"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.
Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.
Gadis itu bernama Zahira Banafsha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memiliki pemikiran dewasa
Tiga puluh menit berkendara akhirnya Adam sampai di tempat kerja Zahira. Zahira pun turun dari sepeda motor setelah Adam mematikan mesinnya. Adam membuka kaca helmnya namun masih duduk di atas sepeda motor.
"Nanti kita makan siang bareng di Rumah Makan Sederhana." Ajak Adam.
"Tapi Aku bawa bekal makan siang Kak!" Kata Zahira.
"Kamu simpan saja, nanti aku jemput." Ucap Adam tidak ingin dibantah.
Zahira mengangguk. "Ya udah, nanti aku tunggu Kakak di parkiran." Jawabnya.
"Aku pamit, kamu masuklah!" Perintah Adam.
Zahira melangkah masuk ke dalam Swalayan. Setelah melihat Zahira sudah hilang dari pandangan, Adam mulai melajukan sepeda motornya.
***
Di dalam Swalayan Zahira mendatangi Dini yang sudah duluan datang tengah memasukkan tas ke dalam loker.
"Din, aku mau bilang sesuatu sama kamu." Ucap Zahira dengan wajah serius.
"Kamu mau ngomong apa Ra, serius sekali?" Tanya Dini tanpa menoleh ke arah Zahira.
"Kamu tahu Kak Adam kan?" Ujar Zahira.
" Iyalah aku tahu, emang kenapa sama Kak Adam?" Tanya Dini heran.
"Beberapa hari lagi aku sama Kak Adam akan menikah." Jelas Zahira.
Dini pun terdiam. Cukup kaget sebenarnya, sebentar lagi Zahira akan menikah. Dia lagi nggak salah dengar kan?
"Ra, kamu nggak lagi bohongin aku kan?" Dini masih tidak percaya dengan ucapan Zahira barusan.
"Nggak Din, aku nggak bohong. Maaf ya.. baru sekarang aku beritahu kamu." Sesal Zahira.
Dini menghela nafas, sesaat kemudian tersenyum. "aku nggak marah kok. Cuma nggak nyangka aja kamu bentar lagi nikah. Seneng deh aku, akhirnya.." Dini membawa Zahira ke pelukannya.
Zahira pun membalas pelukan Dini. Lega rasanya karena sudah memberitahu sahabatnya tentang pernikahannya. Bukan karena sengaja, tetapi Zahira ingin memberitahu di waktu yang pas saja.
Mereka pun melepas pelukan dan sama-sama tersenyum. Tiba-tiba Eko datang mendekat ke arah mereka.
"Ada apa ini, kenapa saling pelukan. Kayak Teletubbies aja kalian." Kekeh Eko. Seperti biasa Eko akan selalu mengintili mereka.
"Ini, Zahira bentar lagi menikah!" Jawab Dini.
"Hah, yang bener Ra. Nikah sama siapa kamu? Kenapa mendadak sekali? Apa aku kenal dengan calon suami kamu?" Pertanyaan beruntun Eko berikan kepada Zahira.
"Satu-satu kalau nanya? Zahira bingung tuh mau jawab yang mana." Kesal Dini memukul lengan Eko.
"Aduh Din, sakit. Kamu ini perempuan tapi kenapa keras sekali pukulan kamu." Eko meringis mengelus lengannya.
"Biarin." Ketus Dini.
Zahira tersenyum melihat Eko dan Dini selalu bertengkar.
"Jadi.." Lanjut Eko menatap Zahira.
"Benar kalau aku akan menikah, dan calon suamiku itu Kak Adam." Jawab Zahira dengan senyum lebarnya.
"Wah Ra.. Adam calon suami kamu! Hebat bener kamu!" Ujar Eko sambil geleng-geleng kepala.
"Emang kenapa jika Kak Adam?" Tanya Dini menautkan kedua alisnya.
"Ya, nggak kenapa-napa sih. Cuma Zahira beruntung aja, karena selain tampan. Adam juga memiliki pemikiran dewasa." Jawab Eko santai.
"Sok tahu kamu, kenal aja baru pas kita makan siang di warung bakso." Cibir Dini.
"Heh, walau baru kenal tapi aku ini tahu betul. Gimana pribadi seseorang. Karena kita ini sama-sama laki-laki." Jawab Eko sembari menepuk dadanya. Bergaya seolah mengetahui pribadi Adam itu seperti apa.
Dini mencebikkan bibirnya.
"Udah-udah, kita lanjut nanti pembahasan ini. Waktunya bekerja sekarang." Lerai Zahira. Sebelum dapat teguran dari atasan.
.
.
.
Bersambung...
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa
Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya
contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor
dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor
sekian dan Terima kasih
tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
ini pebinor diperlakukan lembut
ini kehebatan wanita kalau buat novel
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan
tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah