Arrabella foster Ruzian. Di hari bahagianya ke-17 tahun menjadi hari berakhirnya semua kepahitan dalam hidupnya.
kejadian tragis yang membuat dirinya mati tanpa bisa membela diri.
perempuan malang itu di fitnah dengan tuduhan yang sama sekali tak pernah di lakukan.
siksaan demi siksaan yang terus dia dapat kan tanpa mendapat pembelaan dari siapapun.
Arabella telah mati dan membawa segala kesakitan yang selama ini dia dapatkan dalam kehidupannya. Dan entah dari mana Jiwa seorang gadis dari abad-21 masuk ke dalam tubuh Arabella yang telah mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikatsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Kediaman Selir li weii
Kaisar dan yang lain nya telah sampai di kediaman Selir li weii. Mereka segera memasuki kediaman itu untuk melihat Tubuh Selir Li wei.
Mereka semua sontak terkejut dan segera keluar dari kediaman Selir Li weii. wajah mereka semua pucat saat melihat tubuh selir li weii sangat menggenaskan. Hingga mereka serasa ingin muntah melihat potongan tubuh dan organ itu terpotong-potong disana.
Kaisar hanya terdiam kaku saat melihat tubuh selir nya begitu menggenaskan. Ia perlahan menoleh kan kepalanya menatap ke arah kepala Selir li wei yang berada di dekat dinding itu. Ia melangkah mendekati kepala itu. Ia terdiam saat melihat tulisan Yang berada di kening selir li wei. Ia memijit kening nya pusing.'sipembunuh itu lagi' Batin nya menggeram marah.
Kaisar melangkah mendekati kedua prajurit yang menjaga di luar kediaman selir li weii."Sebenarnya apa yang terjadi. Bagaimana selir li weii bisa dibunuh seperti itu. Bukan kah kalian yang saya tugas kan untuk berjaga di kediaman selir li wei" ucap nya marah menatap Kedua prajurit itu.
Kedua prajurit itu menunduk kan kepala nya tak berani menatap Sang kaisar."M-maaf kan kami yang mulia. Kami telah lalai menjaga Selir Li wei." ucap mereka.
Kaisar menatap mereka tajam."Setelah semua ini terjadi dan selir li weii tiada. Kalian dengan mudah nya meminta maaf huh!" bentak nya
Kedua prajurit itu tersentak kaget saat mendengar bentakan Kaisar. Mereka semakin menunduk kan kepala mereka takut.
Kaisar memijit kepala nya pusing" Katakan lah apa yang sebenar nya terjadi. mengapa kalian sampai tidak mengetahui jika si pembunuh itu datang kemari." ucap nya berusaha sabar.
"K-kami juga bingung yang mulia. Kami tidak tau apa yang terjadi tadi malam. Pagi tadi kami sudah tergeletak di lantai yang mulia" ucap mereka kembali.
Kaisar dan yang lain nya mengernyit kan dahinya ketika mendengar ucapan dari Kedua prajurit itu."Apa maksud kalian." ucap Kasim han menimpali.
Kedua prajurit itu menoleh kan kepalanya menatap kaisar."Kami juga bingung yang mulia tiba tiba kami sudah tergeletak pingsan di lantai. seingat kami. Kami selalu menjaga Kediaman selir li weii. Tetapi entah mengapa kami terbangun tadi pagi di lantai." ucap mereka memberani kan diri menatap kaisar
Kaisar dan kasim han Hanya terdiam. Kasim han Menatap ke arah kaisar."Yang mulia sepertinya mereka telah dibius oleh sipembunuh itu" ucap kasim han.
"Panggil kan tabib. Suruh tabib itu untuk memeriksa kedua prajurit itu." ucap kaisar."Dan segera bawa jenazah Selir li wei untuk di kremasi sesegera mungkin." lanjut nya dan segera melangkah keluar dari kediaman.
Xuan Mei menatap permaisuri lian Haong."Ibunda apakah ini semua perbuatan mu?" tanya nya
Permaisuri lian Haong menatap Xuan mei tajam."Ini bukan perbuatan ku." ucap nya dan segera melangkah pergi dari kediaman selir li wei menuju ke arah kediaman nya.
Xuan mei dan xuan jian yang melihat kepergian ibunda mereka. Segera menyusul permaisuri lian Haong.
****************
Cheetah perlahan membuka mata nya dan mengerjap-ngerjap kan mata tajam itu. ia mengucek matanya pelan."Hoamm" Cheetah menguap lebar. Ia segera menduduk kan Dirinya dan meregangkan otot-otot nya. Ia memijit tengkuk nya."Badan Gue sakit semua bangsat." ucap nya dengan suara serak khas bangun tidur.
