NovelToon NovelToon
SANG PEMBURU KEGELAPAN

SANG PEMBURU KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:401
Nilai: 5
Nama Author: AL

Mengerahkan segenap kekuatannya, Arya menyerang Alam Dewa!

Awalnya Arya ditugaskan para dewa untuk memburu Pangeran Kegelapan yang telah menciptakan berbagai teror di dunia. Namun, di balik tugas ini, ada konspirasi yang busuk!

Para dewa rupanya berusaha melenyapkan keabadian dan kekuatan sang ayah yang ada di dalam dirinya. Kelak Arya akan memimpin perang melawan para dewa. Di perang besar ini dia akan menunjukkan kehebatan dan kesaktiannya yang tiada tara!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPK 22

"Apakah sudah selesai pembicaraannya?" Putri Citra tiba-tiba menyela pembicaraan.

Arya dan Raja Gajayana melihat gadis cantik yang sudah menunjukkan wajah cemberutnya.

"Sudah. Hanya itu yang mau kusampaikan pada Paduka," jawab Arya.

"Hanya itu kau bilang? Aku sudah menunggu 2 jam lebih sampai kakiku kesemutan!" balas Putri Citra dengan nada yang menunjukkan rasa kesalnya.

Raja Gajayana tersenyum melihat sikap manja putrinya tersebut. Dia tahu jika Putri Citra sudah memendam rasa rindu setelah ditinggal Arya selama 4 hari.

Di saat mereka hanya berdua saja, Raja Gajayana selalu menjadi sasaran kemarahan Putrinya karena mengijinkan Arya meninggalkan istana.

"Arya, sebelum aku menjadi sasaran kemarahan putriku ini, sebaiknya kau ajak dia pergi dari sini." Raja Gajayana menutup mulut menahan tawanya.

Putri Citra mendelik lebar menatap ayahnya. Sedetik kemudian, gadis cantik itu meraih tangan Arya dan menyeretnya keluar dari aula istana.

Raja Gajayana akhirnya bisa melepaskan tawanya yang tertahan. Penguasa kerajaan Kanjuruhan itu mengakui sejak kehadiran Arya di kehidupan putrinya, suasana hatinya menjadi lebih ceria. Sifat Putri Citra yang biasanya kekanak-kanakan, kini berubah lebih dewasa. Hanya sesekali saja sifat manjanya keluar, itupun jika ada Arya di dekatnya.

Sementara itu di tempat yang jauh, tepatnya di sebuah istana megah yang jaraknya sekitar dua bulan lebih jika berjalan kaki. Seorang lelaki yang kira-kira berusia 35 tahun, duduk dengan angkuhnya di sebuah kursi singgasana yang terbuat dari emas murni.

Sebuah mahkota yang bertatahkan emas permata berkilauan terpasang di kepalanya dan tak lupa jubah kebesaran seorang raja membalut tubuhnya.

Di depannya, puluhan lelaki berpakaian mewah duduk dengan khidmat mendengarkan orasi sang raja yang begitu berapi-api. Mereka adalah para Adipati, penggawa kerajaan dan lain sebagainya.

"Dulu aku pernah berjanji kepada diriku sendiri, jika aku menjadi raja menggantikan ayahku, maka kekuasaan kerajaan Gandara akan kuperluas. Semua wilayah yang ada di daratan Jawadwipa ini harus tunduk di bawah kaki kita. Apa kalian tahu kenapa kerajaan kita tidak pernah berkembang?"

Suasana seketika hening tidak ada suara di dalam aula. Sang Raja yang belum genap sebulan menggantikan posisi ayahnya sebagai raja kerajaan Gandara itu menatap satu persatu abdinya dengan tajam seakan hendak melihat ke dalam isi hati mereka.

"Ayahanda dulu terlalu lembek dan memilih bersahabat dengan kerajaan lain! Beliau tidak mau kerajaan kita menjadi besar dan berkuasa penuh atas kerajaan lainnya. Maka dengan ini, Aku Raja Barawijaya, bersumpah kepada langit dan bumi serta kepada semua rakyat kerajaan Gandara, akan aku bawa kerajaan ini ke puncak kejayaannya!" lanjutnya dengan tangan terkepal ke atas

"Hidup Paduka Raja Brawijaya! Hidup kerajaan Gandara!" Seorang lelaki tua namun memiliki fisik yang tegap berteriak penuh semangat.

