NovelToon NovelToon
Suamiku Mendua

Suamiku Mendua

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:652.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ocean Na Vinli

Dahulu mita adalah wanita karir dan berkerja di salah satu perusahaan ternama di Ibu Kota, namun setelah menikah dengan sang kekasih’ Bagas.

Mita meninggalkan dunia kerjanya, memilih menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Ia benar-benar menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.

Akan tetapi, menginjak usia pernikahan empat tahun sikap Bagas mulai berubah drastis, tak seperti dahulu kala. Hingga suatu ketika, apa yang tak diinginkan Mita pun terjadi. Ternyata Bagas telah menduakannya bersama seorang wanita yang tak di sangka-sangkanya selama ini.

Bagai di tusuk belati, hati istri mana yang tak hancur manakala mengetahui pasangannya telah berselingkuh. Mita sakit, marah, sedih dan tentu saja kecewa!

Setelah mengetahui suaminya mengingkari janji suci pernikahan, apa yang akan Mita lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aneh

Pria itu nampak kebingungan melihat dua wanita dihadapannya hanya terdiam dari tadi, tak membalas ucapannya. Sementara itu, baik Mita dan Kira masih terdiam dengan menerka-nerka di dalam otaknya. Jika Kira tengah menganggumi ketampanan pria itu, berbeda dengan Mita, ia tak asing terhadap pria dihadapannya, bertanya-tanya apa pernah bertemu dengan pria itu di suatu tempat, entah lah.

Ehem

Dehaman kuat membuyarkan lamunan Mita dan Kira seketika. Kira nampak salah tingkah dengan menggaruk kepalanya sejenak, sedangkan Mita tersenyum tipis.

"Saya minta maaf, karena ulah saya mbak jadi kesakitan," ucapnya pada Mita dengan memperhatikan lengan Mita yang terlihat memerah.

"Nggak apa-apa kok, saya juga salah soalnya tadi keasikan ngobrol jadinya nggak lihat ada orang di depan," ucap Mita membuat pria itu seketika merekahkan senyumannya.

"Aduh, ganteng pisan," ucap Kira tanpa sadar ketika melihat senyuman pria itu begitu sejuk dan menenangkan hati.

Mita dan sang pria menoleh ke arah Kira yang sekarang pipinya merah karena kedapatan memuji pria itu.

"Hehe, maaf," ucap Kira dengan melemparkan senyuman kepada Mita dan pria itu secara bergantian.

Mita membalas dengan menggeleng pelan. Sedangkan pria itu hanya tersenyum simpul, melihat keanehan Kira.

"Kayaknya luka kamu parah tuh, kita ke rumah sakit aja ya," ucap pria itu tiba-tiba membuat Mita menghela nafas pelan.

"Aku baik-baik aja kok, ini cuma luka kecil, besok pasti sembuh," ucap Mita.

"Justru luka kecil bisa membesar nantinya, ayo ikut saya rumah sakit nggak jauh kok, itu beberapa meter lagi kita sampai." Pria itu menunjuk plang rumah sakit berjarak beberapa meter lagi.

"Tapi–"

"Aduh, si mbak, benar kata abang ganteng ini, lebih baik mbak berobat aja ke rumah sakit, sekaligus obatin luka di pipi mbak," potong Kira cepat dikala ia melihat pancaran mata pria itu amat berbeda saat memandangi Mita. Kira menebak jika pria dihadapan mereka saat ini menyukai Mita pada pandangan pertama.

"Tapi Kira lukanya nggak parah–"

"Aduh, udah deh mbak. Ayo kita ke rumah sakit, iya kan bang?" Kira mengedipkan mata kepada pria itu. Pria itu mengerutkan dahi seraya tersenyum tipis, ia pun segera menuntun Mita dan Kira pergi ke rumah sakit.

Mita pasrah karena Kira memaksa dirinya dengan memegang kuat lengannya. Secara bersamaan pula sepasang mata berwarna hitam legam itu tak sengaja bertubrukan langsung dengan mata pria itu saat ini.

'Kayaknya aku pernah ketemu tapi di mana ya.' Batin Mita seraya melihat punggung pria itu bergerak pelan didepannya.

"Mbak, kok ngelamun cie, cie, lagi terkagum-kagum ya." Kira berbisik pelan di telinga Mita. Wanita itu bergelayut manja di lengan Mita seperti seorang adik yang manja kepada kakaknya. Sedari tadi Kira memperhatikan gerak-gerik Mita dan pria asing itu.

