NovelToon NovelToon
Police, I'M In Love

Police, I'M In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Leogirl's

Jodoh itu sebuah misteri. Bagaimana, kapan dan di mana kita dipertemukan hanya Tuhan yang tahu.

Naura Aurelia. Gadis dua puluh tahun yang sedang patah hati karena ditinggal menikah oleh kekasih diam-diamnya (sepupunya sendiri). Namun, ia selalu mencoba tegar dan menerima kenyataan yang menyakitkan itu.

Suatu hari, tanpa sengaja ia bertemu dengan Dimas—pria tampan yang berprofesi sebagai polisi lalulintas. Dimas terpaksa menilang Naura, karena ia mengendarai sepeda motor tanpa membawa surat kelengakapan berkendara serta tidak memakai helm. Di waktu bersamaan, Dimas juga menilang Ana yang notabennya adalah ibu kandungnya sendiri.

Masa penilangan itu adalah momentum perkenalan Ana dan Naura, yang membuat Ana terlanjur jatuh hati kepada Naura di pertemuan pertama mereka. Ia pun bertekad untuk menjodohkan gadis itu dengan Dimas. Berbagai cara dilakukannya, untuk mendekatkan dua insan yang memiliki kepribadian bertolak-belakang itu.

Semenjak penilangan itu pun, Naura dan Dimas sering dipertemukan di berbagai tempat. Bahkan, beberapa kali Naura harus kembali beurusan dengan polisi karena sifatnya yang ceroboh. Salahsatunya, ketika ia terjaring razia masker yang sedang digalakan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Entah jodoh atau kebetulan di setiap Naura melanggar peraturan, di situ pula ada Dimas yang siap menindaknya.

Namun, tanpa disadari pertemuan dengan Dimas telah memberi warna tersendiri di dalam kehidupan Naura.
Akankah, Naura dan Dimas berjodoh? Lalu bagaimana jika di saat cinta mulai tumbuh di hati mereka, tanpa diduga datang seseorang di masa lalu Dimas di kehidupan mereka? Siapakah yang akan Dimas pilih? Mungkinkah Naura akan kembali merasakan sakit hati, ditinggalkan kekasih hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad

"Jangan sampai mimpiku jadi kenyataan!" Naura menggeleng-geleng kepalanya, mengusir jauh semua ketakutan yang menghinggapi.

"Kamu ini kenapa sih? Aneh banget," imbuh Irma saat melihat kelakuan adiknya. "Ayo, Jalan lagi! Orang-orang liatin ke sini semua. Kenapa malah mandeg di depan pintu?" Irma mengajak Naura melangkah kembali.

"Tunda saja nikahnya, ya, Kak! Aku gak siap jika mimpiku benar-benar jadi nyata," rengek Naura dengan kaki masih diam di tempat.

"Ngaco kamu itu! Mau buat malu keluarga, hah? Kemarin katanya udah siap nikah. Ini apa-apaan? Memangnya kamu mimpi apa?" cecar Irma. Bola matanya seakan-akan keluar, ketika mendapati kelakuan adiknya yang malah ingin membatalkan pernikahan.

"Kepada mempelai wanita kami persilakan untuk memasuki tempat akad." Pembawa acara memanggil Naura kembali untuk segera bergabung dengan Dimas. "Mari, Teteh cantik, langkahkan kakinya mendekat ke tempat akad," ucapnya lagi, ketika melihat Naura malah diam di tempat dan beradu argument dengan Irma.

Para tamu juga mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu. Mereka saling pandang penuh tanda tanya melihat Naura yang malah terdiam, seperti tak ingin melanjutkan acaranya.

"De, jangan bikin malu! Liat orang-orang liatin kita semua. Ayo, jalan!" Irma membujuk adiknya dengan sorot mata penuh ancaman.

Naura menarik napas dan membuangnya kasar. "Iya, iya," imbuhnya sambil mengikuti langkah Irma.

Mereka yang sudah berpikir tidak-tidak akhirnya bernapas lega, kecuali Dimas.

Rasa gerogi masih berkecamuk di dalam jiwa. Bahkan, saking asyik dengan dunianya sendiri, Dimas tidak mengetahui ketegangan para tamu saat melihat mempelai wanita tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan.

'Kenapa rasanya begini amat? Ketegangannya melebihi saat diambil sumpah. Apa semua orang yang menikah kayak gini? Jika seperti ini, cukup sekali seumur hidup saja. Aku tak mau lagi berhadapan dengan penghulu seperti ini,' gumam Dimas dalam hati.

Sementara itu, Naura terus melangkah mendekati Dimas.

"Selamat datang Teh Naura, selaku mempelai wanita, kami persilakan duduk di samping A Dimas."

Naura mencoba tersenyum ketika pembawa acara menyuruhnya duduk. Ia pun tak kalah tegangnya dengan Dimas. Apalagi setelah melihat pakaian Dimas yang senada dengan pakaiannya. Pikiran Naura pun semakin tak menentu.

