NovelToon NovelToon
Istana Pasir

Istana Pasir

Status: tamat
Genre:Romansa / Tanah Kosong / Dunia Masa Depan / Pengasuh / Pembantu / Tamat
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Cita-cita tergantung setinggi langit. Dia yakin meski terjatuh maka akan tepat diantara bintang-bintang. Pejuang ilmu di kota besar, hidup menumpang dengan sanak saudara. Segala penderitaan tidak membuatnya berhenti berjuang agar bisa bersekolah. Nantikan kisah selanjutnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghajar

Situasi memanas, banyak gangguan. Hidup bagai di hutan yang arus bersiap menghadapi berbagai macam hewan buas.

Dengan berat hati, Bilqis membiarkan dirinya di buntuti ajudan Deni berjarak satu meter di belakangnya. Perlahan masuk ke dalam lift, pada lantai bagian paling atas pandangannya di kejutkan melihat kolam renang yang bertema pantai. Masuk ke dalamnya, dia harus membayar sekitar empat juta rupiah. Bilqis enggan berganti baju renang seksi yang di berikan secara gratis. Disana dia memilih tempat kursisantai ada meja yang terdapat hiasan bunga hidup di atasnya.

Suasana seperti di pantai alam lepas, terlihat pasir-pasir yang sengaja di jadikan objek di tambah pohon kepala di sekitarnya. Bilqis berpikir jika bagian lantai atas di beri beban seberat ini maka besar kemungkinan hal yang terjadi bangunan yang semakin hari terkikis sinar mentari. Rapuh, membuat keruntuhan karena tidak kuat menopang beban berat.

Bilqis melihat meja menu di atas meja. Dia memesan beberapa gelas untuk pria yang berada di bagian pintu masuk dan segelas air kelapa muda untuknya. Dia juga memesan degan dan sebuah sendok. Mengingat Bilqis si anak Bolang yang menikmati Kelapa menggunakan caranya sendiri.

“Rindu kampung halaman!” gumamnya.

Sebagian besar pengunjung berkulit putih. Dia mengamati sikap dan cara bahasa mereka. Setelah itu Bilqis mengambil fose beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Membayar di kasir menghabiskan jumlah yang menguras isi kantongnya. Dia tidak mau singgah ke tempat manapun. Melihat kakaknya tidak ada di restaurant tempat semula mereka besama. Bilqis memutuskan menunggunya di pinggiran tangga sambil sesekali melihat orang yang berlalu lalang. Panggilan dari salah satu ajudan mengatakan Rita telah menunggunya di parkiran. Bilqis mempercepat langkah kaki ke tempat yang dia tuju.

......................

“Dari mana? Sudah jam berapa ini?” Nek Rina berdiri di depan pintu membawa sapu lidi di tangannya.

Bilqis berpikir nenek akan memukulnya dengan benda itu. Tapi ternyata kak Rita yang terkena sasaran empuk. Dia memenunggu amarah nenek yang tidka kunjung mereda, berdiri mematung di dekat salah satu sofa. Kantung matanya sudah tidak bisa lagi menahan rasa kantuk. Biqis menyenderkan kepala di tangan sofa tanpa terasa sudah satu jam terlelap di tengah amukan suara lengkingan nenek.

“Nek, Bilqis minta ijin ke kamar ya nek. Sebentar lagi mau sekolah.”

“Ya sana. Kamu juga, jangan mau kalau di ajak kakak mu!”

Masuk ke dalam kamar, membawa plastik hasil berbelanja hari ini. Bilqis memisahkann bagian untuk nek Rina dan Riky. Dia mempercepat menyalinn tugas dan mengerjakan PR semaksimal mungkin. Total kurang tiga nomor lagi, Bilqis menjawab singkat berharap ada nilai yang di berikan ibu guru walaupun dia tidak menjawab semuanya.

Kantung mata panda hinggap di lingkar mata. Dia berjalan setengah mengantuk masuk ke sekolah, memulai pelajaran sambil menahan menguap. Tepat pada jam istirahat pertama, dia merebahkan diri di ruang UKS sambil memasang alarm lima belas menit.

Siapa yang mengira dia measih di incar musuh, bagai hewan buas menangkap mangsa melihat Bilqis tertidur. Cila melaporkan pada Vera keberadaannya yang sedang sendirian disana.

“Kesempatan bagus! Kita ambil saja handphonenya! Hahahah!”

Vera dan kedua temannya mengunci Bilqis dari luar. Mereka membayangkan raut wajah Bilqis yang ketakutan ketika terbangun di dalam ruangan yang gelap.

“Habis ngapain? Itu handphone siapa?” tanya Raka."

“Kenapa sayang? Aku cariin kamu tadi. Kamu mau kemana?” tanya Vera mengalihkan pembicaraan.

“Mau ke UKS. Cari obat disana.”

“Eh tunggu. Udah nanti aku aja yang cariin obat kamu. UKS lagi ngantri. Benar nggak Cila?”

“Ya benar banget. Gua tadi nggak kebagian cari antiseptik buat Titin.”

