa
Memiliki otak yang cerdas dan wajah cantik justru membuatku menjadi sasaran bullying bagi semua orang hanya karena kondisi keluarganya yang miskin
Setelah kembali dari kematian tragisnya Raisapun bertekad untuk membalas dendam kepada semua orang yang telah menyakitinya dimasa lalu, terutama mencari dalang dibalik kematianku yang mengenaskan
Mata dibalas dengan mata, siapapun yang menyakiti dirinya dan keluarganya akan Raisa balas berkali - kali lipat
Dengan bantuan kekuatan kalung liontin biru yang dia temukan sebelum kematian menjemputnya dan kini telah menyatu dalam tubuhnya, Raisa pun mulai membalaskan dendamnya satu persatu
Dalam perjalanannya membalas dendam,Raisa banyak menemukan fakta yang mengejutkan salah satunya adalah fakta jika dia dan sang kakak adalah pewaris asli keluarga Wu yang sedari awal berusaha untuk disingkirkan.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KABAR BAHAGIA
Melihat Marco bersama dengan kakaknya, Raisa merasa tidak buruk untuk menerima kesepakatan yang diberikan oleh Alexander kepadanya.
Hanya memperkuat keamanan data perusahaan dan memantaunya dari kejauhan, hal itu tak akan mengurangi waktunya untuk bisa melakukan aktivitasnya yang lain.
Lagipula, dia bisa memanfaatkan kekayaan serta kekuasaan yang dimiliki keluarga Darton melalui Alexander karena musuh yang akan dia hadapi cukup kuat dan berkuasa.
Raisa menitipkan motornya kepada Draco sementara dirinya pulang bersama Marco dan kakaknya agar tak menimbukan kecurigaan.
“Apa kamu baik–baik saja.Tadi, kamu tak ikut berkelahi kan ?”, tanya Raymond penuh selidik.
“Tidak. Aku tadi diantar temannya kak Draco kekantor polisi untuk melapor kejadian perusakan itu dan tiba dilokasi kejadian bersama para petugas yang langsung bergerak melerai perkelahian dan menangkap semua orang untuk digelandang kekantor polisi”, ucap Raisa menjelaskan.
Setelah membolak–balik tubuh Raisa dan melihat jika tak ada luka apapun ditubuh sang adik, Raymond baru bisa bernafas dengan lega.
Marco yang melihat apa yang Raymond lakukan dari kaca spion hanya bisa tersenyum mengejek karena menganggap Raymond bisa dengan mudah dibohongi oleh wajah polos adiknya itu.
Melihat bagaimana Raisa membuat Beni berbicara bahkan bisa membuat lelaki itu berbalik menjadi sekutunya membuat Marco merasa jika gadis itu tak mudah untuk ditaklukan.
Tampaknya, bosnya kali ini harus benar–benar mengikat gadis itu dengan kuat agar bisa berada disisinya.
“Bagaimana dengan ibu, apa ibu tahu kejadian ini ?”, tanya Raymond penuh kekhawatiran.
“Tidak. Ibu sudah tidur waktu aku menyelinap keluar tadi”, ucap Raisa sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.
“Kenapa kamu tak langsung menghubungiku tadi. Lain kali jangan bertindak gegabah seperti ini lagi”, ucap Raymond menasehati.
“Baik. Akan Raisa ingat pesan kakak”, jawabnya patuh.
Marco hanya bisa memutar bola matanya dengan malas melihat betapa baiknya acting Raisa sebagai gadis lemah dan patuh.
Begitu sampai didepan gang rumah mereka, Raisa yang hendak turun memberitahu kepada Marco jika dia ingin berbicara empat mata dengan bosnya secepatnya.
Mendengar ucapan tersebut tentu saja Marco sangat senang karena sepertinya Raisa telah memikirkan penawaran yang diberikan oleh bosnya kepada gadis itu meski dia tak mengetahui secara spesifik apa yang bosnya tawarkan kepada gadis itu.
“Bos, apa kira–kira yang gadis itu inginkan dari kita ?”, tanya anak buah Beni penasaran.
“Entahlah. Asal itu tak merugikan kita tak jadi masalah”, ucap Beni singkat.
Kesepuluh orang tersebut segera pergi menuju rumah sakit untuk menemani Beni menunggui anaknya yang sedang melakukan operasi.
Mereka sangat bersyukur karena bisa bebas bersyarat malam ini, terutama Beni yang sangat geram karena Laura mengingkari janjinya.
Untung saja gadis yang menjadi targetnya bersikap baik dan bersedia menolong anaknya, jika tidak Beni tak tahu apa yang akan terjadi jika sampai Nita meninggal karena dia tak bisa mendapatkan dana untuk biaya pengobatannya.
Begitu tiba dirumah sakit, Beni yang langsung berlari menuju ruang operasi langsung mengucap syukur begitu ruang operasi terbuka dan dokter mengatakan jika operasinya berhasil dan berjalan dengan lancar.
