NovelToon NovelToon
Love'S Feeling

Love'S Feeling

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:106.1k
Nilai: 5
Nama Author: kyukyu

Liana dihadapakan pada dua pilihan dalam hidupnya. yang pertama dia harus menikahi orang yang dijodohkan oleh orang tuanya, seorang lelaki asing yang tak pernah ia kenal baik ataupun lihat. Dan yang terakhir Liana tetap memilih untuk memperjuangkan cinta yang ia pendam selama tiga tahun untuk seorang senior dikampusnya.
Dan disaat ia telah mengambil keputusan untuk memilih jalan yang pertama karena kesehatan sang ayahnya. disaat yang bersamaan cinta yang ia dambahkan selama bertahun-tahun, secara tiba-tiba mendekat padanya. Manakah cinta yang Liana pilih? seorang asing yang dipilihkan oleh Sang ayah? ataukah seorang yang telah menjadi cinta rahasianya selama tiga tahun?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyukyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Identitas sang pengagum rahasia.

Semua pekerjaan Sofi telah terselesaikan dari mengepel lantai sampai membuang sampah, lampu toko pun telah dipadamkan olehnya. 

Tak seperti biasanya selesai bekerja Sofi selalu bergegas pulang ke rumah, namun malam ini karena cuaca sangat panas membuat tubuh Sofi terasa sangat gerah. Ia berinisiatif tuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu disebuah kamar mandi yang tersedia ditempat kerjanya. Dengan senandung kecil Sofi mencoba untuk menikmati air dingin yang mengguyur tubuhnya yang terasa sangat segar baginya. 

Sedangkan disisi lain Tirta yang setiap malam hari mempunyai ritual meletakkan setangkai bunga tulip putih diloker Sofi, telah datang dan menyadari bahwa pintu toko belum terkunci namun dilihatnya tak ada orang sama sekali dan semua lampu juga telah dimatikan. 

"Ceroboh sekali. Bagaimana kalau sampai barang-barang disini hilang? Bisa-bisa aku rugi besar karena mereka" gerutu Tirta sebagai pemilik mini market tempat Sofi bekerja. Ia berjalan dengan santainya menuju loker Sofi untuk meletakan bunga yang ia bawa, namun kini berbeda dengan malam-malam yang sebelumnya, ia mendapatkan sepucuk surat yang diberi Sofi. 

_- untuk tulip putih, aku bingung harus menulis apa kepadamu. aku tidak mampu menulis kata yang indah, walau hanya untuk mengungkapkan kata terima kasih. Tidak sepertimu, yang mampu memberiku bunga indah disetiap harinya. Walau pun seperti itu, aku tetap memberanikan diri untuk menulis surat ini padamu untuk memberi kabar tentangku. Aku memutuskan untuk mendaftar sebagai siswa yang menerima beasiswa ke luar negeri. Semoga kau turut berbahagia atas berita baik dariku ini. Salam sofi -_ itulah sepucuk surat yang sengaja ditinggalkan Sofi dilokernya. 

"Dia manis sekali!" Dengan senyum tersipu Tirta mengambil surat itu dan dibenamkannya disaku jaketnya. Tirta yang mengira tak ada lagi orang disana, ia berjalan santai keluar dari ruangan itu dan selanjutnya giliran Sofilah yang masuk keruangan tempat lokernya diletakan. Ia mengambil tas dan siap untuk pulang. 

