NovelToon NovelToon
Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintamanis / Romansa Fantasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Idola sekolah / Gadis nakal
Popularitas:125.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Ratu Maharani, gadis 17 tahun yang terkenal bandel di sekolahnya, dengan keempat sahabatnya menghabiskan waktu bolos sekolah dengan bermain "Truth or Dare" di sebuah kafe. Saat giliran Ratu, ia memilih Dare sebuah ide jahil muncul dari salah satu sahabatnya membuat Ratu mau tidak mau harus melakukan tantangan tersebut.

Mau tahu kisah Ratu selanjutnya? langsung baca aja ya kak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Tante?" ucap Ratu sedikit terkejut begitu melihat jelas wanita paruh baya di hadapannya.

"Eh! Jangan panggil Tante, sayang panggil Mama, Ok!" protes tegas Mama Nadia lalu tersenyum ramah.

"Maaf Mam, Ratu belum terbiasa soalnya," ujar Ratu dengan tersenyum sungkan.

"Nah, gitu lebih baik," jawab Mama Nadia cepat.

"Oh ya mobilnya kenapa, Mam?" tanya Ratu penasaran.

"Gak tahu nih! sayang, tiba-tiba aja mobil berhenti mendadak. Mau Mama nelpon orang bengkel, eh ponsel Mama lowbat," jelas Mama Nadia lalu memperlihatkan layar ponsel yang sudah mati total.

"Oh gitu, emang Mama habis dari mana? Kok sendirian Mam?"

"Mama habis dari butik sayang, tadinya Mami berangkat sama sopir, tapi tadi ia izin duluan, katanya anaknya lagi sakit, jadi Mama izinin pulang dualuan," jelas Mama Nadia lebih lanjut.

"Kalau gitu, biar Ratu antar Mama aja, udah sore juga Mam," usul Ratu menawarkan diri untuk mengantar Mama Nadia.

"Setius sayang, Mama boncengan sama kamu, naik motor ini?" tanya Mama Nadia dengan mata berbinar. Ia sudah lama bangat tidak naik motor sport, terakhir kali saat ia masih duduk di bangku SMA seingatnya.

"Serius Mam, oh apa Mama takut naik motor, kalau gitu biar Ratu pesan taksi aja," ucap Ratu cepat lalu meraih ponsel dari saku jaketnya.

"Eh, jangan sayang, Mama malah seneng banget bisa naik motor ginian, dulu Mama juga pecinta motor sport," jelasnya dengan semangat.

"Oh ya, serius Mama juga suka menunggangi motor sport?" tanya Ratu kini mulai tertarik dengan obrolan calon Mama mertuanya itu.

"Serius sayang, gak percaya, sini biar Mama yang boncenggin kamu, ya?" ujarnya serius bahkan dia sudah memasang helmnya.

"Ratu percaya Mam, biar Ratu aja, lain Kali Mama yang bonceng Ratu!" ucap Ratu cepat, sambil tersenyum manis meyakinkan Mama Nadia.

"Hm! Baiklah, tapi janji ya lain kali ajak Mama naik motor ini lagi?"

"Siap Mam, ayo naik!" ajak Ratu yang kini sudah siap di atas motor nya.

"Bentar sayang Mama ambil tas Mama dulu," jawabnya lalu gegas membuka pintu mobil dan meraih tas kecilnya yang tergeletak di atas kursi.

Setelahnya Mama Nadia langsung naik ke boncengan Ratu, dan memeluk pinggang ramping Ratu dengan nyaman.

"Siap Mam?" tanya Ratu memastikan.

"Siap, sayang lest go!" ujarnya dengan penuh semangat.

Ratu tersenyum tipis di balik helmnya lalu mulai menghidupkan mesin motornya. Udara sore yang dingin nan lembut langsung membelai wajah kedua wanita cantik beda usia itu.

Ratu dengan gesit dan lincah memacu motornya menggunakan kecepatan sedang membelah jalanan, warna jingga kemerahan mulai menghiasi langit sore, di tambah lampu-lampu jalanan yang berjejeran menemani perjalanan keduanya.

"Sayang, kata Nathan kamu jago balap juga ya?" tanya Mama Nadia dengan suara sedikit berteriak, ia penasaran pada ucapan Nathan tadi pagi yang mengatakan kalau Ratu juga jago balapan.

"Hm! Nathan berlebihan Mam, jangan di dengerin, Ratu gak Sejago itu, hanya sekedar hobi aja Mam," jawab Ratu merendah.

