NovelToon NovelToon
Gadis Oleng Mencari Cinta

Gadis Oleng Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Tamat
Popularitas:84.1k
Nilai: 5
Nama Author: Crazy_Girls

Berkisah tentang dua orang sahabat yang tinggal jauh dari negaranya tercinta, untuk menuntut ilmu dan bekerja meraih cita-cita, walaupun cita-citanya sedikit tidak masuk akal.

Maryam dan Rosmawati, adalah nama asli mereka berdua sesuai KTP. Sedangkan Mary dan Rose hanya merupakan nama beken yang biasa mereka pakai saat bersama teman-teman bulenya.

Tinggal di London sebagai penjaga sebuah toko kue dan petugas cleaning service di gedung perkantoran, tak membuat mereka minder. Mereka malah memiliki impian setinggi langit, yaitu menikah dengan pujaan hati mereka masing-masing, yaitu seorang aktor dan CEO tampan.

Pirtinyiinnyi, mampukah mereka meraih cita-citanya, ataukah hanya akan sekedar menjadi khayalan semu penghias tidur malam mereka?

"Tidak ada yang tidak mungkin. Namun, mungkin atau tidak?" Entahlah. Yang penting yakin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Crazy_Girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wonder Girls

Mehmet meletakkan tujuh buah hotdog beku ke atas teflon datar. Rencananya, lima untuk Rosmawati dan dua untuk dirinya. Dengan cekatan ia memanggang dan membolak-balik hotdog itu hingga matang seluruhnya.

Tanpa diminta, Rosmawati menata meja dan peralatan makannya. "Meja sudah siap!" Serunya.

"Okay!" Mehmet mengangkat hotdognya dan memindahkannya ke nampan kaca dengan gerakan yang begitu luwes. Ia lalu meletakkannya di atas meja. Dia juga menyiapkan dua gelas air minum untuk Rosmawati dan dirinya.

Mehmet kemudian membuka dan menyimpan apronnya sebelum duduk berhadapan dengan Rosmawati di meja makan. Dia memasukkan dua buah hotdog ke atas piring Rosmawati, kemudian meletakkan satu buah ke piringnya sendiri. "Selamat makan, Rose. Bismillah," ucapnya.

Lagi-lagi Rosmawati terpana. Dia teringat pada emaknya di kampung yang selalu memukul kepalanya tiap kali dirinya makan sebelum berdoa. "Berdoa dulu! Jangan asal mangap! Nanti setannya ikut masuk, ikut makan! Makananmu ora iso dadi daging!" Begitu pitutur Mak Katemi.

"Kebetulan mak, Ros pingin diet. Makan banyak tapi nggak bikin gemuk," sahut Rosmawati kala itu dengan mulut penuh. Satu sendok besar kangkung sudah melesak masuk ke dalam mulutnya.

Gemas melihat tingkah anak gadisnya, Mak Katemi pun melayangkan jitakan mesra ke kepala Rosmawati. "Arek lek dikandani kok njawaab ae!" Omel Mak Katemi.

(Anak ini dikasih tau kok jawab terus)

"Rose!" Panggilan Mehmet membuyarkan lamunannya. "Apa yang kau pikirkan?" Tanya Mehmet penuh perhatian.

"Eh, nothing. Tiba-tiba saja aku teringat pada emakku di kampung. Dia juga selalu mengajarkan untuk berdoa sebelum makan. Sama seperti kamu barusan," jawab Rosmawati sambil meringis.

"Oh, memang harus seperti itu, Rose! Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan, terutama makanan. Tidak semua orang di dunia ini beruntung. Ada yang harus menunggu berhari-hari, baru bisa memakan sesuap nasi. Kadang hal-hal kecil di sekitar kita luput dari pandangan dan baru merasa kehilangan kalau hal kecil itu sudah tak ada," tutur Mehmet.

Rosmawati hanya bisa melongo. Tak disangka, pola pikir Mehmet bisa sedalam itu.

"Aku dulu termasuk salah seorang anak yang kurang beruntung itu, Rose. Sewaktu kecil, aku lari dari panti asuhan dan hidup menggelandang. Tiga hari sekali baru bisa makan," beber Mehmet dengan senyuman pilu.