"Shft, ada-ada aja kamu," ucap Mita dengan menggelengkan kepala karena pemikiran Kira yang nyeleneh barusan. Bagaimana tidak, ia masih berstatus istri orang, namun Kira malah menggoda dirinya saat ini.

"Hehe, bentar lagi kan mbak janda, bisa lah," ucap Kira seenak udel.

"Makin ngawur kamu deh Kira,udah ah, ayo cepatan, Marisa ntar nyariin aku." Mita teringat jika Marisa dititipkan kepada pak RT di komplek sebelum dia pergi ke kantor polisi tadi. Memikirkan Marisa membuatnya sedih sekaligus bingung bagaimana caranya memberitahu Marisa perihal hubungan dirinya dan Bagas kalau sudah bercerai nanti.

Beberapa menit kemudian. Mita, Kira dan pria asing itu telah sampai di rumah sakit XXX. Setelah mendaftarkan diri ke bagian administrasi, pria itu mengajak Mita untuk masuk ke salah satu ruangan.

Sedangkan Kira menunggu keduanya di ruang tunggu, Kira sengaja melakukan hal tersebut, bermaksud memberikan ruang kepada pria asing itu untuk pdkt bersama Mita. Besar harapan Kira berharap pria itu lah yang akan menjadi pengganti Bagas nantinya, pasalnya dia melihat dengan jelas perlakuan dan cara pandang pria itu terhadap Mita amat berbeda. Diam-diam Kira melihat pria itu curi-curi pandang pada Mita sedari tadi, walaupun Mita sekarang sama sekali tidak peka.

'Ih, Mbak mah kayak kanebo, nggak peka! Sabar lah Kira, nanti kamu bantu mereka agar berjodoh hehe, sekarang kamu harus mikirin cara agar Bagas sama nenek lampir itu menghilang di telan bumi!' ucap Kira di dalam hati seraya memandangi Mita dan pria itu masuk ke dalam salah satu ruangan.

*

*

*

Sesampainya di ruangan, seorang dokter berbaju serba putih mempersilahkan Mita untuk berbaring di atas brangkar. Setelah bertanya-tanya sejenak pada Mita dan pria asing itu, dia segera melakukan tugasnya, mengobati luka Mita. Tak lupa ia juga memberikan salep di pipi Mita yang membiru sekarang karena ulah Nadia tadi.

Pria asing itu duduk dengan mengamati Mita dan sang dokter, sesekali dia melirik arloji dipergelangan tangan. Entah apa yang ingin ia pikirkan namun yang pasti gurat kegusaran terukir jelas diwajahnya.

Sepuluh menit kemudian. Mita sudah selesai diobati, setelah mengucapkan terimakasih pada dokter, dia dan pria asing itu keluar dari ruangan.

"Em terimakasih ya, sudah obati luka saya, sebenarnya ini nggak parah kok, hanya luka kecil aja," ucap Mita tiba-tiba tatkala keduanya berada di koridor rumah sakit yang nampak sepi itu.

"Nggap parah? Jangan ngawur, ini sampai merah gini, saya minta maaf ya, soalnya tadi buru-buru, oh ya kenapa pipi kamu biru? Kamu di tinju siapa?" tanyanya.

Mita tergugu, ia sukar sekali berbicara mengenai permasalahannya sebab hal tersebut bukan lah hal yang baik untuk dibicarakan terlebih lagi si penanya adalah orang asing.

"Tadi saya nggak sengaja nabrak pintu di rumah," kilah Mita dengan menundukan kepala kala pria itu menatapnya dengan intens. Entah mengapa Mita merasa pria dihadapannya memperhatikannya sedari tadi.

Pria itu terkekeh pelan. Kemudian berkata,"Saya itu nggak bisa dikibulin, siapa yang pukul kamu? Pacar? Suami?" tanyanya lagi.

Mita enggan membalas karena pertanyaan yang diberikan pria itu tak seharusnya tanyakan.

"Maaf kalau saya terlalu ikut campur, saya nggak suka kalau ada perempuan diperlakukan dengan kasar." Melihat Mita hanya diam, pria itu tak enak hati.

Mita menarik nafas pelan."Iya saya juga minta maaf karena uda ngerepotin kamu," ucapnya.

"Haha! Ada-ada saja, itu sudah jadi tanggung jawab saya karena tadi udah nabrak kamu, kalau boleh tahu rumah kamu di mana?" tanyanya.

Langkah Mita seketika terhenti kala mendapatkan pertanyaan yang sudah terlalu jauh menurutnya.

