NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 21

Keesokan harinya, suasana rumah yang sempat tenang pecah oleh suara langkah kaki yang terburu-buru dan derap sepatu hak tinggi yang menghantam lantai marmer.

Clarissa muncul di ambang pintu utama dengan wajah yang merah padam, napasnya memburu karena emosi yang tertahan. Tanpa menunggu dipersilakan, dia melangkah masuk. Kebetulan membuka pintu depan yang tak di kunci.

"Mahesa! Keluar kamu!" teriak Clarissa, suaranya menggema di ruang tamu yang luas.

Mahesa, yang baru saja turun dari lantai dua bersama dengan Inara untuk sarapan. Wajah Inara masih pucat, tapi dia menolak makan di kamar. Karena dia juga ingin berjemur di taman belakang. Mahesa membeli sarapan untuk mereka berdua.

"Kekasihmu nyusul, Mas!" Inara tersenyum sinis di balik Bibir pucatnya.

"Makanlah!" ujar Mahesa kebudian bangkit dan berjalan menuju Clarissa.

Inara memilih untuk makan. Dia tak peduli dengan drama yang ada di depannya. Dia memilih untuk fokus akan kesehatannya. Dia harus sehat dan kuat menghadapi sikap Mahesa yang membuatnya pusing. Entah apa yang sebenarnya di rasakan suaminya itu terhadapnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" suara Mahesa rendah, namun sarat dengan ancaman.

Clarissa berjalan mendekat, wajahnya mulai berubah dan memasang wajah sedih. Berbeda saat masuk dan berteriak. Dia terlihat kecewa dan sakit hati melihat Mahesa sedang menemani Inara sarapan.

"Kamu mematikan ponselmu, mengabaikan pesanku, dan memperlakukanku seperti orang asing kemarin! Apa yang terjadi padamu, Mahesa? Apakah kamu sudah benar-benar gila karena wanita itu? Jangan bilang kalau kamu mulai mencintai wanita itu!" teriak Clarissa dengan air mata buaya yang sudah mengalir di pipinya. Bahkan tangannya menunjuk Inara yang sedang makan dengan santai.

Mahesa tidak bergeming. Dia justru melangkah maju, mempersempit jarak dengan Clarissa.

"Inara sakit karena keteledoranku kemarin," jawab Mahesa tegas.

"Dan aku tidak punya waktu untuk meladeni drama tidak pentingmu. Pergi dari rumahku, Clarissa. Jangan pernah berani menginjakkan kaki di sini lagi tanpa seizinku. Bukankah aku sudah mengatakan, aku memang mencintai kamu. Tapi aku tahu batasan. Ini adalah rumahku dan Inara. Pergi dan kita akan bicara nanti!"

"Aku tidak akan pergi sebelum kamu menjelaskan semuanya. Aku tak mau kalau sampai kamu dan dia..."

"Pergi sekarang, atau aku pastikan tidak akan pernah menghubungimu lagi!," potong Mahesa dingin.

Clarissa terkesiap, tidak menyangka Mahesa akan bicara seperti itu. Bahkan tatapannya begitu dingin. Bukan tatapan penuh cinta seperti biasanya. Sebelum Clarissa sempat membalas, sebuah suara berat dari ambang pintu membuat suasana di ruang tamu itu semakin tegang.

"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut di rumah orang?"

Sosok wanita paruh baya dengan aura wibawa yang kuat. Mama Karina berdiri di sana, menatap Clarissa dengan pandangan menyelidik yang tidak nyaman.

Clarissa, yang sedetik lalu masih penuh amarah, seketika berubah gugup. Dia tahu betul betapa tegasnya mertua dari pria yang ia gila-gilai itu.

 "Mama... saya..."

"Aku bukan ibu mertuamu lagi! Cukup satu kali aku menjadi mertua dari wanita menji-jikan seperti kamu!"

"Clarissa, keluar sekarang," perintah Mahesa dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Melihat tatapan tajam dari Mama Karina yang beralih padanya, Clarissa tidak punya pilihan lain. Dengan wajah yang menahan malu sekaligus kesal, dia memutar tubuh dan melangkah pergi dengan kasar, meninggalkan suasana yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Mama Karina.

Mama Karina berjalan mendekati putranya, matanya menatap pintu yang baru saja tertutup, lalu beralih pada Mahesa.

"Jadi," suara sang Ibu tenang, namun sangat menusuk.