Istri Beni bahkan langsung memeluk tubuh suaminya sambil menangis bahagia “Terimakasih bang, terimakasih”
“Maafkan abang ya dek, abang sedikit terlambat mendapatkan uangnya”, ucap Beni penuh penyesalan.
“Tidak apa apa bang. Sekarang Nita telah selamat dan abang tak ditahan hal itu sudah cukup membahagiakan buatku”, ucapnya sambil menangis sesenggukan.
Para sahabat Beni yang berada dibelakang keduanya tanpa sadar juga menitikkan airmata karena merasa terharu.
Meski mereka preman yang ganas jika berhadapan dengan orang lain, namun mereka sangat menyayangi keluarganya.
Akibat kemiskinan lah sehingga membuat mereka melakukan aksi premanisme demi bisa menutupi kebutuhan hidup bagi keluarganya.
Apalagi Beni yang anaknya memiliki penyakit jantung sejak kecil dan membutuhkan pengobatan rutin dengan biaya besar tentu baginya pekerjaan ini adalah satu–satunya cara membuat anaknya bisa tetap hidup.
Sekarang Nita sudah mendapatkan ring dijantungnya, setidaknya hal itu bisa memperpanjang hidup gadis berusia sepuluh tahun tersebut lebih lama lagi.
Alexander yang mendengar kabar dari Marco jika Raisa ingin berbicara empat mata dengannya tentu saja sangat senang.
“Kapan dia ingin bertemu denganku ?”, tanya Alexander antusias.
“Setelah tuan keluar dari rumah sakit karena nona Raisa tak ingin melakukan pertemuan disini”, ucap Marco melaporkan.
“Jika begitu, cepat urus kepulanganku”, ucap Alexander bersemangat.
“Menurut dokter, tuan harus beristirahat dua sampai tiga hari lagi disini”, ucap Marco menjelaskan dengan sabar.
“Omong kosong !!!”
“Aku sudah sehat jadi seharusnya kau sudah bisa keluar dari sini sekarang !!!”, ucapnya tak mau dibantah.
“Baik tuan. Akan saya tanyakan dulu kepada petugas apakah tuan bisa pulang sekarang”, ucap Marco yang langsung pamit undur diri untuk menanyakan mengenai kepulangan bosnya tersebut.
Sementara itu disebuah mansion mewah, disalah satu kamar yang terletak dilantai dua dengan nuansa pink yang kental disana tampak seorang gadis sedang menatap ponselnya dengan wajah ceria.
“Akhirnya keberuntungan berpihak kepadaku”
“Aku harus secepatnya bertemu Dylan dan membuat rencana dengannya”, guman Caterine senang.
Bagaimana dia tidak senang jika Caterine baru saja mendapatkan informasi jika Dylan dihukum oleh tuan besar setelah berkelahi dengan kakaknya Raisa di club.
Dan yang lebih membuat hatinya bahagia adalah pertengkaran tersebut melibatkan seorang model pendatang baru, Clarisa.
Seorang wanita cantik yang bisa membuat Dylan Wu kehilangan kewarasannya sejenak dan hal inilah yang akan Caterine gunakan untuk membalas perbuatan Raisa.
“Laura tidak dapat aku andalkan maka aku akan mencoba keberuntunganku kali ini dengan Dylan"
"Semoga kali ini keputusanku tidak salah sehingga aku bisa menghancurkan gadis sialan itu melalui kakaknya dan Dylan adalah kandidat yang pas untuk melakukannya”, guman Caterine menyeringai kejam.
Mesi keduanya bersaudara dan terikat dalam darah yang sama namun rasa memiliki dan melindungi antara yang satu dengan yang lainnya sama sekali tidak ada.
Yang ada hanyalah persaingan untuk bisa menjadi yang terkuat dan berkuasa dikeluarga Wu serta saling memanfaatkan antara satu dengan yang lain.
Ajaran itulah yang Caterine terima dan lihat sejak kecil dalam keluarganya sehingga diapun akan melakukan hal yang sama dalam masa pertumbuhannya karena menganggap semua yang dia lihat selama ini memang suatu bentuk kebenaran dan keharusan jika ingin diakui dan dipandang orang lain dengan bijak.
Mengorbankan dan menjadikan seseorang sebagai batu pijakan untuk bisa mencapai apa yang dia inginkan merupakan hal biasa dalam keluarga Wu selama ini sehingga Caterine pun akan menjadikan Dylan batu pijakan serta pionnya untuk membalaskan dendamnya.
Sambil bersenandung kecil, Caterine pun keluar dari kediaman bersama dengan supirnya menuju kediaman utama.
Hari ini dia sangat berharap tidak bertemu dengan kakeknya disana sehingga dia bisa langsung menemui Dylan didalam kamarnya dan menjalankan rencananya.
raisa msh 14 thn.. pentilnya aja bru numbuh ya ampunn
klo othor dr aqal jodohin sama alex knp di bkn umurnya sangat tuir.. 34 gilakk.. 25 aja pdhal.