"oh ya ampun, siapa orang itu?" Sofi menghentikan langkahnya. "Mungkinkah dia pencuri?" duga Sofi ketika melihat Tirta berjalan santai didalam tokoh. Dan dugaan itu diperkuat saat Sofi melihat Tirta mengambil salah satu minuman dialmari pendingin. "ternyata benar dia pencuri. Lalu aku harus bagaimana?" Sofi pun mencari sesuatu untuk memerangi si pencuri, jika si pencuri menyerangnya nanti. Dan ia mendapat sebuah sapu yang mempunyai pegangan yang cukup besar untuk memukul seorang pencuri. "Hari ini tamatlah riwayatmu! Dasar pencuri kurang ajar" ia berlari kencang dan batang sapu pun mendarat tepat dipunggung Tirta. "Yakk.. pencuri kurang ajar, pergi kau dari sini!" Sofi tak sedikit pun merasa kasihan, dipikirannya hanya ingin menyelamatkan toko tempat ia bekerja. "akkhhkk..akkhh..akkhhkk..!" jerit Tirta kesakitan seraya mencoba untuk menghentikan pukulan Sofi dan itu berhasil dengan menangkap batang sapu itu. Dilihatnya seorang yang memukul tubuhnya. "Kau!" Tirta terperanjat melihat siapa yang memergokinya ternyata dia adalah Sofi. 

"Apa? Kau mau berpura-pura mengenalku dan ingin menghindari kesalahanmu? Dasar pencuri kurang ajar, jangan coba-coba menipuku dengan alasan itu! Karena aku tidak akan tertipu" Cerocos Sofi yang mencoba menyembunyikan ketakutannya.

"Rico tolong aku!" Tirta mencoba untuk membuyarkan konsentrasi Sofi agar bisa kabur dari sana. Dan cara itu berhasil seketika itu juga Sofi menghadap kearah sesuai dengan pandangan mata Tirta. "Dimana komplotanmu?" tanya Sofi yang tak menyadari kalau Tirta telah melarikan diri. "Dimana dia?" tanya Sofi, namun yang ditanya ternyata telah pergi meninggalkannya. "Oo.. dimana dia?" Sofi menengok kesana kemari untuk mencari keberadaan Tirta. "Apa dia telah melarikan diri? Apa aku telah ditipu?" sadar Sofi atas kebodohannya. "Bodoh.. Sofi kau bodoh" Sofi memukul kepalanya dengan kepalan tangannya sendiri. "Lihat saja! kalau aku tidak bisa menangkapmu biar polisi yang akan menangkapmu" dengan segera Sofi menelfon polisi.

Tak ingin kehilangan seorang kriminal Sang Polisi pun bertindak cepat dengan datang ke TKP sesegera mungkin. Polisi mencatat segala laporan Sofi agar dapat dengan mudah menemukan si Kriminal itu.

"Apa kau mengingat ciri-ciri dari pencuri itu?" tanya sang Polisi pada Sofi yang sebagai saksi utama pencurian itu terjadi. 

"Aku tidak tahu jelas bagaimana ciri-ciri pria itu. Yang aku tahu hanya matanya, karena ia memakai lampu kecil dikepalanya. Dia mempunyai mata yang lebar dan sangat bening" seketika Sofi teringat ucapan beberapa teman yang bicara tentang ciri-ciri pria yang memberinya bunga tulip putih.

"*seorang pria tampan yang mempunyai mata bening dan berkulit putih" 

"dia pria yang putih, tampan, dan yang paling aku suka adalah matanya yang besar dan sangat bening*" 

Sama seperti yang dikatakan oleh beberapa temannya tentang tulip putih, "ohh.. mungkinkah?" Sofi langsung berlari menuju loker dan disana ia mendapati setangkai bunga tulip putih dan ia juga tidak dapat menemukan suratnya. "Kenapa aku begitu bodoh? Seharusnya aku mengenali pria itu. bodoh bodoh bodoh" berkali-kali Sofi memukul kepalanya. 

"Ada apa? apa barangmu juga ada yang hilang?" tanya sang Polisi yang melihat wajah Sofi yang begitu resah. 

"maaf Pak Polisi, tapi sepertinya yang aku anggap pencuri itu adalah orang yang aku kenal" terang Sofi.

"Maksudmu?" 

"ternyata aku hanya salah paham. Orang itu bukan seorang pencuri tapi dia seorang kenalan ku" 

"Apa? Bagaimana bisa kamu salah mengenali orang? Kalau seperti ini kamu hanya merugikan waktu kami" tegur Polisi itu merasa dirugikan waktu dan tenaga karena laporan Sofi yang salah. 

