NovelToon NovelToon
Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya lulus dengan gelar dokter tapi diremehkan.bahkan di anggap tidak berguna karena keahlian yg di pelajarinya sudah ketinggalan zaman, dan tak berguna di dunia medis pada era Moderen! Tak di sangka, karena keberuntungan, dia mendapatkan Jantung meteorid dan buku kitab medis surgawi yang di tinggalkan kakekNya sebagai warisan keluarga. Dengan mempelajari buku kitab medis surgawi dan di topang dengan jantung meteorid, kekuatan medis dan tingkat beladiriNya melampaui imajinasinya. Sehingga dia bisa merubah nasibNya menjadi dokter medis hebat dengan keahlian pertarungan yg tak terkalahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Andreas Surya Dengan Rendah Hati Meminta Petunjuk

"Kakek, ini tidak seperti yang Kakek pikirkan!"

Begitu melihat Andreas dan Dokter Bram berdiri di depan pintu sambil menatapnya, Natasya langsung panik seperti kelinci yang ketahuan mencuri wortel.

Ia buru-buru melepaskan jari Kevin.

Wajahnya memerah seperti apel matang.

Bahkan ia tidak berani menatap kakeknya.

Dalam hati ia hampir menangis.

Bagaimana bisa kakeknya masuk pada saat yang paling tidak tepat?

Bahkan Natasya sendiri tidak mengerti apa yang sedang terjadi padanya.

Tadi ia tanpa sadar memasukkan jari Kevin ke dalam mulutnya.

Kalau itu orang lain yang melakukan, mungkin ia sudah menamparnya.

Tetapi sekarang...

Justru dirinya sendiri yang melakukannya!

Andreas Surya menarik napas panjang.

Lalu bertanya dengan serius,

"Natasya."

"Sebenarnya apa yang terjadi di sini?"

"Bukankah aku menyuruhmu menstabilkan kondisi pasien?"

"Kenapa malah menjadi seperti ini?"

Melihat kakeknya tidak langsung menanyakan kejadian memalukan tadi, Natasya diam-diam menghela napas lega.

Kemudian ia menjelaskan seluruh kejadian dengan jujur.

Mulai dari niatnya melakukan akupunktur.

Sampai bagaimana Kevin menghentikannya.

Dan bagaimana ia hampir membuat kesalahan fatal.

Semakin banyak yang ia ceritakan, semakin kecil suaranya.

Pada akhirnya, kepalanya hampir menunduk sampai ke dada.

Ia sudah siap dimarahi.

Dan benar saja.

Setelah mendengar semuanya, Andreas langsung mendengus.

"Hmph!"

"Lihat dirimu!"

"Berapa kali aku sudah mengingatkanmu?"

"Seorang dokter harus tenang!"

"Tidak boleh terburu-buru!"

"Apalagi bertindak berdasarkan emosi!"

"Kau bahkan belum menganalisis kondisi pasien dengan benar, tetapi sudah ingin menusukkan jarum!"

"Kau benar-benar mengecewakanku!"

Natasya menggigit bibir bawahnya.

Matanya mulai memerah.

Air mata hampir jatuh.

Namun ia tidak membantah.

Karena ia tahu.

Kali ini memang dirinya yang salah.

Andreas melanjutkan,

"Setelah pulang nanti."

"Salin Pedoman Etika Kedokteran tiga kali!"

Natasya langsung makin sedih.

Tiga kali?!

Kitab setebal itu?!

Rasanya lebih menyakitkan daripada ditusuk jarum.

Namun ia tetap mengangguk pelan.

"Baik, Kakek..."

Melihat gadis itu hampir menangis, Kevin merasa sedikit tidak tega.

Ia menepuk bahu Natasya.

Lalu berkata kepada Kakek Andreas,

"Direktur Surya."

"Sebenarnya ini tidak sepenuhnya salahnya."

"Dia menjadi emosional karena aku juga ikut memancing kemarahannya."

Mendengar itu, Natasya langsung menoleh.

Tatapannya penuh rasa terkejut.

Ia sama sekali tidak menyangka Kevin akan membelanya.

Apalagi setelah tadi mereka sempat saling beradu mulut.

Di sisi lain, Andreas juga sedikit terkejut.

Ia mulai memperhatikan Kevin dengan lebih serius.

Penampilan pemuda itu memang biasa saja.

Kalau mau jujur...

Sangat biasa.

Pakaiannya lusuh.

Tubuhnya masih basah.

Rambutnya acak-acakan.

