NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 007 : Jejak Arwah yang Akan Kita Cari

Sudah cukup lama Haikal dan Farah berjalan. Di tempat lain baik Desta, Aldi, dan Rifki juga merasa sudah cukup berjalan menyusuri belantara.

'Kenapa selama ini, ya?' pikir Desta, Aldi dan Rifki bersamaan di tempat yang berbeda.

Mereka merasa ada yang aneh di sini. Biasanya untuk sampai ke titik yang menjadi tempat kumpul mereka. Tidak akan memakan waktu selama ini.

Rifki menatap ke arah langit yang diam tidak bergerak sedikitpun awannya. Bintang-bintang di sana juga seakan mati.

 Dia tidak berkedip-kedip indah seperti bintang pada umumnya. Cahayanya hanya sebuah lukisan tak bernyawa.

"Ada yang aneh di sini!" ujar Rifki. Dia kembali mengedarkan pandangannya ke depan.

Samar Rifki melihat satu sosok membelakanginya. Sosok itu wujudnya seorang manusia. Dari postur tubuhnya, itu seperti seorang laki-laki.

"Anak muda!" suaranya berat seperti orang menggeram.

Jika kalian lihat dari depan maka kedua bola mata pria itu memutih. Bibirnya hitam dan wajahnya juga hitam.

Kepalanya menunduk dan dia sama sekali tidak menatap Rifki. Rifki diam di tempatnya memperhatikan sosok yang berdiri di depannya.

Sungguh demi Tuhan, Rifki sudah sangat muak dengan segala teror yang dia dapatkan sejak dulu. Teror ini seakan tidak berujung. Berulang-ulang datang tanpa akhir.

Rifki, dikarunia sifat pemberani. Dia tidak segan menantang apa yang ada di depannya sekarang.

 Dia tidak suka siapapun mengganggu kenyamanannya. Dengan wajah yang sudah sangat murka. Saat itu Rifki tidak lari. Melainkan dia menatap sosok itu sekarang tanpa sedikitpun gentar.

"Apakah ini alasan kenapa aku bisa melihat kalian? Aku tau kamu bukan manusia! Jadi, kenapa kamu tidak menyebutkan saja apa maumu? Kenapa kamu hanya datang kemari dan datang kemari tanpa menyebutkan tujuanmu? Bertahun-tahun kamu menjebakku dalam satu mimpi sama!" ujar Rifki murka.

Bibir hitam yang tadi berucap itu pun tersenyum.

"Hihihi.." tawa sosok itu menggema seram. Seakan melingkupi area tempat di mana Rifki dan sosok itu berdiri.

 Rifki memperhatikan sosok yang masih membelakanginya itu. Lidahnya keluar bak seekor ular. Perlahan tubuh besar itu berbalik menatap ke arah Rifki.

Rifki masih memperhatikan sosok itu yang perlahan berbalik menghadapnya. Ketika tubuh itu sempurna menghadapnya. Rifki pun terkejut.

Wajah sosok itu begitu seram. Wajahnya hitam dengan bola mata putih. Baju yang dia kenakan lusuh. Bajunya bak seorang Jawara.

Wajahnya juga berubah-ubah ekspresinya. Terkadang tersenyum terkadang tertawa. Mungkin setan ini sedang mengidap mood swing layaknya wanita haid.

"Kamu anakku!"

"Kamu pergilah!"

"Kamu datanglah!"

"Kamu kemarilah!"

Rifki membulatkan matanya tak mengerti akan ucapan yang keluar dari sosok itu.

"Yang jelas kamu kalau ngomong! Plin-plan banget jadi arwah!" celetuk Rifki asal tanpa sedikitpun rasa takut. Dia kesal sungguh.

 Perlahan sosok itu berusaha berjalan ke arahnya. Namun langkah kaki itu seakan berat sekali.

"Kemari kamu, mari kita selesain ini!" ujar Rifki lagi kepadanya.

Rifki tetap diam di tempatnya. Sungguh jika sosok ini benar-benar datang di hadapannya. Mungkin Rifki akan membantingnya. Dia muak sungguh.

Baru sepuluh langkah berjalan sosok itu pun terjatuh bersimpuh sambil menatap Rifki. Wajah Rifki masam seketika ketika melihat apa yang terjadi.

"Apalagi sekarang, hah?!" tanya Rifki menantang bercampur muak.

 Kedua tangannya terangkat berusaha menggapai Rifki. Tapi nyatanya itu tidak berhasil.

