Bunga adalah gadis cantik berusia 21 tahun yang sudah menceburkan dirinya kedunia hitam selama 1tahun terakhir dia melakukan ini karena ibunya yang tengah berbaring koma karena kecelakaan, dia tidak punya pilihan lain selain menjadi seorang kupu-kupu malam dia harus membiayai ibunya yang sakit dan juga adiknya yang masih duduk di bangku sekolah Dasar. Semua ini dia lakukan demi keluarga nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Bunga segera merubah topik pembicaraan tentang nafkah menjadi pekerjaan "Oh ya kak apa kau sudah menerima nama klien malam ini " Tanya Bunga.
Sebenarnya Bara ingin meneruskan topik pembicaraan mereka dan membahas tentang perasaan Bara namun apa daya Bunga sudah mulai membicarakan pekerjaan Bara tau Bunga serius tentang itu. "Tentu saja namun pelanggan kedua sebaiknya kau tidak menemuinya seperti nya dia menggunakan nama samaran aku sama sekali tidak menemukan apapun tentang dia" Jelas Bara yang curiga tentang identitas pelanggan kedua Bunga.
"Benarkah tapi kak mami sudah menerimanya mungkin dia orang yang berpengaruh jadi menyembunyikan identitas nya, dulu juga pernah terjadi bukan" Ucap Bunga yang seperti nya tidak curiga sama sekali karena sebelumnya dia juga pernah mendapat klien seperti itu juga.
Bara sejenak berpikir memang benar mereka pernah mendapatkan klien seperti ini tapi karena mereka kekurangan informasi waktu itu Bunga cukup kesulitan untuk memuaskan klien itu untung saja Bunga cerdas dan mampu memuaskan nya tanpa merenggut kesucian nya. "Tapi itu merepotkan Bunga" Bara masih khawatir dengan resikonya tidak tau kebiasaan klien kesukaan dan informasi pribadi nya itu sangat menyulitkan Bunga.
Bunga mengangguk dia ingat betapa sulitnya jika dirinya tidak tau kesukaan klien "Tapi kak aku sudah susah payah membujuk mami untuk memberiku dua klien saja jika aku mengecewakan nya mungkin akan terjadi masalah kau tau betapa kejamnya mami kan" Bunga menjelaskan kekhawatiran nya memang benar sulit untuk menyakinkan mami Laura jika Bunga mengecewakan nya itu akan menjadi masalah besar Mami Laura tidak suka kegagalan.
"Jika itu keputusan mu baiklah aku tak masalah aku akan menjagamu dengan ekstra saat melayani klien kedua ini" Bara seperti nya sangat khawatir.
"Terimakasih kak aku mengandalkan mu " Bunga tersenyum dengan manis membuat Bara tanpa sadar ikut tersenyum terbawa suasana hangat yang Bunga berikan.
Bunga dan Bara membicarakan tentang strategi kerja nanti malam hingga lupa waktu, Bunga melihat jam "Gawat sudah waktunya menjemput Rose"
Bara segera berdiri dan duduknya dan menarik Bunga untuk mengikuti nya "Ayo aku akan mengantarmu menjemput Rose" Ucap Bara sembari berjalan.
"Tunggu dulu kak, aku dan Rose berencana untuk menjemput ibu apa tidak apa-apa kak Bara mengantarkan kami"
Bara tersenyum melihat kearah Bunga "Tidak masalah apa kau lupa aku sudah seratus persen menjadi bodyguard mu mengantar dan menjaga keamanan mu adalah tugas ku " Bara menggenggam tangan Bunga membuat Bunga tiba-tiba merasa senang dan memandang punggung kekar milik Bara yang membuatnya merasa nyaman dan Aman, Bunga sangat bersyukur ke pada mami yang dulu memilih Bara yang mengantarkan sertifikat rumah nya jika itu bukan Bara mungkin Bunga tidak akan bisa mengenal Bara.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil Bara seperti biasa Bara dengan sigap membantu Bunga memakai sabuk pengaman Bara dan Bunga kini berada sangat dekat deg.. deg.. deg.. Suara jantung yang terdengar sangat kencang 'Jantung diamlah dia bisa mendengar suara mu jika kau berdetak sebegini kencang' Ucap Bara dalam hati yang semakin kesini dia semakin menyadari perasaan nya terhadap Bunga namun Bara belum bisa mengatakan nya dengan lantang.
Bara melajukan mobilnya dengan santai kalau bisa dia ingin menikmati waktu berdua nya dengan Bunga dengan sangat lama, namun sayangnya tanpa dia sadari dia sudah berada di depan gerbang sekolahan Rose.
Rose juga sudah keluar dia sudah menunggu cukup lama saat kakaknya keluar dari mobil Bara Rose segera menghampiri kakaknya "Kak kita ke rumah sakit dengan kak Bara? " Tanya Rose sembari memeluk kakaknya.
Bara yang mendengar pertanyaan Rose kemudian menunjukan kepalanya "Apakah Rose keberatan? " Tanya Bara yang mendapat celengan kepala dari Rose.
"Tidak tidak sama sekali Rose malah senang tidak harus panas-panas naik motor kalau sama kak Bara hehe" Gadis itu terkekeh membuat kakaknya mencubit pipi gembul nya. "Auu kakak sakit" Rose mengusap pipinya yang baru di cubit kakaknya itu.
"Sudah ayo masuk nanti putri kecil ini kepanasan" Ledek Bunga yang membuat Rose memperlihatkan gigi rapinya.
Bara kembali melakukan mobilnya ketika Rose dan Bunga sudah berada di tempat duduknya "Kak bisakah kita berhenti sebentar ke toko Bunga itu" Ucap Bunga yang mendapat respon dari Rose yang antusias.