Suasana di dalam aula mendadak riuh setelah semua pejabat kerajaan yang berada di tempat itu menyahuti teriakan penyemangat lelaki tua itu.

Raja Brawijaya tersenyum puas melihat semua pejabat kerajaannya begitu bersemangat menyambut rencananya untuk memulai ekspansi menyerang kerajaan lain.

"Dalam dua minggu ke depan, kita akan mulai memperluas kekuasaan kerajaan kita. Kerajaan pertama yang akan kita serang adalah kerajaan Kanjuruhan!" ungkap Raja Barawijaya.

Suasana di dalam aula kembali hening. Namun tiba-tiba seorang pejabat yang sudah sangat tua mengangkat tangan kanannya ke atas , lalu berdiri.

Semua pasang mata tertuju kepada lelaki tua tersebut, tidak terkecuali Raja Barawijaya. "Apa kau punya usulan, Penasihat?"

"Mohon maaf, Paduka. Kalau kita menyerang langsung kerajaan Kanjuruhan, hamba kuatir kita akan mengalami kekalahan. Selain kekuatan kerajaan Kanjuruhan yang sedikit di atas kita, jarak yang harus kita tempuh juga terlalu jauh. Hamba kuatir pasukan kita akan kelelahan sebelum sampai di sana."

"Apa kau meragukan keputusanku, Penasihat Kurama!?" Raut wajah Raja Barawijaya mulai terlihat emosi.

"Hamba tidak meragukan kemampuan dan keputusan Paduka, tapi apa tidak sebaiknya kita menyerang kerajaan yang lain dan secara kekuatan ada di bawah kita? Selain nanti kita bisa mendapatkan kekuatan tambahan setelah menguasai kerajaan lain, kita juga punya waktu yang lebih banyak untuk membuat rencana menyerang kerajaan Kanjuruhan yang secara kekuatan lebih besar dari kita," ujar Penasihat Kurama.

"Hamba tidak setuju dengan usulan Penasihat Kurama, Paduka," celetuk seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang berkumis dan bercambang tebal bagai hutan belantara.

"Katakan bagaimana usulanmu, Senopati

Jalaksora!" sahut Raja Barawijaya.

"Hamba setuju dengan keputusan Paduka untuk menyerang kerajaan Kanjuruhan terlebih dahulu. Saat ini, kerajaan Kanjuruhan adalah kerajaan terbesar dan mempunyai wilayah terluas. Jika kita bisa menguasai kerajaan Kanjuruhan, tinggal masalah waktu saja bagi Paduka untuk menyatukan semua kerajaan lainnya di bawah kekuasaan Paduka." Senopati Jalaksora tersenyum licik. Pejabat berkumis dan bercambang tebal itu kemudian berdiri.

"Sebaliknya, jika kita menyerang kerajaan kecil terlebih dahulu, Raja Gajayana pasti akan mendengar hal itu dan mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri menyambut serangan kita," lanjutnya.

"Tapi, Senopati ... kondisi geografis kerajaan Kanjuruhan yang bergunung-gunung juga bisa membuat prajurit kita kelelahan. Itu yang harus kita sikapi saat ini. Apalagi Paduka juga memberi tenggat waktu yang begitu singkat untuk berangkat menyerang ke sana. Paling tidak kita butuh waktu minimal dua bulan untuk persiapan dan memepelajari kondisi wilayah kerajaan Kanjuruhan!" balas penasihat Kurama.

"Cukup, Penasihat Kurama!" bentak Raja Barawijaya. Dia tampak tidak senang dengan ucapan penasihat Kurama yang seolah menyudutkannya karena memberi waktu untuk persiapan selama dua Minggu. "Aku sudah memutuskan untuk menyerang kerajaan Kanjuruhan terlebih dahulu. Jika kau tidak suka dengan keputusanku, hukuman berat bisa menimpamu!" ancamnya.