Ia menolehkan kepalanya menatap ke arah jarum jam yang menunjuk kan pukul. 10. 45 Wib. Ia perlahan bangkit dari ranjang dan segera melangkah menuju ke arah pemandian nya untuk membersihkan diri.
Ceklek.
Bi hanum memasuki Kediaman Arabella. Ia menolehkan kepala nya menatap ke arah ranjang."Non ara ternyata sudah bangun" ucap nya. Ia segera melangkah menuju ranjang dan membersihkan nya.
Kemudian ia beralih ke arah Lemari pakaian dan mengambil hanfu berwarna Silver dan meletak kan nya di atas ranjang. ia menatap ke arah makanan yang berada di meja nakas."Makanan nya sudah dingin." ucap nya sembari mengambil makanan itu dan membawa nya keluar kediaman Arabella.
Bertepatan Bi hanum keluar. Cheetah keluar dari pemandian nya. Dan segera mengambil hanfu nya di ranjang dan segera memakai nya. Ia berjalan ke arah meja rias dan menyisir rambut panjang nya itu dengan teliti.
Cheetah menduduk kan bokong nya di sofa. Ia merebahkan kedua kaki nya di atas meja. Ia memijit-mijit betis nya.
Bi hanum membuka Pintu kediaman Arabella dan segera memasuki nya dengan membawa makanan baru ditangan nya. Ia melangkah menuju Ke arah Cheetah.
Cheetah yang melihat kedatangan Bi hanum segera menurunkan kedua kaki nya. Bi hanum segera meletak kan makanan itu di atas meja. Cheetah perlahan mengambil sendok dan mengisi nya dengan makanan dan segera melahap makanan itu kedalam mulut nya.
Bi hanum yang melihat Nona nya tengah melahap makanan itu segera membuka suara nya."N-non" ucap nya gugup.
"Hm" Dehem Nya sekilas.
Bi hanum menatap Cheetah gugup."S-saya ingin bertanya sesuatu." ucapnya
Cheetah hanya diam tanpa berniat membalas. Ia menunggu Bi hanum untuk melanjut kan ucapan nya.
Bi hanum yang paham dengan keterdiaman Nona nya itu segera melanjut kan ucapan nya."tadi pagi saya memasuki kediaman ini. Saya mencium bau amis dari kediaman. Dan saya melihat Gucci yang berada disudut ruangan pecah." ucap nya."jika saya tau. Apa yang terjadi non" lanjut nya
"Tidak ada."ucap Cheetah." Jika bau amis itu saya juga tidak tau. Tetapi Gucci yang pecah itu saya tidak sengaja menyenggol nya" lanjut nya sembari menyuapi makanan nya.
Bi hanum menatap cemas ke arah Cheetah."jangan jangan si pembunuh itu tadi malam masuk ke kediaman anda nona"ucap nya."nona apakah anda baik baik saja?" lanjut nya
Cheetah mengedik kan bahu nya acuh."Sipembunuh? Apakah si pembunuh itu mulai beraksi lagi."tanya nya pura-pura terkejut.
Bi hanum mengangguk kan kepalanya."iya non. Si pembunuh itu tadi malam beraksi lagi. Dan korban nya adalah selir li wei." ucap nya
Cheetah segera memberhentikan suapan terakhirnya."apa?! Selir li weii menjadi korban nya!. Bagaimana bisa?" ucap nya memulai akting nya.
"Saya juga tidak tau nona. Tadi pagi mayat Selir li weii ditemukan dikediaman nya dengan tubuh terpotong potong non" ucap Bi hanum Takut
Cheetah berpura-pura menutup mulut nya terkejut."apakah mayat selir li wei masih dikediaman nya." ucap nya sembari berdiri dari duduk nya."saya ingin melihat nya." lanjut nya
Bi hanum menggeleng kan Kepalanya."Jenazah selir Li wei akan di kremasi di halaman belakang kerajaan nona." ucap nya
Cheetah segera menyesap Air minum nya."saya akan melihat kremasi selir li wei." ucap nya segera melangkah kan kaki nya keluar kediaman nya.
Cheetah hanya tersenyum miring."Haha Akting ku sangat luar biasa bukan? Aku bisa memanipulasi seseorang kapan pun aku mau." batin nya."Ayo Cheetah segera lah menemui korban yang kau bunuh itu. ini sangat menyenang kan. Aku yang telah membunuh nya dan aku juga yang akan menyaksikan dia akan dikremasi." ucap nya dan segera melangkah menuju halaman belakang.