Hai Readers, Untuk kalian yang baru bergabung saya sarankan untuk membaca Season 1 dari kisah Eric ya! agar memahami alur cerita yang ada di Season 2 ini.
Adapun Season 1 ada di profil saya ya!
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nemonia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Jordan dan lisda terkejut mendengar itu, dan mereka berdua bertanya bersamaan," Apakah itu benar?"
Lyra mengangguk dan berkata, " Sangat benar. Bukan hanya itu, tetapi adiknya nambrud yang bernama jons itu memanggil nambrud datang menghampiri Eric untuk membalas dendam!"
Jordan dan lisda saling memandang dengan ketidak percayaan," Lalu apa yang terjadi selanjutnya dengan kalian?"
Lyra berkata dengan penuh semangat," Ketika nambrud datang menemui Eric, tetapi siapa sangka kalo dia langsung mendapat tamparan keras dari Eric. Dan nambrud kemudian bersujud meminta maaf kepada Eric. Bukan hanya itu, nambrud juga memukuli adiknya jons hampir saja mati karena sudah berani memprovokasi Eric. Aku tidak tau Sepesifik nya, mungkin saja nambrud adalah bawahan dari Eric."
Lisda dan Jordan saling memandang dan masih dalam ketidakpercayaan dengan kata-kata Lyra.
"Apakah kamu sedang membual tentang pengalaman kencan kalian berdua?" Tanya Jordan.
Lyra mendengar itu mukanya menjadi cemberut, dan dia buru-buru berkata, " Terserah kalian berdua percaya atau tidak. Yang penting aku sudah mengatakan yang sebenarnya."
Setelah mengatakan itu, Lyra langsung berbalik menuju kamar nya.
Jordan yang melihat Lyra mau pergi buru-buru berkata, " Kamu jangan pergi dulu, aku dan ibumu belum mendengar semuanya pengalaman kencan kalian berdua. "
Lyra melambaikan tangannya dan berkata dengan dingin," Tidak perlu,lupakan saja. Lagi pula kalian berdua tidak mempercayai perkataan ku. "
Jordan buru-buru berkata, "Tidak, kami berdua sangat percaya dengan perkataan mu!"
Lyra melambaikan tangannya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Lupakan saja. Aku mau masuk kamar beristirahat."
Setelah mengatakan itu, Lyra kemudian langsung memasuki kamarnya.
Jordan dan lisda hanya bisa saling memandang karena gagal mendapatkan informasi kencan Lyra.
---
Eric saat ini sedang dalam perjalanan pulang setelah dia tadi mengantar Lyra.
Tetapi di perjalanan pulang, dia mendapatkan pesan dari Lyra, [ Eric, Terima kasih untuk waktunya hari ini. Aku sangat senang bisa berjalan-jalan bersamamu!"
Eric membuka pesan itu dan tersenyum melihat nya, lalu Eric buru-buru membalasnya, [iya sama-sama. Tetapi aku benar-benar minta maaf dengan kejadian sebelumnya. Aku benar-benar tidak sengaja dan tanpa sadar melakukan hal itu kepadamu.]
Lyra membaca pesan dari Eric merasa sangat lucu melihat Eric meminta maaf terus, padahal Lyra juga sangat bahagia ketika mendapatkan ciuman dari Eric. Cuman Lyra gengsi menampakkan kebahagiaan nya didepan Eric.
Lyra buru-buru membalasnya, [ dasar bodoh. Kamu tidak perlu meminta maaf lagi tentang masalah itu. Bagaimanapun akulah yang bersalah dengan kejadian itu, aku yang memilih film itu untuk kita tonton. Dan karena film itu juga kita berdua terbawa suasana."
Eric membaca pesan dari Lyra itu merasa lega sekarang, [Terima kasih ya sudah memaafkan ku.]
Lyra membalas, [iya sama-sama. Apakah kamu sudah sampai villamu?"
Eric membalas, [ini lagi perjalanan pulang setelah mengantarkan mu tadi,]
Lyra membalas, [oo.., kalo begitu hati-hati. Selamat malam! ] diakhir dengan emot love.
Setelah membaca pesan Lyra tadi, Eric langsung tancap gas buru-buru pulang.
Tak memakan waktu lama, Eric akhirnya tiba di villa nya.
Eric kemudian memarkir mobilnya dan keluar, tetapi Eric terkejut melihat sebuah mobil mercedes benz terparkir dihalaman villa nya.
Eric kemudian buru menghampiri mobil itu yang berada di dekat pintu masuk villa nya.
"Hai kak Eric selamat malam.."
Eric mendengar suara itu dan buru-buru mencarinya, "Sara? Untuk apa kamu disini malam-malam?"
Sara tersenyum lembut menatap Eric dan berkata, " Kak Eric tidak keberatan kan jika aku menginap malam ini di villa kak Eric?"
