NovelToon NovelToon
TERJERAT OBSESI ELZIO

TERJERAT OBSESI ELZIO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Office Romance
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Dendanya lima miliar rupiah, Clara. Atau... kamu tanda tangani kontrak tiga tahun jadi asisten pribadi saya!"
Berniat kabur dari masa lalu dan hidup mandiri, Clara justru terjebak dalam jaring laba-laba Elzio Mahendra—CEO tampan, kaya raya, dan obsesif yang tak mempan digertak. Hanya demi mengikat Clara di sisinya, Elzio tak ragu membeli perusahaan tempat Clara melamar dan menjeratnya dengan kontrak denda bernilai fantastis.
Segala cara Clara lakukan agar Elzio ilfil—mulai dari bersikap super galak, memboroskan uangnya, hingga kabur naik KRL. Namun, bukannya menyerah, sang CEO gila justru makin gila dan posesif padanya.
Di tengah intrik perjodohan elit dan trauma masa lalu yang menghantui, akankah Clara berhasil bebas dari jerat denda lima miliar, atau justru akhirnya bertekuk lutut dalam pelukan sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Malam itu, tangis Clara mereda di dalam pelukan Elzio. Tubuhnya yang lemas dan kelelahan membuat Clara tidak memprotes saat Elzio menuntunnya masuk ke dalam kosan sempit berukuran tiga kali tiga meter tersebut.

​Elzio menunduk sedikit saat melewati pintu kayu yang agak rendah. Matanya meneliti setiap sudut ruangan kecil itu. Dinding cat putih yang mulai mengelupas, kasur busa tipis single size di atas lantai, sebuah kipas angin kecil yang berputar menghasilkan suara bising, dan lemari plastik di sudut ruangan. Udara di dalam terasa pengap dan panas.

​Bagi pria setinggi 187 cm dengan standar hidup serba mewah seperti Elzio, ruangan ini tak ubahnya bagaikan goa yang menyiksa.

​"Kamu benar-benar tinggal di tempat sempit seperti ini, Clara?" tanya Elzio dengan dahi berkerut dalam. Suaranya sarat akan rasa tidak tega dan keheranan yang tak tertutupi.

​Clara mendudukkan dirinya di tepi kasur busa, mengusap sisa air mata di pipinya. Sikap galaknya kembali sedikit, meski terdengar parau. "Kenapa? Jijik? Ya udah, keluar sana. Enggak ada yang nyuruh lu masuk ke tempat sewaan murah gue."

​Elzio tidak keluar. Pria bersetelan jas mahal itu justru melangkah mendekat dan mendudukkan tubuh tingginya di sebelah Clara. Kasur busa itu mendadak amblas dan terasa makin sempit.

​"Menikahlah dengan saya, Clara," ujar Elzio tiba-tiba, menatap lurus ke dalam iris mata Clara yang masih basah. Suaranya terdengar sangat serius, tanpa nada bercanda.

​Clara tertawa hambar, menggelengkan kepalanya capek. "Lu tuh kenapa sih? Otak lu geser ya? Dikit-dikit ngajak nikah."

​"Saya serius," tegas Elzio, meraih jemari Clara yang dingin dan menggenggamnya erat. "Saya bisa memberi kamu kehidupan yang jauh lebih layak. Kamu tidak perlu tinggal di tempat pengap ini, tidak perlu cemas soal denda lima miliar, dan tidak perlu takut sendirian lagi."

​"Gue enggak mau, Elzio!" potong Clara tegas, menarik tangannya dari genggaman Elzio. "Lu itu kaya raya. Dan dari pengalaman gue, orang kaya itu hidupnya penuh intrik, aturan, dan keluarga yang beracun! Keluarga gue sendiri udah cukup bikin hidup gue hancur. Gue enggak mau masuk ke lingkaran kekayaan lu yang pasti sama toxic-nya!"

​Elzio menatap Clara dalam hening sejenak. "Keluarga saya tidak akan ada yang berani menyentuh atau mengatur kamu selama saya berdiri di depan kamu, Clara."

​"Basi!" cetus Clara, memalingkan wajahnya. "Gue cuma mau hidup tenang dan mandiri. Udah, mending lu pulang. Gue mau tidur, besok harus kerja."

​Bukannya berdiri dan pergi, Elzio justru merebahkan tubuh tegapnya terlentang di atas kasur busa milik Clara.

​Seketika, kasur tipis itu terasa sesak dipenuhi oleh tubuh Elzio. Panjang kasur yang terbatas membuat kakinya yang jenjang terpaksa menekuk, sementara bahunya yang lebar hampir menghabiskan seluruh area tempat tidur.

​Clara membelalakkan mata, memelototi pria yang sekarang tiduran di kasurnya tanpa dosa. "Elzio! Lu ngapain sih?!"

