🛑warning ❗ 21 tahun keatas
Fathia menikmati perannya menjadi seorang istri dari seorang pengusaha.
Berawal dari sebuah kesalah pahaman, Akalanka mengoperasi plastik wajah Fathia yang penuh luka bakar seperti wajah istrinya.
Fathia ditemukan di dekat mobil Alodie yang kecelakaan dan tak ada korban lainnya hal itu yang membuat polisi menduga kalau tubuh wanita yang di temukan adalah istri dari Akalanka.
3 tahun hidup bersama, Fathia mencintai Akalanka, tapi bagaiman dengan Aka? Apakah ia mencintai Fathia yang menjadi istri palsunya atau masih mencintai Alodie istri aslinya?
Lalu bagaimana kalau Alodie masih hidup?
Apakah ia akan kembali merebut kebahagian Fathia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima junia Ermolina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh
Saat sedang menyuapi ibunya makan malam mereka di kagetkan dengan kedatangan dua orang polisi. Wajah Fathia tampak cemas ia ingat dengan ancaman bibinya tadi siang dan ternyata benar Afkar melaporkan ia pada polisi dan sekarang mereka menjemput paksa Fathia menuju kantor polisi untuk di penjarakan.
"Nggak bisa gitu dong pak, saya masih ada waktu beberapa hari lagi," jelas Fathia.
"Jelaskan di kantor polisi saja," kata salah seorang polisi.
Julanar hanya bisa menangis ia tak tau harus berbuat apa untuk membantu anak gadisnya.
"Buk, aku ikut dulu sama bapak polisi ini. Ibu jangan cemas Fathia bisa menyelesaikan masalah ini," kata Fathia menenangkan ibunya.
"Tapi nanti kalau kamu benar-benar masuk penjara gimana nak?" takut Julanar memeluk Fathia.
"Ibu istirahat aja dulu, aku pasti balik," kata Fathia meyakinkan.
Julanar mengangguk setuju dan ia melepas kepergian anaknya untuk menyelesaikan masalah di kantor polisi. Sampai di sana Afkar sudah menunggu kedatangan Fathia lalu mereka duduk di sebuah ruangan.
"Saya bisa bayar polisi itu untuk memenjarakan kamu sekarang," kata Afkar menatap Fathia.
"Tapi saya punya penawaran bagus untuk kamu," tambahnya lagi.
"Apa?" tanya Fathia ketus.
"Menikah dengan saya atau kamu masuk penjara karena tidak sanggup membayar hutang."
Fathia kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria yang duduk di hadapannya ini. Sudah punya istri dua dan sekarang ia ingin menikah lagi sungguh Fathia jijik mendengarnya apa lagi membayangkan ia akan menikah dengan pria jelek pendek dan gembul ini sungguh tak rela ia menjadi istri ketiga dan memberikan keperawanannya pada tua bangka ini.
"Saya masih punya waktu beberapa hari lagi, jadi juragan tidak bisa menuntut saya," elak Fathia. "Saya akan membayar lunas hutang itu dua hari lagi," tambah Fathia yakin.
"Yakin? dapat dari mana kamu uang sebanyak itu?"
"Urusan saya. Yang jelas dua hari lagi saya akan datang menemui juragan dan melunasi semua hutang yang tak pernah saya buat," jelas Fathia.
"Baiklah saya setuju, kalau dua hari lagi kamu tidak melunasinya saya akan paksa kamu menikah dengan saya," ancam Afkar.
Fathia mengangguk setuju lalu ia pun bergegas kembali menuju rumah sakit. Perasaannya tak enak pikirannya hanya memikirkan keadaan sang ibunda dan ternyata benar di rumah sakit Julanar sedang di tangani oleh dokter karena kondisinya memburuk setelah kepergian Fathia tadi.
"Ibu saya kenapa dok?" tanya Fathia Cemas.
"Ibu kamu syok dan itu memicu sakit jantungnya, sebaiknya kita lakukan operasi besok pagi agar ibu kamu bisa sembuh," jelas dokter.
"Baik dok," jawab Fathia.
Kepergian dokter Fathia masuk menemui ibunya yang sudah stabil.Sungguh tega sekali bibinya sampai membuat kakaknya meregang nyawa akibat perbuatanya.Fathia hanya bisa menangis diam malam ini apalagi besok ibunya harus di operasi sedangkan uangnya belum cukup. Apakah pihak rumah sakit mau menunggu pembayaran sisanya.
Mungkin besok pagi saja Fathia coba bicarakan dengan pihak rumah sakit, semoga mereka mau memberikan keringanan untuknya sebelum ia mendapatkan uang tambahan untuk melunasi biaya operasi nanti.
🍁🍁🍁🍁
Pagi-pagi Fathia sudah membicarakan permasalahannya dengan pihak rumah sakit. Ia meminta untuk melakukan tindakan operasi pada ibunya tapi ia hanya bisa membayar 200 juta dan sisanya akan di lunasi dua hari lagi. Awalnya pihak rumah sakit tak mau mereka tetap meminta Fathia melunasi dulu biayanya baru tindakan operasi di lakukan tapi Fathia tak menyerah bahkan ia membuat surat perjanjian jika tak melunasi biaya operasi selama dua hari maka silahkan pihak rumah sakit menuntut dan memenjarakannya.
🤨🤨🤗🤗🤗🤗🤭