Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.
Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.
Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.
Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.
Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 30 : Poin Tertinggi
Beberapa waktu kemudian...
"Huftt, akhirnya keluar juga..."
Terlihat Zen yang sudah berada di pinggiran hutan dan akan keluar dari hutan besar cakrawala.
Dan sesaat kemudian, Zen pun keluar dan melihat kalau sudah banyak murid lain yang telah tiba di lokasi itu. Saat Zen menampakkan dirinya, ia tiba-tiba menjadi pusat perhatian.
'Hm? Kenapa mereka melihatku seperti itu?'
Zen pun menghiraukan mereka dan menuju ke lokasi para guru dan menyerahkan hasil ujiannya.
"Pak Klaus! Saya selesai."
"Oh, baiklah sini berikan core yang kau dapat, tapi kenapa bajumu bisa seperti itu?" Ucap Klaus.
"Eh? Memangnya apa yang salah dengan baju sa-" Ucapan Zen terhenti saat ia melihat bajunya.
"Ehh!!" Zen terkejut karena lengan seragamnya sudah hilang hingga bahu, dan juga ada lobang besar di bagian perut Zen.
"I-ini karena saya melalui hal sulit saat di hutan pak, jadinya seragam saya jadi seperti ini."
"Hmm, begitu ya. Baiklah sini bapak hitung poin dari monster yang kau buru."
Zen pun mengeluarkan 5 core tingkat biru, 10 core tingkat orange.
"Oh, bagus sekali, kau berhasil memburu monster tingkat biru? Pantas saja penampilanmu begitu buruk."
"Ah, bukan ini saja pak," Kata Zen sambil mengeluarkan sebuah core sebesar paha berwarna hijau dari udara kosong. Ya, itu adalah core dari fire appo yang Zen hadapi.
"A-apa? Itu benar-benar core tingkat hijau?"
"Tentu saja pak, ini bukti lainnya." Ucap Zen sambil memberikan sebotol darah segar yang merupakan darah dari fire appo yang Zen kalahkan.
"Hahhh, bapak masih tidak percaya, tapi jika kau benar-benar membunuh monster tingkat hijau di umurmu yang sekarang, maka kau jauh lebih berbakat dari pada bapak.
Karena core tingkat hijau tak diberikan nilai poin sebelumnya, maka untuk sementara waktu bapak akan berunding dengan guru-guru lain."
"Ah, baik pak, terima kasih."
Setelah itu, Zen pun pergi dari sana dan duduk bersantai di atas sebuah batu besar sambil melihat siapa saja yang sudah datang, barang kali teman-temannya ada yang selesai.
1 Jam kemudian...
Terlihat Rina, Aaron, dan Alicia yang keluar dari dalam hutan. Zen pun langsung bergegas mendekati mereka.
"Rina, Aaron, Alicia!"
"Rain! Kau sudah selesai?"
"Ya, mungkin sekitar satu jam yang lalu."
"Wahh, kau sepertinya telah melewati pertarungan sulit melihat dari seragam mu yang berlubang-lubang."
"Ahahaha, ya begitulah simpelnya."
Dan saat mereka sedang berbicara, dari dalam hutan muncul sosok pria berambut biru kehitaman, dengan bekas luka tebasan yang panjang di wajahnya. Itu adalah Raizen yang telah menyelesaikan ujiannya.
Saat Zen melihat Raizen, ia merasa sedikit waspada, berjaga-jaga jika anak itu kehilangan kesabarannya dan menyerang Zen di sini.
"Hey, itu bukankah Raizen? Murid peringkat 1? Ada apa dengan wajahnya? Dia terluka karena apa?" Ucap Aaron.
Raizen yang mendengar ucapan Aaron pun langsung melirik Zen dengan tajam. Namun tak lama kemudian ia pun pergi menuju ke tempat penilaian.
"Hey, ayo kesana, aku penasaran berapa poin yang ia hasilkan." Ucap Rina.
Zen yang juga penasaran pun ikut pergi mendekati tempat penilaian. Untuk melihat berapa poin yang Raizen dapatkan.
Saat Raizen mengumpulkan core miliknya, ia hanya mengeluarkan core-core tingkat biru, namun jumlahnya cukup banyak yaitu 20 core yang setara dengan 800 poin.
Murid-murid lain yang melihatnya pun melongo, itu karena rata-rata murid mendapatkan sekitar 80 - 100 poin. Itu karena rata-rata murid disini berada di tingkat orange, bahkan rata-rata murid yang berada di kelas normal ada yang masih berada di tingkat kuning.
