NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 — Bayangan yang Bergerak

Fajar perlahan menyingsing di atas Kota Canglan.

Sinar matahari menembus jendela Penginapan Awan Tenang.

Chu Xuan membuka matanya perlahan.

Hal pertama yang ia lakukan bukanlah berkultivasi.

Bukan pula memeriksa sistem.

Melainkan...

Menghirup aroma makanan.

"..."

"Ada yang sedang memasak."

Di luar kamar.

Luo Ning tengah sibuk menyiapkan sarapan sederhana.

Beras yang dibeli Chu Xuan semalam dimasak bersama sedikit daging kering dan sayuran.

Meskipun sederhana...

Aromanya jauh lebih baik dibanding makanan yang biasa dimakan di Kuil Qingfeng.

Chu Xuan keluar dari kamar.

Luo Ning segera berdiri.

"Guru."

Chu Xuan melambaikan tangan.

"Duduk saja."

"Kalau terus memberi hormat setiap kali melihatku, makanan kita keburu dingin."

"...Baik, Guru."

Keduanya duduk berhadapan.

Untuk beberapa saat...

Tak ada yang berbicara.

Hanya suara mangkuk dan sumpit yang sesekali terdengar.

Setelah menghabiskan mangkuk pertamanya, Chu Xuan mengangguk puas.

"Enak."

Luo Ning tampak sedikit lega.

"Syukurlah."

"Aku takut masakanku tidak sesuai selera Guru."

Chu Xuan menggeleng.

"Bisa dimakan."

"Bagi orang yang pernah hidup miskin delapan belas tahun..."

"...ini sudah termasuk makanan mewah."

Luo Ning terdiam.

Baru kali ini ia mendengar Gurunya sedikit bercerita tentang masa lalu.

Namun...

Ia tidak berani bertanya lebih jauh.

Setelah sarapan selesai, Chu Xuan berdiri.

"Kita kembali ke Kuil Qingfeng."

"Baik."

Luo Ning mengangguk tanpa ragu.

Baginya...

Di mana Guru berada, di situlah tempat yang harus ia datangi.

Sementara itu...

Di Kediaman Keluarga Han.

Belasan burung pembawa pesan terbang meninggalkan halaman utama.

Puluhan anggota keluarga berpencar ke berbagai penjuru Kota Canglan.

Perintah Han Guofeng hanya satu.

Temukan...

Pria Bermata Emas.

Seorang pria bertubuh kurus mengenakan pakaian biasa menerima sebuah gulungan.

Ia adalah salah satu mata-mata terbaik Keluarga Han.

Setelah membuka gulungan itu...

Terlihat sebuah sketsa.

Jubah putih.

Rambut putih.

Sepasang mata berwarna emas.

Wajah yang tampan luar biasa.

Pria kurus itu mengangguk pelan.

"Kalau wajah seperti ini muncul di kota..."

"...mustahil tidak ada yang mengenalinya."

Ia segera menghilang ke tengah keramaian.

Di jalan utama Kota Canglan.

Chu Xuan dan Luo Ning berjalan berdampingan.

Chu Xuan mengenakan jubah hitam sederhana.

Rambut hitamnya diikat longgar.

Tidak ada sedikit pun kemiripan dengan sosok berjubah putih yang sedang diburu.

Luo Ning memperhatikan keramaian di sekitar mereka.

"Guru."

"Sepertinya penjagaan kota lebih ketat daripada kemarin."

Chu Xuan melirik sekilas.

Memang benar.

Beberapa kultivator tampak memeriksa setiap orang yang lewat.

Namun...

Tatapannya hanya berhenti pada mereka yang mengenakan pakaian mencolok.

Chu Xuan justru terlihat seperti pemuda biasa.

Ia tersenyum tipis.

"Kadang..."

"Berpenampilan biasa lebih nyaman."

Luo Ning mengangguk pelan.

Ia mulai menyadari.

Gurunya tidak pernah menyukai perhatian.

Yang ditakuti dunia...

Adalah sosok berjubah putih bermata emas.

Sedangkan pria yang sedang berjalan santai di sampingnya...

Hanya tampak seperti pemuda tampan yang sedang membawa persediaan makanan untuk pulang.

Di benaknya, sebuah suara datar segera menjawab.

【Berdasarkan jarak saat ini...】

【Harapan Tuan Rumah kemungkinan besar tidak akan terwujud.】

"..."

Chu Xuan menghela napas.

"Aku sudah menduganya."

Gerbang Kota Canglan sudah terlihat di kejauhan.

