NovelToon NovelToon
Bos Galak Jadi Papa

Bos Galak Jadi Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Pernikahan rahasia / Pernikahan Kilat / CEO / Romansa
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Lu ngapain tidur di samping gue?"

Gimana jadinya, kalau tiba-tiba bos mu yang galak kebangun di samping kamu tidur? Nggak kebayang, kan? Mana malah disalahpahami sama warga dan dikira udah berbuat mesum. itulah yang terjadi sama Galuh. Seorang single Mom yang berjuang untuk bertahan hidup. Yuk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

BAB 5

Suasana di ruang tamu rumah panggung itu terasa hening dan mencekam. Pak Burhan duduk dengan sikap tegas di hadapan menantunya. Wajahnya serius, penuh dengan beban seorang ayah yang ingin memastikan masa depan anaknya jelas.

"Jadi, apa rencanamu, Ranu?" tanya Pak Burhan lagi, suaranya berat dan tenang namun penuh penekanan.

Ranu menatap mata lelaki tua itu. Ia tidak menunduk, tidak juga terlihat defensif.

"Saya mengerti maksud Bapak," jawab Ranu pelan. "Kita memang sudah menikah. Secara agama dan adat desa itu sudah sah. Saya tidak berminat mempermainkan hal semacam ini."

"Kalau begitu kenapa sampai sekarang tidak ada kepastian?" sela Pak Burhan. "Galuh tetap tinggal di sini. Kamu tetap di kota. Tidak ada keluarga kamu yang datang melamar secara resmi. Orang-orang bertanya-tanya. Bapak malu, Ranu. Bukan untuk diri sendiri, tapi untuk nama baik anak dan cucu Bapak."

Ranu menghela napas panjang.

"Bapak, ini bukan perkara mudah. Keluarga saya memiliki standar dan aturan tertentu. Saya tidak bisa sembarangan membawa mereka ke sini besok lalu selesai begitu saja. Saya butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya."

"Waktu?"

"Iya. Saya butuh waktu agar nanti saat keluarga saya datang, semuanya layak dan pantas. Saya tidak ingin Galuh dan keluarga Bapak dipandang sebelah mata."

Pak Burhan terdiam. Ia menatap wajah Ranu yang tampak tulus.

"Berapa lama?" tanyanya pelan.

"Saya tidak bisa janji tanggal pasti. Tapi saya pastikan, ini tidak akan berjalan lama seperti ini," jawab Ranu tegas. "Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya."

Pak Burhan akhirnya mengangguk pelan. Rasa cemas di dadanya sedikit berkurang.

"Baiklah. Bapak percaya padamu. Tapi tolong ingat janjimu."

"Insyaallah, Pak."

Ranu bangkit berdiri.

"Saya harus pamit sekarang. Hari ini masih banyak pekerjaan yang menunggu."

"Iya. Hati-hati di jalan."

Ranu berjalan keluar rumah. Galuh yang berdiri di dekat dapur hanya menundukkan kepala, tak berani menyapa. Ranu melewatinya begitu saja tanpa menoleh.

Begitu Ranu melangkah keluar gerbang, suara-suara sumbang langsung terdengar dari arah warung kecil di seberang jalan.

"Itu laki-laki yang sama ya?"

"Iya. Datang pergi seenaknya."

"Dasar orang kota. Pasti cuma main-main."

"Kasihan Galuh. Dikasih mahar dua ratus ribu doang kan? Sekarang ditinggal gitu aja."

"Sudah bisa ditebak. Nanti kalau sudah dapat enaknya, pasti ditinggal. Mana mau tanggung jawab orang kota itu."

"Benar. Nikah pun karena digrebek kan? Pasti hubungan gelap."

Kata-kata itu melayang di udara, tajam dan menyakitkan. Galuh yang mendengar dari dalam rumah menggigit bibirnya hingga terasa perih. Ia ingin marah, tapi apa daya. Ranu sendiri mendengarnya jelas. Bahunya menegang. Namun ia memilih untuk tidak menoleh. Ia tetap melangkah menuju mobilnya dan pergi meninggalkan desanya.

Di kantor, suasana kembali tegang seperti biasa. Galuh duduk di mejanya, jantungnya berdegup tak karuan. Ia takut Ranu marah karena ia memberikan nomor telepon pada ayahnya. Ia takut besok pagi ia sudah tidak punya pekerjaan.

Tapi Ranu tetaplah Ranu.

"Galuh!"

"Iya, Pak?"

"Kenapa berkas ini belum difotokopi?"

"Baru selesai saya ketik, Pak. Segera saya proses."

"Cepat. Lima menit lagi saya butuh."

"Baik, Pak."

Tidak ada pertanyaan. Tidak ada kemarahan khusus soal pertemuan pagi tadi. Ranu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Justru ia memberinya tumpukan pekerjaan lebih banyak dari biasanya. Galuh hanya bisa menurut. Ia bekerja keras, berlari kesana kemari, menahan rasa lelah dan rasa takut yang bercampur menjadi satu. Ia tidak berani bertanya apa-apa soal pembicaraan ayahnya dengan Ranu. Ia biarkan saja semuanya mengalir.

Hari demi hari berganti. Kehidupan Galuh di desa kembali seperti sedia kala, namun beban di pundaknya terasa makin berat.

Pagi itu, Galuh sedang mencuci baju di sumur belakang. Air mengalir deras dari gayung. Namun telinganya tak bisa menutup diri dari bisik-bisik tetangga yang lewat atau sedang mencuci di tempat lain.