"Ya, ampun, Met!" Sahut Rosmawati dengan mata berkaca-kaca, sambil mulutnya tetap tak berhenti mengunyah hotdog Mehmet. (Ralat, mengunyah hotdog buatan Mehmet).

Rosmawati jadi sedikit menyesal karena selama ini sudah bersikap ketus pada pria malang itu.

"Kalau dipikir-pikir sih ... salah kamu sendiri, Met. Kenapa harus lari dari panti asuhan?" Celoteh Rosmawati seraya mengernyitkan dahi.

"It's because..." Mehmet ragu melanjutkan kalimatnya. "Nanti saja aku cerita. Di waktu dan tempat yang tepat, aku akan menceritakan hidup dan masa laluku padamu," sambung Mehmet pada akhirnya.

Rosmawati mengendikkan bahunya acuh tak acuh sambil melibas tiga hotdog yang masih tersisa di nampan kaca. Dia telah menghabiskan lima buah hotdog yang dibuatkan oleh Mehmet. Gadis itu bahkan mengambil jatah Mehmet juga.

"Sorry, Met. Aku harus isi ulang bahan bakar," ujar Rosmawati tanpa rasa malu sedikitpun.

Mehmet hanya melongo ketika melihat cara makan gadis itu. Ada sedikit rasa ngeri dalam hatinya, tapi ia menyukainya. Rosmawati benar-benar apa adanya.

"Tidak apa-apa, Ros. Habiskan saja! Aku sudah biasa tidur dengan perut kosong," ucap Mehmet pelan membuat Rosmawati merasa bersalah. Ia pun berhenti mengunyah dan menoleh kepada Mehmet dengan mulut yang menggelembung karena penuh oleh makanan.

"This is for you," Rosmawati meletakan kembali hotdog milik Mehmet yang ia ambil ke dalam piring Mehmet yang kosong. Pria itu hanya menghela napas panjang. Ia kemudian menatap hotdog yang tinggal tersisa satu gigitan lagi.

......................

Maryam duduk di kursi dengan wajah memelas. Sambil memakan popcorn yang ia beli sewaktu pulang tadi, matanya mulai berkaca-kaca. Ia pun sesekali terisak pelan. Usut punya usut, ternyata ia tengah menonton drama Turki berjudul "Finding Nono".

Adalah sebuah drama dengan kisah yang menyentuh dan selalu membuat Maryam terharu saat menontonnya.

Diliriknya jam dinding, Rosmawati belum juga pulang. Rasa khawatir tiba-tiba muncul di dalam hatinya. "Waduh ... si Ijem belum pulang juga! Jangan-jangan dia pingsan karena kehabisan energi ...." gumam gadis berambut panjang itu.

Untuk sejenak, Maryam tampak berfikir. Akan tetapi, tidak lama kemudian ia pun kembali memakan popcornnya dan menonton serial drama Turki itu. Seketika ia lupa kepada Rosmawati. Maryam yakin jika Rosmawati pasti dapat menjaga dirinya.

Gadis itu lebih galak dari sekawanan anak punk yang biasa mangkal tidak jauh dari toko mrs. Harlekin. Mungkin lain kali, Maryam akan menyuruh agar Rosmawati menantang duel mereka, karena mereka itu cukup meresahkan.

Akan tetapi, tidak ada yang jauh lebih meresahkan dari pada kata-kata Jamie Scott yang ditujukan kepadanya tadi. Maryam sungguh tidak mengerti kenapa Jamie bersikap seperti itu kepadanya.

Sesaat kemudian, semua lamunan gadis itu tiba-tiba buyar seketika, tatkala ia mendengar suara aneh dari jendela. Ada seseorang yang melemparkan batu kerikil ke arah jendela kaca kamarnya. Maryam pun tertegun. Ia lalu meletakan popcornnya dan berjalan ke arah jendela. Begitu ia membuka jendela dan melongo keluar, tiba-tiba sebuah lemparan kerikil mendarat tepat di keningnya.

"Awww ... emaaaaakk!" Pekik Maryam kesakitan. Ia pun meringis sambil memegangi keningnya.