​"Kasur kamu sempit sekali," gumam Elzio santai, menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala dan memejamkan mata. "Dan fan angin ini cuma memindahkan udara panas."

​"Ya makanya pulang ke rumah lu yang kaya istana itu, bodoh!" bentak Clara sambil menendang pelan kaki Elzio. "Ngapain malah rebahan di sini?!"

​Elzio membuka matanya, menoleh menatap Clara dari bawah. "Pindah ke penthouse saya besok pagi, Clara."

​"Nggak sudi!"

​"Kalau kamu menolak..." Elzio menyunggingkan senyum tipis yang sangat berbahaya. "...besok siang tanah dan bangunan kos-kosan ini akan saya beli, lalu saya ratakan dengan tanah. Saya pastikan pemiliknya mendapat ganti rugi melimpah, dan kamu tetap harus angkat kaki."

​Mata Clara melotot sempurna. "Lu... lu bener-bener gila ya?! Lu mau bikin orang lain kehilangan tempat tinggal cuma gara-gara obsesi aneh lu?!"

​"Kamu tahu saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya, sweetheart," balas Elzio tenang tanpa beban. Bagi pria yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang diinginkannya ini, membeli sepetak tanah kosan adalah hal sekecil membalikkan telapak tangan.

​Clara mengepalkan tangannya, membuang napas kasar. Dadanya naik turun menahan amarah yang mendidih. Tapi di sisi lain, fisik dan mentalnya malam ini sudah terlalu lelah. Kejadian beruntun hari ini—pertengkaran dengan Marissa, kepanikan kehilangan jam tangan ibunya, dan rasa sepi yang menghantamnya—benar-benar menguras seluruh energinya.

​Dia tidak punya tenaga lagi untuk berdebat atau meladeni pria gila di depannya.

​"Terserah lu mau ngomong apa," bisik Clara pasrah, suaranya terdengar sangat letih.

​Clara berbaring di sudut kasur yang tersisa, membelakangi Elzio dan menarik selimut tipisnya hingga ke dada. Dia memejamkan mata, memutuskan untuk mengacuhkan keberadaan sang CEO.

​Elzio memperhatikan punggung mungil Clara yang naik turun teratur. Senyum lembut terukir di wajah tampannya. Dia memiringkan tubuhnya, melingkarkan satu lengan kokohnya di pinggang Clara dari belakang, dan menarik tubuh hangat wanita itu makin rapat ke dadanya.

​Clara sempat bergumam protes pelan dalam kantuknya, namun dalam hitungan menit, rasa lelah yang luar biasa membawanya jatuh tertidur dengan sangat lelap. Suara napasnya berubah halus dan teratur.

​Elzio mengecup tengkuk leher Clara dengan penuh kelembutan.

​"Selamat tidur, calon istri saya," bisik Elzio rendah.

​Satu jam berlalu. Keheningan malam makin pekat di dalam kamar kosan sempit itu. Elzio perlahan bangkit berdiri tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

​Dia menatap Clara yang terlelap begitu nyenyak. Dengan sangat hati-hati, Elzio menyusupkan satu tangannya di bawah lipatan lutut Clara dan tangan lainnya di belakang punggung wanita itu. Dalam satu gerakan perlahan tapi mantap, Elzio mengangkat tubuh mungil Clara ke dalam gendongannya.

​Clara hanya melenguh pelan dalam tidurnya, merapatkan wajahnya ke dada bidang Elzio, menghirup aroma woody-leather yang sudah sangat familier di inderanya.

​Elzio melangkah keluar dari kamar kosan, membiarkan Arka—yang sudah berjaga di luar sejak tadi—membereskan dan mengunci pintu kosan tersebut.

​Langkah kaki Elzio membawa Clara menuju mobil sedan mewahnya yang terparkir di depan gang. Dia mendudukkan Clara di kursi belakang yang luas, membaringkan kepalanya di atas pangkuannya, lalu menyelimuti tubuh wanita itu dengan jas mewahnya.

​"Ke penthouse, Pak Anton," perintah Elzio pelan pada pengemudinya.

​Mobil melaju membelah keheningan malam kota Jakarta. Elzio mengelus lembut rambut panjang Clara yang tersebar di pangkuannya, menatap wajah polos wanita itu saat tertidur tanpa duri dan galak.

​Esok pagi, saat Clara terbangun di dalam kemewahan penthouse miliknya, Elzio tahu amarah wanita itu akan meledak dahsyat. Tapi Elzio sama sekali tidak peduli. Burung sangkarnya yang cantik ini sudah berada di dalam sangkar emasnya, dan Elzio tidak akan pernah membiarkannya terbang keluar lagi.

1
umie chaby_ba
mampir thor..🙏
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!