NovelToon NovelToon
Ai To Shiawase

Ai To Shiawase

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:58k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayy

Judul : Ai to Shiawase (Cinta dan Kebahagiaan)
Genre : Romance, Teen, School
Original story by : Miku
Latar : Jepang
Cover pict : Pinterest
Edit : Me

----

"Aku tak tau apakah aku bisa tetap bertahan sampai akhir, tapi yang pasti adalah, aku tahu ... kebahagiaan pasti ada di akhir kisah hidupku. Aku yakin itu ...." -Ai Mizhunashi

Mengisahkan hidup Mizhunashi Ai, seorang gadis SMA yang memiliki kehidupan kelam. Ayahnya meninggal, ibunya bertindak tidak adil kepadanya, lalu dia juga dihadapkan kepada dua pilihan sulit. Antara cinta dan hidupnya, dia harus memilih salah satu atau ia akan kehilangan keduanya.

Bingung, sedih, dan tak tahu harus melakukan apa, itu adalah rasa yang dialami oleh Ai saat ini.

Lalu, mampukah Ai mendapat kebahagiaan yang dia inginkan? Mari simak bersama!

IG : @miku_nakano41

©Miku, 2021

Rules :

- Boleh kritik, Miku terima dengan dada datar!
- Follow, Like, dan Fav kalau suka, kalau nggak mau ya udah www.
- Slow Up

Arigathanks!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 29 : Cerdik

...Jangan remehkan Rin. Meski dia terlihat biasa-biasa saja, tetapi, Rin itu cerdik dan cantik...

...\=•\=•\=...

Singkat cerita, waktu telah memasuki siang hari. Bel pulang sekolah telah berbunyi keras. Semua siswa-siswi berjalan keluar dari kelas. Aku dan Rey berjalan keluar dari kelas bersama.

Saat sampai di depan pintu, kami berdua dikejutkan dengan Rin dan Ryuji yang sedang bersandar di tembok. Sepertinya, mereka sedang menunggu kami.

Rin tersenyum saat melihatku. Dia langsung berlari dan merangkulku. "Ai, ayo kita ke klub melukis. Katanya, hari ini, Kak Haru si laki-laki dingin itu akan memperkenalkan diri!" ucap Rin mengingatkanku tentang hal itu. Ah, iya, benar. Saat itu, Kak Hakuba mengatakan bahwa hari ini adalah hari perkenalan yang kedua. Dimana Kak Haru dan sang guru melukis akan memperkenalkan diri.

"Aaahh ... aku tidak sabar!" ucap Rin sangat berantusias. Sama halnya dengan Rin, aku juga tidak sabar melihat cara Kak Haru si laki-laki dingin dalam memperkenalkan diri.

Aku memancarkan wajah bahagiaku. Hanya karena itu saja, aku bisa bahagia. "Aku juga tidak sabar hihi ...," ungkapku seraya tertawa lirih. Kami berdua berjalan bersama meninggalkan Rey dan Ryuji.

Sementara itu, di sisi lain. Ryuji dan Rey saling bertatap-tatapan. Tak lama setelah itu, Ryuji menunjukan sebuah senyuman yang tak jelas apa artinya. Melihat hal tersebut, tentu saja Rey bergidik jijik sekaligus ngeri. "R-Ryu, ja-jangan bersikap aneh! Aku peringatkan kepadamu, jangan ikuti tindakan Rin dan Ai tadi! Atau aku akan membuatmu menyesal!" ancam Rey seraya berjalan mundur, menjauhi Ryuji, langkah demi langkah.

"Rey-kuuuuuunnnn!" teriak Ryuji dengan suara manja. Dia berlari menghampiri Rey dan memegang tangannya.

Sontak, Rey pun terkejut. "Haaa!" Dengan sigap, laki-laki bermarga Tachibana ini melepas genggaman tangan Ryuji. "Ryuji, sudah kubilang, jangan bersikap aneh seperti itu!" tegas Rey sekali lagi. Dia merasa jijik saat Ryuji bertingkah laku seperti ini.

Namun, bukannya malah berhenti. Ryuji malah semakin menjadi. Laki-laki pemilik nama lengkap Ryuji Tashibara ini melompat dan hendak merangkul Rey. "Rey-kuuuunn!" Dia melompat ke arah Rey.