"Perempuan itu lagi? Mahesa, berapa kali mama harus bilang? Apa yang sebenarnya terjadi di rumah tangga kamu sampai perempuan itu berani datang dan berteriak-teriak di sini?"

Mahesa menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya yang terasa pening.

"Ini urusan saya, Ma. Mama tidak perlu ikut campur."

"Urusanmu?" Mama Karina melangkah lebih dekat, suaranya kini meninggi.

"Inara itu menantu Mama. Mama dengar dia sakit karena kamu lalai kemarin. Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan, Mahesa? Kamu sedang menghancurkan satu-satunya orang yang tulus mencintaimu demi perempuan yang bahkan tidak tahu malu datang ke rumah istri orang!"

Mahesa terdiam. Kata-kata ibunya tepat sasaran, mengenai titik yang paling dia hindari untuk dia akui.

"Jangan bilang kamu kembali berhu-bu-ngan dengan wanita itu dan menyakiti menantu Mama! Kau akan tahu akibatnya Mahesa! Dan Mama pastikan ayahmu akan tahu kedatangan wanita itu ke sini!" Mama Karina mengancam Mahesa.

Mahesa hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Dia tak mengira Clarissa akan nekad datang ke rumahnya bersama dengan Inara. Bahkan bertepatan dengan kedatangan ibunya.

"Di mana Inara?" tanya ibunya tanpa menunggu jawaban Mahesa.

1
Muft Smoker
seneng kan liat mereka ,, inara Dan mahesa udh bnr2 berdamai ,,
inara udh memiliki pendamping yg tepat ,, begitu pun mahesa nanti ,,
Muft Smoker
inara udh bahagia dg keluarga kecil ny ,,
sedangkan mahesa msh menata hidup ny di luar pulau ,,
kak kabar si Clarissa gmn ,, Masih sehat kah????
Ilfa Yarni
semoga disana mahesa menemukan jodoh seorang perempuan yg sama baiknya seperti inara biar bayangan inara dlm hatinya menghilang sepenuhnya
Oma Gavin
akhirnya mahesa jadi diri sendiri dan lebih baik
Ilfa Yarni
inara udah bahagia mahesa gmn kabarnya
nely_48
halo arka, udh gede az
nely_48
menepi dl,, siapa tau dgn tinggal d pulau Kalimantan mereka bs ketemu dgn gadis Dayak yg terkenal cancik n baik hati
Muft Smoker
inara tu arka apa nangka mateng di kebun tetangga ,, bunyi ny mantap pisan😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,

yx sypa tau kak si arka jatuh pas bareng nangka tetangga juga pas kebetulan jatuh juga ,🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
untung si Gavin gx minta di gendong si inara 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁 ,,
sypa tau aj kak 😁😁😁
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko lucu ya bayangin nya 🤭😁
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
Ilfa Yarni
inara udah bahagia tinggal mahesa beri doa bahagia jg tjor
Muft Smoker
berdamai itu indah kan ,, meski terlambaat tp itu lebih baik Dari pada tdak sama sekali kn mahesa ,,
skrang tinggal km yg menata dirimu menjadi lebih baik mahesaa ,,
Ambu Rinddiany Thea
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ilfa Yarni
syukurlah kalian berdua udah berdamai dgn diri sendiri semoga jdpnnya kalian sama2 bahagia aku paling g suka laki2 yg. mengakui kesalahan dan berubah kpd yg lbh baik
Soraya
mampir thor
Ilfa Yarni
berjuang dan berdamailah dgn dirimu sendiri mahesa
Muft Smoker
mungkin inara hanya satu mahesa ,, tp di luar sana mungkin msh ad yg seperti inara ,, yg bisa nerima km apa adany ,, tanpa dy melihat dirgantara ad di belakang mu ,, tanpa melihat masa lalu mu ,,
Muft Smoker
pergi jauh bukan hanya tuk menghindar ,, tp tuk menenangkan hati ,mmenyembuhkkan diri , membentuk diri menjadi pribadii yg lebih baik ,,
masa lalu mungkin gx kan hilang mahesa ,, tp gx perlu juga selalu di ingat yg dmna akan mempersulit dirimu untuk menemukan jati dirimu yg hilang ,,
Ilfa Yarni
inara perempuan yg naik dan tulus tidak mgkn dia mengabaikanmu ha ya u tuk mi ta maaf tuk yg terakhir kalinya
Ilfa Yarni
pergilah mahesa sembuhkan dirimu semoga disana km udah bisa melupakan masa lalu dan berdamai dgn dirimu sendiri semoga jg ada pengganti inara km temukan disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!