NovelToon NovelToon
Korban Perasaan

Korban Perasaan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: dewi afrilianti

Drama percintaan seorang wanita yang begitu diharapkan orangtuanya untuk segera menikah. Disaat hari lamarannya akan tiba, justru ia di putuskan sang kekasih hati. Dengan mental yang berantakan, ia pun menata dengan sebaik-baiknya agar kabar yang tak enak itu tidak melukai hati orangtuanya yang sudah kepalang bahagia dengan berita pernikahan yang digembar-gemborkan oleh anak perempuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi afrilianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Kisah

Shena memutuskan untuk berkarir di Jakarta saja dengan tujuan agar bisa berdekatan terus dengan Dior. Lelaki yang cintanya mungkin sudah memudar untuk Shena tapi akan ia usahakan lagi supaya Dior kembali mencintainya.

Perjuangan Shena tidak sia-sia, ia bahkan bisa merasakan kalau Dior masih seperti dulu. Pria itu masih mencintainya. Akan tetapi, keyakinan Shena semakin hari semakin menyusut karena setelah mereka menghabiskan waktu dirumah Dior, Shena sudah tidak pernah mendapat balasan chat lagi dari Dior. Padahal sikap Dior waktu itu biasa-biasa saja tidak ada yang mencurigakan. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba berubah. Hal itu membuat Shena mengikuti Dior secara diam-diam selama beberapa hari. Sampai muncul rasa penasaran mengapa Dior sering kedapatan menyambangi apartemen K*****ng. Siapakah kiranya orang yang Dior temui disana?

Shena

"Vik, lo tau gak Dior lagi dimana sekarang?"

Viktor

"Paling di apartemen K*****ng"

Shena

"Ok thanks"

"Lah, kenapa gue kasih tau ya? Kan Dior lagi mau bujuk cewenya" Sesal Viktor karena sudah keceplosan bilang ke Shena.

◇◇◇

Ditempat berbeda...

Dior menunda pergi ke apartemen Airish karena masih ada urusan di rumah sakit. Sepulang dari rumah sakit nanti ia akan segera menemui Airish karena tak sanggup jika diam-diaman lama dengan wanita itu.

Di apartemen Airish...

Airish baru selesai memandikan kucing kesayangannya. Sembari bersenandung ia mengelap dan menyeka bagian tubuh kucingnya dengan handuk kecil. Lalu setelah itu Oom di jemur depan kaca jendela sambil diberi makan biar tidak kemana-mana.

Tok tok tok

Airish meninggalkan Oom lalu bergegas membuka pintu. Airish sangat terkejut mendapati Shena tengah berdiri depan pintu apartemennya.

"Shena" Gumam Airish.

"Kamu?" Shena nampak terkejut. Tapi kemudian ia berjalan dengan angkuh nyelonong masuk ke dalam apartemen Airish.

"Aku punya urusan yang harus diselesaikan sama kamu" Ujarnya.

Airish menutup pintu kemudian berjalan ke hadapan Shena. Ia tak takut jika dilabrak oleh wanita ini. Karena ia tahu dirinya tak bersalah.

"Ada hubungan apa lo sama Dior?" Tanya Shena.

"Entah apa sebutannya, yang jelas Dior sepertinya nyaman terus main kesini" Jawab Airish.

Plak

Shena menampar pipi Airish.

"Ternyata selera Dior cewek rendahan kaya lo"

Plak

Airish membalas tamparan keras Shena.

"Terserah apa kata lo, yang jelas gue gak main kuda-kudaan kaya lo. Cih"

Shena terbelalak, Nj*r darimana jal*ng ini tahu, batinnya.

Shena menjambak rambut Airish. "Jauhi Dior, dia milik gue. Sedangkan lo gak layak buat dia"

"Hahaha, kalo gue gak layak buat dia APALAGI ELO" Sindir Airish.

Shena mendorong tubuh Airish sampai terjatuh ke sofa. Kemudian Shena menghimpit tubuh Airish dan menampar pipinya berkali-kali sampai tergores oleh kuku panjangnya. Airish tak tinggal diam. Ia membalas perbuatan Shena walau dalam posisi tidak menguntungkan sekalipun. Namun ia berhasil menjatuhkan tubuh Shena ke lantai. Pergulatan keduanya terhenti saat mendengar ketukan di pintu.

