NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Menuju Takdir yang Diremehkan

Udara di jalan yang diapit persawahan itu seolah membeku, angin berhenti bertiup.

“Hah?!” mulut Ryu terbuka. Ekspresinya jelas syok.

Ia seorang CEO, tapi dijodohkan dengan gadis desa yang entah profesinya dukun beranak atau... pawang ular?

Tiba-tiba bayangan itu datang tanpa bisa dicegah. Calon istrinya mengalungkan ular sanca di leher, atau memegang kepala kobra. Sambil mendekat padanya berkata,

"Kakak ganteng, lihat ularnya. Kira-kira ganas mana sama ular Kakak?"

Ryuhan bergidik, tanpa sadar mengibaskan tangannya cepat. Memaksa bayangan absurd itu menyingkir.

Jordi menelan ludah pelan. Tatapannya berpindah dari pria paruh baya itu ke Ryu.

“Bos…” katanya hati-hati. “Yakin mau cari salah satu dari dua perempuan itu?"

Pria paruh baya itu malah mengernyit bingung. “Lho, tadi 'kan bilang mau nyari yang namanya Seroja.”

“Iya, tapi…” Jordi tertawa kering. “Maksud saya… masa iya Bos saya nyari perempuan yang profesinya... begitu?” Ia menggoyang lengan Ryuhan. "Bos, apa kita gak salah desa? Mungkin bukan Seroja yang di desa ini."

Ryuhan menepis tangan Jordi. Ia sendiri masih belum bisa menerima kenyataan ini.

“Memangnya kenapa?” tanya pria paruh baya itu polos.

Jordi membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Dan di sampingnya, wajah Ryu sudah mengeras.

“Dukun beranak?” Jordi masih belum menyerah mencerna. “Bos saya ini CEO perusahaan, Pak. Tiap hari kerjanya meeting sama investor.”

Ia menunjuk Ryu cepat.

“Kalau pawang ular…” lanjutnya makin pelan. “Ya… kami kerja di gedung, bukan di hutan. Kalau dukun..." Ia menyengir canggung. "Di kota banyak dokter, Pak."

Tapi sesaat kemudian ia mengangkat tangannya, menggoyangkannya cepat. "Saya gak bermaksud, ah itu..." Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "...dukun beranak 'kan biasanya di desa, Pak. Karena gak ada tenaga medis."

Ryu mengembuskan napas kasar sambil memijat pelipisnya. "Nenek benar-benar sudah kehilangan akal," gerutunya lirih.

Pria paruh baya itu malah terkekeh kecil. “Lha memang kenapa kalau dukun? Istri Bapak setahun lalu hamil. Bayinya sungsang."

Tatapannya menerawang, seolah mengingat peristiwa dulu. "Bidan desa bilang suruh operasi caesar, karena peralatan medisnya di puskesmas desa tidak lengkap."

Ia tersenyum pahit. "Tapi saya hanya punya sedikit uang. Jadi saya minta tolong Seroja supaya posisi bayinya kembali normal."

Kali ini senyumnya mengisyaratkan kelegaan dan rasa syukur. "Hasilnya, istri saya bisa melahirkan normal tanpa operasi. Ditolong Seroja."

Ia menepuk lengan Jordi. "Jadi... jangan menyepelekan dukun kampung."

Ryuhan akhirnya menghembuskan napas panjang. "Pak, apa dua Seroja ini masih gadis semua?"

"Tidak," jawab pria bertopi itu. "Yang pawang ular sudah menikah dan punya anak. Kalau yang dukun beranak masih gadis."

Ryuhan mengusap wajahnya kasar. "*Astaga...aku dijodohkan dengan dukun beranak*?" batinnya miris.

"Bos," Jordi menatapnya tak percaya. "Beneran nyari salah satu dari dua Seroja ini?"

Ryuhan mengabaikan Jordi. Ia menatap pria di depannya. "Jadi... Seroja yang dukun beranak tinggal di kampung mana, Pak?"

"Di kampung Asri," jawab pria itu sambil mengengkol motornya. "Kebetulan Bapak tetangganya. Kalian boleh ikuti Bapak kalau mau ke rumahnya."

Tanpa menunggu respon dari kedua pemuda itu, ia memasukkan gigi motornya, lalu menarik gasnya.

"Bos.." panggil Jordi. "Kita--"

“Ikuti,” potong Ryu. Pemuda itu membuka pintu mobil dan duduk dengan wajah kusut seperti baru saja mendengar proyek triliunannya bermasalah.

"Ini beneran?" Jordi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Bos mau nyari dukun beranak?"

"Jordi!" seru Ryuhan dengan suara rendah nyaris dingin. "Sepertinya pekerjaanmu terlalu santai dan gajimu terlalu besar."

