Hari ini adalah hari pernikahan Elvira dengan kekasihnya. Mereka telah menjalin hubungan selama tiga tahun lamanya. Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa laki-laki yang begitu dicintai Elvira itu justru kabur hanya beberapa jam sebelum akad nikah dimulai?
Yang lebih menyakitkan, laki-laki itu kabur bersama sahabat Elvira sendiri.
Untuk mencegah rasa malu yang akan menimpa kedua keluarga akibat calon mempelai pria yang menghilang, calon kakak ipar Elvira segera maju mengambil tanggung jawab. Ia bersedia menikahi Elvira dan menggantikan posisi adiknya di pelaminan.
Bagaimana Elvira akan menjalani pernikahannya bersama kakak dari mantan kekasihnya sendiri?
Akankah pernikahan ini bertahan dalam waktu yang lama, atau hanya menjadi kisah yang berumur seumur jagung?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Q Lembayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia ada disini
Zayden membongkar semua isi lemarinya, ia mencari paspor dan segala bentuk dokumen untuk ia segera bawa pulang ke rumah. Ia benar-benar panik dan ia merasa bahwa ia harus bertemu dengan Elvira. Ia harus meminta maaf padanya, ia akan bersujud dan memohon agar Elvira mau memaafkannya dan kembali lagi ke pelukannya.
Zayden benar-benar panik saat ia mendengar bahwa Elvira menikahi laki-laki lain. Ia tidak bisa membayangkan wanita yang ia cintai akan hidup bersama orang lain selain dirinya. Sekarang ia pun menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa wanita itu.
Mendengar suara keras dari dalam kamar, Sena segera masuk ke dalam kamar sambil membawa obat dan air hangat. Akan tetapi betapa kagetnya ia saat melihat Zayden yang telah memasukkan baju ke dalam tas, seolah ia akan pergi saat itu juga.
"Zay, apa yang kamu lakukan?"
"Aku akan pergi."
"Pergi kemana?"
"Pergi menemui Elvira, kemana lagi?"
Mendengar nama wanita itu disebut sekali lagi membuat wajah Sena memucat. Ia dan Elvira adalah sahabat sejak lama, akan tetapi ia dan Elvira memiliki nasib yang buruk karena mencintai laki-laki yang sama.
Sena telah lama menyukai Zayden dan ingin dekat dengannya. Tapi Zayden ternyata lebih tertarik pada Elvira, padahal dapat dikatakan bahwa Sena justru jauh lebih dulu mengenal Zayden dibandingkan Elvira.
Saat mereka memutuskan untuk menikah, Sena merasa sangat patah hati. Akan tetapi ia tidak menyangka akan ada kesempatan untuknya memiliki Zayden. Ia membujuk Zayden untuk pergi dan meninggalkan Elvira, dan ternyata itu berhasil.
Sena dan Zayden pergi ke luar negeri dan meninggalkan Elvira seorang diri. Sena berfikir dengan kesempatan itu maka hati Zayden akan melunak padanya. Mungkin laki-laki itu dimasa depan akan jatuh cinta padanya dan melupakan Elvira.
Akan tetapi saat Sena mendengar nama Elvira sekali lagi, Sena pun menyadari bahwa Zayden tak pernah melupakan wanita itu. Zayden masih mencintai Elvira dan ingin kembali lagi bersamanya.
"Zay, ini sudah malam. Kita bicarakan lagi besok ya. Aku sudah membawakan obat dan air hangat untukmu."
"Obat, obat, obat! Aku bosan mendengarnya. Aku lelah Sena, aku ingin kembali pada Elvira. Aku merindukan nya, aku tidak bisa hidup tanpanya."
Tak lama air mata Zayden pun jatuh, laki-laki itu terlihat sangat menderita dan patah hati. Dan hal tersebut telah berhasil memukul mundur Sena secara telak. Ia memang tak bisa mengalahkan posisi Elvira di hati Zayden.
"Tapi Zay, ini sudah malam. Besok kita bicarakan lagi."
"Tidak, kali ini aku akan pulang. Aku tidak bisa membayangkan Elvira hidup bersama laki-laki lain. Aku ingin bersama Elvira lagi."
Zayden pun mengambil tas miliknya dan segera keluar dari ruangan itu. Ia tidak bisa menahan satu detik pun dan ingin segera pulang. Akan tetapi Sena segera menghalanginya.
"Zayden!"
Suara mereka sangat keras dan keributan tidak bisa dihindarkan, hingga membuat beberapa kamar yang berada di sebelah mereka merasa terganggu.
