Aku yang awalnya tinggal bersama mamah dan juga kakek nenekku harus berpisah karena sebuah kecelakaan, mereka semua meninggal. Aku diambil oleh ayahku yang telah menikah lagi dengan perempuan lain.
Setelah tinggal bersama ayahku hidupku tak pernah damai, aku selalu diperlakukan seperti seorang pelayan jika tidak ada ayah dirumah.
Tapi kehidupan ku tiba tiba berubah, saat bertemu dengan seorang laki laki yang tak sama sekali aku kenal, tapi dia seperti mengenalku.
Apakah dia orang dari masa laluku, atau siapa, dia memperlakukan dengan lembut dan juga sangat perhatian, dia begitu membuatku takut, tapi saat aku terus menghindar dia terus mengejarku.
Dan suatu hari aku mengetahui kalau dia telah melenyapkan seseorang, sedangkan hatiku sudah terikat dengannya, lalu apa yang harus aku lakukan, haruskah aku melaporkannya pada polisi atau membiarkannya ?
Ini adalah sambungan cerita psikopat Tampan dosenku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Diabaikan
"Ayo Kat kita harus pergi dari sini, Kakak sudah mual dan ingin muntah "
Aku segera memapah Kak Chelsea dia sudah sempoyongan, aku segera membuka pintu mobil dan membantunya duduk, setelah itu aku ikut masuk juga dan memberikannya minum.
"Kalau tahu begini aku tidak akan memberhentikan mobilnya. Apakah ada manusia yang sekejam itu, sampai-sampai membunuh orang dan memajangnya menjadi patung lilin ? "
"Ini adalah kasus kedua Kak, kalau kau tahu kasus yang pertama, kau pasti akan lebih syok dari yang sekarang "
"Apa yang kedua. Apakah di kota kita sudah ada seorang pembunuh sampai-sampai ini untuk yang kedua kalinya. Kenapa polisi belum menemukan orangnya juga. Apakah di kota kita ada psikopat"
"Entahlah, aku juga tidak tahu Kak, tapi mungkin bisa jadi ada psikopat. Apakah kau bisa menyetir lagi Kak atau kita akan beristirahat dulu saja di sini"
"Tidak, kita harus pergi dari sini, aku tidak mau lama-lama disini Kat yang ada aku bisa muntah dan aku bisa pingsan juga "
"Tapi, apakah kau yakin kuat untuk menyetir "
"Aku yakin, aku yakin kalau aku akan kuat "
"Baiklah Kak "
Kak Chelsea segera melajukan mobilnya menjauhi TKP, aku tak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi lagi. Kenapa pembunuh itu tega sekali, membunuh orang lalu dipajang seperti ini.
...----------------...
Saat aku baru saja turun dari dalam mobil bersama Kak Chelsea aku melihat ada Abang juga turun bersama perempuan itu.
Perempuan itu memegang erat tangan Abang. Abang juga melewati aku begitu saja. Hah apa dia melewati aku begitu saja.
Padahal kemarin malam dia begitu ngotot untuk aku dirawat dirumah sakit, dia tak membolehkan aku pulang, dia memelukku dengan erat dan meredakan tangisanku.
Tapi, sekarang dia cuek dan malah bergandengan dengan perempuan lain.
"Kat itu siapa ?"
Aku melihat kearah Kak Chelsea dan mengelengkan kepalaku "Entahlah aku juga tidak tahu siapa perempuan itu yang selalu bersama Abang. Mungkin dia pacarnya, sudah aku bilangkan Kak kenapa aku menjauhinya. Aku tidak mau dimainkan olehnya lihat saja, saat sedang dengan perempuan itu dia cuek padaku. Bahkan tidak menyapaku sama sekali. Bukannya aku mau disapa tapi ya beda saja tidak seperti semalam. Ya sudah Kakak hati-hati di jalan ya, aku akan masuk dulu ke kelas. Terima kasih karena Kakak sudah mau mengantarkan ku sampai sekolah"
"Ya sama-sama , Kakak pulang dulu nanti siang Kakak jemput sekalian Kakak mau melamar kerja juga"
"Hati-hati kan "
"Iya Kat "
Kakakku langsung masuk kedalam mobil, aku segera berjalan kearah kelas dengan lesu.
"Kat tunggu "
Aku menengok kearah belakang ternyata Dian, aku menunggunya dan dia langsung merangkul ku.
"Itu Kak Chelsea kan ? "
"Iya "
"Kalian udah akur "
"Ya bisa kamu lihat saja, "
"Tapi, ingat jangan terlalu dekat aku takut tiba-tiba saja Kakak mu itu menjadi jahat kembali atau mungkin itu hanya kamuflase saja "
"Aku yakin kalau Kak Chelsea sudah berubah, tidak mungkin itu hanya pura-pura saja untuk apa dia pura-pura baik padaku"
"Ya siapa tahu kan, tapi kayaknya kamu sekarang lagi galau ya kok ga ceria gitu ada apa "
"Ga kok, memangnya aku galau sama siapa "
"Sama Pak Lucas lah "
"Ihh ga kok "
"Jujur saja kali "
"Engga kok, udah ah ayo masuk "
Dian yang ditinggalkan oleh Kat hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.