"Ah iya, Bos," sahut Jordi tergagap. Ia buru-buru masuk ke dalam mobil. Tapi saat tubuhnya menyentuh jok-- "Eh bukan, Bos. Gajiku sudah sesuai sama kerjaanku. Please, jangan dipot--"

"Jalan!" Ryuhan melotot, jelas tak sabar.

"Iya..iya..jalan," sahut Jordi buru-buru menyalakan mesin.

Mobil itu akhirnya melaju menyusul motor bebek milik pria bertopi. Semakin masuk ke dalam desa, jalannya semakin membuat Ryu memijat pelipisnya.

"Sepertinya kita salah bawa mobil, Bos," gumam Jordi, matanya tetap fokus pada jalan.

"Bukan seperti," sahut Ryu ketus. "Memang."

"Hah..." desah Jordi. "Sebenarnya bos mau ngapain sih, nyari gadis itu? Sampai ke kampung kayak gini. Apalagi profesinya--"

"Bisa diem, gak?" hardik Ryu.

"Iya..iya, Bos," kata Jordi cepat. "Jangan marah-marah mulu. Kalau darting 'kan repot." selorohnya tanpa dosa. "Soalnya sekarang kita bukan lagi cari dokter, tapi dukun beranak. Bukan spesialis penyakit dalam."

"Sepertinya gajimu memang harus dipotong," kata Ryu datar.

“Jangan, Bos.” Jordi langsung panik. “Aku diem.”

Ia buru-buru menyatukan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu menggesernya di depan bibir seolah sedang menarik resleting hingga mulutnya tertutup rapat.

 

Mobil itu akhirnya memasuki perkampungan. Rumah-rumah penduduk mulai terlihat. Mayoritas bangunan di desa itu sederhana. Dinding dari papan atau ayaman bambu. Hanya beberapa rumah saja yang berdinding bata, dan bisa dibilang cukup bagus.

Beberapa warga, terutama ibu-ibu nampak duduk di teras. Ada yang sedang mencari kutu anaknya, ada yang asyik ngerumpi. Mobil Ryu yang melintas langsung jadi pusat perhatian.

Kendaraan itu makin melambat. Bukan hanya karena jalanan yang dana perbaikannya kena pangkas sana sini, tapi juga karena anak-anak yang sedang bermain lari-larian.

"Anak-anak di desa lebih aktif dibandingkan anak kota," seloroh Jordi. "Gak kayak anak kota yang hobinya main hape sambil rebahan."

Ryu tak menanggapi. Dalam benaknya dipenuhi pertanyaan, seperti apa gadis yang dijodohkan dengannya? Berapa usianya sampai profesinya dukun beranak?

"*Jangan-jangan perawan tuan*," batinnya, membuat pundaknya merosot.

Motor bebek di depan mereka akhirnya berhenti. Pria paruh baya itu turun dari motornya. Jordi menepikan mobilnya, lalu berhenti. Ia dan Ryu akhirnya keluar dari mobil.

Semua mata di sekitar tempat itu langsung tertuju pada mereka. Bukan hanya karena mobil mewah yang mereka kendarai, tapi juga penampilan mereka. Pakaian rapi dan sepatu kulit mengilap.

Terutama Ryu. Postur tubuh dan wajahnya membuat para wanita, terutama gadis-gadis tak bisa mengalihkan pandangan. Mereka mulai berbisik-bisik.

"Ya ampun... ganteng banget," gumam seorang gadis dengan mata berbinar.

"Kayak artis," timpal yang lain.

“Itu rumah Seroja,” ujar pria paruh baya itu sambil menunjuk sebuah rumah joglo sederhana di ujung jalan tanah.

"Terima kasih, Pak," ucap Ryu sopan.

"Sama-sama," sahut pria paruh baya itu santai, lalu menuntun motornya masuk pekarangan rumah sederhana.

Ryu dan Jordi mengalihkan pandangan ke rumah yang ditunjuk pria tadi.

Bangunan joglo itu tidak besar, namun tampak teduh dan terawat. Dinding kayunya mulai menggelap dimakan usia, tetapi tiang-tiang cokelat tua di teras masih berdiri kokoh menopang atap limasan.

Halamannya cukup luas dengan pagar alami dari bunga asoka berwarna merah dan kuning yang dipangkas rapi. Pohon mangga tumbuh rindang di samping rumah, sementara jemuran kain batik dan kain panjang nampak bergoyang ditiup angin.

Di teras rumah, beberapa pria, anak-anak dan ibu-ibu yang memangku bayinya nampak duduk di kursi kayu, seolah rumah itu tak pernah benar-benar sepi dari orang yang datang mencari pertolongan.

