NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Hari Pertama Tanpa Mbok Muna

Hari ini, mbok Muna sudah tidak bekerja di rumah Desi lagi. Ya, kemarin Desi sudah bicara dengan mbok Muna bahwa dia tidak sanggup lagi mempekerjakan mbok Muna mengingat suaminya yang semena-mena memberi nafkah lahir. Kadang-kadang tidak memberi nafkah sama sekali. Desi akan mencoba untuk membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah yang lain nya sendirian. Dan dia juga akan mengajarkan anak-anak nya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Mengingat Bagas dan Rafi juga sudah sekolah di tempat yang sama dengan tempat mengajar Desi, sehingga Desi bisa mengawasi mereka secara langsung selama di sekolah dan juga di rumah. Sedangkan Aqilla, sesuai permintaan mbok Muna akan dititipkan sementara di rumah mbok Muna selama Desi bekerja dan dibawakan bekel makanan supaya mbok tidak repot juga dan kalau bisa sudah mandi dari rumah sebelum ke rumah mbok Muna. Jadi tinggal main saja di rumah mbok Muna dan mbok Muna tinggal mengawasi saja sehingga tidak terlalu repot menjaga Aqilla. Desi juga berencana akan memberikan sedikit rezeki pada mbok Muna tiap bulan meskipun tidak banyak, sebagai ungkapan terima kasih Desi pada mbok Muna.

Desi sedang memasak untuk sarapan juga bekel yang akan dibawa nanti. Saat sedang memasak, Bagas bangun kemudian Desi segera menyuruh Bagas untuk mandi. Selesai mandi Bagas segera berpakaian. Kemudian, dia segera membangunkan adik nya Rafi agar segera mandi dan berpakaian juga. Selesai Desi memasak, dia segera membangunkan Aqilla kemudian memandikan nya. Kemudian, mereka sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah. Ya, Desi selalu membiasakan anak-anak nya untuk selalu sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Supaya di sekolah mereka tidak pusing dan sudah siap untuk menerima pelajaran. Setelah semua nya rapi, mereka segera berangkat ke sekolah. Namun, sebelum ke sekolah, mereka ke rumah mbok Muna dulu untuk mengantarkan Aqilla. Sesampainya di rumah mbok, Bagas dan Rafi langsung berlari mencari mbok nya.

"Mbok...mbok...dimana mbok? Ini Aqilla mbok." , tanya Bagas.

"Iya Bagas, mbok di belakang ini." , jawab mbok Muna sambil berjalan ke depan.

"Aqilla, itu mbok." , ucap Rafi.

"Mbok, saya titip Aqilla ya. Nanti pulang sekolah saya jemput lagi." , ucap Desi.

"Iya bu, sini Qilla sama mbok. Harum banget, Qilla sudah mandi ya?" , tanya mbok Muna.

"Cudah mbok cama mama tadi." , jawab Qilla.

"Pintar ya Qilla. Qilla disini aja ya sama mbok." , ucap mbok Muna.

"Iya mbok." , jawab Qilla.

"Mbok, saya titip Qilla ya, saya tinggal dulu mbok. Makasih banyak ya mbok." , ucap Desi.

"Iya bu, sama-sama." , jawab mbok Muna.

"Assalamu'alaikum mbok." , ucap Desi.

"Wa'alaikumsalam." , jawab mbok Muna.

Kemudian Desi dan kedua anak nya pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Bagas dan Rafi langsung berlari ke kelasnya masing-masing dan Desi menuju ruang guru. Desi mulai menjalani hari yang melelahkan dibanding hari-hari biasanya. Dan dia berusaha melupakan kesedihannya.

Saat jam pulang sekolah tiba, Desi dan anak-anaknya ke rumah mbok Muna dulu untuk menjemput Aqilla baru pulang ke rumah. Di rumah pun Desi tidak bisa langsung istirahat. Dia beberes rumah juga membuat es mambo untuk dia jual di kantin sekolah dan siap-siap memasak untuk makan malam nanti.

Sore hari, setelah mandi Desi beristirahat sebentar sambil menunggu anak-anaknya bangun. Dia kemudian melihat chat wa. Apakah ada wa dari suaminya atau tidak.

