NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:158.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 21

Keesokan harinya, suasana rumah yang sempat tenang pecah oleh suara langkah kaki yang terburu-buru dan derap sepatu hak tinggi yang menghantam lantai marmer.

Clarissa muncul di ambang pintu utama dengan wajah yang merah padam, napasnya memburu karena emosi yang tertahan. Tanpa menunggu dipersilakan, dia melangkah masuk. Kebetulan membuka pintu depan yang tak di kunci.

"Mahesa! Keluar kamu!" teriak Clarissa, suaranya menggema di ruang tamu yang luas.

Mahesa, yang baru saja turun dari lantai dua bersama dengan Inara untuk sarapan. Wajah Inara masih pucat, tapi dia menolak makan di kamar. Karena dia juga ingin berjemur di taman belakang. Mahesa membeli sarapan untuk mereka berdua.

"Kekasihmu nyusul, Mas!" Inara tersenyum sinis di balik Bibir pucatnya.

"Makanlah!" ujar Mahesa kebudian bangkit dan berjalan menuju Clarissa.

Inara memilih untuk makan. Dia tak peduli dengan drama yang ada di depannya. Dia memilih untuk fokus akan kesehatannya. Dia harus sehat dan kuat menghadapi sikap Mahesa yang membuatnya pusing. Entah apa yang sebenarnya di rasakan suaminya itu terhadapnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" suara Mahesa rendah, namun sarat dengan ancaman.

Clarissa berjalan mendekat, wajahnya mulai berubah dan memasang wajah sedih. Berbeda saat masuk dan berteriak. Dia terlihat kecewa dan sakit hati melihat Mahesa sedang menemani Inara sarapan.

"Kamu mematikan ponselmu, mengabaikan pesanku, dan memperlakukanku seperti orang asing kemarin! Apa yang terjadi padamu, Mahesa? Apakah kamu sudah benar-benar gila karena wanita itu? Jangan bilang kalau kamu mulai mencintai wanita itu!" teriak Clarissa dengan air mata buaya yang sudah mengalir di pipinya. Bahkan tangannya menunjuk Inara yang sedang makan dengan santai.

Mahesa tidak bergeming. Dia justru melangkah maju, mempersempit jarak dengan Clarissa.

"Inara sakit karena keteledoranku kemarin," jawab Mahesa tegas.

"Dan aku tidak punya waktu untuk meladeni drama tidak pentingmu. Pergi dari rumahku, Clarissa. Jangan pernah berani menginjakkan kaki di sini lagi tanpa seizinku. Bukankah aku sudah mengatakan, aku memang mencintai kamu. Tapi aku tahu batasan. Ini adalah rumahku dan Inara. Pergi dan kita akan bicara nanti!"

"Aku tidak akan pergi sebelum kamu menjelaskan semuanya. Aku tak mau kalau sampai kamu dan dia..."

"Pergi sekarang, atau aku pastikan tidak akan pernah menghubungimu lagi!," potong Mahesa dingin.

Clarissa terkesiap, tidak menyangka Mahesa akan bicara seperti itu. Bahkan tatapannya begitu dingin. Bukan tatapan penuh cinta seperti biasanya. Sebelum Clarissa sempat membalas, sebuah suara berat dari ambang pintu membuat suasana di ruang tamu itu semakin tegang.

"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut di rumah orang?"

Sosok wanita paruh baya dengan aura wibawa yang kuat. Mama Karina berdiri di sana, menatap Clarissa dengan pandangan menyelidik yang tidak nyaman.

Clarissa, yang sedetik lalu masih penuh amarah, seketika berubah gugup. Dia tahu betul betapa tegasnya mertua dari pria yang ia gila-gilai itu.

 "Mama... saya..."

"Aku bukan ibu mertuamu lagi! Cukup satu kali aku menjadi mertua dari wanita menji-jikan seperti kamu!"

"Clarissa, keluar sekarang," perintah Mahesa dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Melihat tatapan tajam dari Mama Karina yang beralih padanya, Clarissa tidak punya pilihan lain. Dengan wajah yang menahan malu sekaligus kesal, dia memutar tubuh dan melangkah pergi dengan kasar, meninggalkan suasana yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Mama Karina.

Mama Karina berjalan mendekati putranya, matanya menatap pintu yang baru saja tertutup, lalu beralih pada Mahesa.