Dimas sendiri baru menyadari kehadiran Naura, di saat gadis itu sudah duduk di sampingnya. Dimas menoleh ke arah Naura dan mata mereka pun saling bertemu.

'Apakah dia bocil si gadis ceroboh yang akan kunikahi? Cantik sekali,' gumam Dimas dalam hati saat melihat penampilan Naura yang begitu cantik dengan balutan kebaya putih yang dikenakannya.

'Ya Tuhan, bajunya ... maskernya ... ah, segalanya ... dia benar-benar si Gerandong yang selalu menghantui tidurku. Hari ini mimpiku benar-benar menjadi kenyataan,' jerit Naura dalam hati. Andai dia punya Om Jin, ingin rasanya Naura langsung menghilang dari akad itu dengan sekali ucap 'cling'.

Kedua insan itu saling memandang dengan jalan pikirannya masing-masing, sampai suara penghulu membuyarkan lamunan mereka.

"Tatap-tatapannya nanti dulu, mari kita sahkan dulu!" Pak Penghulu menggoda keduanya, sebelum ijab kabul bergemuruh di sana.

Dimas dan Naura langsung mengalihkan pandangan mereka. Setelah syarat akad nikah komplit, Pak Penghulu pun langsung memulain acara ijab kabul pernikahan. Dimas berjabatan tangan dengan Budi—uwa Naura—yang merupakan wali nikah, pengganti ayah Naura yang sudah meninggal.

'Jangan sampai benar-benar sendal jepit yang jadi mas kawinnya. Bisa nangis tujuh hari tujuh malam, jika benar-benar terjadi.' Mimpi itu terus saja berseliweran di otak Naura.

Bahkan, Naura sampai memejamkan matanya saat mendengarkan proses ijab kabul yang diucapkan Dimas dan Budi.

"Saya terima nikah dan kawinnya Naura Aurelia binti Almarhum Burhanudin dengan mas kawin seperangkat perhiasa emas dibayar tunai." Dimas dengan lantang mengucapkan ijab kabul hanya dalam satu kali napas, tanpa ada cela sedikit pun. Para saksi dan tamu pun langsung mengucapkan 'sah' saat itu juga.

'Beneran sah? Gak sendal jepit, 'kan?' gumam Naura dalam hati. Ia menghela napas lega.

Sama halnya dengan Naura, Dimas pun menghela napas lega saat dirinya berhasil mengucapkan ijab kabul, tanpa diulang-ulang. Acara pun berlanjut dengan penandatanganan buku nikah dan juga tukar cincin. Setelah bertukar cincin Naura mencium tangan Dimas, dan Dimas diminta oleh penghulu untuk mencium kening istrinya.

Naura tersentak, saat mendengar keharusan cium mencium itu. Ia menyodongkan tubuh ke belakang saat Dimas bersiap untuk mencium keningnya. Naura menaik-naikkan alis sambil menggeleng pelan, meminta Dimas tidak melakukannya. Sesuai dengan perjanjian mereka bahwa tidak kontak fisik diantara keduanya selain sun tangan.

Dimas pun bukan tidak ingat, tetapi ini di muka umum dan ini juga hari pernikahan mereka. Setahu para tamu mereka telah menjadi sah suami-istri dan mencium kening istri setelah ijab kabul adalah hal yang lumrah. 'Maaf kau melanggar satu janji kita,' gumam Dimas dalan hati. Ia mencium kening Naura cukup lama dengan begitu mesra.

'Belum juga lima menit, perjanjian sudah tinggal perjanjian. Bagaimana kedepannya? Aku jadi parno sendiri,' pekik Naura masih dalam hati.

Acara berlanjut sampai dengan pembacaan doa. Dua sejoli itu telah sah secara hukum dan agama sebagai suami istri.

"Selamat, Sayang. Selamat datang di keluarga Mamah," Ana memeluk Naura.

'Dan semoga saja, aku gak kehilangan akal sehat setelah bergabung dengan kalian semua,' ujar Nuara dalam hati.

"Terima kasih, Tan. Eh, Mah." Naura menjawab.

Setelah kata sah berkumandang, keduanya masih harus menyelesaikan beberapa rangkaian resepsi yang harus mereka lakukan. Sekarang, kedua mempelai tersebut sedang sungkeman di depan kedua orang tua masing-masing secara bergantian. Haru-biru pun mewarnai acara pelepasan masa lajang putra-putri mereka.

"Udah jangan nangis! Mamah gak bakal bisa nahan air mata lama-lama supaya gak turun," bisik Ranti saat memeluk Naura yang masih sesegukan karena tangis semenjak awal sungkem kepada dirinya.

"Sedih, Mah." Naura masih merangsek dipelukan sang Mamah.

"Sedih, Mamah juga sedih, pake banget malah. Tapi, sayang makeup mahal nanti luntur oleh air mata, Ra," lanjut Ranti, nyeleneh.

