NovelToon NovelToon
Berjanji Dan Merajut Asa

Berjanji Dan Merajut Asa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: lilys

Menikah adalah tujuan akhir saat wanita jatuh cinta. Namun apa yang terjadi jika bukan menikahi cintanya dan bukan yang di dambanya.

Dia menikah hanya malu saja pada sekitar karena sudah pernah dilangkahi menikah oleh adiknya.

Apalagi menghargai orangtua yang selalu berjuang demi anaknya.

Akankah Nera mendapatkan kebahagiaan yang di damba semua wanita?

Akankah Nera bahagia dengan pilihan ayahnya?

Ataukah dia akan bahagia dengan lelaki yg merajut asa dengan nya dan merajut mimpi bersama ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Dia kembali

" Assalamualaikum, umi, abah, Anto pulang"

jawab Anto dibalik pintu, kemudian semua berhamburan keluar, termasuk Dya.

Mereka menyambut kepulangan Anto, dengan suka cita. Mereka berpelukan.

Umi dan abah bahagia melihat kedatangan Anto.

Nera, yang sedari tadi di dapur, tak berani menyambut Anto.

Pikirannya mulai kacau, tingkahnya mulai hilang arah, sampai tangannya sedikit teriris oleh pisau. Keringat dingin mulai bercucuran.

Dia mulai kebingungan , apa yang harus ia lakukan terhadap Anto, sambutan apa yang bisa dia lakukan? tersenyum kah, menyapakah, atau apa?

Itu semua membuatnya stres.

Dya menghampiri Nera ke dapur.

Dan memeluknya dari belakang,

" De, masaknya sudah dulu. Yuk sambut Anto dulu, biar abang kenalin istri abang yang cantik ini ke Anto. Biar abang sama Anto enggak diledekin terus jomblo. Sekarang, abang yang puas ledekin dia masih jomblo! "

Nera semakin salah tingkah, mendengar suaminya berceloteh, yang ingin membanggakan dirinya pada Anto.

Nera semakin tak nyaman, andai saja saat ini dia bisa menghilang dia ingin menghilang.

" Ayo dek, biarin saja masaknya, biar nanti bi Imah yang menyelesaikannya " manja Dya, bergelayut di pundak Nera sambil melingkarkan tangannya dipinggang Nera.

Wajah Nera semakin pucat pasi, menelan ludahnya untuk menghilangkan stress di otaknya.

Melepas celemek, dan bersiap mengikuti suaminya.

Diruang keluarga semua berkumpul, menyambut kedatangan Anto bercengkerama satu sama lain.

Tibalah kemunculan Nera yang digandeng tangannya oleh Dya.

" To, nih istri abang, kenalin. abang sudah gak jomblo lagi " Kata Dya dengan bangga.

Anto menghampiri dan memeluk dia, sambil tersenyum dan mengatakan,

" Alhamdulillah bang, sekarang abang enggak jomblo lagi "

" Ini Nera yah bang, ini teman Anto pas ditaekwondo, kita suka latihan bareng, betulkan Ner? " tanya Anto memencingan mata.

" ouuh kalian sudah saling kenal? " tanya Dya ke Anto dan Nera.

" Kenapa enggak cerita de?" tanya Dya pada Nera.

" Yaa, ngapain nyeritain orang yang enggak penting bang, lagian waktu itu siapa saya? cuman teman latihan saja, iya kan Ner, eh teh? " pungkas Anto menyindir Nera.

Nera, menunduk dalam gugup tak berani menatap Anto.

Wajah putihnya memerah, pucat seakan menyimpan kesalahan.

" De, dikira abang kamu enggak kenal sama Anto, berarti sama Yaser kamu sudah kenal juga ya " tanya Dya pada Nera.

Nera menunduk sambil menganggukkan kepalanya.

" Apaa, sama bang Anto kan teh Nera sama suka ketemu disaw.. " Yaser menutup mulut Idam dengan sigap. Dan mengajak Idam naek ke atas. " Dam, kita main PS di kamar, abang punya kaset baru, mau coba? " ujar Yaser mengamankan Idam ke atas.

" Ouh, iyah, Nera sering show turnamen bareng sama aku bang, Nera suka menang dalam kejuaraan, kita suka ketemu untuk perwakilan sekolah masing-masing " pungkas Anto menghindari kecurigaan abangnya.

" Wuih, istriku ternyata pandai beladiri juga, ishh kenapa punya prestasi membanggakan gini, enggak pernah cerita sih de ? Bener-bener kamu itu menyimpan banyak kejutan yang abang belum tahu " puji Dya sambil mengalungkan tangannya di pundak Nera dengan bangga.

" Betul sekali bang, teh Nera itu menyimpan banyak kejutan-kejutan yang belum abang ketahui, betulkan teh? " sindir Anto pada Nera menyeringai.

" Kenapa, teh Nera dari tadi diam saja? teh Nera lagi sakit? " Tanya Anto menelisik.

" Ahh, tidak. Saya... ssss -sa- sa- ya tadi lagi memikirkan masakan saya, takut enggak enak, jadi maaf saya kurang fokus " bantah Nera terbata-bata.

" Ya sudah, Anto istirahat dulu sana geh, kan kamu masih capek na! Habis itu, mandi ya, bauu " kata Umi Syifa.

Akhirnya mereka semua berpencar, dan Nera kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

*************

Di dapur, Nera masak sendirian.

Bi Imah lagi ke warung, sedang Umi lagi memijit kaki abah dulu.

Tiba-tiba Anto ke dapur, dan mengambil gelas .