"Lihat tuh, masih betah aja di sini."

"Emang mau kemana? Suaminya juga nggak pernah nampak batang hidungnya."

"Percaya diri banget sih dulu. Ngira dapat orang kaya raya. Taunya malah kena tipu."

"Dinikahi iya. Diakui enggak. Dibawa pergi juga enggak. Hidupnya sama saja kayak dulu. Bahkan lebih menderita."

"Dasar perempuan murahan. Cara dapat suami juga curang."

Galuh mematung sejenak. Tangannya yang sedang menggosok baju berhenti bergerak. Air mata hampir saja jatuh ke bak cuci. Tapi ia menguatkan hati. Ia tidak mau menangis di depan mereka.

"Biarin aja..." bisiknya dalam hati. "Biarin mereka bicara apa saja. Aku tahu kebenarannya."

Ia kembali menggosok baju dengan lebih kuat, seolah ingin meluapkan semua emosinya ke kain yang ia cuci.

Selesai mencuci, Galuh masuk ke dalam rumah dengan wajah pucat. Ia ingin memberitahu ibunya agar jangan keluar rumah dulu demi menghindari omongan jahat itu. Namun langkahnya terhenti saat melihat Bu Burhan duduk di kursi, memunggunginya. Bahu wanita itu terlihat bergetar.

"Bu..." panggil Galuh pelan.

Bu Burhan segera mengusap wajahnya cepat, lalu menoleh dengan senyum yang dipaksakan.

"Eh, Galuh. Sudah selesai cucinya?"

Galuh mendekat, matanya menatap tajam mencari kebenaran.

"Ibu menangis?"

"Enggak kok. Mata Ibu kemasukan debu tadi."

"Jangan bohong, Bu. Ibu dengar omongan mereka kan?" tanya Galuh parau. "Omongan soal pernikahan Galuh. Soal aku digrebek lalu ditinggal begitu saja. Ibu sedih ya Bu? Maafkan Galuh..."

Bu Burhan menggeleng, air mata akhirnya jatuh juga.

"Bukan begitu, Luh. Ibu tidak peduli omongan mereka. Ibu cuma... kasihan melihat kamu dan Arkan harus menanggung semua ini sendirian. Padahal, ini semua kan juga ulah mereka? Kenapa kamu masih saja disudutkan?"

Galuh langsung memeluk ibunya, tangis mereka pecah sejenak. Rasa sedih, marah, dan tak bercampur menjadi satu.

Tiba-tiba pintu depan diketuk keras dan suara teriakan terdengar nyaring memecah kesedihan itu.

"IBUUKKK!!! Ibuuu!!!"

Suara Arkan. Sangat bersemangat.

Keduanya segera mengusap air mata dan keluar. Arkan berlari masuk dengan wajah berseri-seri, matanya berbinar-binar penuh kegembiraan.

"Ada apa Nak? Kenapa teriak-teriak?" tanya Bu Burhan.

"AYAH DATANG!" teriak Arkan. "Ayah Ranu datang! Bawa mobil besar! Mobil pickup! Bawa banyak sekali barang!"

Galuh terbelalak.

"Apa?"

"Benar Bu! Di depan banyak sekali kotak-kotak! Ada karpet! Ada baju-baju! Ayah suruh panggil Ibu!"

Galuh menatap ibunya bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Ranu tiba-tiba datang membawa banyak barang?

1
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
karyawan julid bukannya kerja malah ghibahin istri bosnya pula minta dihempaskan ke planet Mars kyaknya klo tau faktanya bakal nyesel tuhh mereka🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
Ranu omes...🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
gaassss juga kak up nya😍
Cinta_manis: siap kak. tunggu ya🙏😍
total 1 replies
Sri Wahyuni
wah sudah dapat lampu Hijau....gasss Ranu 🤣
Cinta_manis: iya, tuh 🤭
total 1 replies
delis armelia
kirain udh mau gol gawang
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 nanti ya kak
total 1 replies
Sastri Dalila
😅😅
Cinta_manis: makasih komennya kak🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
pasangan yg bikin gemes🤣🤣
eh malah bumer udah minta mantunya cepetan hamil, ayo di gas ranu jgan kelamaan 😂😂
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 iya tuh
total 1 replies
imel
pelan pelan Buu🤣🤣🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
delis armelia
ayo ranu gol gawang
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Wkwkwk mama Anggun langsung gercep to the point suruh bikin Galuh hamil setelah dijulidin mamanya Cindy emang bener sih harus buktikan ya Ma kalo anak Mama bibitnya premium sekali semburrr langsung jadi kembar nnti🥳
Kiki Sugiarti
bagus ceritanya saya suka
Cinta_manis: makasih kaka bintang 5nya😍
total 1 replies
sutiasih kasih
up banyak" thor
Cinta_manis: 😭😭😭tunggu ya kak. next time dicoba🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor ceritanya bagus bgt aku suka..😍
Cinta_manis: makasih kak😍🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjutkan thor....
double up
Cinta_manis: heheh, tunggu ya, kak. doblenya🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
ap g makin klepek" nntinya si Ranu.... dpt istri hatinya baiknya g ktulungan...
Cinta_manis: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Cinta_manis: makasih kk🙏
total 1 replies
Rahma Lia
lanjut kesini setelah Yuda,,
Sastri Dalila
👍👍👍
Cinta_manis: cihuy! makasih bintang 5nya kak😍🫰
total 1 replies
Sastri Dalila
🤣🤣
Cinta_manis: kena juga si Ranu 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!