"Saya sudah bersuami, alangkah lebih baiknya anda tidak tahu rumah saya, terimakasih sebelumnya anda sudah berbaik hati mengobati saya," ucap Mita cepat.

Ekspresi pria itu berubah saat mendengar penuturan Mita barusan. Kepalanya nampak mangut-mangut

"Oke, maaf saya banyak bertanya," ucapnya tiba-tiba dengan menyeringai tipis.

"Iya, nggak apa-apa."

Dering ponsel mengalihkan atensi pria itu seketika. Dengan cepat ia mengangkat benda mini itu. Gurat kepanikan nampak jelas diwajahnya ketika berbicara dengan seseorang di ujung sana.

"Kenapa?" tanya Mita tanpa sadar setelah melihat pria itu menaruh ponsel di tempat semula. Tadi ia tak sengaja mendengar pembicaraan pria asing itu membahas perihal perkerjaan dan karyawan.

"Eh, maaf..." ucap Mita lirih, rona merah terukir jelas di kedua pipinya.

"Nggak apa-apa, ini kawan aku minta tolong cariin sekretaris minggu ini," ucapnya.

"Sekretaris?" Mata Mita berbinar-binar mendengarnya. "Persyaratannya apa saja ya kalau boleh tahu? Kebetulan saya lagi cari perkerjaan."

"Kamu? Lagi cari pekerjaan, wow kebetulan banget, besok langsung interview aja, masalah persyaratan aku kurang tahu, nah ini kartu namaku." Pria itu memberikan selembar kartu pendek pada Mita.

"Mario..." Mita membaca kartu nama itu dengan pelan. Lalu ia beralih menatap pria dihadapannya.

"Iya itu nama ku, nama kamu siapa?" tanyanya dengan menjulurkan tangan kepada Mita.

"Nama ku Mita." Mita menjambat tangannya kemudian kembali bertanya,"Kalau boleh tahu perusahaan mana ya?" tanyanya penasaran sebab di kartu nama pria itu tak terpampang nama perusahaan.

"Nanti aku bakalan kasih tau, aku buru-buru ini mau ke suatu tempat, kirim pesan aja ke nomor aku yang di kartu itu," pungkas pria itu cepat lalu bergegas pergi meninggalkan Mita yang tertegun di tempat.

1
Dewi Dama
pelakor kurang ngajar..gk.tau diri
Akbar Razaq
dasar kere aj belagu
Akbar Razaq
beneran goblok Mita sdh tahu mertua gak suka malah di tanyaim sertifkat.Klo mmg rumah hasil betsama nanti d pengadilan juga akan di proses klo kau ajukan lebih baik konsultasi aja sama pengacara spt saram Kyra
Akbar Razaq
bodoh mita kenapa gak di vidioin sih.Kan bisa buat bukti d pengadilan
Surati
bagus
yuliati sumantri
Luar biasa
Nani Upitarini
thor alurx semrawut,kurang sat set,bahasax kurang pas,
Lienda nasution
Luar biasa
Lienda nasution
ini akibat kamu bodoh Mitha akhirnya anakmu jadi sasaran juga kasian kan masih kecil.
Lienda nasution
aneh saja mitha ini kan katanya pintar tapi kok mau mau saja hidup satu atap sama madu pake acara ribut ribut lagi apa gak sayang sama anaknya kasian perkembangan psikologis anak jangan naif lah Mitha
VaNiLaLuLaBo: kau tk faham cerita ni
total 1 replies
Hera sasuwe
👍👍👍
Sukliang
hebatttt
pelakor mukul istri sah
Mujono 108
Luar biasa
Reni Setia
makasih author utk novelnya
Nurlaila Hasan
hebat keren, simple, partnya ga ratusan,, suka
Sukliang
modal niror may selingkuh
Arie Chrisdiana
sumpah thor aq ngakak sendiri nich bacanya kok tiba2 keluar bhs kromo inggil jan**k 😂😂😂😂😂
Arie Chrisdiana
ayo mamang cendol Mario yg gercep ambil si Mita dari Bagas, org cuma pegawai biasa aja sdh belagu berpoligami segala, aq curiga jgn2 si Nadia hamil sm org lain,,, semoga aja ya Tuhan 👐👐👐👐
Arie Chrisdiana
ayo malang cendol NATIONAL yg gercep rebut si Mita dr si Bagas, org cuma karyawan biasa aja ussh belagu berpoligami segala
Sukliang
miskin msu 2 istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!