"Maafkan aku" 

"baiklah kami pergi. Dan jangan lupa kunci dengan baik tokonya! Jangan sampai ada pencuri asli kemari." ujar sang Polisi mengingatkan.

"Baik, sekali lagi maafkan saya!" 

"Ya sudah!".

Semua pun berlalu dan kini tinggal Sofi sendiri yang menyesali kebodohannya.

Sofi menelfon sang sahabatnya Liana, ia ingin mencurahkan segala keluh kesah pada sahabatnya itu.

"Hallo" jawab Liana dari seberang telfon. 

"Liana bagaimana ini?" renggek Sofi yang tahu telfonnya telah terjawab oleh Liana. 

"Kau kenapa? Apa sesuatu terjadi padamu?" tanya Liana dengan nada khawatir 

"Aku memukulnya." 

"Siapa yang dipukul?" tanya Liana yang tak dapat mencerna ucapan Sofi yang terpotong-potong. 

"Tulip putih." 

"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi?" 

"Ini semua salahku, seharusnya aku mengenalnya dari awal mungkin semuanya tidak akan seperti ini" rintihnya. 

"Maafkan aku Sofi. aku bersalah" sesal Liana.

"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti sama sekali" tanya Sofi yang semakin bingung dengan apa yang dikatakan Liana.

"Aku mengetahui beberapa hal tentang tulip putihmu itu" Liana menceritakan segala hal yang diketahuinya tentang Tirta pada Sofi.

"Tirta?" 

"Iya, dia bernama tirta. Tirta anggara, dia pengusaha muda yang sukses. Hanya itu yang bisa aku kasih tahu padamu. Besok aku akan kasih foto dan alamatnya" ungkap Liana. "Maafkan aku ya sofi, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Aku hanya tidak ingin kau kepikiran dengan semuanya yang belum jelas." 

"iya tidak apa-apa. aku sudah sangat berterima kasih sekali padamu karena telah membantuku" ungkap Sofi cukup melegakan hati Liana. 

"Terima kasih" 

"Emm.." keduanya pun mengakhiri sambungan telepon mereka.

*** ***

1
Zahard
wahhh ... udah tamat aja😂
Nienol
lean mampir kk
Dyah Nuraini: terima kasih kakak sudah mampir!
total 1 replies
Susi Asmanita
duh kasihan liana percepat datang suaminya thor jangan sampai berpisah
cpa ajj
seruuuuuuu thor 👍👍👍👍
Sari Riri
lanjut thor 😊😊😊😊😘😘😘😘
vita mela
emosii sm liana lma2 thor.. knp sih dy sllu mikir jauh tnpa denger penjelasan.. kasian arvin thorr.. buat ktmu sblum cermeii thorr.. 🥺🥺
Etri Oppo
jangan cerai thorrr
Etri Oppo
muter2....
Etri Oppo
lanjut thor
Olivia Salenussa Rutasouw
lnjut thor, bkg arvin rasa kehilangan
Etri Oppo
lanjutttt
Mia
aku dh like
dn baca
Dyah Nuraini: terima kasih kakak
total 1 replies
Amiraty Rahima
Jdi cowo ko lembek amet gak pantes lu arvin jadi cwo jadi banci aja lu sekalian
Etri Oppo
haaaahhhhh
Rizal De Green
semangat....
olivia
semangat terus author....tiap pagi selalu di tunggu updatenya....dan berharap double 😘😘
Amiraty Rahima
Ko gitu sih alur nya thor ga ada yg nolongin liaya gitu
olivia
up lagi dong thor...lebih dari 1 😁😁
Dyah Nuraini: aku usahakan up rutin kak Senin sampai Jumat. kalau up lebih dari satu aku gak bisa janji. tapi di usahakan. Makasih kakak sudah menjadi penanti setia couple ARLI...!
total 1 replies
olivia
double up dong 😘
Ikeu Puspita
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!