"Hah?" Menyadari bahwa 'teman gilanya' itu berulah sekali lagi, Rey pun segera menghindar. Dia menggeser posisi badannya menjadi sedikit ke kiri. "Eh?" Ryuji tetkejut tatkala melihat Rey yang tengah berdiri di sampingnya.

Bruk!

Yah, alhasil, Ryuji pun jatuh tersungkur di lantai. Wajahnya menghujam keras. Rey hanya menatapnya dengan pandangan 1% penuh dengan rasa kasihan. Sementara 99% penuh dengan rasa kesal, jijik, dan amarah. Karena otak Rey lebih berat kepada rasa kesal, laki-laki yang karib disapa Rey ini memilih untuk menatapnya saja, tanpa membantu.

"Aduuuhhh ...." Ryuji memegangi bagian depan kepalanya seraya mengungkapkan rasa sakitnya. "Hmhmhmhm!" Dia kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

Tepat pada saat itu juga, pandangan Ryuji terpusat kepada Rey yang sedaritadi sedang berdiri sambil menatap dirinya. "Tck ...." Ryuji langsung membuang wajahnya ke samping agar tidak menatap Rey lagi. Dia berdiri dan berjalan melalui Rey dengan aura dingin.

Tap ... tap ... tap ...

Saat baru beberapa langkah Ryuji berjalan, tiba-tiba, dia mendengar suara seseorang memanggil namanya. "Oi, Ryuji!" tegur Rey dengan suara setengah berteriak. Setelah mendengar panggilan Rey, Ryuji menghentikan langkahnya sejenak, akan tetapi, dia tidak berbalik. Wajahnya tampak sangat kesal.

"Hm? Apa?!" tanya Ryuji menanggapi teguran Rey. Namun, posisi badannya masih tetap dalam posisi normal yang artinya dia menyahut tanpa berbalik.

"Tck ... kau meninggalkan sepatumu di sini!" tegas Rey sambil menunjuk sepatu berwarna hitam yang terletak tidak jauh dari tempat Rey berdiri saat ini.

Sesaat setelah dia mendengar hal itu, Ryuji pun melirik ke bawah untuk memastikan kebenaran dari ucapan Rey tadi. Ternyata benar, terlihat hanya kaki kiri Ryuji yang mengenakan sepatu, sementara kaki kanannya tidak. Dia berbalik badan dan berjalan menghampiri sepatunya yang terlepas.

Saat sudah sampai di dekat Rey, barulah Ryuji merasa malu. Bagaimana tidak? Dia berniat untuk marah tetapi malah gagal seperti ini. Laki-laki yang selalu berada di peringkat rendah saat penilaian ini, mengambil sepatunya lagi tanpa berbicara sedikitpun.

"Haisshh kau ini!" kejut Rey seraya memasang pose seolah-olah dia hendak memukul Ryuji. Jelas saja, Ryuji langsung reflek menghindar dan pada akhirnya, dia malah kehilangan keseimbangannya. Yah, sudah dapat ditebak pastinya, laki-laki ini pun terjatuh untuk yang kedua kalinya.

Brakk!

Ryuji terjatuh dengan posisi samping kanan badan mendarat terlebih dahulu. "Aduhh ...." Ryuji memegangi kepalanya lagi. "Bwahaahaha ...." Ryuji yang tampak kesakitan malah mengundang gelak tawa dari Rey. Sepertinya, dia memang sengaja ingin membuat Ryuji terjatuh.

"Hei, kau ini! Bukannya dibantu, malah tertawa!" ujar Ryuji kesal bukan kepalang. "Bwahahaha ...." Namun, bukannya malah merasa iba, Rey malah semakin menguatkan tawanya hingga terdengar hampir di seluruh koridor.

"Aishh ... tertawa saat melihat temannya kesusahan, apa itu bisa disebut teman, ha?" tanya Ryuji dengan tingkat kemarahan sudah hampir mencapai puncak.

Menyadari hal tersebut, Rey pun segera menghentikan tawanya. "Hei, sejak kapan kita berteman? Hahaha ...." Namun, ternyata, Rey masih belum berhenti menggoda Ryuji.

"Tck, memang teman tak baik kau ini!" sinis Ryuji mengernyitkan dahinya. "Ah, sudahlah ...." Ryuji bangkit dari jatuhnya dan berjalan meninggalkan Rey.