"Oh ... Mary!" Seru suara seorang pria dari luar. "I'm sorry, Mary!" Serunya lagi. Ia tampak merasa bersalah.

Maryam terbelalak. Rasa sakit di keningnya hilang seketika ketika ia melihat Charlie Manfred telah berdiri di bawah, di luar flat tempat tinggalnya. Pria itu tersenyum dengan kalemnya kepada Maryam seraya melambaikan tangan.

"Aa Mfred?" Maryam mengernyitkan keningnya. Ia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan aktor Hollywood itu di sana.

"Hi, Mary! How are you?" Seru Charlie Manfred masih dengan senyumnya yang menggoda.

"Ya Allah ... kasep pisan!" Gumam Maryam dalam hatinya.

(Ya Allah ... cakep sekali)

"Aa, sedang apa di sini?" Seru Maryam dari jendela kamarnya.

"I want to see you, Mary!" Sahut Charlie Manfred membuat Maryam seketika lupa pada kata-kata menyakitkan Jamie Scott. Bunga-bunga pun bermekaran di taman hatinya.

"Me? Why?" Seru Maryam dari atas. Ia tidak peduli meskipun teriakannya telah membuat sedikit guncangan di telinga sensitif milik si Kiki. Gadis Thailand itu sudah langsung naik darah dan seketika mengepalkan tangannya dengan napas terengah-engah karena menahan emosi.

"I miss you, Mary! Karena itu aku kembali!" Sahut Charlie Manfred lagi membuat Maryam bersorak kegirangan. Gadis itu sampai lupa jika saat itu ia sedang berada di bawah jendela.

"Awww!" Maryam kembali memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat terbentur kusen jendela kamarnya. Begitu juga dengan Charlie Manfred. Ia dapat membayangkan seberapa sakitnya itu.

"Are you okay, Mary?" Seru pria itu dengan ekspresi wajah yang masih tampak meringis.

"I'm fine!" Sahut Maryam sambil nyengir menahan sakit dan malu tentunya.

"Bisakah kamu turun ke mari, Mary?" Seru Charlie Manfred lagi. "Aku lelah jika harus berteriak terus seperti ini," keluhnya.

"Okay, wait!" Sahut Maryam. Ia pun segera menutup kaca jendela kamarnya. Setelah itu ia bergegas merapikan rambutnya dan mengecek napasnya pada telapak tangannya. Ia lalu mencium telapak tangannya dengan hidung.

"Aman dan terkendali," ucapnya. "Aa Mfred ... Emma Store coming!" Seru Maryam dengan girangnya, membuat telinga si Kiki kembali terguncang.

Dengan girangnya Maryam melompat-lompat kecil sambil terus menuruni deretan anak tangga. Ia pun membuka pintu keluar dan langsung disambut oleh senyum hangat dan manis bagaikan bajigur, dari Charlie Manfred.

"Hi, Mary. Nice to meet you," sapa Charlie Manfred lagi. Wajah tampannya terlihat semakin berseri ketika Maryam berdiri di hadapannya.

"Hai, Aa. How are you?" Maryam balik menyapanya. "Aa yakin jauh-jauh datang kemari hanya untuk menemuiku?" Selidik Maryam. Ia merasa ragu dengan apa yang diucapkan Charlie Manfred kepadanya tadi.

"Yes, of course!" Tegas aktor tampan itu. Tanpa permisi ia meraih kedua tangan Maryam dan menggenggamnya dengan erat, membuat Maryam seketika terkejut. Ia tidak percaya atas apa yang dilakukan Charlie Manfred kepadanya.

"Mary ... i'm sorry! Really-really sorry!" Ucap aktor tampan itu lagi. Ia terlihat bersungguh-sungguh saat itu. Matanya yang berwarna abu-abu terlihat sangat bercahaya dan menunjukan keseriusan di dalamnya.

"Aa tega! You have disapointed me!" Rajuk Maryam dengan manjanya.

(Kau telah mengecewakanku)

"Aku sudah menjelaskannya kepadamu dulu, tapi kamu malah menyiramku hingga aku terkena flu selama lebih dari tiga hari," terang Charlie Manfred. Ia masih belum melepaskan genggaman tangannya.

