NovelToon NovelToon
GUNA-GUNA *Based On True Story*

GUNA-GUNA *Based On True Story*

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: MasYB

Amira hanyalah perempuan biasa dari kampung kecil.

Istri sederhana. Ibu dari dua anak. Hidup menumpang di rumah orang tua, bertahan bersama suami yang bekerja serabutan, sambil diam-diam memendam satu mimpi kecil:

punya rumah sendiri.

Namun kemiskinan perlahan mengikis segalanya.

Harga diri. Ketenangan. Bahkan kebahagiaan rumah tangga.

Sampai akhirnya sebuah tawaran dari Jakarta datang.

Pekerjaan ringan. Gaji besar. Dan harapan baru bagi keluarganya.

Amira pun merantau ke sebuah ruko tua di ujung gang sempit Jakarta, tempat para perempuan malam tinggal dan bekerja.

Awalnya semua biasa saja, amira dengan rutinitas minyapu, mengepel dan pekerjaan domestik lainnya. sampai suatu ketika, amira menjadi saksi kunci dari sebuah tragedi pembunuhan di ruko lantai 3. dan sejak saat itulah semuanya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MasYB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Pernah Ditinggalkan

Ada tempat yang tak pernah benar-benar bisa dilupakan.

Bukan karena indah.

Melainkan karena di sanalah seseorang pernah menghabiskan sebagian hidupnya, sebelum akhirnya pulang hanya tinggal nama.

Menjelang sore, bus yang kami tumpangi akhirnya memasuki Terminal Kampung Rambutan.

Aku dan Lukman turun sambil memanggul tas ransel masing-masing.

Panas Jakarta langsung menyambut begitu kaki kami menginjak aspal. Deretan bus datang silih berganti, suara klakson bersahutan, orang-orang berjalan tergesa-gesa seolah tak punya waktu untuk berhenti.

Aku merogoh saku celana, mengeluarkan secarik kertas yang sejak tadi kusimpan baik-baik.

Di sana tertulis sebuah alamat.

Alamat yang pernah dikirim Amira kepadaku hampir setahun lalu.

"Ke sini dulu, Man."

Lukman mengangguk.

"Kita cari Marni."

Hampir satu jam kami berganti kendaraan sebelum akhirnya tiba di sebuah gang yang tak terlalu lebar.

Deretan ruko tua berdiri rapat di kiri dan kanan jalan.

Cat temboknya mulai kusam.

Beberapa papan reklame tampak pudar dimakan panas dan hujan.

Aku menghentikan langkah.

Tatapanku tertuju pada sebuah ruko berlantai empat di ujung gang.

Entah kenapa...

dadaku mendadak terasa berat.

"Ini tempatnya..." gumamku pelan.

Tempat itu tampak jauh berbeda dari bayanganku dulu.

Tak semewah yang pernah kubayangkan ketika Amira bercerita lewat telepon.

Namun juga tidak seram.

Hanya sebuah bangunan tua yang menyimpan terlalu banyak kisah.

Aku menarik napas panjang, lalu melangkah masuk.

Lantai bawah tampak lengang.

Di sudut ruangan terlihat ember, pel lantai, dan beberapa alat kebersihan tersusun rapi.

Entah mengapa, benda-benda sederhana itu membuat dadaku kembali sesak.

Tanpa sadar aku membayangkan Amira pernah mendorong ember itu.

Pernah mengepel lantai yang kini sedang kupijak.

Pernah menyapu lorong-lorong bangunan ini demi mengirim uang ke kampung.

Lamunanku buyar ketika seorang perempuan berusia sekitar tiga puluhan menghampiri dari balik meja.

Wajahnya ramah.

Senyumnya hangat.

"Permisi, Pak... cari siapa ya?"

Aku sedikit gugup.

"Maaf, Mbak."

"Saya mau ketemu Marni."

Perempuan itu tampak berpikir sesaat.

"Marni?"

"Iya."

"Bapak dari kampung?"

Aku mengangguk.

"Iya."

"Oh..."

Perempuan itu langsung tersenyum.

"Tunggu sebentar ya."

Ia berdiri, lalu menoleh ke arah tangga.

"Mar...!"

Suaranya menggema ke lantai atas.

"Marni... ada yang nyari!"

Tak lama kemudian terdengar sahutan dari atas.

"Iya... bentar!"

Beberapa perempuan lain sempat melongok dari lorong lantai dua.

Sebagian hanya melihat sekilas sebelum kembali masuk ke kamar masing-masing.

Tak seorang pun berbicara.

Suasananya justru terasa biasa.

Seperti rumah kos pada umumnya.

Tak lama kemudian, suara langkah kaki menuruni tangga terdengar tergesa.

Tap...

Tap...

Tap...

Seorang perempuan mengenakan kaus lengan panjang sederhana dan celana kain muncul dari lantai dua.

Begitu melihatku...

Langkahnya langsung terhenti.

Matanya membelalak.

"Kang Anto...?"

Aku tersenyum tipis.

"Iya, Mar."

Marni menutup mulutnya sendiri.

Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Masya Allah..."

"Kok bisa sampai sini?"

"Ada perlu sama kamu."

Marni bergantian memandangku dan Lukman.

"Lukman juga ikut?"

Lukman mengangguk pelan.

"Iya."

"Ada yang ingin kami tanyakan."

Raut wajah Marni perlahan berubah serius.

Ia seakan sudah bisa menebak arah pembicaraan kami.

Perlahan ia menghela napas.

"Tunggu sebentar."

"Aku pamit dulu sama Mbak Anggi."

Marni menghampiri perempuan yang tadi menyambut kami.

"Mbak..."

"Aku izin keluar sebentar ya."

Mbak Anggi mengangguk.

"Gak apa-apa."

"Kalau kelamaan kabarin aja."

"Iya, Mbak."

Sesaat kemudian Marni kembali menghampiri kami.

"Yuk."

Kami bertiga keluar dari ruko.

Beberapa langkah dari sana terdapat sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan.

Marni memilih duduk di meja paling pojok.

Setelah memesan tiga gelas teh hangat, ia menatapku dalam-dalam.

"Kang..."

"Apa Kang Anto sudah dengar pesan suara yang ada di HP Amira?"

Aku mengangguk pelan.

"Sudah."

"Itu sebabnya aku datang."

Marni menundukkan kepala.

Jari-jarinya saling menggenggam di atas meja.

Untuk beberapa saat, tak ada satu pun dari kami yang berbicara.

Seolah masing-masing sedang mengumpulkan keberanian untuk kembali membuka luka yang selama ini berusaha dikubur rapat.

Di luar, matahari perlahan tenggelam di balik deretan gedung.

Sementara di meja kecil itu...

sebuah percakapan yang akan mengubah segalanya...

baru saja akan dimulai.

(Bersambung)

1
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
MasYB: nantikan update terbarunya ya kak..🙏😊
total 1 replies
puspusmeowliet
keren banget 👍
MasYB: terimakasih supportnya kaka🙏
total 1 replies
SiOmpong
Marni.... biasanya yg namanya Marni...
MasYB: biasanya kenapa Marni kakak..? 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!