"Masak sih! tapi Mami lihat gayamu bawa Motor kamu seperti sudah sangat ahli sayang," jelasnya tak percaya pada ucapan Ratu.

"Itu karena Ratu suadah terbiasa bawa Motor Mam," jawab Ratu masih merendah.

Mereka berdua terus mengobrol ringan sampai tak terasa kini keduanya sudah di depan gerbang Mansion.

"Dah sampai kita Mam," ucap Ratu menghentikan Motornya di depan pintu gerbang mansion Nugroho.

"Cepat bangat nyampenya," ujar Mama Nadia yang sebenarnya masih mau berlama-lama naik motor, memang agak beda Mama satu ini he he.

Tin!

Sebuah suara klakson dari mobil Papa Narendra yang baru aja pulang dari kantor mengangetkan keduanya. Papa Narendra langsung menurunkan kaca mobilnya memastikan siapa dua wanita di depan pintu gerbang mansionnya.

"Mama!" seru Papa Narendra terkejut begitu Mama Nadia menoleh ke arahnya.

"Kok, Naik motor, Mobilnya mana?" heran Papa Narendra yang melihat istrinya malah pulang naik motor.

Ratu mengangguk kecil sambil tersenyum singkat pada Papa Narendra yang kini menatapnya dengan senyum hangat.

"Mam, Ratu langsung pamit aja ya, sudah magrib nih," pamit Ratu sopan.

"Gak mau mampir dulu sayang, Mama masih pengen ngobrol sama kamu," ujarnya sedikit kecewa Ratu cepat pamit pulang.

"Lain kali ya Mam," ucap Ratu, Mama Nadia mengangguk enggan sambil tersenyum.

"Hati-hati ya sayang, salam buat Eyang Rita." serunya sebelum Ratu benar-benar pergi.

Ratu mengangguk dengan senyum manisnya, lalu gegas pergi meninggalkan Mama Nadia di depan pintu gerbang.

"Sayang, mobilmu kemana? Dan kenapa bisa bareng Ratu?" tanya Papa Narendra yang tak bisa menahan rasa penasarannya, jadi ia langsung bertanya begitu mereka sudah masuk kedalam mansion.

"Mobil Mama tiba-tiba mogok Pa! saat Mami lagi bingung tiba-tiba Ratu datang menghampiri Mama, jadinya Mama nebeng sama Ratu," jelas Mama Nadia singkat.

***

Di sisi Nathan kini ia dan juga timnya sudah berada di sebuah hotel, mereka harus menginap semalam karena besok pagi mereka akan terbang balik ke Jakarta.

Nathan langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Tak berapa lama ia keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar, ia segara memakai baju santainya. Celana cinos hitam dan kaus polos putih dan kemeja flanel hitam yang di biarkan tak terkancing membuat Nathan terlihat cool ala-ala anak muda sekarang.

Ia gegas keluar dari kamarnya, bertepatan dengan co-pilot Erland yang juga keluar kamar, yang kebetulan kamar mereka bersebelahan. Erland juga sudah menganti bajunya dengan baju santai.

"Captain, ayo kita cari makan, sambil ngopi!" ajak Erland dengan semangat.

"Gas lah," sahut Nathan tak kalah semangat, lalu tak lama di susul para pramugari yang satu tim dengan Nathan termasuk Lisa juga ikut. Mereka melangkah bersama menuju restoran yang ada di sebrang hotel tempat mereka menginap.

Nathan dan Erland mengobrol santai sesekali para cewek-cewek juga ikut menimpali, setelah menghabiskan makan dan minumnya Nathan langsung pamit lebih dulu ia berniat menelpon Ratu.

"Erland, aku pamit duluan ya!" ucap Nathan langsung bangkit dari kursinya.

"Kok, cepat bangat captain, baru jam 10.15 malam," protes Erland cepat.

"Aku ada urusan pribadi, kalian juga jangan telat balik, ingat pagi-pagi kita harus segera terbang lagi," peringat Nathan lalu langsung pergi.

Begitu Nathan sudah menyebarang jalan, Lisa juga ikut pamit sama teman-temannya dengan alasan ia ingin mampir ke apotek mau beli vitamin. Dan tinggallah Erland dan yang lainnya. Mereka melanjutkan nongkrongnya.

Sedangkan Nathan kini sudah di kamar hotelnya. Ia sudah tak sabar ingin mendengar suara Ratu.