"Hah? Makeup?" Naura menatap mamahnya. Ia tak habis pikir di acara haru-biru seperti itu Ranti masih saja mengingat MUA mahal yang telah di sewa Ana.

"Iya, entar eyeliner sama bedak meleleh ke mana-mana. Kasian mertuamu yang sudah bayar makeup mahal banget," jawab Ranti. Meskipun akhirnya, air mata itu tak terbendung juga. Hujan tetap turun dari sudut mata yang katanya takut eyelinernya meleleh bersama air mata.

Ia memeluk kembali anak bungsunya, yang baru saja melepas masa lajang tanpa kehadiran sang ayah yang seharusnya menjadi wali nikah anaknya itu. "Anakmu telah menikah, Mas," gumam Ranti, tangis pun semakin pecah, membanjiri wajahnya saat ia mengingat ketidak hadiran Burhanudin di sana karena telah berpulang.

"Udah jangan nangis! Katanya takut makeup-nya luntur," ujar Naura dengan sedikit senyum, ketika Ranti mulai sesegukan.

"Kau ini!" Ranti memukul pelan bahu anaknya itu, lalu memeluknya kembali.

"Tolong jaga anak Mamah!" Tidak lupa Ranti juga menitipkan Naura kepada Dimas, saat si pengantin pria juga sungkem kepadanya. Dan dijawab anggukkan oleh Dimas.

Sungkeman selesai. Kemudian dengan ditemani simpony indah dari biola yang dimainkan musik pengiring, keduanya melepaskan seribu balon warna-warni sebagai pertanda pelepasan masa lajang mereka. Lalu, berlanjut dengan sesi foto-foto pernikahan bersama para sahabat dan keluarga yang hadir.

1
Qaisaa Nazarudin
Noh kayaknya Naura hamil nih,Tuh Dimas ngalamin hamil simpatik..👏👏👍👍🤲🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Kesal ya kesal aja,mulut ngunyah tetap jalan ya mah..😄😄😄😜😜
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pasti mama Ana ketemu nih sama calon besan gak jadi nya tuh di luar td..
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga pasti kakak ipar Ara nikah lain,Soalnya Irma bilang suami nya selalunke luar kota, ck bego si Irma yg masih mau bertahan dan bersabar sampai segitunya nyakitin diri sendiri..Untung aja Bayu dan Ara gak kek gitu khianatin Nina ya..
Qaisaa Nazarudin
Ara masih aja ceroboh gak abis2 gak pernah berubah..untung di selamatin temennya,kalo egak habis deh keok..
Qaisaa Nazarudin
Harus banget ketemu mantan,di mana2 novel tuh alur nya sama, yg bedanya setelah ketemu mantan sama ada balikan lagi atau melupakan kerus,,Tapi lain dgn si mantan pasti harus banget jadi murahan jatuhin harga diri ngejar2 si mantan,padahal sendiri yg ninggalin,tapi kayak dia yg jadi korban nya..ckk..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwkwk kasihan bangst palpol cuman mimpi doang..😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Kenapa dgn sodara sepupu?? Apa sodara sepupu harus lengket tetus,Aku sama sepupu yg dari ayah ku aja gak saling bertegur sapa..
Qaisaa Nazarudin
Apa yg dirasa kan Nina,saat ini di rasa kan oleh Ara..ckck..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah nongol aja nih ulet bulu nya..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Seharus di sini Naura yg marah,karena Bayu menikah lain dan Nina yg merebut pacarnya,iya walaupun kenyataan nya sebenarnya lain..Bayu sepupuan sama Naura dr sebelah mana??
Qaisaa Nazarudin
Ck ternyata,ku pikir beneran,baru juga mau ngomong kayak anak kecil dan anak skolahan main labrak gitu..😄
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku mending Naura jujur aja ke Nina apa yg berlaku sebenarnya,jangan ada yg salah paham lagi,Di sini yg korban nya Nina dan juga Ara..
Qaisaa Nazarudin
Jangan kegeeran kamu Nin..karena yg Bayu maksud kan itu Ara,bukan kamu..
Qaisaa Nazarudin
Emangnya bisa ya seorg abdi negara nikah kek gitu? yang aku tau kalo abdi negara mau nikah aja ribet mintak ampun,.Bukan kayak CEO di kovel2 lain yg nikah perjodohan harus ada surat kontrak nya..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat Bayu..👍👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aku heran Nayu ini sebenarnya mau nya apa sih?? Dia nerima pernikahannya dgn Nina dan di saat yg sama masih mengingin kan Ara, situ waras Bay..Jangan egois kamu 🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu kenapa gak cerai aja,kalo gak bahagia itu berarti bukan jodoh,jangan di paksa kan,sendiri yg terluka,jadi wanita itu harus tegas,papa kamu juga udah gak ada..
Qaisaa Nazarudin
Oh CAMAN itu CAlon MANtu..😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!