NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Keesokan harinya.

Viona Lin perlahan membuka matanya.

Rasa sakit yang tajam langsung menjalar dari pinggangnya. Wajahnya seketika memucat.

Operasi donor ginjal kemarin bukanlah mimpi.

Ia benar-benar telah kehilangan salah satu ginjalnya.

Tubuhnya masih sangat lemah. Bahkan mengangkat tangan saja terasa sulit.

Namun sebelum ia sempat beristirahat, pintu bangsal didorong terbuka.

Delvin Jiang masuk bersama Moly Su dan putri mereka, Sanny Jiang.

Tatapan mereka dingin, seolah sedang melihat seorang pelayan biasa..Bukan pasien yang baru saja menjalani operasi besar.

Brak!

Delvin melempar sebuah map ke atas ranjang.

"Itu laporan biaya pengobatan adikmu. Semua tagihannya sudah kami lunasi."

Viona segera mengambil map itu. Melihat angka-angka di dalamnya, matanya langsung memerah.

"Terima kasih, Tuan."

Delvin mendengus.

"Ingat satu hal. Jangan pernah memberitahu siapa pun tentang operasi ini. Terutama Dylan."

Viona menundukkan kepala.

"Aku mengerti."

"Bagus."

Moly Su melangkah maju.

"Viona, kau harus sadar statusmu."

Wanita itu menatapnya dengan jijik.

"Sejak ibumu menjualmu kepada keluarga Jiang, semua yang kau miliki adalah milik keluarga Jiang. Jangankan hanya satu ginjal. Bahkan jika kami menginginkan jantung, hati, atau nyawamu, kau tetap harus memberikannya tanpa membantah."

Viona mengepalkan selimut.

Namun ia tidak berani melawan.

Karena sejak kecil, ia memang tidak pernah memiliki hak untuk menolak.

Saat itulah Sanny Jiang masuk ke dalam bangsal.

Gadis itu melirik Viona sekilas sebelum memeluk lengan Moly Su.

"Ma, lebih baik dia pulang saja. Untuk apa tetap dirawat di rumah sakit? Hanya menghabiskan uang keluarga kita."

Moly mengangguk setuju.

"Kau benar."

Delvin menatap Viona.

"Kau dengar sendiri."

"Tapi Tuan..." suara Viona bergetar. "Saya masih sangat lemah. Bekas operasinya juga masih sakit..."

Delvin langsung memotong ucapannya.

"Apa kau mengira manusia rendahan sepertimu layak menghabiskan biaya rumah sakit keluarga Jiang hanya karena telah menyelamatkan Dylan?"

Wajah Viona langsung memucat.

"Kalau tidak mau pulang, bayar sendiri biaya rawat inapmu."

Viona terdiam.

Ia bahkan tidak memiliki seratus yuan di rekeningnya.

Bagaimana mungkin ia mampu membayar rumah sakit terbaik di pusat kota?

Sanny tersenyum manis.

"Pa, Ma. Dua bulan lagi hari ulang tahunku. Aku ingin mengundang teman-temanku ke rumah."

"Tentu saja," jawab Moly sambil tersenyum.

"Aku juga ingin makan masakan rumahan."

Moly langsung mengangguk.

"Baik, Mama akan menyiapkan semuanya."

Kemudian ia menoleh ke arah Viona. "Kau yang akan memasak."

Viona terkejut.

"Nyonya..."

"Delapan hidangan dan semuanya harus sempurna."

Tubuh Viona langsung menegang..Ia bahkan belum pulih dari operasi.

Namun tidak ada seorang pun yang peduli.

"Saat itu Dylan juga akan pulang ke rumah," kata Delvin dingin. "Dan kau harus diam. Jangan sampai dia mengetahui bahwa ginjal yang menyelamatkannya berasal darimu."

Viona menundukkan kepala..

"Saya mengerti."

Melihat jawabannya, keluarga Jiang akhirnya pergi.