Raka tetap masuk ke dalam ruangan UKS, dia tidak memperdulikan perkataan Vera dan temannya. Ketika dia mendorong, pintu terkunci. Suara batang pintu, menggedor, panggilan membangunkan Bilqis dari tidurnya. Di melihat handphonenya hilang. Menarik gagang pintu, dari luar dia mendengar suara Raka.

“Raka! Kamu di luar? Tolong bukain pintunya!” teriak Bilqis.

Raka dari luar mendobrak paksa pintu, terlihat Biqlis berlari mencari siapa pelakunya. Melaporkan kejadian pada guru piket. Para guru lain langsung mengambil tindakan pelaporan pada kepala sekolah. Masalah yang selalu hadir di sekolah itu seakan karena setelah kehadiran Bilqis.

“Pak Botak, saya curiga anak pindahan dari kampung itu memang membawa masalah” ucap bu Tere.

“Ha, saya belum bisa menyimpulkan demikian bu. Karena anak itu saya lihat dia tergolong siswi yang aktif menyekesaikan tugas di kelas dan tidak pernah berkelahi dengan temannya” jawab pak Botak menarik kumisnya.

Seorang satpam mendorong tiga siswi masuk ke kantor guru. Melihat Cila hampir terjatuh. Bu Tere menggunakan penggaris panjang menunjuk hingga membalas dorongan ke satpam itu.

“Maaf bu, tapi si Cila ini mencuri handphone milik siswa kelas satu A.”

“Apa? Kau jangan memfitnah anak ku. Cila tergolong anak yang berkecukupan. Semua keinginan keinginannya aku penuhi. Mana mungkin dia mencuri sebuah handphone!”

“Sudah-sudah biar masalah ini kita selesaikan di ruangan kepala sekolah saja” kata bu Kumar melerainya.

Di dalam ruangan yang semula hening berubah tangisan Cila yang tersedu-sedu memeluk ibunya. Dia menunjuk ke Bilqis seperti anak kecil. Berbohong hanya ingin menyembunyikan handphone. Kepala sekolah tidak ingin membesar-besarkan masalah itu menyuruh mereka bersalaman saling bermaafan.

“Raka kamu mau kemana? Tunggu!”

Panggilan Vera tidak di perdulikannya. Dia berlari mendekati Bilqis yang sibuk mengotak-atik layar ponselnya. Berpikir ulang kenapa Vera dan teman-temannya selalu saca mencari gara-gara. Dia berbalik arah menarik rambut Vera masuk ke dalam kamar mandi.

“Aduh! kurang ajar lu Bilqis!” gua adukan lu sama kepsek!”

“Apa? Lu nantang gua! Lu pikir si anak kampung ini kaga bisa berlagak sok seperti lu yang suka menindas orang?” ucap Bilqis mengeraskan suaranya.

Sesekali dia ingin membuat mereka bertiga jera. Bilqis mendang Cila yang mengangkat tangannya hendak menusuk ujung pulpen ke bola matanya. Titin tidak tinggal diam, dia menarik rambut Bilqis yang menjatuhkan rambut panjangnya terlihat lurus berkilau di bawah cahaya matahari yang masuk dari ventilasi udara.

“Gila! Rambutnya panjang bener!” gumam Raka melihat dari pintu.

Bilqis menggulung tangannya, dia meninju hidung Titin hingga darah keluar membasahi lantai.” Arghh! Aku berdarah!”

Mereka bertiga berlari meninggalkan Bilqis. Dia keluar dari kamar mandi mengikat kembali rambutnya. Raka bertepuk tangan tidak menyangka Bilqis bernyali besar berani menghajar anak guru dan anak konglomerat.

“Semoga setelah hari ini mereka nggak jahilin aku lagi ya”

“Bilqis! Huuuhhh!” suara nafas Barka tersengal-sengal berlari mendekatinya.

“Kamu nggak apa-apa kan? Gimana ceritanya kamu terkurung di UKS? Kamu sakit? Ntar aku laporin kak Wijaya ya..”

1
pretty
♥️
Sun
menunggu mas dokter 😍
Gibran 🌚kang gelap
mati di depan sekolah. arwah gentayangan juga
Mak Comblang
memantau ne
Mak Comblang
rate
Sanggar seni
perjuangan hidup banget si bilqis
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Ica
terlop mas Wijaya. 😭antara ngakak baca dia di kejar anak SMA
✧༺yuta༻✧
kakang wijaya tunggu dede akan MERAMPAS mu dari Bilqis🔥
Argon👺
mau berkata kasar sama si Vera. manusia iblis itu
Argon👺
Bilqis untung ga kebawa minum disko🤘😝🤘kegilaan si rita
. dia milih bawa mukenah. belajar. kasian juga wktu di pukuli si rita sunting. aduh
Nana 🐧
up kak nanggung 🤸‍♀️
Panggilan Alam 🥴
mau muntah sama si Vera
keke 💣rumah 🏘sederhana
gk sbar lama up mba 🚴🚴🚴
Payung ❤cinta ❤
kecewa bilqis ga up
👑Kang reader
nangis di pojokan
Wali kelas XII A MIpa
up
Serma 🌂
love
🍯Nona yenyen🍯Madu
keyeen
emak bawel
lanjut📄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!