Berkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang tidak memiliki ambisi sedikit pun dalam hidupnya. Tujuan hidupnya hanya lah hidup dengan santai tanpa tujuan yang berarti.
Namun sebuah Sistem tiba-tiba hadir dalam hidupnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang merepotkan bertujuan untuk menuntun ia untuk mencari ambisi terbesar dalam dirinya.
Dapatkah ia menemukan ambisi terbesar dalam dirinya dengan bantuan sistem? ataukah malah ia mengabaikan semuanya untuk menjalani hidup santainya?
Saksikan cerita lengkapnya dalam "SISTEM AMBISI"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwan Gusti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER XXVIII
~SELAMAT MEMBACA~
Tanpa terasa seminggu telah berlalu begitu saja. Hans kini tengah berada di sekolah tempat ia menimba ilmu tepat nya kini ia tengah berada di lapangan sebab terdapat pemberitahuan penting jika sebentar lagi ia akan menghadapi Ujian Kelulusan yang direncanakan akan dilangsungkan dua Minggu dari sekarang.
Untuk sosok Hans yang terkenal pintar ia hanya mendengarkan dengan santai lagipula dengan ia belajar ataupun tidak ia masih yakin untuk dapat lulus dengan mudah namun semua murid lain nya tampak sangat terkejut.
Semua disebabkan oleh Ujian Kelulusan kali ini tampak nya dipercepat dari yang seharusnya sebulan kedepan menjadi dua Minggu dari sekarang.
Untuk mereka yang memiliki kemampuan diatas rata-rata mungkin bukan hal yang terlalu menakutkan tapi bagi mereka yang biasa-biasa saja bahkan dibawah rata-rata tentu itu adalah bencana.
Apalagi dengan siswa di Indonesia yang terkenal dengan Sistem Kebut Semalam (SKS) tentu nya ini di luar perkiraan semua orang.
"Hey Hans hehe bisakah jika aku...."
"Tidak"
"Kumohooon..."
"TIDAK"
"Oh ayolah tolong bantu sahabatmu ini, nanti aku akan mengajak cewek cantik bagaimana?"
Hans menghentikan langkah nya untuk sekedar memberi tatapan jengah ke sahabat nya itu. Bagaimana tidak Rian ini sungguh menyamakan ia dengan sosok
'Monyet Liar'
Yang akan menggila dengan setiap betina yang di temui nya. Ketimbang ia, tampak nya Rian adalah sosok yang lebih tepat untuk disebut dengan julukan itu.
Menyadari tatapan merendahkan dari sahabat nya Rian langsung memasang wajah masam tampak nya Hans masih tak berubah sedikit pun masih tetap dingin sedingin es di kutub utara.
"Baiklah-baiklah aku menyerah, berarti kau akan melewatkan kesempatan bersama dengan sosok bunga sekolah yaitu Melani
Tubuh nya yang berisi di depan dan belakang itu tentu bagian yang terbaik sayang sekali jik..."
DUGH
"Aduh kau ini kenapa sobat berhenti secara tiba-tiba?"
Ternyata selama Rian berbicara Hans telah berhenti berjalan setelah Rian menyebut nama itu.
"Melani? apakah yang kau maksud Melani yang itu?" Tanya Hans
"Yah tentu saja di sekolah ini hanya ada satu orang yang bernama Melani dan jika itu yang kau maksud maka memang benar.
Hei tunggu dulu apa jangan-jangan sosok Hans yang dingin ini menyukai perempuan dengan model seperti itu?"
Menyadari kesalahan nya yang terlalu bersemangat ia kembali membenahi sikap nya seperti semula seperti tidak terjadi apa-apa.
Namun raut muka Rian terus saja sumringah yang membuat Hans sangat ingin memukul wajah itu hingga tidak bisa tersenyum.
"Lupakan. Baik sore ini di rumahku pukul lima sore tidak boleh terlambat" Jawab Hans dengan dingin.
"Baiklah sampai jumpa sahabatku aku akan mengabari nya dulu"
Rian menjawab masih dengan senyum mengejek yang melekat di wajah nya namun Hans tak peduli ia hanya terus melangkah memasuki kelas nya dengan senyum misterius di wajah nya.
Sontak saja pemandangan langka ini menjadi tontonan bagi banyak kaum hawa pasal nya Hans bisa dikatakan sangat jarang tersenyum dan kali ini momen langka yang tak boleh terlewatkan.
Tapi Hans tak menyadari nya jadi ia terus berjalan memasuki kelas bersiap menjalani aktivitas di sekolah.
****
"Jadi bagaimana perkembangan hari ini? apakah ada sesuatu hal yang menarik?"
