NovelToon NovelToon
Arrogant Husband

Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marnii

Gaza Munarga adalah seorang ahli waris yang memegang kendali atas perusahaan Tirtama Group selama lima tahun semenjak kematian sang ayah.

Ia dikenal sebagai pria es yang mampu membekukan mental seseorang saat bertatapan dengannya.

Zara Maharani, seorang wanita yang hanya tinggal bersama kedua adiknya. Sebagai anak sulung, ia mesti rela berkorban membanting tulang mencari pundi-pundi nafkah demi kelangsungan hidup bersama kedua adiknya itu.

Kepribadian Zara yang polos. Namun, memiliki sifat di mana ia senang memarahi orang lain di saat ia sedang kesal.

Hingga dua insan ini dipertemukan dalam sebuah kecelakaan tanpa sengaja. Kekesalan yang berujung karma bagi Zara, hingga pada akhirnya Gaza menikahi Zara hanya bertujuan untuk membuat wanita ini bertekuk lutut padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marnii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Yang Terbalik

Siapa wanita itu? Terlihat begitu dekat pada Tuan Gaza. Dan juga Tuan Gaza sama sekali tak mempermasalahkan wanita itu duduk di sampingnya. Batin Zara.

"Kakak ipar, kenapa termenung di sana? Ayo, sini bergabung dengan kami." Wanita itu menoleh padanya dengan tersenyum ceria.

Dia memanggilku kakak ipar, sepertinya dia bukan penggemar berat Gaza. Ah, aku terlalu banyak berpikir. Zara pun melangkah maju dan duduk di samping kanan Gaza.

"Kakak ipar, kau tahu? Aku adalah penggemar beratnya Kak Gaza, dia adalah idolaku sejak kecil, aku ingin menjadi sepertinya, memiliki suatu perusahaan yang besar dan mengelolanya sendiri." Dia berpindah ke arah Zara dan meminta Gaza menyingkir ke kursi lain.

Zara hanya bisa tersenyum kecut melihat Gaza yang begitu nurutnya dengan wanita itu, padahal siapa yang berani berbuat seperti itu padanya? Dia bukanlah tipe lelaki yang bisa diatur, tetapi dengan gadis ini, seperti habis mendapat pukulan keras, si Tuan muda yang arogan itu bisa menurut juga dengan orang lain.

"Kau bisa meminta ayahmu memberikan perusahaannya dan biar kau kelola sendiri," sahut Gaza tiba-tiba.

"Kau jangan coba-coba meracuninya," timpal Tuan Rangga sembari memberikan senyumannya yang begitu tajam.

Kedua orang ini tampak tak bersahabat, tetapi mereka juga tidak seperti bermusuhan, Zara bahkan tak mampu mendeteksi apa yang mereka pikirkan dari raut wajah masing-masing.

"Kakak ipar, bagaimana menurutmu mengenai cita-citaku?" Wanita ini kembali bertanya dan memegangi tangan Zara.

"Ah." Zara terperanjak. "Kau jangan khawatir, selagi mau berusaha, tidak ada kemungkinan kau akan gagal, berjuanglah," lanjutnya lagi.

"Ah, hanya Kakak ipar yang paling mengerti aku." Ia pun memeluk Zara dengan erat tanpa mengurangi senyum bahagianya.

"Kak, aku ingin pinjam Kak Zara sebentar, boleh?" tanyanya lagi sembari menoleh pada Gaza.

Gaza menatap Zara dengan lekat. "Tanyakan pada orangnya langsung." Sambil tersenyum dengan tatapan yang mengunci pikiran Zara.

Segera Zara mengalihkan pandangannya, tak sanggup bertatap mata dengan mata elang milik Gaza.

"Kak, mau ikut bersamaku? Kita berbincang santai di balkon kamar, biarkan urusan para lelaki kita tidak ikut campur, biar mereka yang menyelesaikannya." Sambil menarik tangan Zara agar berdiri dan mengikutinya.