"Jadi," suara sang Ibu tenang, namun sangat menusuk.

"Perempuan itu lagi? Mahesa, berapa kali mama harus bilang? Apa yang sebenarnya terjadi di rumah tangga kamu sampai perempuan itu berani datang dan berteriak-teriak di sini?"

Mahesa menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya yang terasa pening.

"Ini urusan saya, Ma. Mama tidak perlu ikut campur."

"Urusanmu?" Mama Karina melangkah lebih dekat, suaranya kini meninggi.

"Inara itu menantu Mama. Mama dengar dia sakit karena kamu lalai kemarin. Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan, Mahesa? Kamu sedang menghancurkan satu-satunya orang yang tulus mencintaimu demi perempuan yang bahkan tidak tahu malu datang ke rumah istri orang!"

Mahesa terdiam. Kata-kata ibunya tepat sasaran, mengenai titik yang paling dia hindari untuk dia akui.

"Jangan bilang kamu kembali berhu-bu-ngan dengan wanita itu dan menyakiti menantu Mama! Kau akan tahu akibatnya Mahesa! Dan Mama pastikan ayahmu akan tahu kedatangan wanita itu ke sini!" Mama Karina mengancam Mahesa.

Mahesa hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Dia tak mengira Clarissa akan nekad datang ke rumahnya bersama dengan Inara. Bahkan bertepatan dengan kedatangan ibunya.

"Di mana Inara?" tanya ibunya tanpa menunggu jawaban Mahesa.

1
~Ni Inda~
Akhir yg sedih 😭😭
Baru kali ini ada novel berakhir di puncak emosi yg membuat readers berimajinasi sendiri bgmn akhir kisah tokoh utama yaitu Inara meski sdh ada petunjuk arahnya
Good Thor...tulisanmu beda dg yg lain
Semangat trs berkarya 💪💪
~Ni Inda~
'Sedikit' kebaikanmu thd Inara adalah tdk mau menyentuhnya shg Inara msh terjaga kesuciannya utk lelaki baik yg kelak menjadi suaminya sbg jackpot
Dan semoga itu Gavin....sbg hadiah atas kesabaran.. kebaikan & ketulusan hatinya thd Inara
~Ni Inda~
Lelaki limited edition
~Ni Inda~
Bersyukurlah Inara....kesucianmu utk suami yg menghargaimu kelak
Heny
Smg inara dapat pengganti dan bahagia
Yamah Yamaah
kok tamat cuman gitu
Heny
Thor jng sakiti inara lepas kan dia dr mahesa
~Ni Inda~
Bekukan hatimu Inara...belajar cerdas...usahakan utk merekam sikap & perkataan Mahesa utk buktii kejahatannya dihadapan orangtuanya termasuk ancamannya utkmu & Mamamu
Jadikan keberpihakan mertuamu sbg senjata utk balik menghancurkan Mahesa & Clarissa
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs banget ,apa ada bouncapnya Inara & Mahesa kembali untuk membimbing Arkha ...supaya ku ngga kecewa nih ....ok mksh & tetap semangat buat Author ...👍
Yuni Ngsih
Authooooor ku ngenes baca ceritramu Thor baru aja bahagia bersama Gavin .......ko Inara mau ditinggal kan ini ceritra Thor bikin ku sediiiiih knp tdk dirobah alur ceritranya kasian Inara ......ih ko ngeyel ya kan ini mah cuma ceritra.....karena ceritramu baguuus banget ....ok
Yam_zhie: huaaaa maaf kak 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
😩😭😭😭😭
nely_48
sedih banget baca bab akhir ini,, 😭😭
Ilfa Yarni
aaaaa sedih amat sampe nangis aku bacanya
Muft Smoker
kaaak koq udh tamat aj ,, gx da bonchap ny kah????

gantuuung looo kak ,,
6690
kok gantung kak tamatnya
Arin
Ini beneran udah tamat?
Rahmawati Amma
seru ceritanya thor bagus🥰👍
Yam_zhie: makasih kak 😘
total 1 replies
Rahmawati Amma
di tunggu bab barunya kak😁✌️
Adi sudiro Dero
mau komen apa soal Kinara bingung!...jadi orang kok ya tolol n goblok ibarat suruh makan tapi ya pasti di makan la wong gak ada otak🤭🤭
Adi sudiro Dero
cerita pembodohan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!