Eric terkejut mendengar suara mengatakan kalo dia ingin bermalam di villa ini. Lalu Eric buru-buru berkata, "Untuk apa kamu bermalam menginap di villa ku?"
Sara mengigit bibirnya dan berkata dengan malu-malu," Supaya aku bisa lebih dekat dan mengenal pribadi kak Eric! "
Eric menyerngit mendengar itu, lalu buru-buru berkata, " Untuk apa kamu melakukan itu?'
Sara berkata dengan muka cemberut," Untuk apalagi kalo bukan mengenal kak Eric lebih dekat. Kan kan Eric calon suami aku?"
Eric mendengar itu buru-buru melambaikan tangannya, "tidak.. Tidak.. Tidak.. Kamu sekarang adalah adikku. Aku sudah menganggap ayahmu sebagai pamanku.."
Sara berkata tanpa ragu-ragu," Siapa bilang kita tidak boleh menikah. Sekalipun kak Eric menganggap ku adik, tetapi kita berdua tidak memiliki hubungan sedarah. Jadi kita berdua masih boleh memiliki hubungan lebih. "
Eric benar-benar bingung dengan sara, sungguh benar-benar idiot anak ini. ' ucap Eric dalam hati memaki sara.
Eric buru-buru bertanya dengan dingin," apakah ayahmu memaksamu untuk mendekatiku lagi?"
Sara menggelengkan kepalanya, " Tidak. Ayahku tidak ada hubungannya dengan ini. Aku yang mau mendekati kak Eric sekarang."
Eric menatap sara dengan tajam, " Mengapa kamu mau mendekati ku?"
Muka sara memerah malu karena mendengar ini, lalu dia buru-buru berkata, " Aku kan sudah bilang, aku mendekati kak Eric untuk mengenal pribadi kak Eric. Kan kak Eric calon suami ku dimasa depan?"
Mendengar itu Eric melambaikan tangan, Cukup. Jangan mengatakan itu lagi,"
Setelah mengatakan itu, Eric mengeluarkan ponsel miliknya dan mengirimi Frank pesan singkat, [Frank, cepat datang ke villa ku. Sara benar-benar gila, dia tidak mau pergi dari villa ku. Cepat kesini dan bawa sara pulang,]
Frank langsung membalas pesan dari Eric, [ hah benarkah? Oke! Tunggu disana tuan, aku akan segera tiba.]
Setelah memberikan pesan singkat kepada Frank, Eric kemudian memasukkan ponselnya kembali.
"Ayo kak kita masuk, Aku sudah lama disini menunggu kak Eric pulang. aku sudah tidak tahan lagi berdiri disini. " Gumam sara.
Eric menggelengkan kepalanya dengan ketidakberdayaan, "Kamu benar-benar gadis idiot!" Ucap Eric dengan kesal.
"Kak Eric mengatakan ku idiot?" Tanya sara dengan cemberut.
Eric menganggu menatap sara lalu berkata, " Apakah kamu masih waras atau benar-benar sudah hilang akal?"
Mendengar itu, sara tertawa kecil," Untung saja kak Eric yang mengatakan itu. Jika orang lain mengatakan itu, mungkin aku sudah menjahit mulutnya."
Eric menatap sara dengan tajam," Ayahmu sudah melarang mu mengejar ku. Lalu apa motivasi kamu ingin melakukan hal ini?"
Sara menggelengkan kepalanya dan berkata, " Entahlah!"
Eric buru-buru bertanya, " Lalu kenapa kamu melakukannya jika tanpa alasan?"
Sara menggelengkan kepala dan berkata, " Entahlah, tapi aku hanya ingin kak Eric menjadi suamiku dimasa depan."
Eric berkata dengan dingin," Kenapa harus aku? Banyak laki-laki sana! " yang lebih baik dariku diluar
Sara menggelengkan kepalanya lalu berkata, " Kak Eric berbeda dengan mereka semua dan laki-laki yang pernah aku temui."
"Apa bedanya aku dengan mereka? Bukankah aku dengan mereka sama saja?" Tanya Eric kebingungan.
Sara berkata dengan muka cemberut, " Kak Eric pernah menolak ku, sedangkan mereka semua yang mengejar ku. Itu yang membedakan kak Eric dengan mereka. "
"Hanya karena itu kamu melakukan hal seperti ini sampai sekarang?" Tanya Eric dengan sedikit kesal.
Sara mengangguk, "Iya. "
"Oke! Kalo begitu aku akan menyuruh banyak laki besok menolak mu supaya kamu mengejar mereka. "Gumam Eric dengan putus asa.
Sara tersenyum kecut dan berkata, "percuma, aku hanya tertarik dengan kak Eric bukan mereka."
saat baru ketemu mereka saling balas mencium.
kok sekarang tiba² gitu..
konyol.. konyol..😄