Elvira yang yang sedang tidur pun ikut merasa terganggu. Matanya perlahan mulai terbuka dan wajahnya menjadi sedikit cemberut. Baru tadi pagi ia memuji tempat ini karena tidak berisik, tapi sekarang sepertinya tidak begitu. Orang-orang di kamar sebelahnya sangat ribut dan sepertinya sedang berkelahi.
Elvira pun menatap ke arah suaminya yang masih tertidur pulas. Hal tersebut membuat Elvira merasa tidak tega membangunkannya.
Elvira akhirnya bangun dan mengenakan pakaiannya. Ia ingin melihat siapa yang membuat keributan di luar, ia ingin menegurnya karena telah mengganggu istirahat suami dan anaknya.
Di luar ruangan Sena dan Zayden saling tarik menarik. Zayden ingin terlepas dari Sena, akan tetapi wanita itu tidak mau melepaskannya.
"Sena!"
Bahkan ketika melihat Zayden marah, itu tidak mengendurkan keputusan Sena untuk membuat Zayden tetap bersamanya. Ia tidak mau Zayden kembali pada Elvira. Jika Elvira menikah dengan laki-laki lain, maka itu sangat bagus. Maka Zayden akan menjadi miliknya seorang. Katakanlah bahwa ia egois, tapi ia benar-benar tidak bisa melepaskan Zayden lagi. Ia ingin hidup bersama Zayden selamanya.
"Zay, kenapa kamu hanya memikirkan Elvira. Kenapa kamu tidak memikirkan perasaan ku juga. Aku meninggalkan keluarga ku untukmu dan tinggal bersamamu di sini. Aku mengkhianati sahabatku sendiri untuk bisa bersamamu. Kenapa kamu tidak bisa menghargainya? Tolong Zay, tinggallah bersamaku dan lupakan Elvira."
Akan tetapi Zayden sepertinya sudah bertekad untuk meninggalkan Sena dan kembali pada Elvira. Ia sama sekali tidak bisa membalas perasaan Sena untuknya.
"Maafkan aku, tapi aku sangat mencintai Elvira. Aku benar-benar tidak bisa melihatnya bersama laki-laki lain."
Mendengar hal itu Sena pun menangis tersedu-sedu. Ia sangat mencintai Zayden hingga dapat merelakan apa saja untuknya. Tapi sekeras apapun ia berusaha, Zayden tak bisa berpaling padanya.
Melihat Sena menangis, Zayden pun sedikit melunak. Ia memeluk Sena dan membiarkan wanita itu menangis di pelukannya. Akan tetapi keduanya tak memperhatikan bahwa ada orang lain yang melihat adegan mesra itu.
Elvira tak pernah menyangka bahwa orang yang paling ia hindari justru berada sangat dekat dengannya. Ia pikir orang yang membuat keributan diluar kamarnya adalah orang asing, namun ternyata ia salah. Orang itu adalah Zayden dan Sena, mantan kekasih dan juga mantan sahabat karibnya.
Ia ingat Zayden meninggalkannya pada hari pernikahan dan pergi bersama Sena ke luar negeri. Mereka bahkan tidak meninggalkan penjelasan apapun padanya, kecuali teks singkat dengan tulisan maaf dari Zayden.
Sekarang ia pun mengerti bahwa keduanya ternyata memiliki hubungan yang spesial. Zayden dan Sena memiliki hubungan dibelakang punggungnya, dan hal tersebut telah berhasil membuat Elvira patah hati sekali lagi.
Ia mungkin mulai membuka hati pada Ivan, tapi itu tidak bisa membuat Elvira lantas melupakan rasa sakit yang telah ditorehkan Sena dan Zayden padanya. Ia benar-benar merasa sakit hati, apalagi itu dilakukan oleh dua orang yang paling ia percayai dan sayangi.
Elvira pun segera menutup pintu dengan berderai air mata. Dadanya sedikit sesak dan ia kesulitan bernafas. Tangisnya terdengar menyakitkan hingga membuat Ivan terbangun dari tidurnya.
Ivan yang melihat istrinya menangis tersedu-sedu pun langsung bangun dan menghampiri Elvira.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis? Siapa yang menyakiti mu?" tanya Ivan panik.
Akan tetapi Elvira terus menangis dalam pelukan Ivan dan enggan bersuara. Ivan bahkan harus mengambil air putih untuk membuat istrinya menjadi lebih tenang.
"Sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu menangis."
Setelah bungkam cukup lama, akhirnya Elvira pun bersuara. Ia berusaha menjadi lebih tenang dan menatap ke arah sang suami dengan mata yang sedikit sembab.
"Van, Zayden ada disini."
unruk menuju kebahagian yg tiada tara ...sampai menua bersama ,
lanjut