"Itu pasti Dior. Lo atau gue yang bukain?" Seru Airish seraya menyeka darah di pipinya akibat cakaran kuku panjang Shena.

Tanpa menjawab, Shena berjalan membuka pintu.

Cklek

"Astaghfirullah" Ucap Dior terpaku ditempat setelah melihat kondisi Shena.

"Shena? Kamu kenapa?" Tanya Dior kaget sekaligus heran mengapa Shena ada disini dan mengapa kondisinya seperti korban kerusuhan. Banyak luka-luka diwajah dan lengannya.

"Masuk aja dulu" Timpal Shena.

Baru juga melangkah sejengkal, Dior sudah dikagetkan lagi dengan kondisi Airish yang lebih parah. Luka goresan diwajahnya tampak dalam dan berdarah.

"Kalian ini kenapa?" Tanya Dior dengan tegas melihat ke Shena, lalu ke Airish.

"Kamu bilang kenapa? Ya semua ini gara-gara kamu. Sebagai laki-laki kamu tidak tegas menginginkan yang mana. Sikap kamu seolah meginginkan keduanya. Wanita mana yang bisa terima diperlakukan seperti itu. Sekarang, mumpung kamu sudah disini, cepat katakan! Kamu pilih Shena atau aku?" Airish menyambar pertanyaan Dior.

"Dior, kita sudah pacaran lama. Kita sudah mengenal keluarga satu sama lain. Apalagi yang harus dipikirin, keluarga kita bahkan sangat setuju dengan hubungan kita" Bujuk rayu Shena merangkul lengan Dior.

"Heh, jangan ngerayu-rayu. Tadi lo bilang gue murahan, kenyataannya...-"

"Apa lo? Gue tahu Dior belum bisa melupakan gue. Hubungan gue sama Dior itu jauh lebih lama dibanding sama lo. Jadi pelarian jangan kepedean" Balas Shena yang kemudian rangkulannya di tepis oleh Dior.

"Iya, memang betul gue cuma pelarian tapi gue udah usir pria ini untuk jauh-jauh dari gue. Sayangnya, hari ini dia kesini lagi. Dari situ aja lo udah ngerti kaaan?" Cecar Airish.

Shena baru buka mulut mau mencecar balik Airish tapi keburu dibungkam oleh suara bariton milik Dior.

"Stop! Jangan pada berantem. Aku gak nyangka perempuan yang masuk ke kehidupan aku pada bar-bar semua. Kalo kalian masih mau lanjut kita ke ring aja sekalian"

Shena dan Airish saling menyeringai. Keduanya berperang lewat tatap mata. Dior meminta keduanya untuk duduk.

"Dior, gue gak masalah lo kesini, tapi dia..." Tunjuk Airish dengan ekor matanya ke arah Shena.

"Apa? Lo ngusir gue?" Bentak Shena.

"Shena diam, apartemen ini punya Airish. Jadi dia berhak ngusir siapapun" Tegas Dior.

Shena menggerutu, sedangkan Airish merasa senang karena di bela.

"Oke, gue sekarang akan bersikap tegas ke kalian. Gue akan putuskan untuk pilih yang mana. Tapi, gue harap kalian gak melanjutkan kericuhan yang terjadi sebelum kedatangan gue kesini"

Airish dan Shena patuh mendengarkan pidato Dior. Mereka bersiap-siap untuk mengetahui wanita mana yang jadi pilihannya.

"Shena" Ucap Dior.

Shena langsung berjingkrak heboh. Sedangkan Airish mengumpat dengan tanpa suara.

"Tuh dengar. Orang baru akan kalah sama orang lama"

"Aku pilih kamu, untuk pergi jauh dari hidup aku karena bayang-bayang pengkhianatan kamu itu susah untuk aku terima. Apalagi kamu sampai berbuat tak senonoh depan mata aku sendiri. Dan Airish, dia tidak bersalah. Dia hanya tidak tahu bagaimana rumitnya hubungan kita. Aku pikir setelah memergoki kamu waktu itu, hubungan kita berdua sudah resmi putus. Ternyata tidak, kamu wanita yang tidak peka. Sudah jelas kamu yang bersalah, masih saja beranggapan hubungan kita masih lanjut. Harusnya kamu pikir sendiri, sudah kepergok begitu mana mungkin aku masih mau" Lanjut Dior.