'Mas Ridwan tidak ada kabar, wa atau nelpon pun tidak. Lebih baik aku masak buat anak-anak aja. Kalaupun mas Ridwan pulang, baru masak buat dia.' , gumam Desi pelan.

Kemudian Desi berjalan ke dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak. Saat sedang memasak, terdengar anak-anak nya bangun. Desi lalu menyuruh Bagas dan Rafi untuk mandi. Sementara Aqilla belakangan mandinya karena masih dimandikan oleh Desi.

Bagas dan Rafi sudah selesai mandi. Aqilla belum bangun. Setelah selesai masak, Desi segera membangunkan Aqilla dan memandikannya. Tidak lama, terdengar suara azan maghrib. Desi mengajak anak-anaknya untuk solat maghrib berjamaah. Setelah itu, Desi mengajarkan anak-anaknya mengaji termasuk Aqilla diajarkan mengaji.

Setelah mengaji, mereka makan malam bersama. Walau tanpa kehadiran ayah mereka, namun mereka terlihat riang gembira. Desi selalu mengajarkan mereka untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun juga. Walau dalam hati, Desi menangis jika mengingat suaminya yang kini sudah berubah. Desi sebenarnya kasihan dengan anak-anaknya yang kurang mendapat kasih sayang dari ayahnya. Mereka memiliki ayah tapi seperti anak yatim. Bukan secara materi saja mereka kekurangan tapi secara bathin juga. Tapi mau  bagaimana lagi, ini bukan kemauan Desi. Kadang Desi berpikir kalau anak yatim masih berhak mendapat santunan, tapi ini....

'Astagfirullah hal 'adzim.... Ya Allah, ampunilah hamba.' , gumam Desi di dalam hati.

Desi hanya selalu berdo'a semoga dia bisa mencukupi kebutuhan anak-anak nya. Karena saat ini, dia tidak bisa mengandalkan uang dari suaminya. Suaminya tidak setiap bulan memberinya uang. Hanya sesekali itupun tidak banyak.

"Mama, aku sudah selesai makan nya." , ucap Rafi anak tengah ku. Desi tersentak kaget karena sedang melamun.

"Iya sayang, bawa piring nya ke belakang ya, cuci sekalian sambil cuci tangan." , ucap Desi.

"Siap mama." , jawab Rafi.

"Anak mama pintar." , puji Desi.

"Ma, aku juga sudah selesai. Aku cuci piring nya sekalian ya ma?" , ucap Bagas.

"Iya sayang, anak mama pintar semua nie." , jawab Desi.

Desi selalu mengajarkan anak-anaknya mandiri. Supaya tidak merepotkan orang lain nanti nya.

"Qilla cudah celecai juga mama." , ucap Qilla tiba-tiba.

"Iya sayang, sini mama antar cuci tangan." , jawab Desi.

"Ok mama." , jawab Qilla.

Kemudian, Desi mengantar Qilla ke belakang. Qilla mau mencuci piring nya sendiri. Desi membiarkan Qilla belajar mencuci, juga piring plastik yang dipakai. Desi sengaja, untuk anak-anak dia pakai piring plastik supaya tidak pecah kalau jatuh. Setelah selesai, Qilla menyimpan piring nya di rak piring.

"Anak mama sudah besar ya, sudah bisa cuci piring sendiri." , ucap Desi.

"Iya dong mama." , jawab Qilla bangga.

"Ayok sekarang semua belajar. Ambil bukunya masing-masing, kalau ada yg nggak ngerti nanya ke mama." , ucap Desi.

"Iya mama." , jawab mereka serempak.

Aqilla pun berlari ke kamar nya mengambil buku mewarnai. Saat anak-anak sedang belajar, Desi mengecek hp nya barangkali ada wa dari suaminya. Namun hasilnya nihil, Desi merasa kecewa. Namun, untuk bertanya ia enggan. Dia mulai belajar bersikap masa bodoh. Setelah anak-anak selesai belajar, Desi menemani mereka sampai tertidur. Kemudian, Desi ke kamar nya untuk beristirahat. Namun, Desi tidak berani mengunci pintu, ia takut suaminya marah-marah jika lama dibukakan pintu apalagi jija sedang mabok akan tambah marah nanti. Karenanya, Desi sengaja tidak mengunci pintu. Kemudian, Desi mulai memejamkan matanya.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!