Namun justru orang seperti inilah yang mampu membuat cucunya yang keras kepala mau mendengarkan nasihat.

Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa Kevin bukan orang biasa.

Tatapan Andreas kemudian jatuh pada jari Kevin yang masih menempel di dada Misela.

Mata tuanya langsung bersinar.

Ia bertanya dengan serius,

"Anak muda."

"Apakah ada makna khusus dari posisi jarimu itu?"

Begitu pertanyaan itu keluar, Natasya dan Dokter Bram langsung memasang telinga.

Mereka juga penasaran sejak tadi.

Namun tidak ada yang mampu memahami teknik Kevin.

Kevin berpikir sejenak.

Kemudian mengingat isi Kitab Pengobatan Surgawi.

Lalu berkata perlahan,

"Kalau tebakanku benar..."

"Penyakit Misela adalah penyakit bawaan sejak lahir."

"Tidak bisa disembuhkan sepenuhnya."

"Hanya bisa dikendalikan."

Mata Andreas langsung membelalak.

"Benar!"

"Itu benar!"

"Kau bahkan bisa mengetahuinya?"

Kali ini giliran Natasya yang tercengang.

Karena ia tahu dirinya tidak pernah memberitahukan kondisi Misela kepada Kevin.

Tetapi Kevin mampu menebaknya dengan tepat.

Hal itu benar-benar mengejutkan.

Dalam hati Andreas, penilaian terhadap Kevin kembali meningkat.

Orang biasa tidak mungkin mampu mengetahui akar penyakit pasien hanya dengan melihat sekilas.

Menurutnya, pemuda ini pasti memiliki pemahaman medis yang sangat mendalam.

Kevin melanjutkan,

"Metode yang kupakai sebenarnya sederhana."

"Aku hanya menggunakan energi untuk masuk ke dalam tubuhnya."

"Memasukkan energi ke dalam tubuh?"

Andreas langsung terkejut.

Wajahnya penuh ketidakpercayaan.

"Jangan-jangan..."

"Kau sudah mencapai tingkat di mana energi dapat dikendalikan sesuka hati dan disalurkan keluar tubuh?"

Sebagai ahli pengobatan tradisional, tentu saja Andreas Surya memahami konsep energi vital atau Qi.

Setiap manusia memilikinya.

Namun sangat sedikit yang mampu mengendalikannya.

Sepanjang hidupnya, Andreas Surya pernah bertemu beberapa ahli qigong sejati.

Mereka semua berusia lebih dari seratus tahun.

Namun penampilan mereka seperti orang berumur lima puluhan.

Tubuh mereka sangat sehat.

Membuat orang lain iri.

Kevin menggeleng.

"Aku tidak tahu soal itu."

"Aku hanya bisa merasakan bahwa ada dua energi aneh di sekitar jantung Misela."

"Yang satu sangat dingin."

"Yang satu sangat panas."

"Keduanya terus bertabrakan dan merusak jaringan tubuhnya."

"Karena itu aku menekan titik Gerbang Qi untuk menyeimbangkan kedua energi tersebut."

"Dengan begitu kondisinya bisa tetap stabil."

"Tapi kalau tanganku dilepas..."

"Aku tidak bisa mempertahankannya lagi."

Kevin mengatakan semuanya dengan jujur.

Bagaimanapun, ia sendiri juga masih belajar memahami kemampuan yang diperolehnya setelah terkena meteor.

Mendengar penjelasan itu, Andreas Surya menghela napas kagum.

"Luar biasa..."

"Sungguh luar biasa..."

Kemampuan seperti ini sangat jarang ditemukan.

Namun yang lebih mengejutkan adalah cara Kevin menggunakannya untuk menyelamatkan nyawa orang.

Semakin lama ia mendengarkan, semakin kagum ia dibuatnya.

Kemudian, sesuatu yang membuat semua orang tercengang terjadi.

Andreas menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.

Lalu berkata,

"Sahabat Muda Kevin."

"Menurutmu, bagaimana seharusnya penyakit Misela ditangani?"

"Mohon berikan petunjuk."

Ruangan langsung sunyi.

Mulut Dokter Bram sampai terbuka lebar.

Ia bahkan bisa memasukkan telur ayam ke dalamnya.

Siapa Andreas Surya?

Itu adalah Tabib Ajaib Surya!

Tokoh yang dihormati seluruh Kota Jaya!

Bahkan orang kaya seperti Albert Wijaya harus memperlakukannya dengan sopan.

