Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01. Pertemuan Pertaman
Aruna Sophie Erros, putri pertama dari pasangan Fiki Erros dan Arinda Safira. Dia memiliki seorang adik perempuan bernama Avani Stella Erros yang akan kuliah di negara dengan ikon patung singa. Dan keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan stella sangat manja pada kaka sulungnya.
Di umur yang ke dua puluh lima tahun, aruna sudah menempati posisi sebagai manager di perusahaan raksasa Mahesa Grup. Walapun Keluarga aruna memiliki perusahan besar, tapi aruna tidak tertarik untuk terjun langsung ke perusahan keluarga Erros.
Aruna sendiri memiliki visual menawan memiliki bentuk wajah oval klasik yang sangat simetris dengan garis rahang yang halus namun tetap tegas di sudut tertentu. Ia memiliki mata jenis almond eyes yang besar, cerah, dan sangat ekspresif. Sorot matanya bisa berubah drastis: saat diam atau tanpa ekspresi, matanya bisa terlihat dingin, tajam, dan judes. Namun, saat tersenyum, matanya ikut melengkung manis. Batang hidungnya tinggi, lurus, dan memiliki ujung yang kecil serta tegas.Bibirnya memiliki bentuk cupid's bow yang jelas dengan volume yang pas.
Rambut panjang, tebal, berwarna cokelat gelap cenderung hitam, dan memiliki kilau yang sehat dengan gaya bergelombang longgar. Memiliki tipe tubuh ramping namun berlekuk proporsional. Tubuhnya sangat fit dan terjaga berkat rutinitas olahraganya. Memiliki lingkar pinggang yang sangat ramping dan proporsi kaki yang jenjang walaupun tinggi badannya hanya 160cm.
Aruna sendiri memiliki sepupu yang sangat dekat dengannya yang bernama Ethan dan Evan. Keduanya kembar, naman karakter sangat berbeda. Ethan yang tenang, kalem, sedankan Evan yang petakilan dan berisik.
Selain itu, Aruna juga memiliki sahabat yang tidak lain tidak bukan adik dari CEO Mahesa grup, yang bernama Nareswari. Nares sendiri merupakan tunangan dari Ethan, kaka sepupu aruna. Lebih tepatnya Ethan yang mengejar nares dan akhirnya gadis lincah itu bertekuk lutut pada pesona sepupunya. Nares sendiri bekerja di Mahesa Grup membantu sang kaka dalam mengurusi gurita kerajaannya.
Hubungan dua keluarga Erros dan Mahesa sudah terjalin semenjak zaman kakek nenek moyang mereka. Bahkan Kakek Aruna bersahabat sangat baik dengan Kakek Nares. Dan ibu Aruna adalah anak angkat kakek Nareswari.
****
AURA SOCIETY
" Sedang apa kau disini? Kau tidak menjemput wanita yang mengejar ngejar kamu itu vin?" Gavin mendongak melihat arah sumber suara.
" Kupikir kau tak akan datang malam ini?" lanjut evan yang sudah duduk bergabung bersama mereka.
" Selama ini, memang kau pernah melihat Gavin bersama wanita?" goda Ethan menimpali ucapan saudara kembarnya.
Hampir setiap hari, Gavin akan mengunjungi tempat ini untuk bersenang senang. Baik bersama teman temannya, atau bersama dengan Kaka atau pengawal kakanya.
Gavin Alexander Sterling, putra bungsu dari penguasa dunia bawah. Ia merupakan adik dari Dominic Alexsei Sterling yang saat ini menjadi penerus Daddynya. Hampir seluruh perusahan Caspian Property Grup di pegang olehnya. Sedangkan Daddynya, Caspian Sterling hanya membantu dan mengontrol ketiga anaknya dalam menjalankan tugasnya dari mansion megahnya di Negara tetangga.
Selain memiliki perusahan raksasa, keluarga Sterling juga di kenal bergelut di dunia bawah. Penguasa tempat hiburan malam di benua ini dan di beberapa titik di benua lain, penyelundupan senjata, hingga perebutan wilayah kekuasan. Gavin sendiri, tak begitu tertarik untuk menampakan diri, dia lebih senang bermain di belakang layar, apalagi keahliannya memang berhubungan dengan IT. Berbeda dengan kakanya yang memiliki aura sangat mengintimidasi seperti ayahnya.