Tuan Rangga berhenti menatap punggung Zara setelah bayangan sosok wanita itu lenyap dalam pandangan. "Apa kau memaksanya untuk menikah denganmu?" tanya Tuan Rangga dengan tatapan yang serius.

"Lalu apa yang bisa kulakukan? Dari awal aku tak memiliki rencana apa pun untuk menikah, sampai kau datang dengan surat warisan itu. Menurutmu apa aku harus merelakan perusahaan ayahku begitu saja?" jawab Gaza dengan ketus, menaikkan alisnya menatap Tuan Rangga seperti lelucon.

"Ck, kau benar-benar tak bisa memahami perasaan orang tua, sudah tua begini apa kau pikir aku mau bersaing denganmu yang merupakan keponakanku sendiri?" Tuan Rangga menghela nafas dengan berat. Gaza tak menggubris ucapannya.

"Apa kau tahu kenapa ayahmu ingin kau menikah terlebih dahulu sebelum mewarisi perusahaannya?" tanya Tuan Rangga, tapi lagi-lagi hanya dibalas dengan alis mengerut oleh Gaza.

"Karena ayahmu ingin kau merasakan apa itu cinta, agar kau tidak stres memikirkan pekerjaan di kantor. Saat kau pulang, kau bisa menenangkan pikiran dengan berbincang santai pada orang yang tepat, kau bahkan tak memiliki mantan pacar saat masih sekolah," lanjut Tuan Rangga sembari terkekeh lucu.

"Paman, kau mungkin adalah orang kedua yang paling memahamiku setelah ayah, aku tidak pernah ingin mencintai siapa pun, hanya dengan bekerja aku baru bisa merasakan apa itu ketenangan, wanita bukanlah solusi yang baik, itu hanya akan membuatku terbebani. Dan jika kau menganggap aku tidak memiliki mantan kekasih, kau salah besar." Kini giliran Gaza yang memberikan senyum mematikan.

"Clarisa?" Tuan Rangga pun terkekeh setelah menyebutkan wanita itu.

"Kau pikir aku percaya bahwa kau benar-benar menjadikannya kekasih karena kau mencintainya?" Gaza menatap Tuan Rangga dengan curiga.

Tuan Rangga pun menghela nafas dengan kasar. "Kau tidak bisa menyembunyikan apa pun dariku, aku tahu semuanya, kau tidak pernah menyukai satu orang pun wanita di dunia ini selain ibumu, benar bukan?"

Gaza hanya mengangkat bahu tanpa mengatakan apa pun pada Tuan Rangga.

"Lalu apa rencanamu pada wanita itu? Masih ingin membuatnya menjadi istrimu? Bagaimana jika dia sampai menyukaimu? Kau akan melukainya jika tidak memberikan apa yang ia harapkan." Tuan Rangga menuang sebuah wine dan menyodorkannya pada Gaza.

Gaza meraih gelas tersebut dan menenggak isinya hingga tandas, alisnya mengerut merasakan rasa pahit dan manis serta sensasi yang begitu kuat menerobos masuk ke tenggorokan. "Aku tidak pernah ingin melukai siapa pun, apa lagi wanita itu, dari begitu banyak wanita yang pernah kutemui, dia adalah satu-satunya wanita yang paling tulus pada keluarganya, aku bahkan iri pada wanita itu, tidak logis memang jika aku iri pada wanita biasa sepertinya, tapi aku tak bisa memungkiri bahwa semua itu adalah kenyataan."

"Lalu?" Tuan Rangga kembali bertanya.

"Aku akan menceraikannya." Sebuah kalimat cerai akhirnya lolos begitu saja dari lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya Zara.

"Kau yakin?"

Gaza mengangguk. "Demi kebaikannya, dia terlihat begitu tertekan saat tinggal bersamaku. Dan entah kenapa aku malah begitu senang menindasnya, dia akan semakin menderita jika tinggal bersamaku." Gaza terkekeh dan kembali menenggak segelas wine di hadapannya.

"Ya, dia akan menjadi wanita malang jika sampai mengalami sakit jiwa akibat dirimu."