"Bwahaha ... oi tunggu!" Rey berlari menyusul temannya itu. Ketika dia telah berada di sampingnya, Rey pun merangkul leher Ryuji kasar. "Janganlah marah, kata Ilham, kita tidak boleh marah sesama teman, ok?" Rey merayu Ryuji lembut.

"Hm ... ee ngomong-ngomong ... apa itu Ilham?" Ryuji menoleh menghadap wajah Rey. Dia bertanya tentang sesuatu yang asing baginya. Yah, dia tidak tau apa itu Ilham.

Rey melepas rangkulan tangannya. Dia kemudian menyatukan kedua tangannya agar membentuk semacam sandaran untuk kepala. "Hemm ... entahlah. Aku juga tidak tahu, apa artinya itu," jelasnya singkat, tetapi memiliki maksud yang tidak jelas.

"Haaa ...? Apa maksudmu? Lalu, kau tahu darimana kata ini?" Ryuji bertanya sekali lagi agar rasa penasarannya terpuaskan.

Rey melirik Ryuji. "Hmm? Ah, itu. Aku tahu kata itu dari video meme Indonesia. Entah apa artinya itu, tetapi saat aku membaca komentarnya, banyak yang menggunakan emot tertawa. Yah, videonya memang sangat lucu menurutku." Rey menjawab pertanyaan Ryuji.

"Oohh ...," tanggap Ryuji.

Mereka berdua kembali berjalan menuju klub melukis. Sepertinya, mereka sudah mulai baikan. Laki-laki memang mudah dalam hal berbaikan dan bergaul. Ya mungkin, tidak semua, sih. Rey dan Ryuji mulai berjalan menjauh dari tempat tadi.

Sementara, di sisi lain ... aku dan Rin masih duduk berjongkok di dekat tembok. Sedaritadi, kami memang sengaja ingin melihat sebarapa akrab Ryuji dan Rey. Namun, jujur, aku juga sebenarnya tidak terpikir untuk melakukan hal ini. Semua adalah ide Rin

Dia yang telah mencetuskan ide brilian ini. Setelah kupikir-pikir, Rin ini ternyata cerdik juga, ya. Aku mulai mengenal lebih dekat sifat Rin dan Rey. Tinggal Ryuji yang belum.

"Yosshh ... ternyata mereka sangat akrab, ya. Padahal tadinya, kukira mereka akan bertengkar." Rin mengubah posisinya menjadi berdiri lagi. "Baiklah kalau begitu ... ayo kita ke klub melukis, Ai. Sebelum kita benar-benar terlambat!" lanjutnya mengajakku agar segera pergi ke klub melukis.

Aku tersenyum ramah seraya menganggukan kepalaku dua kali. "Hmhm ... baiklah. Ayo!" Aku dan Rin bergandengan tangan dan berjalan menuju klub melukis bersama, layaknya sepasang teman masa kecil.

1
shineelaa
keren thor
shineelaa
semangat thor
shineelaa
laniut thor
Vania M.
semangat ka
Riou
wibunya kerasa banget /Smile//Smile/
F_Zaida_C
aaa.... foto yang pertama tadi bukannya Yathogami Tenka dari anime Date A Live ya?
F_Zaida_C
yeyy... aku nemu kanca wong jawa saiki😆
F_Zaida_C
lahh... lagunya donat api
@Kristin
Sudah Favoritnya Thor 🤗
☬Wil-kun
Oke oke, cukup sudah dengan nama Ray Riy Ruy Rey Roy. Kenapa pada suka kali dah sama nama yang kayak gini?🗿
☬Wil-kun
yang sabar toh Ai-chan
Yoru
keren kak
Sun🌻
bagus
Ntah
waduh mnyedihkan syekalii nasibmu ai🤧
Azzkayy
Hmm, Kak Miku, pada dasarnya aku gak terlalu suka cerita berlatar Jepang. Tapi... kok yang ini nagih, ya😅😅🤭
Azzkayy
Eh, Kak Miku, udah diperkosa kah?🥺
Azzkayy: Haha, sama-sama lah, Kak. Toh, penulis pemula harus banyak belajar 🤭
total 8 replies
Azzkayy
Salam manis Kak Miku
Nadinta: aaaaa maaacii
total 1 replies
Azzkayy
Semangat kaak🥰
Ngeri deh, punya emak gitu🙃
Ahmad Chris Sevin
kerrn
bagus kak. voleh tau cara edit covernya gimana?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!