Gegas ia membuka ponselnya dan mencari kontak yang ia namai Ratu dengan emoticon love di depan.

Begitu dapat ia langsung menekan tombol call, Nathan menunggu dengan perasaan.

Dag!

Dig!

Dug!

Percobaan pertama tak di angkat, "Apa Ratu sudah tidur ya?" gumam Nathan pelan.

"Coba sekali lagi lah," lanjutnya lalu kembali menekan tombol call.

Satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik belum juga di angkat, "Please! Angkat dong!" gumam Nathan penuh harap.

"Halo!" sahut Ratu di sebrang telpon.

"Halo Ratu, lagi ngapain?" tanya Nathan cepat dengan tersenyum lega.

"Lagi baca novel, ada apa nelpon?" tanya Ratu tanpa basa basi.

"Gak ada cuman pengen ngobrol aja, jam berapa tadi balik ke mansion?" tanya Nathan lembut.

"Sorean sekitar jam 5 lewat lah, pokoknya nyampek rumah habis magrib tadi," jelas Ratu.

"Oh, yang penting kamu udah di rumah, jangan telat tidur besok sekolah," pesan Nathan.

"Ia bawel!" jawab Ratu singkat.

"Kamu kapan balik ke Jakarta?" tanya Ratu.

"Besok pagi, kenapa? Kangen ya?" goda Nathan.

"Ngarep! Ya sudah, aku mau lanjut baca novel dikit lagi, habis ini langsung tidur," ujar Ratu.

"Ya sudah, met malam sayang love you," ucap Nathan lalu langsung mematikan ponselnya sambil terkekeh pelan.

Ratu yang mendengar kata sayang dari Nathan langsung salting sendiri dengan pipi bersemu merah, ia langsung senyum-senyum sendiri lalu menjawab pelan, "love you too."

Setelah menelpon Ratu, Nathan gegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya lagi, dan menganti baju tidur. Itu Memeng kebiasaan Nathan ia tidak bisa langsung tidur jika badannya terasa lengket.

Tok!

Tok!

Tok!

Terdengar ketukan pintu dari luar Nathan mempercepat bersih-bersih, lalu gegas keluar kamar mandi hanya dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya, menampilkan roti sobek yang tersusun rapi di bagian perutnya.

"Siapa sih, bertamu malam-malam, apa Erlan ya?" gumam Nathan sambil melangkah ke arah pintu. Begitu sampai ia langsung menekan gagang pintu dan membukanya.

Cklek!

Pintu terbuka Lisa dengan gaun malamnya yang super tipis, langsung menerobos masuk ke kamar Nathan tanpa permisi.

1
budak jambi
mampus km ny mikir jgn bantu adk km yg sintg itu.walau pun dia adk kl perbuatan ny salah jgn di bantu
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Yg pnting, udh ada itikad baik, niscaya, smua pny jalan ny
Uri
lanjut thor
Saya Sayekti
untuk Natan bisaka lebih tegas walaupun teman.udah biasa teman makan teman
riniasyifa: he he
total 1 replies
Bu Kus
lanjut
Nur Adam
lnjut
mami syila
luar biasa keren banget dengan alur yang mudah di ikuti
Elsa
kamu pasti bisa Nathan cepat usaha sedikit lagi
Surya
jangan percaya Kompol waniya ini liciknya minta ampun
mawar 🌹
yup bener Bahar kata kampol Arya
Zulkarnaen
lanjut kak penasaran kelanjutannya
Meggy
semoga kali ini benar-benar sadar si Lisa geram bangat dah tingkahnya itu
Elsa
semakin seru kak lanjut dong semangat ya Thor aku suka Banget sama tokoh pemeran utamanya/Drool//Drool/
Marsya
nasi dah jadi bubur Lisa
Rita
lagian ngelakuin tindak kejahatan tutup mata konsekuensi nya ,cb klo Nathan g ditolong kmu juga g bakalan nyesel yg ada mlh puas
Rita
sukurin tuman kmu
Rita
Nathan sdh beres ma mlh dapet hadiah Ratu
Marsya: nah kan ketangkap juga, makanya jadi orang jangan jahat dong, /NosePick//NosePick/
total 1 replies
Bu Kus
lanjut
Rita
pastinya lah aplg dr orang tersayang
Rita
untung sdh terlewati awas kknya lisa jadi ancaman ngga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!