Yang tentu bagi mereka menghadapi yang tingkat kekuatan setara saja sudah sangat sakit dan membutuhkan beberapa orang, apa lagi berada di atas tingkat kekuatan mereka.
Zen cukup terkejut, bukan karena tingginya poin Raizen, tapi rendahnya poin Raizen.
Dilihat dari kekuatannya, Raizen bisa membunuh monster tingkat hijau dalam jumlah banyak jika memang ia menginginkannya. Melihat dari pertarungannya dengan monster scorpion yang bisa ia lenyapkan dalam sekali serangan saja. Tapi anehnya ia malah hanya mengeluarkan core tingkat biru saja.
Zen berfikir bahwa Raizen akan mendapatkan minimal mendapat 2.000 poin dan kemungkinan juga jauh lebih banyak dari itu. Namun entah mengapa ia tak memberikan core tingkat hijau itu.
Setelah Raizen mendapatkan poinnya, Rina, Aaron, dan Alicia pun juga maju untuk menghitung poin mereka. Dan hasilnya Rina mendapat sekitar 500 poin, Aaron 430 poin, dan Alicia 450 poin.
Hal itu wajar, karena mereka bertiga sudah berada di tingkat biru puncak dan hampir menembus tingkat hijau. Terutama Rina yang berkembang cukup pesat.
_________
[Nama] : Rina Mahendra(Protagonis)
[STR 49 AGI 50 INT 48 VIT 50]
[Class] : Sword Master(Biru ↑)
[Skill] : Elemen angin(A), Elemen Api(B+), Elemen Cahaya(A), Elemen Bayangan(A) Moon Swordmanship(S).
[Spesial Ability] : Auto Block
__________
Meskipun 6 tahun yang lalu Rina juga sudah berada di tingkat biru, namun nyatanya naik tingkat memang sesulit itu. Itulah mengapa banyak orang yang stuck atau kekuatannya mentok.
Karena memang meningkatkan kekuatan dan status bukanlah hal yang mudah dan tidak hanya masalah waktu saja, namun usaha dan bakat juga cukup menentukan.
Rina juga sudah termasuk sangat-sangat berbakat, kemungkinan itu adalah faktor kalau ia adalah seorang protagonis di dunia ini. Jadi memang pertumbuhan kekuatannya luar biasa cepat.
Lalu kenapa Zen bisa dengan cepat naik tingkat? Tentu saja itu karena ia abnormal, mungkin karena bantuan dari system, ia bisa dengan cepat menaikkan statusnya dengan menyelesaikan misi, dan latihan keras. Tak ada kaitannya dengan berbakat atau tidak.
Lalu kenapa Raizen juga bisa bertambah kuat begitu cepat, bahkan jika dilihat dari pertarungannya kemarin, kekuatannya melebihi Zen sendiri yang hitungannya sudah abnormal. Hal itu masih menjadi misteri.
Hanya ada satu petunjuk kalau Raizen memiliki kekuatan elemen dari makhluk legendaris yaitu Mythical Sky dragon seperti kata Nona Yu.
Setelah menghitung semua poin yang rekan Zen dapatkan, mereka pun pergi dan berbincang mengenai apa yang terjadi saat mereka hunting di dalam hutan.
Tentu Zen tak menceritakan mengenai pertarungannya dengan Raizen, namun ia masih cerita mengenai fire appo untuk memberikan alasan kenapa seragamnya bisa rusak parah. Karena sebagian besar seragamnya memang robek saat melawan fire appo.
Setelah berbincang-bincang panjang lebar, Zen mendengar kalau pak Klaus memanggilnya beserta seluruh murid yang telah tiba di sana.
Zen pun langsung bergegas ke tempat pak Klaus, dan pak Klaus pun langsung memberikan pengumuman bahwa Zen telah berhasil mengalahkan monster tingkat hijau, dan pak Klaus pun mengumumkan poin yang didapat untuk core tingkat hijau.
"Karena Zen telah mengalahkan monster tingkat hijau, dan poin yang di dapat untuk monster rank hijau belum di tentukan, maka sekarang bapak akan mengumumkan bahwa monster rank hijau akan di beri nilai 500 poin.
Dan karena Zen juga mengumpulkan 5 core biru, dan 10 core orange, maka ia mendapatkan poin tertinggi untuk sementara ini yaitu 850 poin."
Zen sendiri sangat terkejut karena mendengar hal tersebut, tak mengira ia akan mendapatkan poin melebihi Raizen, itu karena 1 monster biru saja hanya berharga 40 poin, Zen tak menyangka bahwa monster tingkat hijau akan melonjak hingga 500 poin.
Bersambung>>
udah lama aku nungguin nih
udara atau langit