"Aku hanya ingin melindungimu, Mary. Jika wartawan tahu kedekatan kita, maka hidupmu tidak akan setenang saat ini," jelas Charlie Manfred lagi.

"Tetapi aku senang difoto, Aa ...." bantah Maryam dengan polosnya.

Charlie Manfred menghela napas panjang. Ia menjadi penasaran, apakah Maryam dulu benar-benar berangkat ke sekolah atau tidak?

"Dengar, Mary!" Ucap Charlie Manfred lagi. "Ini tidaklah sesederhana itu. Ini bukan hanya tentang foto-foto. Akan tetapi, mereka akan terus mengikutimu, bahkan mengintipmu hingga ke toilet," terang Charlie Manfred membuat Maryam seketika terbelalak dan meringis ngeri.

"Aku harap kamu dapat memahaminya, Mary," ucap Charlie Manfred dengan suaranya yang dalam dan terdengar begitu seksi. Terlebih ketika tiba-tiba ia mencium tangan Maryam dengan mesranya, membuat Maryam semakin terbelalak.

Sementara itu dari seberang jalan sepasang mata berwarna abu-abu tengah memperhatikan mereka berdua. Mata milik Jamie Scott yang terlihat kecewa. Ia pun melanjutkan langkahnya sambil mengucek-kucek rambutnya sendiri.

"Wanita sama saja!" Gerutunya sambil terus melangkah pergi.

1
Siti Aminah
Luar biasa
Ig : Author_fanie.liem
Hai, ka. Perkenalkan saya Pocipan dari Gc Bcm, ingin mengajak kaka untuk bergabung di Gc Bcm untuk belajar bersama mentor senior kita dan di Gc kita juga sedang mengadakan Event dengan reward yang menarik.

cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
falea sezi
hrusnya like ribuan bagus bgt ne novel
Crazy_Girls: makasih banyak apresiasinya ya, Kak ❤️
total 1 replies
falea sezi
jesika ne anak arsen y
falea sezi
memet orang kaya y
falea sezi
karena nama kota ku ada q kasih bunga salam kenal dr mojokerto thor
Crazy_Girls: hai, kak. salam kenal juga yaa 😍❤️
total 1 replies
falea sezi
mojokerto mana nih mariam q jg mojokerto mojosari tepatnya
Titik pujiningdyah
wes ta iki
Crazy_Girls: wes mak, buyar acarane 🤣
total 1 replies
Titik pujiningdyah
mboh wes ngelu aku😂
Crazy_Girls: yo opo pak Rozi iku mak
total 1 replies
Sofiyah Ahra
seruuu sekali
Crazy_Girls: terima kasih bintangnya kakak 😍
total 1 replies
Titik pujiningdyah
pengen ku cincang itu si roto maryam
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Roto apaan sih? Saya sebagai orang Italia ga paham
total 1 replies
Laelatul Mukaromah
setelah berabad-abad dan 2 kali bulan purnama tetanggaku lahiran 5 kali othor up lagi
Crazy_Girls: banyak anak banyak rejeki ya kak 😂😂😂
total 3 replies
Nur Adam
lnjht
Titik pujiningdyah
sumpah aku geli sendiri liat marry😂
Titik pujiningdyah
aduh mimpi apa othornya up novel oleng ini😂
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: mimpiin kawin lagi mak
total 1 replies
Nur Adam
dkit bgt thoor thoor pdhl aku nunggu sm hujan panas smpe hujan lg,,cm up 1 bab aja hehe lnjht smgt
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: aduh kakak setia sekali nunggu keolengan Ijem dan Mumun. Hati-hati, kak jangan sampai ikut oleng juga ya😄
total 1 replies
Dwisya Aurizra
akhirnya setelah nungguin sampe lumutan up juga kirain gk bakal lanjut, kaget dapat notif.
Crazy_Girls: dikerok dulu kak lumutnya.. 😆
total 1 replies
Nur Adam
lnjjut smgt
Dwisya Aurizra
rusuhan marry y ketimbang rose, meski rose jauh buat dibilang kalem 🤭
Titik pujiningdyah
harusnya waktu bikin adonan di up mak
Crazy_Girls: nanti ga bisa ngembang adonannya mak.. kalo jadinya lembek, gimana?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!