"Hamba bukannya tidak menyetujui usulan Paduka, tapi apa sebaiknya dipikirkan secara matang dahulu dengan kepala dingin." Penasihat Kurama jelas berpikir tentang dampak jangka panjang yang akan terjadi. Menyerang kerajaan yang lebih kuat tentu potensi mengalami kekalahan akan lebih besar.

Wajah Raja Barawijaya semakin memerah tidak bisa menahan murkanya. "Prajurit, bawa penasihat Kurama ke dalam penjara! Kurung dia sampai menjadi bangkai!" perintahnya.

Dua orang prajurit berjalan mendekati penasihat Kurama dan meringkusnya. Lelaki tua yang juga penasihat kerajaan sebelum Raja Barawijaya diangkat menjadi raja, tidak memberikan perlawanan sama sekali saat dua orang prajurit membawanya.

"Ingat ucapan hamba, Paduka. .. jangan memperturutkan ambisi tanpa berpikir matang. Karena yang ada hanya kekalahan semata!" ucap penasihat Kurama sebelum dibawa keluar dari aula.

Sebagian pejabat dan punggawa kerajaan menyesalkan tindakan yang diambil Raja Barawijaya kepada Penasihat Kurama. Raja yang baru diangkat itu seolah melupakan jasa penasihat Kurama yang sudah mengabdi lebih dari 50 tahun di istana.

Selain itu, penasihat Kurama juga memiliki pengalaman yang tidak sedikit di bidang pemerintahan, dan pastinya pemikirannya sudah sangat matang. Berbeda dengan Senopati Jalaksora yang memang terkenal licik dan juga penjilat.

Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan nasib lelaki tua tersebut. Sifat Raja Barawijaya yang keras dan juga suka menerapkan tangan besi dalam mengambil kebijakan, tentunya membuat mereka harus berpikir ulang jika ingin memberi suatu pendapat.

"Apa ada lagi yang berani membantah keputusanku dan ingin bernasib sama seperti penasihat Kurama?"

Raja Barawijaya tampaknya tidak main-main dengan rencananya untuk menyerang kerajaan Kanjuruhan. Setelah pertemuan hari itu, dia memberi perintah kepada semua Adipati kembali ke wilayahnya masing-masing untuk mempersiapkan pasukan.

Selain itu, Raja Barawijaya juga mengangkat penasihat baru bernama Gandana, untuk menggantikan posisi Kurama yang sudah dijebloskan ke dalam penjara.

Di ruangan pribadinya, Raja Barawijaya mulai menyusun strategi untuk menyerang Kanjuruhan. Terdapat juga Gandana, Senopati Jalaksora dan Patih Wikrama.

Tak berapa lama, seorang lelaki berwajah teduh juga memasuki tempat tersebut. Dia adalah Senopati Agung Dharmaseta yang baru datang dari menyelesaikan tugasnya membersihkan barisan pemberontak di garis perbatasan. Dharmaseta belum tahu jika Raja Barawijaya mempunyai rencana untuk menyerang kerajaan Kanjuruhan.

"Kebetulan kau sudah datang, Senopati Agung. Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu sekarang," ucap Raja Barawijaya.

Dharmaseta mengernyit. Pandangannya terarah kepada 3 orang lainnya yang berada di dalam ruangan itu. Dia tidak melihat Kurama yang biasanya selalu diikutkan dalam pertemuan-pertemuan penting yang dilakukan raja. Malah yang terlihat adalah Gandana, pejabat biasa yang dia anggap belum punya kapasitas untuk menghadiri pertemuan penting.

"Ada permasalahan apa, Paduka?" tanya Dharmaseta bingung dengan duduk situasinya.

"Aku punya rencana untuk memperluas kekuasaan kerajaan kita, Senopati Agung. Kerajaan pertama yang rencananya akan kita serang adalah kerajaan Kanjuruhan."

Deg!

1
anggita
like👍, 2x☝☝iklan. untuk dukung novel laga nusantara
anggita
bocah kuckuk🤔🤭😅
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
🚬🗿☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!