"Kenapa kamu ini? Kenapa kamu ini?" tanya satu suara yang entah dari mana datangnya.

Suara itu suara wanita.

"Siapa lagi sekarang?" ujar Rifki.

Suara itu membuat Rifki mencari-cari keberadaan pemiliknya. Rifki melihat di antara pepohonan tak ada siapapun.

Lalu dia melihat ke samping. Juga tak ada siapapun. Kemudian dia melihat kebelakang. Juga tak ada siapapun.

 Ketika sorot matanya kembali menatap sosok pria itu. Maka Rifki terkejut melihat kehadiran seorang wanita tepat berdiri di belakang sosok pria berpakaian Jawara itu.

Sorot mata wanita itu tajam menatapnya. Sedangkan Sang pria masih menangis. Kedua tangan wanita itu terkalung di leher sang pria.

"Aaaaaaaaaa!!!" teriak wanita itu lalu keduanya seakan dimakan oleh tanah.

Entah apa yang menghisap kedua sosok itu? Keduanya dalam sekejap hilang ditelan oleh tanah.

Ketika sosok itu menghilang maka Rifki kembali melihat hadirnya jejak kaki hitam. Rifki memilih untuk mengikutinya. Hingga beberapa detik kemudian dia menyibak rerumputan tinggi.

Ketika rerumputan itu tersibak maka dia menemukan empat sekawannya yang lain. Empat sekawan yang duduk membelakanginya. Empat orang yang sama yang selalu dia temui di mimpi.

Rifki datang menghampiri mereka lalu ikut duduk di sana. Seperti biasa di depan mereka agak jauh dari tempat mereka duduk adalah sebuah gedung tua terbengkalai.

"Gedung itu! Itu rumah katanya!" ungkap Farah memberitahu.

Keempat temannya yang duduk itu pun sontak menoleh ke arahnya Farah. Ketika Farah mengutarakan penjelasan.

"Rumah?" tanya Haikal pada Farah.

Farah menganggukkan kepalanya.

"Aku melukis bangunannya ketika bangun dari mimpi ini. Aku menunjukkan lukisanku kepada Ayahku. Beliau seorang seniman!" jelas Farah.

"Lalu?" tanya Aldi pada Farah dia begitu antusias mendengar ceritanya.

"Lalu ada seorang seniman yang cukup berbakat dan namanya sudah cukup tenar di kalangan pecinta seni. Dia bertamu di rumahku. Dia berdiskusi dengan ayahku. Lalu ayah memanggilku. Memintaku menunjukkan gambaran itu padanya. Ketika aku menunjukkannya maka seniman itu berkata bahwa apa yang aku lukis itu nyata. Kakeknya adalah seorang penjual susu keliling. Katanya, dulu sang kakek mengantar susu kemari namun tak ada jawaban dari dalam gedung itu. Kemudian sang kakek masuk dan menemukan lima orang anak kecil yang menangis!" jelas Farah.

Haikal berpikir sejenak. Kemudian dia pun bertanya,

"Kamu tidak diberitahu ke mana kakek tua itu membawa lima orang anak itu?" tanya Haikal pada Farah.

"Ya!" ucap Farah mengangguk.

"Kakek tua itu membawa mereka ke sebuah panti asuhan. Saat dibawa ke sana katanya mereka tidak sadarkan diri. Lalu ketika sadar, salah seorang dari mereka yang paling tua ditanya. Saat itu anak itu tidak ingat apapun!" jelas Farah lagi.

Haikal lalu teringat bahwa sebelum kemari dia didatangi oleh dua sosok seram yaitu seorang wanita berkebaya juga seorang pria berpakaian jawara.

"Sebelum kemari aku didatangi oleh dua sosok yang berdiri di atas lorong atap rumahku. Sosoknya laki-laki dan perempuan. Mereka memiliki kulit hitam dengan wajah yang teramat sangat menyeramkan. Mereka memperlihatkan padaku jalan dalam cermin. Ketika aku mendekati cermin itu, ada satu tangan yang mendorongku hingga jatuh! Lalu mereka mengucapkan. Apa yang aku lihat selama ini harusnya aku datangi!" jelas Haikal.

Rifki kemudian teringat tentang dua sosok yang baru saja dia lihat tadi.

"Apa kalian tidak melihat mereka? Mereka ada di sini! Aku baru saja melihat mereka muncul di depanku sebelum sampai kemari!" ungkap Rifki.