Namun sekarang...

Orang sebesar itu justru meminta petunjuk kepada Kevin!

Dokter Bram merasa pandangan dunianya mulai retak.

Sedangkan Natasya menatap Kevin dengan mata berbinar.

Ia juga tidak pernah melihat kakeknya bersikap serendah ini kepada orang lain.

Kevin tersenyum canggung.

"Sebenarnya aku bukan dokter hebat."

"Aku juga tidak tahu cara menyembuhkannya."

"Tapi..."

"Aku punya sebuah ide."

Mata Andreas langsung berbinar.

"Silakan katakan."

"Kita bisa mendiskusikannya bersama."

"Kalau memang memungkinkan, aku akan segera melakukannya."

Kevin berpikir sejenak sebelum menjelaskan.

"Dua energi di sekitar jantung Misela terlalu aneh."

"Tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya."

"Kalau dipaksa disingkirkan, justru akan menimbulkan masalah baru."

"Karena itu menurutku..."

"Daripada menghilangkannya..."

"Lebih baik menyebarkannya."

Begitu kalimat itu keluar—

Tubuh Andreas langsung bergetar.

Seolah mendapat pencerahan besar.

Matanya berbinar terang.

"Benar!"

"Benar sekali!"

"Aku mengerti sekarang!"

"Aku benar-benar mengerti!"

Ia begitu bersemangat sampai hampir menepuk pahanya sendiri.

"Selama ini aku selalu berpikir bagaimana cara menghilangkannya."

"Padahal tidak perlu!"

"Cukup disebarkan secara berkala!"

"Kalau energi itu mulai berkumpul lagi, kita tinggal melepaskannya kembali."

"Dengan begitu penyakitnya tidak akan kambuh."

"Dan kehidupan normalnya juga tidak akan terganggu!"

"Hebat!"

"Sungguh hebat!"

Andreas menatap Kevin dengan kagum.

Semakin ia memandang pemuda itu, semakin terasa bahwa pemuda ini adalah harta karun yang berjalan.

Kevin tersenyum.

"Kalau begitu aku tidak perlu mengajari teknik akupunkturnya, kan?"

Andreas tertawa keras.

"Tentu tidak perlu!"

"Kalau setelah mendapat penjelasan sedetail ini aku masih tidak bisa mengobatinya..."

"Maka aku sebaiknya pensiun saja dari dunia medis!"

Selesai berbicara, Andreas berjalan menuju ranjang pasien.

Ekspresinya berubah serius.

Kotak jarum perak dibuka.

Satu demi satu jarum berkilauan muncul di tangannya.

Kini...

Pengobatan Misela akhirnya benar-benar dimulai.

1
Night Watcher
lanjut thor, tapi ingat, teliti lagi typonya, terutama saleh nama..🤭🤭💪
Night Watcher
kevin bertanya kpd kevin?
DD
ayang Tang Yu 🤭
Kenjiro Dominic: siii anomali muncul lagi 🤭🤭🤭😄😄😄
total 1 replies
sitanggang
pernah baca ... tapi hiatuss 🙄
sitanggang: nantik pasti Surya jg diobatin sama cucunya tuuh
total 2 replies
Night Watcher
????????😇
Night Watcher
kok kevin yg punya tugas dr tuan albert?
Night Watcher
satu set 45jt, beli 3 set + bantal dll, isi kartu 50jt, 😇😇😇
Night Watcher
udah biasa mainin para gadis kenapa burungnya gak dibuat koma?🤭🤭
Night Watcher
kebanyakan melebar jd gak fokus ceritanya. dan gak konsisten
Night Watcher
bikin bingung, sebenarnya 1 triliun atau 1 milyar isi ceknya?
Kenjiro Dominic: 1 triliun 😭
total 1 replies
Night Watcher
jadi selamanya jari kevin akan sllu menempel di dada?
udah berapa bab nih jari gak lepas2? 😇🤭
Night Watcher
siapa tang yu?
Kenjiro Dominic: 🤭 akhirnya anomali yg author Taru ada orang kedua yg sadar... 🙏
total 1 replies
Night Watcher
rompi itu apa bukan sejenis jaket tanpa lengan ya?
Night Watcher
nyoba nyicip mampir
DD
Tang Yu lagi 😅
Kenjiro Dominic: Kenapa yaaa, setiap Thor ninggalin Anomali, cuman kamu yang nyadar... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
DD
Tang Yu 🤣
Kenjiro Dominic: Typo dikit biar ada yg komen 😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!