Imelda Putri Anggraini ( 20 ) Baru lulus sekolah menengah atas (SMA ) Dia hidup bersama kedua orang tua angkatnya di mana sejak usia 7 tahun dia sudah di tinggal kedua orangtuanya hingga di asuh oleh Bibinya adik dari ibunya .
Demi membalas budi pada kedua orang tuanya angkat nya ,Imelda menyetujui saran dari sang bibi untuk menggantikannya bekerja jadi pelayan karena Bibi nya sudah terlalu tua .
Gani Bagaskara Mateo ( 27 ) Seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit, Dia seorang pria yang humoris tapi karena kejadian beberapa tahun yang lalu membuat dirinya berubah 180°,Dingin dan kasar hanya karena penghianat yang di lakukan sang kekasih di belakang nya .
Mampu kah Imelda menggantikan posisi sang bibi mengurus anak majikannya ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masion Utama
Gani mencium pipi Daddy Radit,Opa Omanya yang ada di ruangan itu tangan nya terus menggegam tangan Imelda yang mengikuti nya dia belakang .
Kini keduanya duduk di sofa peserta yang ada di ruangan itu menatap ke arah mereka membuat Imelda menundukkan kepalanya karena takut dan gugup .
" Cih " Lidah Gani berdecak melihat keluarga nya " Apa kalian tidak pernah melihat perempuan " Lanjutnya ketus.
" Kenapa harus dia " Tanya Daddy Radit menatap Gani .
" Lalu siapa ?? Diandra " Randy langsung menatap tajam Gani .
"Bicaralah dengan benar " Ujar Henry .
" Apa harus ada alasan ,kenapa memilih dia " Gani menatap satu persatu keluarga nya " Gani kira kira tidak perlu " Lanjutnya dengan tenang .
" Sapa mereka biar tidak mati penasaran " Imelda menatap Gani lalu mengaguk.
Imelda meremas kedua tangan nya gugup hingga menggigit bibir bawahnya.
"Malam tuan ,nyonya saya Imelda " Sapa Imelda terbata menundukkan kepalanya sedikit .
" Kamu sudah yakin mau menikah " Gani mengaguk " Yakin " Jawabnya serius .
" jangan main² kak, pernikahan buka untuk lelucon " Ujar Jeje menatap sang Cucu .
" jika ini lelucon dari tadi kalian ketawa ,tapi aku mengatakan yang sebenarnya " Gani menjeda ucapannya " kalian meminta kami cepat menikah ,tapi saat Gani memperkenalkan pada kalian ,kalian anggap lelucon ,Apa selucu itu " Tanya Gani dengan dahi mengerut membuat Eric, Bara ,Ghozi dan Daffi menahan senyumnya .
" Kakak " Tegur Nabilla menatap Gani .
" Why ? Gani hanya mengatakan yang sebenarnya ,lalu salahnya di mana " Jawab Gani tenang .
" Apa yang kamu rencanakan " Tanya Daddy Radit rendah .
" Tidak ada ,kami hanya merencanakan menikah itu saja " Daddy Radit menghela napas panjang" Jangan membuat Eyang marah Gani " Lanjutnya menatap dingin ke arah sang Cucu .
" Eyang sudah tahu ,jadi tidak perlu ...."
" Eyang hanya ingin mendengar nya langsung " Potong Daddy Radit cepat .
" Tidak perlu " Tolak Gani sambil melirik Imelda ,dia tidak mungkin mengatakan itu di depan nya .
Padahal sebelum nya dia tidak terlalu peduli dengan perasaan orang .
" Imelda " Imelda mengakat kepala nya saat namanya di panggil .
" Iya ....tuan " Jawabnya terbata .
"alasan apa yang membuatmu menerima Gani ,Eyang yakin sebelumnya kalian tidak memiliki hubungan apa lagi dekat selain masalah pekerjaan " Ujar Daddy Radit .
" Jawab saja " Ujar Gani saat Imelda belum membuka suaranya.
" Saya ingin kuliah tuan " Jawabnya lirih.
" Hanya itu " Imelda mengaguk pelan " Iya....tuan " Jawabnya pelan .
" Bukannya Davin juga memberikan tawaran yang sama ,tapi kamu menolaknya bukan " Imelda mengaguk " Lalu kenapa Gani kamu tidak menolaknya " Imelda mengerjapkan matanya berkali-kali.
Kini dia baru sadar ,lalu menatap Gani yang hanya menaikan kedua bahunya .
" Mungkin dia takut ,kalau Davin juga mengajak nya menikah " timpal Jose tertawa kecil .
" jaga ucapan mu " Jawab Davin kesal .
" Ucapan Jose tidak ada yang salah , kamu bisa mendengar sendiri bukan " Ujar Jeje yang ikut berkomentar .
" Kamu sudah yakin menerima Gani " Imelda mengaguk ragu, karena dia sudah berada di posisi yang salah .