Melihat Anto yang ke dapur, berdetak cepat jantung Nera ,mulai pucat dan berkeringat dingin kembali.

Anto membuka kulkas dan mengambil botol air es.

"Eh, kakak ipar, apa kabarnya? " kata Anto terduduk di meja makan yang jaraknya tak jauh dari perapian memasak.

Anto meneguk air minumnya.

" Bagaimana kabarnya selama ini? pernikahannya menyenangkan, bukan? "

Lalu Anto berdiri di belakang Nera ,tanpa tersadar Nera berbalik dan akhirnya mereka berhadap-hadapan. Nera meringsutkan tubuhnya ketepi tembok kompor.

" Apa kabar, Neraku? "

kata Anto dengan pandangan Nanar.

Nera terkejut,

" Ba ... ba.. baik abang" jawabnya langsung menundukan pandangan.

Anto, memeluk Nera dengan penuh makna.

Nera terkejut saat, Anto memeluknya.

Anto menangis lirih memeluk Nera.

" Abang, jangan seperti ini, dosa abang! saya takut bang Dya marah " kata Nera menolak penuh khawatir dan meronta.

" Sebentar saja, ini yang pertama dan terakhir, please! "

pungkas Anto memelas.

Nera tanpa sadar, ikut memeluk tubuh lelaki itu dengan lunglai.

Tak dipungkiri, selama ini dia merindukan kehangatan lelaki ini.

Air mata tak terasa memenuhi kedua bola mata mereka.

Menangisi kebodohan satu sama lain.

Semakin erat mereka saling memeluk, tak peduli dengan situasi.

Mereka hanya mencurahkan apa yang ada dihati mereka.

Rasa kangen yang memuncah mungkin ditambah penasaran.

Tanpa tersadar, Anto mengambil wajah dan dagu Nera menengadah ke arahnya. Diciumlah bibir wanita itu dengan lembut.

Nera pun dengan pasrah menerima dan membalas setiap kecupan laki-laki yang ia cintai sudah lama itu.

Mereka membuncah kan semua gelora rindu dan cintanya di dapur.

Entah setan mana yang menggoda pikiran dan iman mereka?

Mereka sudah tidak peduli sekitar, yang ada mereka satu sama lain berkabung dalam suasana yang tak bisa dibenarkan oleh apapun.

Sesekali, Nera mendorong Anto untuk menyudahi itu semua.

Tapi tidak untuk Anto, dia terus memaksa Nera berciuman.

Nera khawatir umi atau bi Imah melihat semua adegan itu, yang paling berbahaya abah atau Dya yang melihatnya.

" Abang, saya mohon hentikan abang, hentikan. Ini dosa abang, sudah, sudah! "

Pinta Nera sambil menangis.

bersambung

*********

1
lilys
ayo atuh dukung yuk, siapa tahu ada produser disini yg mau angkat nih novel jadi film..

ini tuh seru banget lho..
jendre islami romance
Saci: author km sekarang nulis dimana?
total 1 replies
gita fafa
jangan jangan dya jodohnya
gita fafa
iya demenan jaman dulu . senenge mesem mesem.dewek ng kamar
gita fafa
hahaha lucu kak. sama kaya saya kege eran dikira surat cintanya buat saya tau tau buat temenku.
tp dijaman sekarang masih ada surat suratan . ini terjadi jg sm anak saya . dikasih surat banyak bgt . tp biasanya itu terjadi di dunia pondok pesantren
Nadia
nera merasa banyak yg mencintai JD plin plan 🤭🤭
Suyatno Galih
apes si nera dikira suka sama dianya gak taunya cm jd informan, dan jg Thor di th 90an kayaknya blm ada motor ninja deh Binter iya. sialan si Anto
Endarwati Endarwti
ceritamu sungguh menyetuh autor ...pengin baca krya mu yang lainnnya
Syaqila Aditya
ber xx mampir kesini ga pernah bosen...selalu terharu kisah Anto nera...
Maizaton Othman
overAll,aku suka,happy ending
Maizaton Othman
Yesssss
Mamanya Alya
karyanya sangat luar biasa kak
banyak sekali ilmu yg di dapat dari novel ini
favoritku
semangat kak
Azhar Mustofa
minta karyany yg layin dong ka..😁
Euis Aidah
nangis aku ,nyesek pisan 😭😭
Love 💞💞💞
semua berawal dr dya yg tidak terbuka ke istri,lah wajar donk istrinya berfikir negatif.jadi jgn nera yg disudutkan rasanya ga adil.
Maizaton Othman: Semua,nya salah...ya salah...miss comunication,
komunikasi sgt penting dlm sebuah perhubungan,baik psgn suami isteri,shbt,rakan bisnes,atau apalah saja yg dinamakan PERHUBUNGAN.
total 1 replies
Tengen_uzui
Terlalu epik ceritanya
Syaqila Aditya
ga pernah bosen baca novel ini walawpun sudah ber xx... sangat bagus sekali...
kholifah31
sudah berpa taun yg lalu tp masih ke inget cerita ini auto ulang lg bacanya
Kasmawati S. Smaroni
belajar ikhlas,berusaha dan berserah diri
Kasmawati S. Smaroni
emang mulut sm hati sungguh sangat jauh dari kenyataan,contohnya nera.sdh merasakan sentuhan suami istri dgn suaminya tanpa paksaan kok mau2nya dua di sentuh sampai berciuman lg,na'udzubillah
Kasmawati S. Smaroni
ya ampun nera,ternyata kamu di selimuti nafsu.katanya gak boleh pacaran,tapi di cium yg bukan mahramnya mau aja.belum lagi nera sdh jd istri orang.sumpah nera parah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!