Keadaan pun berbalik. Airish tersenyum sombong sedangkan Shena dengan mata membesar tak bisa lagi membalas ucapan menohok Dior padanya.

"Menunggang kuda, maksud kamu?" Sahut Airish.

Shena menampar Airish lagi karena kalimat itu.

"Lo kenapa nampar gue terus? Lo tuh kenapa gak terima kenyataan sih? Kalo murahan ya murahan aja" Ketus Airish.

Shena bergegas pergi, namun sebelum sampai pintu ia sempat memecahkan vas bunga di lemari kaca.

"Woi, jangan rese' lu. Ngeberantakin doang tapi gak bayar sewa" Teriak Airish kesal berniat menyusul Shena.

Dior menarik tangannya agar tetap tenang. "Sssttt udah udah. Nanti aku ganti, aku beresin! Udah, tenang!"

"Kelewatan banget dia, bisa-bisanya mecahin vas bunga aku" Geram Airish.

"Yang penting kan sekarang kamu udah memenangkan hati aku. Harusnya kamu bahagia dong"

"Harusnya, tapi lihat nih. Pipi aku cenat-cenut. Gila tuh cewek, udah nampar nyakar lagi"

Dior mengobati luka-luka dipipi dan sekujur tubuh Airish. Ada banyak cakaran di sekitaran punggungnya. Lalu bagian siku dan lutut memar-memar. Dior sampai geleng-geleng kepala dengan kelakuan dua wanita tadi.

◇◇◇

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Tiga bulan setelah kejadian luka-luka, Airish dan Dior resmi menikah. Keduanya melangsungkan resepsi pernikahan secara megah di Jambi sesuai kesepakatan keluarga besar dari kedua belah pihak.

"Selamat ya, Bro. Akhirnya nikah juga" Ucap Viktor sembari menyalami sepasang pengantin baru itu.

Malam harinya adalah malam yang ditunggu-tunggu setiap pengantin terutama pengantin pria. Dior sudah standby dikamar pengantin menunggui sang istri yang ternyata sedang asik bercengkrama dengan keluarga besarnya di restoran hotel tempat mereka melangsungkan acara pernikahan.

Cklek

Wajah Airish muncul dibalik pintu saat Dior sudah hampir tertidur. "Darimana aja sih? Ditungguin lama banget gak datang-datang" Protesnya pada Airish.

"Ngurusin Oom (kucing), dia seharian gak ketemu aku kan kasihan"

"Oom terus yang diurusin, aku kapan?"

"Ih, apaan sih" Sahut Airish cuek.

Dior mengulurkan sebuah pakian tipis yang biasa disebut Ling*rie. Airish dengan jantung berdebar-debar tapi senang tentu langsung menuruti kemauan suaminya. Ia masuk ke kamar mandi untuk melepaskan pakaiannya.

Setelah pakaian haram nan halal itu terpasang ditubuhnya, Airish pun menghampiri sang suami yang sudah tak sabar menunggu.

"Ehem" Goda Airish saat baru saja keluar dari kamar mandi.

"Aaa, sini" Pinta Dior manja seraya menepuk sisi tempat tidur.

Airish berjalan dengan gerakan menggoda berbaring di samping Dior. Lelaki itu langsung berjingkat naik ke atas tub*h Airish dan menci*m seluruh bagian wajah istrinya. Sedangkan tangannya bergerak aktif menyentuh bagian-bagian sensitif istrinya. Dan sebelum masuk ke inti permainan, Dior membuka Linger*e yang Airish pakai. Gundukan berpuncak coklat muda itu yang pertama kali menyita perhatiannya.

"Hai, Bro? Lama gak keliatan" Ucapnya berbicara pada pay*dara istrinya.

Tak lama setelah itu...

Blas, seluruh tub*h Airish berhasil dikuasai dan dilumpuhkan oleh Dior. Sudah lama lelaki itu tak bersua dengan gunung kembar milik Airish, dan sekarang bertemu lagi di suasana yang lebih seru.

1
Syifaa
Cahyo kayak nya buaya nihh HAHA
jangan lupa mampir ya Thor
Lina Zascia Amandia
Kemana aja Kak Dewi, hiatus lama ya. Dulu kita pernah saling kunjung..... dan skrg aktif lagi ya.....
Oh Dewi
wah makasih banget yaa😊😁
Tetik Saputri
mampir juga, terimakasih sudah mampir di novelku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!