" Kau serius akan menikahi jessika vin?" tanya Rayhan. Gavian hanya mendengus kesal
" Tidak akan. Umurku baru 19 tahun! ini semua ide gila Hendra, padahal ka Dom sudah menolaknya dan wanita gila itu selalu menggangguku" ucap Gavin.
" kenapa ? Dia cantik dan sexy" ucap evan
" kalau begitu kau saja yang menikah dengannya van. Lagian umurmu juga sudah belangkotan seperti ka dom" ucap gavin membuat ethan dan rayhan tertawa sedangkan evan hanya mendengus kesal.
" Gw dibawah Dom yah vin. Gw baru 29!"
Evan erros dan Ethan Erros dua saudara kembar ini merupakan sahabat Dominic. Keluarga Eross memiliki usaha yang bergerak di bidang perhotelan, F&B dan Club malam, mereka juga memiliki beberapa perusahan asuransi di bawah naungan Erros Grup. Ethan sang pewaris Erros Grup dan Evan si penguasa Club malam. Hanya Club malam saja.
Walaupun tidak seberkuasa keluarga Sterling, atau sekaya dan seberpengaruh Mahesa dalam finansial, tapi keluarga Erros di beking oleh Starling. Dari segi ekonomi pun, Erros grup masuk ke dalam tiga perusahan raksasa terkemuka setelah Sterling dan Mahesa. Hubungan baik ini sudah terjalin sejak kakek nene kedunya. Sedangkan Reyhan adalah sepupu dari Nareswari sekaligus sahabat dari Gavin.
Yang mengetahui aslinya keluarga Sterling sampai saat ini hanya Evan, Ethan dan Narendra sang penerus kerajaan bisnis Mahesa Grup yang merupakan kak kembar Nareswari. Rey bahkan yang menjadi sahabat Gavin tidak mengetahui wujud asli dari keluarga Sterling.
Desas desus yang beredar di luar adalah Caspian Property Grup memiliki penopang seorang mafia dengan logo singa hitam. Tapi yang mereka tidak tahu, Dominic sendiri lah mafia itu.
" gw brengsek tapi buat nyari istri ge nyari yang bener" ucap evan santai
" bajingan" umpat reyhan.
" Halo baby" jawab ethan saat ponselnya berdering
" aku jemput ke bawah" ucap ethan dan meninggalkan tiga pria itu.
" Heran si ethan bisa sesetia itu sama nares, nah elo sama sama satu rahim bisa playboy cap kuda!' hardik Gavin.
" Gw mikir berkali kali kalau mau macem macem, cewenya kaya nares yang galak dan judes!' ucap evan
" lebih galak juga Aruna" ucap rey santai
" aruna siapa?" tanya gavin
" anaknya om fiki. Cucu perempuan pertama di keluarga Erros"
" dia mah medusa dari tiga charlies angles!' ucap Evan bersamaan dengan ethan, nares dan aruna yang memasuki ruangan mereka
" siapa yang medusa?!" tanya nares menggelegar membuat rayhan terdiam
" jawab rey? Gw aduin om keen lo yah disini! " ancam nares
" aku di ajak evan ko, salahin evan" ucap reyhan. Aruna menjewer telinga evan dan menambah omelan nares
" Lo tuh van, dia anak anak" ucap aruna
" saa..kit runa" ucap evan sama halnya dengan nares yang langsung menjewer Reyhan
" pulang reyhan, apa perlu gw aduin sama mama lulu"
"sakiit medusa!" teriak reyhan. Sedangkan gavin yang melihat aruna dari datang, hingga sekarang langsung terpesona oleh kecantikan aruna yang sangat sempurna. Badanya yang mungil, tidak mengurangi kecantikannya.
" hai hai" sapa avina memasuki ruangan. Aruna di buat terkejut dengan kehadiran adiknya, semakin menarik telinga evan
" kenapa kamu disini?!" teriak runa
" kaka, ih kaget banget." ucap avina
" ngapain kamu disini?!" ucap aruna penuh intimidasi
" kata papah sama mamah aku boleh ko kesini kan ada kaka" ucap avina
" lo kenapa rey?" tanya vina setengah meledek melihat rey yang di jewer oleh nares yang super galak itu. Lalu melihat Evan, kaka sepupunya yang di jewer oleh aruna.
" ka evan playboy cap cuka, masa di jewer" ledek avina. Aruna melepaskan jewerannya Evan. Tidak dengan Rey
" ka ka, please ini sakit banget" ucap Rey memohon
" lo bantu dong, masa gak berani" pinta rey pada ethan
" sorry rey, dari pada gw di anggurin setengah abad" ucap ethan meledek sambil mengangkat tangannya.