"Tidak tahu bagaimana wajahnya," gumam Ryu nyaris seperti bicara pada dirinya sendiri.

Ryuhan berpikir ia hanya menjemput calon istri. Ia tidak pernah tahu, kalau ia sedang melangkah menuju seseorang yang kelak menghancurkan kesombongannya.

 

...🔸🔸🔸...

..."Ryuhan menertawakan profesi gadis itu sebelum mengenalnya. Ia belum tahu bahwa kesombongan sering kali runtuh oleh tangan yang paling sederhana.”...

..."Tak semua orang hebat lahir dari gedung tinggi dan jas mahal. Beberapa tumbuh di rumah kayu, di tengah desa yang bahkan tak dianggap penting."...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Azda Syafril
wah dah ending za crta ny....
JD kangen nh SMA dokter Seroja ayuningrum dn pa CEO yg narsis ryuhan kai zender🤭
trmksh KK up ny pas d'bca dh ending za.. ga da boncap nh ttg Jordi .... c Aspri multi talenta🤭🤣
semangattt KK... ditunggu novel slnjutny... dn bonchap ny ttg jordi🙏
Eka Burjo
akupun berkaca kaca 🥹
Eliermswati
thor g season 2 gtu, seroja sm ryu punya ank, dan jordi dpt jodoh soalnya cerita nya bagus bngt😂😍
tse
terima kaasih..... 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
ceritanya a banyak meongandung hal2 yang bisa di jadikan pelajaran
Hanima
Dah Habeees aja Kak, kirain sampai Seroja hamil dst 😍🤭
Sugiharti Rusli
dan akhirnya mereka bisa sampai titik ini dengan segala ujian dan pengorbanan masing", ternyata cinta suci mereka telah teruji sih❤❤❤
Sugiharti Rusli
beruntung kamu dulu 'ditekan' baik sama nenek Hanifah dan Jordi dan dulu Seroja juga dengan tegas membuat ultimatum ke Ryu tentang rumah tangga mereka yah,,,
Sugiharti Rusli
sampai" dulu mengancam sang cucu akan dilepas sebagai pewaris kalo tidak segera berpisah dari si Clara kekasih Ryu saat itu,,
Sastri Dalila
👍👍💪💪
Sugiharti Rusli
setelah nenek Seroja wafat sesaat meninggalkan amanah cucunya pada Ryu, maka nenek Hanifah lha yang harus memastikan hubungan mereka berjalan,,,
Sugiharti Rusli
pasti yang sangat bahagia dengan perkembangan cucunya adalah nenek Hanifah yah,,,
Sugiharti Rusli
lho sudah ada ini, belum ada notif soale🤭✌✌
Sugiharti Rusli
yah semoga setelah ini mereka bisa mulai melakukan proyek masa depan buat keturuna Kai Zander yah🤗🤗🤗
Sugiharti Rusli
dan pada akhirnya Ryu bisa kembali ke kantornya kembali setelah setahun absen, itu suatu pencapaian yang bagus sih,,,
Sugiharti Rusli
dan Ryu berhasil melaluinya dengan baik, meski saat di awal sempat hampir membuat keputusan bodoh karena cemburu yang salah,,,
Sugiharti Rusli
dan kesembuhan disamping ada rehabilitasi dan terapi dari rumah sakit dan juga tambahan dari pijatan syaraf istrinya, yang juga berperan adalah keinginan kuat dari si pasirn buat melawan ketakutannya sendiri,,,
Sugiharti Rusli
betul yah apa yang dokter Ilham katakan, sebagai tenaga medis tugasnya memperbaiki kerusakan yang terjadi,,,
Fadillah Ahmad
Luar biasa... Sedih-nya dapat, bahagia, Kesal-nya pun dapat. 😂😂😂 Pokoknya Campur aduk semua menjadi satu... Ini baru pertama kalinya, aku bisa menangis di cerita ini... 😁😁😁 Melihat Ryu tidak berdaya Seperti itu... 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Akhirnya... Ryu dan Seroja hidup bahagia ya, Kak Nana... 😁😁😁

Aku nggk kebayang deh, kalau akhir Cerita Ryu dan Seroja Seed ending... Pasti Pembaca banyak yang nangis kali Kak... 😂😂😂

Terima Kasih bsnysk Kak Nana... Sudah menamatkan cerita ini... 😁😁😁🙏 Ini baru pertama kalinya, Kak Nana menulis novel sampai lebih dari 150 Bab... 😁😁😁

Sekali lagi, terima kasih banyak Kak Nana... 🙏🙏🙏😁
abimasta
terimakasih juga thor sudah menyuguhkan cerita yang bagus dan sarat makna kehidupan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!