NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

"Sudahlah Jenny, kamu harusnya itu sadar diri! Jika sekarang ini posisimu sudah bukan lagi seorang Tuan putri, melainkan hanya seorang upik abu. Jadi sadarlah, perasaan mu itu sangat lah tidak penting, bahkan tubuh mu itu sekarang juga tidak penting, ntah terluka atau pun tidak. Bukankah sudah biasa, jika posisi seorang pelayan itu di perlakukan dengan kasar seperti ini. Berhentilah mengeluh, ayo kembali bekerja!" Jenny terlihat menyakinkan dirinya sendiri, ia segera menghapus air mata kesakitan itu, lalu buru buru memakai baju pelayannya itu kembali.

Tak berselang lama, Jenny yang sudah selesai memakai baju pelayannya yang minim itu pun lantas keluar dari dalam kamar mandi. Ia yang melihat tuannya itu diam mematung memilih untuk berjalan keluar dari dalam kamar, karena ia ingin mengambilkan susu dan juga kudapan untuk Tuannya itu. Setelah ini ia akan akan mengajak tuannya itu belajar bersama sama untuk belajar beberapa materi yang tertinggal hari ini.

"Jenny semangatlah, penderitaan mu itu jauh tidak seberapa. Jika di bandingkan dengan orang orang yang di luar sana, banyak orang yang menderita tidak punya rumah, hidup susah dan makan pun kesulitan. Kamu harusnya beruntung, karena keluarga yang di sakiti oleh ayah mu itu masih mau menampung mu." gumam Jenny dalam hatinya. Ia berusaha untuk memberikan semangat pada dirinya sendiri, agar tetap kuat melangkah walau pun kakinya itu sekarang ini terasa sangat sakit.

Sementara itu di dalam kamar, Nathan yang duduk termenung akhirnya bisa menenangkan degup jantungnya yang tadi terasa menyesakkan dadanya.

"Sekarang yang perlu aku lakukan adalah meminta maaf pada Jenny dan meminta penjelasan darinya, tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya? Kenapa bisa dia itu berada di unit kesehatan sekolah? Untuk perihal dia yang di cium Galen, bukankah tadi aku sudah membalasnya dengan melakukan hal buruk padanya saat berada di atas ranjang," kata Nathan dalam hatinya.

Tanpa menoleh ke arah ranjang di kamarnya, Nathan pun memilih untuk berjalan masuk ke kamar mandi, lalu pergi ke walk in closet untuk mengganti celananya dan memakai baju, karena dadanya sekarang ini memang dalam keadaan polos.

Ceklek, Nathan terlihat membuka pintu kamar mandi.

Pandangan ke dua bola mata Nathan pun langsung tertuju ke arah ranjang yang ada di dalam kamarnya.

"Dimana dia?" gumam Nathan dengan wajah bingung sembari melihat kesana kemari.

"Apakah sekarang dia akan beneran kabur atau pergi meninggalkan ku?"

Nathan mulai ketakutan. Lalu ia terlihat mencari keberadaan pelayannya itu di sekeliling kamarnya, namun hasilnya itu nihil.

Lantas Nathan segera berjalan keluar pintu kamarnya, guna mencari keberadaan pelayannya.

"Jenny kamu dimana? Ku mohon jangan tinggalkan aku!" gumam Nathan dengan raut wajah yang terlihat begitu ketakutan.

**

"Akhirnya sampai juga di dapur," gumam Jenny dengan perasaan lega.

Namun ada hal yang membuat Jenny heran, rumah tuannya sekarang terlihat sangatlah sepi. Bahkan tidak terlihat ada satu pelayan pun yang bekerja di sana.

Namun anehnya, banyak sekali makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.

Jenny memutuskan untuk mengambil satu toples kue, sepiring salad dan juga segelas jus buah untuk di berikan ke pada tuannya.

Ia menaruh semua makanan itu di atas nampan yang ada di tangannya.

Tiba tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!