***

"Kak, apa kau menyukai Kak Gaza?" tanya Miranda, anak dari Tuan Rangga.

Zara tersenyum kecil sambil menerawang jauh pada pemandangan kota yang ada di bawahnya. "Ya, aku rasa aku menyukainya."

"Tidak heran, semua wanita tidak ada yang tidak menyukainya, dia lelaki yang hampir mendekati kata sempurna, tetapi aku ingin bertanya, apa yang Kakak ipar sukai darinya?" tanyanya lagi.

Zara memalingkan wajah menatap wanita di sampingnya itu. "Dia lelaki yang baik, meski banyak orang mengatakan bahwa dia begitu arogan, tetapi aku bisa merasakan sisi baiknya, meskipun terkadang ia bersikap baik dengan cara yang berbeda, orang lain mungkin tidak akan memahami itu."

Miranda mengangguk. "Kak Gaza memang baik, tidak banyak orang memahami perilakunya, dia terlalu kaku makanya tidak tahu bagaimana cara bersikap lembut, tetapi meski dia bukan orang yang romantis, apa Kakak ipar akan tetap menyukai dan menjadi istrinya?"

"Ya, aku akan tetap menjadi istrinya walau dia tak menyukaiku, selama dia tak mengucapkan kata cerai, aku akan setia padanya." Zara mengangguk pelan dan tersenyum kecil.

"Aku berharap Kakak ipar mampu meluluhkan hatinya agar aku bisa kembali melihat senyum Kak Gaza seperti saat aku kecil." Miranda pun memeluk Zara dengan perasaan yang begitu senang.

"Semoga saja," ujarnya pelan lalu membalas pelukan itu.

1
Rahmah
baru nyadar pas sampai sini ternyata ceritanya bukan di indo toh
Rahmah
akhirnya si manusia es bucin juga sama istinya🤣
Rahmah
ternya anaknya lbh peka dan genius dr papanya
Rahmah
pemikiran Zaza di luar nurul memang
Rahmah
nah gitu baru benar kamu bersikap Gaza tegas dong
Rahmah
kamu tidak perlu merasa bersalah dan minta maaf bd GAza .kekejamannya dimasa lalu pada mu juga sangat mengerikan jd it' s ok
Rahmah
seharusnya kau sadar gaza sifat dan tingkah zaza menurun dari mu.dasar menyebalkan
Rahmah
sikapnya dingin seperti Gaza mulut nya juga persis bon cabe
Rahmah
tiga tahun kemudian tp ceritanya gak jelas
Rahmah
itulah kelebihan istrimu Gaza dia berbeda dari wanila lainnya.unik🤣
Rahmah
pasti ada yg menyebabkan Gaza bersikap spt itu
Taris
Luar biasa
Saadah Rangkuti
aku harap clarisa dan kayra bukan istri dan juga anaknya gaza 😒
Saadah Rangkuti
Luar biasa
Shifa Burhan
pola pikir wanita setia
mereka akan melaknat lekaki kayak ferdi yang sok baik pada istri orang dan membuat rumah tangga orang hancur

pola pikir wanita jablay
Ferdy adalah lelaki baik, jadi boleh peluk sana ini

pola pikir wanita setia
suami pelukan dengan wanita lain itu salah begitu juga istri pelukan dengan lelaki lain itu salah

pola pikir wanita egois
suami pelukan dengan wanita itu salah tapi istri pelukan dengan lelaki lain itu bukan kesalahan karena hanya sahabat

fakta
sebuah novel adalah hasil pola pikir novelisnya yang artinya sebuah novel menggambarkan karakter novelisnya
anita
, kipas...kipas...ac..ac...es batu..es batu..ada yg lg kpanasan tuh...
anita
wooo gaza sialan🤣🤣🤣🤣
anita
zara emosi n marah2 itu gk baik,klo kamu mau kamu msh punya sodara kembar kok,yaitu SAYA,wkwkwk...🤣🤣🤣🤣
anita
q br komentar,karyamu sangat memukau thor..sukses buatmu
anita
thor buat gaza bucin akut sm zara ya...harus pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!