" ehm res, gpp lah cuma kita kita ini. Reyhan sama avina pasti aman" ucap evan yang langsung di hujani tatapan tajam oleh nares dan aruna. Evan berusaha menelan air liurnya. Tak dapat dipungkiri, nares dan aruna adalah dua malaikat mau yang sesuguhnya baik di keluarga erros maupun di keluarga mahesa. Belum lagi kalau dua algojo ini sudah berkumpul dengan Diandra mereka benar benar mematikan.
" kamu tau ini baby?" tanya nares pada ethan
" tadi aku duluan sayang yang dateng, terus reyhan baru dateng sama gavin lima menit sebelum kamu datang" ucap ethan santai karena yang di ucap kanya memang fakta.
" jangan manyun gitu dong sayang, nanti aku tambah sayang gimana?"
" hush kamu tuh, "
" awas ya rey, ini terakhir gw liat lo di club jam segini! Sekali lagi lo main tengah malem gini, gw aduin lo ke Om Keen!" ancam Nareswari sambil akhirnya melepaskan jewerannya dari telinga Reyhan yang sudah memerah.
Reyhan langsung mengusap telinganya sambil mengaduh, lalu buru-buru bersembunyi di balik punggung Gavin yang bertubuh lebih tegap. Sementara itu, Gavin sendiri sama sekali tidak memedulikan rengekan Reyhan.
Pandangannya benar-benar terkunci pada sosok Aruna Sophie Erros yang baru saja melepaskan jewerannya dari telinga Evan.Di mata Gavin, Aruna adalah definisi kesempurnaan visual yang nyata. Wajah oval klasiknya yang simetris, bentuk cupid's bow bibirnya yang tegas, serta rambut cokelat gelap bergelombang yang tampak sehat itu benar-benar menyita seluruh atensinya.
Namun, yang paling memikat bagi Gavin adalah sepasang almond eyes milik Aruna. Saat mengomeli Evan tadi, sorot mata Aruna terlihat sangat dingin, tajam, dan judes, tipe tatapan medusa yang justru membuat jantung Gavin berdegup dua kali lebih cepat.
Namun begitu Aruna berbalik menatap adiknya, Avani Stella, matanya langsung melengkung manis dan hangat.
Gavin terpesona pada pandangan pertama. Umurnya memang baru 19 tahun, Namun di dalam dada Gavin, darah keluarga Sterling yang ambisius dan pantang mundur langsung bergejolak. Dia tidak peduli pada apapun
"Kamu juga, Vina," suara Aruna beralih menginterogasi adiknya yang super manja itu, nadanya melembut namun tetap tegas.
"Bentar lagi kamu mau kuliah di Singapura, ke tempat patung singa itu. Bukannya siap-siap packing, malah keluyuran ke kelab jam segini. Manja sama Kakak boleh, tapi jangan nakal."
"Ih Kak Runa, kan Vina ke sini dianter supir Papa, lagian ada Kak Runa sama Kak Nares juga," rengek Stella sambil memeluk lengan kakak sulungnya itu dengan manja. Aruna hanya bisa menghela napas, tidak bisa benar-benar marah pada adik kesayangannya.Gavin yang sedari tadi diam di pojok sofa akhirnya berdeham pelan, mencoba menarik perhatian gadis medusa yang baru saja menyihir hatinya.
"Jadi..." Gavin bersuara dengan nada rendah, sengaja menunjukkan sisi dewasanya yang biasa dia sembunyikan di balik layar komputer.
"...ini yang namanya Kak Aruna?"Aruna menoleh, menyipitkan mata indahnya ke arah Gavin. Tatapan judesnya kembali keluar saat menilai cowok asing di depannya yang berwajah tampan, memiliki aura siber yang kental, namun jelas terlihat jauh lebih muda darinya.
"Dan kamu siapa?" tanya Aruna pendek, dingin, dan acuh tak acuh.Evan yang kupingnya masih agak panas langsung menyahut dengan berisik,
"Itu Gavin, Runa! Bocah IT kesayangan keluarga Sterling yang kerjaannya ngendon di kamar mulu tapi sok tahu!"Gavin tidak mendengus kesal seperti biasanya saat diejek Evan. Dia justru melemparkan senyuman tipis yang sangat penuh arti langsung ke arah Aruna. Sebuah senyuman dari seorang Sterling yang baru saja menemukan target buruan paling berharga dalam hidupnya.
Gw harus dapetin lo...!
***