Maju salah mundur pun salah ,karena kebodohan nya dia sampai tidak bisa berpikir dengan baik .
" Dengarkan Eyang baik² dan Eyang hanya mengatakan sekali " Daddy Radit menatap lekat wajah Imelda " Kamu tidak mencintai Gani bukan " Imelda mengagguk " Iya tuan " Jawabnya jujur " Begitu juga Gani " Pria itu hanya diam saja karena tanpa menjawab mereka sudah tahu jawabannya .
" Tapi karena kalian yang meminta sendiri ingin menikah,kami akan menuruti nya tapi satu hal yang kamu ingat " Daddy Radit menjeda ucapannya " Aku hanya fokus padamu karena Gani pasti sudah tahu , Tidak ada namanya perceraian " Tekannya dengan tegas " Kamu nyaman atau tidak dengan hubungan kalian nantinya kamu harus terus berjalan kedepannya " Lanjutnya dengan serius .
" Eyang tidak akan menutupi apa pun ,karena kamu sendiri sudah merasa yakin " Imelda semakin merasa sesak bukan karena sakit hati tapi karena dia takut tidak sanggup .
Nabilla yang menyadari itu mendekati Imelda hingga Gani menggeser duduknya .
" Tidak papa " Ujar Nabilla lembut mengelus lengan Imelda .
" Kami akan menemui orang tuamu tapi mungkin setelah acara Erland dan Randy, dan kamu harus terbiasa dengan semua aturan yang mungkin nanti nya akan kamu tahu ,hidup mu akan berubah tidak sebebas sebelumnya dalam arti semua apa yang kamu lakukan akan di ketahui Gani ,Alister atau Davin begitu pun dengan kami " Imelda semakin meremas kedua tangan nya " Kamu bisa melihat Salwa di mana dia ke luar selalu ada yang mengikuti nya dan itu nantinya kamu akan alami jadi untuk terkahir kalinya Eyang bertanya kamu siap hidup seperti itu " Ujarnya dengan Tegas dan serius .
" Bisa.....saya ...bertanya " Imelda memberanikan diri menatap pria paru baya yang duduk di kursi roda itu . auranya tidak pernah hilang sekalipun umurnya tidak muda lagi .
Bahkan tatapan datarnya mampu membuat Imelda gugup karena takut .
" Katakan saja " Ujar Nabilla karena Daddy Radit tidak membuka suara hingga membuat Imelda tidak juga membuka suara .
" Apa.....saya ..bisa bertemu orang tuaku jika ...."
" Kamu bisa melakukannya jika Gani mengizinkan mu " Potong Daddy Radit cepat .
"Katakan apa pun yang kamu inginkan pada Gani ,kami akan mengabulkan nya nanti " Lanjutnya dengan serius ..
" Saya hanya ingin mengunjungi makam orang tuaku tuan sebulan sekali " Jawab Imelda serius membuat penghuni di ruangan itu menatap ke arahnya tapi tidak dengan Gani .
" Maksudnya " Tanya Davin menatap Imelda .
" Orang tua Imelda sudah meninggal, yang sekarang itu bukan orang tuanya melainkan Paman dan bibinya ,orang tuanya meninggal saat umurnya 7 tahun " Terang Gani padat dan jelas .
" Kau banyak tahu sekali nya " Sindir Reza yang hanya di tanggapi dengan tenang oleh Gani .
" Apa kalian masih memiliki hubungan keluarga " Tanya Henry .
" Bibi nya adik dari ibunya " Jawab Gani .
" Kenapa kamu yang menjawab nya ,Opa bertanya padanya " Uang Henry menatap Gani .
" Kelamaan " Jawab Gani tenang .
" Gunakan mulutmu sesuai fungsinya ,jika tidak berfungsi lagi maka Opa akan meminta Gani menjahit nya " Ujar Henry kesal .
" Daddy " Tegur Elvi tapi Henry hanya menatap sekilas pada Sang istri .
" Apa hubungan kalian selama ini baik " Tanya Jose
" Iya tuan " Jawab Imelda membuka suara .
" Maaf ,tuan nyonya makan malam nya sudah siap " Ujar pelayan sopan .
" Kita makan malam dulu baru di lanjutkan " Ujar Elvi lembut .
Satu persatu mereka berdiri menuju ruangan makan , sesampainya di sana Gani mengambil posisinya jika biasanya di samping Salwa maka kini Imelda yang ada di sampingnya .
Sedangkan Salwa berada di samping Imelda dan Ana sang Oma .
" Biarkan pelayan " Gani menahan tangan Imelda saat wanita itu mengambil piring nya karena sebagian dari peserta meja makan itu mengambilkan makanan untuk suami mereka .
Ya sekalipun kini statusnya belum menjadi istri tapi di masion Bagaskara itu perkejaan nya .
" Ah iya Den " Imelda kembali duduk di kursinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Imelda dan Gani menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
Cepet TUA looo😂😂😂
semangat kak💪😁