"Semua nya berjalan seperti biasa untuk permintaan masih cukup rendah namun setiap hari dipastikan sekitar 5 pelanggan yang mengajukan permohonan"
Hans kini sudah berada di gedung sekaligus markas utama nya. Selama ia sekolah maka yang akan mengatur segala nya adalah Derius.
Seminggu ini perusahaan milik nya telah mulai beroperasi namun seperti perusahaan baru lain nya permintaan untuk jasa yang ia tawarkan masih cukup sepi.
Bagaimana pun juga pasar dari bisnis ini bukanlah kalangan biasa melainkan kalangan menengah ke atas.
"Tapi bos hari ini kita mendapat calon pelanggan yang cukup besar."
Hans cukup tertarik mendengar berita ini, ia sadar Derius bukanlah sosok yang senang memuji orang lain begitu saja.
"Katakan apakah itu pertanda uang yang besar?"
Sekarang keuangan milik Hans terbilang agak berat sebelah di satu sisi ia banyak melakukan pengeluaran untuk bisnis nya namun disisi lain akhir-akhir ini ia kesulitan mencapai target menghasilkan uang dari trading seperti biasa.
"Permintaan kali ini datang dari seorang pengusaha tambang dan kelapa sawit asal Kalimantan.
Bahkan ia langsung berniat menyewa sepuluh orang Tier S selama seminggu penuh." jelas nya sembari memberikan proposal di tangan nya kepada Hans.
Hans telah membaca semua data yang terlampir di proposal tersebut, semua nya normal dan tak ada satu pun yang tampak mencurigakan, kecuali satu hal yang disadari oleh Hans.
"Bukankah ini cukup aneh. Apakah kau merasakan nya juga?" tanya Hans
"Yah saya juga merasakan nya bos, selain tujuan kali ini ke luar dari pulau Jawa juga aneh rasa nya seorang pengusaha yang bisa datang ke pulau Jawa ini tanpa pengawalan harus kembali ke Kalimantan ditemani para pengawal.
Menurut saya hanya dua hal itu yang sangat masuk akal saat ini" ujar Derius membuat pose seakan semua nya telah di perkirakan.
"Apakah maksudmu orang tersebut telah menyinggung sosok besar sehingga memaksa untuk menggunakan jasa yang kita tawarkan
atau
ini adalah jebakan, begitu?"
Derius mengangguk dengan ucapan bos nya itu. Dia akui meskipun masih muda sosok Hans sangat lah mengerikan, dengan beberapa kata sederhana yang ia berikan langsung mampu ia sambungkan sehingga menjadi satu kesimpulan.
Jebakan kali ini mungkin merupakan hal yang dilakukan beberapa pihak untuk mencuri teknologi terbaru itu.
Lagipula berkat pesta saat itu bisnis nya ini dapat terkenal juga dengan tambahan senjata mutakhir tersebut sekaligus sebagai nilai plus bagi bisnis nya, namun
Hans akui kedua kemungkinan kali ini sungguh membuat ia sakit kepala, semua nya adalah pilihan yang sulit. Di satu sisi keselamatan mereka akan terancam namun disisi lain mungkin saja dengan misi ini dapat menambah pamor nya di dunia bisnis.
"Untuk saat ini simpan saja proposal ini dan katakan kepada nya kita membutuhkan waktu satu minggu untuk menentukan"
"Baik bos"
Mengangguk puas Hans berjalan hendak kembali ke rumah nya sebab ada tamu yang akan berkunjung hari ini ke rumah nya.
Melewati Derius Hans sedikit berbisik kepada nya, Derius pun hanya mengangguk pertanda telah mengerti dengan yang dimaksudkan oleh bos nya itu.
"Aku pamit dulu"
***
Mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi akhir nya Hans telah sampai di dekat rumah milik nya. Namun perhatian nya teralihkan pada sebuah mobil yang terparkir di depan gerbang rumah nya.
Menghela nafas dengan berat Hans hanya dapat sedikit mengeluh
"Hey bukankah ini baru pukul 4, Hah sudahlah semakin cepat semakin baik" ujar Hans sembari tersenyum misterius.
.............
________________________________________________
SORRY GAES AUTHOR TIDAK DAPAT UPDATE SEMALAM DI KARENA KAN GANGGUAN JARINGAN PARAH YANG MELANDA WILAYAH AUTHOR BAHKAN SAMPAI HARI INI NAMUN ALHAMDULILLAH TELAH BERHASIL AUTHOR UPLOAD. SEKIAN TERIMA KASIH🙏🏻
Biasakan untuk selalu
(✓) Like
(✓) Favorit
(✓) Kritik dan Saran
(✓) Gift
See You Next Time.