Pintu bangsal kembali tertutup.

"Demi biaya pengobatan Vivi, aku hanya bisa bertahan. Vivi, kau harus cepat sadar. Setelah itu kau harus pergi jauh jangan sampai terlibat dengan mereka," gumam Viona.

Dua bulan kemudian.

Di sebuah mansion mewah yang berdiri megah di pusat kota.

Seorang pria tampan dengan tubuh tinggi tegap sedang berdiri di depan cermin sambil merapikan manset kemejanya.

Wajahnya dingin dan sulit didekati.

Pria itu adalah Dylan Jiang.

Putra sulung Delvin Jiang yang selama bertahun-tahun tidak pernah akur dengan ayahnya.

"Tuan."

Jay melangkah masuk ke dalam kamar.

"Besok Nona Sanny merayakan ulang tahunnya. Tuan Besar berharap Anda pulang."

Dylan bahkan tidak menoleh.

"Tidak tertarik."

Jay terdiam.

"Beliau mengatakan sejak Anda kembali dari luar negeri, Anda belum pernah pulang ke rumah."

Dylan tertawa dingin.

"Apakah dia sudah lupa apa alasan aku pergi ke luar negeri?"

Jay tidak berani menjawab.

"Baiklah, Tuan."

Jay segera mengalihkan topik.

"Hari ini jadwal pemeriksaan rutin Anda di rumah sakit."

"Aku sudah tidak apa-apa."

Dylan mengambil jasnya.

"Tidak perlu."

"Tapi dokter mengatakan Anda harus menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi ginjal tetap stabil."

Dylan menghela napas kesal.

"Menyusahkan."

Jay tersenyum kecut.

Kemudian Dylan tiba-tiba teringat sesuatu.

"Apakah sudah diketahui siapa pendonorku?"

Jay menggeleng.

"Belum, Tuan. Dokter menolak memberikan informasi. Saat saya datang di hari operasi anda, pendonornya sudah keluar dari rumah sakit."

Dylan mengernyit.

"Tuan Besar dan Nyonya Moly mengatakan hal yang sama. Mereka meminta kita tidak perlu mencari tahu identitas pendonor."

Tatapan Dylan langsung berubah dingin.

"Tidak perlu mencari tahu?"

"Ya, Tuan."

Dylan mencibir.

"Aneh."

Jay mengangkat kepalanya.

"Tuan?"

"Orang itu telah memberiku satu ginjal. Tapi mereka malah menyuruhku melupakan identitasnya. Itu tidak masuk akal."

Dylan mengenakan jasnya.

"Aku akan pergi ke rumah sakit. Setelah itu aku ingin melihat semua berkas donor yang ada."

Jay terkejut.

"Tuan, Anda tetap ingin tahu?"

"Siapa pun dia, aku ingin mengetahui identitasnya. Ginjalnya telah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak suka berutang pada siapa pun."

Jay terdiam mendengar perkataan itu.

"Jika dia membutuhkan uang, aku akan memberinya kompensasi yang layak."

"Jika dia memiliki keluarga, aku akan memastikan mereka hidup dengan baik."

Dylan berhenti sejenak.

Tatapannya sedikit melembut.

"Dan jika dia sudah meninggal... setidaknya aku harus mengunjungi makamnya."

Jay menghela napas.

"Tapi kata Tuan Besar, pendonor adalah pasien dalam kondisi kritis..Artinya kemungkinan besar dia tidak akan hidup lama."

Dylan mengernyit.

"Pasien kritis?"

"Ya. Beliau juga mengatakan bahwa keluarga pendonor tidak ingin identitasnya diketahui."

"Aku akan bertanya langsung kepada dokter."

Dylan melangkah menuju pintu.

"Kalau dokter tetap memilih bungkam?" tanya Jay yang mengikuti atasannya dari belakang.

"Pecat dan ganti dokter lain!" jawab Jay.

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!