Namun...

Chu Xuan tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Luo Ning ikut berhenti.

"Guru?"

Chu Xuan menoleh ke sebuah papan kayu besar di pinggir jalan.

Di atasnya tergantung puluhan lembar perkamen.

Beberapa orang berdiri di depannya sambil berdiskusi.

"Apa itu?"

Luo Ning menjawab pelan.

"Itu Papan Misi Balai Pemburu."

"Banyak kultivator pengembara mencari nafkah dari sana."

Chu Xuan mengangguk kecil.

Rasa penasarannya muncul.

"Boleh melihat?"

"Tentu, Guru."

Mereka berdua berjalan mendekat.

Di papan itu tertempel berbagai misi.

Mencari Rumput Embun Roh.

Hadiah: 80 batu roh.

Mengawal kereta dagang menuju Kota Yunhe.

Hadiah: 150 batu roh.

Memburu Harimau Bertanduk Besi.

Hadiah: 300 batu roh.

Chu Xuan membaca satu per satu.

Kemudian...

Tatapannya berhenti pada sebuah perkamen baru.

Tulisan di atasnya masih tampak segar.

MENCARI INFORMASI

Target:

Pria berjubah putih.

Rambut putih.

Mata emas.

Wajah tampan.

Hadiah:

5.000 Batu Roh.

Penerbit:

Keluarga Han.

Chu Xuan berkedip.

"..."

Luo Ning ikut membaca.

Wajahnya langsung berubah dingin.

"Mereka..."

"...sedang mencari Guru."

Chu Xuan menggeleng santai.

"Mereka mencari orang lain."

Luo Ning sedikit bingung.

"Orang lain?"

Chu Xuan menunjuk perkamen itu.

"Lihat."

"Rambut putih."

Lalu menunjuk rambutnya sendiri.

"Rambutku hitam."

"Lagipula..."

"Aku sedang memakai jubah hitam."

Luo Ning terdiam beberapa saat.

Kemudian...

Ia menyadari sesuatu.

Di mata dunia...

Guru dan Avatar memang benar-benar dua orang yang berbeda.

Tiba-tiba seorang pria di dekat papan misi berkata,

"Kalau aku menemukan orang itu..."

"...aku bisa hidup enak seumur hidup."

Temannya langsung mendengus.

"Hidup enak?"

"Apa kau yakin masih sempat menikmati hadiahnya?"

"Kalau orang itu benar bisa membunuh Tuan Muda Han..."

"...mungkin kita yang lebih dulu mati."

Beberapa orang langsung mengangguk setuju.

Mereka memang menginginkan batu roh.

Namun...

Tidak sampai ingin kehilangan nyawa.

Chu Xuan mendengar percakapan itu.

Sudut bibirnya sedikit terangkat.

"Masih ada orang yang berpikir jernih."

Luo Ning menatap Gurunya.

"Guru."

"Apakah Keluarga Han akan terus mengejar Guru?"

Chu Xuan menoleh ke arah gerbang kota.

"Mungkin."

"Lalu..."

"Apakah Guru khawatir?"

Chu Xuan berpikir sejenak.

"Hm..."

"Yang lebih membuatku khawatir..."

"...adalah beras di rumah cukup atau tidak sampai musim berikutnya."

Luo Ning terdiam.

Beberapa hari lalu...

Ia masih menganggap Gurunya adalah ahli yang sulit ditebak.

Sekarang...

Ia menyadari sesuatu.

Guru memang sulit ditebak.

Karena cara berpikirnya benar-benar berbeda dengan kultivator mana pun.

Saat semua orang memikirkan balas dendam, kekuasaan, dan harta...

Guru justru memikirkan...

Persediaan beras.

Tanpa sadar...

Luo Ning tersenyum tipis.

Di atap sebuah bangunan tidak jauh dari sana...

Sepasang mata sedang mengawasi mereka.

Seorang pria berpakaian hitam menyimpan sebuah gulungan.

"Bukan."

"Yang dicari adalah pria berjubah putih."

"Pemuda berambut hitam itu hanya orang biasa."

Ia segera menghilang ke balik bayangan.

Tidak ada yang menyadari...

Bahwa target yang dicari seluruh Kota Canglan...

Baru saja berjalan tepat di depan mata mereka.

Chu Xuan melangkah melewati gerbang kota.

Luo Ning mengikuti dari belakang.

Pegunungan Tianyun kembali terlihat di kejauhan.

Perjalanan pulang...

Akhirnya dimulai.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!