"Benar kak Bara bisakah kita berhenti Rose akan membeli Bunga untuk ibu agar ibu semangat dan segera bangun" Ucap gadis kecil yang polos yang merindukan ibunya itu.
Bara segera menghentikan mobilnya tepat di depan toko Bunga "Kita sudah sampai" Ucap Bara
Seketika Rose turun terlebih dahulu meninggalkan Bunga dan Bara yang juga ikut turun, Rose tengah sibuk memilih Bunga untuk ibunya Rose tidak banyak mengerti arti Bunga yang dia tau hanya Bunga mawar merah itu bagus seperti namanya dia akhirnya memilih itu "Ini saja kak bantu aku merangkai nya" Ucap Rose pada kakak penjaga toko bunga itu.
"Kau memilih itu Rose pilihan yang bagus" Ucap Bunga memuji adiknya.
Setelah mendapatkan bunga Rose dan Bunga kembali terlebih dahulu ke mobil meninggalkan Bara yang juga ingin memberikan bunga kepada ibunya Rose, Bara sudah memilih dia kembali dengan satu buket bunga matahari namun anehnya ada satu tangkai mawar yang terselip di sana sampai tiba di mobil dan duduk di samping Bunga bara memberikan bunga mawar yang terselip di sekitar bunga matahari "Untuk mu" Ucap Bara membuat Bunga menatap bunga mawar itu.
Bunga awalnya bingung namun melihat Bara yang menyodorkan mawar itu akhirnya menerimanya "Kenapa memberikannya pada ku" Tanya Bunga menatap Bara.
Namun Bara malah asal menjawab "Akhh aku mendapatkan bonus karena membeli buket bunga matahari terakhir hari ini" Jawaban asal Bara itu benar-benar tidak sesuai dengan ekspetasi Bunga 'Apa yang ku katakan' setelah mengatakan itu Bara menyesali perkataan nya.
"ah begitu terimakasih kak" Ucap Bunga sedikit lesu 'Jawaban apa yang kau harapkan Bunga' Ucap Bunga dalam diamnya menatap jalan yang masih belum bergerak.
Mobil akhirnya di laju-kan saat ini mobil Bara sudah sampai di parkiran rumah sakit Rose segera turun dan berlari menuju ke ruangan ibu nya "Kak kau temani Rose dulu aku ingin menanyakan perkembangan ibu ke ruangan dokter" Ucap Bunga yang sudah hampir satu minggu belum menemui dokter, Bunga biasanya berkunjung tidak lama dan tidak sempat bertemu dokter yang merawat ibunya.
"Aku mengerti " Bunga berjalan ke ruangan dokter sedangkan Bara dan Rose masuk ke ruangan ibunya.
Namun saat Bunga mengetuk pintu dan melihat ke dalam tiba-tiba perawat muncul "Nona Bunga apa kau mencari dokter? " Tanya perawat itu.
"Ah iya sus mumpung bisa berkunjung lama aku ingin menanyakan keadaan ibu" Ucap Bunga menjelaskan.
"Dokter sedang ada di lorong sebelah sedang bertemu keluarga pasien" Jelas perawat
"Ah begitu terimakasih atas informasinya sus"
"Iya Nona saya permisi dulu" Ucap perawat yang seperti nya sedang sibuk akan mengantar obat untuk pasiennya.
Bunga yang tidak sabar bertemu dengan dokter kemudian menelusuri lorong VVIP yang di beritahu perawat itu Bunga melihat-lihat tidak ada orang yang di rawat di ruangan ruangan itu hanya ada satu ruangan yang terdengar ada suara karena penasaran Bunga melihat di jendela tiba-tiba perasan takut menjalar ke arah Bunga ketika dia melihat punggung yang tidak asing untuk nya "Pu punggung itu" Ucap Bunga yang segera menyembunyikan dirinya di balik pintu Bunga enggan menatap jendela itu lagi.
karena semakin mereka bersama udah di pastikan dikta ngk kan lepasin
bunga... harusnya kau paham tuan mu
tepat sekali willl 😂
Masa lalu cukup untuk di kenang.
masa depan harus di jalani..
Sabarr bungaa
semprot pake Baygon.. kelarr🤣🤣
dan yg bucin yg yg udah merengut kesucian muu.. lihat aja ntarr🤣
Nikahin sekalian bunga jgn cuma kau jadikan ibu kontrak.. apa LG kau tak sembarangan bisa menyentuh wanita
tepat sekali mikk km nebakk
sekarang aja dia udah kelihatan posesif pada mu
Bisa jd km jadi miliknya selamanya
ehh selama othorr mauu🤣🤣🤣
anak siapa sihh Dikta nihhh sbnernyaa... kok galaknya keturunan Aditama pemaksaan pula🤣🤣🤣🤣
bekas itu tak kan hilang
Takdir kadang memang kejam.. tp pasti ada hal yg akan but km bahagia meski dg cara ygtak kau duga bungaa
wahh tepat sekali wanita itu adalah diaa.. dan jangan berani megusikk dia dan Dikta..
kau bisa aja membunuhh bunga dengan amarahmu.. dan yg ada km ngk kan dapat keturunan... Kau harus kuat bungaa.. 🥺
Semoga km bisa menjaga bunga walau awalnya dengan paksaaann dik.. jika km dah tau seluk beluk nasip bungaa🙁
minta di nikahin dulu bungaa.. jd km sah jadi istri.. jadi km ngk ternoda di luar pernikahan..
Mugkin ini jalan yg harus km lalui untuk kebahagiaan yg tertunda.. sabarrr bungaa
bukan tandingan mu bara dia nihhh
Betull tuhhh bucinn.. akutt pasti nantii
🤣
mugkin kahh itu Dikta 🤔