"Kalian tidak melihatnya?" tanya Rifki lagi sambil menatap ke empat temannya.

Sialnya, ternyata keempat temannya itu menggelengkan kepalanya secara bersamaan yang artinya mereka tidak melihat kehadiran dua sosok itu.

"Mungkin mereka lebih menyukaimu, Bang Rif!" ucap Desta asal.

Mendengar itu Rifki pun membuang kasar nafasnya.

"Jadi, aku ada pertanyaan untuk kalian!" ucap Farah pada mereka.

Ucapan itu langsung disambut dengan tatapan serius oleh keempat temannya.

"Apa itu?' tanya mereka berempat pada Farah.

"Apakah kalian ini nyata?" tanya Farah pada mereka.

Haikal tersenyum mendengar itu. Dia tau kemana arah pembicaraan Farah.

"Tentu saja kami semua nyata!" jawab mereka berempat.

"Di mana kalian tinggal?" tanya Farah lagi.

"Di kota B!" seru keempat temannya.

Mereka saling tatap ketika jawaban mereka saling sama.

"Aku bersuku S!" ucap mereka lagi-lagi sama.

Farah terkekeh mendengar jawaban mereka yang selalu sama. Ternyata mereka berlima tinggal di satu kota sama.

"Kalau begitu, mari kita pecahkan misteri yang sudah bertahun-tahun mengurung kita di satu mimpi sama! Stasiun B, Minggu pagi! Mari kita bertemu di sana!" ucap Haikal.

Ke empat bocah itu lantas mengangguk. Seperti biasa dalam mimpi itu jika wanita yang terbakar masih belum menampakkan dirinya maka mereka tidak akan terbangun.

Di sana mereka menunggu satu momen yang selalu sama. Menyaksikan seorang wanita yang terbakar. Ketika sosok itu selesai muncul dalam mimpi mereka. Maka mereka pun terbangun.

Kesadaran mereka secara serentak kembali ke dunia nyata, tempat cahaya kembali datang secara nyata. Kembalinya mereka kemari kini memiliki sebuah arti. Sebuah tekad yang membara.

 Pada saat itu, di tempat yang berbeda selagi mereka belum bertemu. Sorot mata mereka secara bersamaan menatap ke arah cermin. Dan di sana, lagi-lagi secara samar.

 Gambar bangunan yang mereka lihat di dalam mimpi terpantul. Sambil menatap ke arah cermin dan hilangnya pantulan gambar bangunan itu secara perlahan. Mereka berkata,

"Aku akan mengakhiri terormu!" ucap mereka bersamaan seraya mencengkeram sprei.

1
Teuing Saha🙃
Jawab iya, lho ya! awas aja sampe gak ngaku🤣🤣
Ela Jutek
ish malah salting kau Ar, yg kau suka lagi ilang itu
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cieee yg malu2🤭🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
iyaa gitu jawab Napa Ardin ...kisah nya seru banget ya 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
di Dunia nyata 2 hari di dunia sebelah 3 bulan ..luar biasa
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Facepalm/ Jauh banget kan kak perbandingan waktunya
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Lama juga ternyata mereka hilang
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Shy/
total 1 replies
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tuh kan bikin serem aja ini
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
enak ya Farah berasa seperti kayak punya kakak baru ini😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
siapa Desta ini ya🤔
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hahaha berarti kita itu dekat sebenarnya 😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
jadi malu ini🤭🤭
ternyata dia lebih tua dari aku🤣
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semoga secepatnya kalian bisa bertemu dan bisa memecahkan teka-teki yang menarik ini
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bagaimana dengan yang lain apa tau juga kalo mereka bersaudara
Teuing Saha🙃
Semoga saja, Farah dapat memahami maksud bocah perempuan itu
Safitri Agus
artinya apa Thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤣 iya kakak, cuma beda aja harokatnya... ntar di pasang ini, bunyi jadi gini, dipasang itu bunyi nya itu. 🤣🤣 bakalan panjang kak kalau di jabarin di sini
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aq pernah di ajarin kaya gini gak bisa2 ...kalo aksara Lampung bisa wkwk
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: suku Jawa tapi lahir dan tinggal di Lampung
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Dulu pernah diajarin sama Alm mamang tentang ini dan caranya, tp sekarang dah lupa/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Disini masih ada, walaupun jarang🤭
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cover baru thor, bagus🫶
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤗 Dari editornya, ibundaa... hehehe
total 1 replies
Kang Dhani
ga kejatuhan?
Kang Dhani
Ngikutt 👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!