NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:514.3k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Abaikan tanda End di atas ya.

Sebelum membaca "Indahnya Jatuh Cinta"

Di saran kan membaca "Talak Tiga" karena semua nya berawal dari sana.

***

Setelah Indah dan Arfan berteman selama dua tahun kini Indah dan Arfan telah resmi menjadi pasangan suami istri. Namun sayang di tengah pernikahan mereka yang terlihat harmonis dan hangat itu siapa sangka kalau Indah belum bisa mencintai Arfan.

Masa lalu Indah yang begitu pilu membuat nya menjadi orang yang menutup hati nya bagi siapa saja termasuk Arfan. Dan pernikahan mereka pun sama sekali tidak di rencana kan. Semua itu karena hal yang membuat mereka terpaksa menikah.

Lalu bagaimana? apa kah Indah akan jatuh cinta pada Arfan yang berstatus suami nya itu?.

Atau kah ia lebih memilih menutup hati nya karena ia takut masa lalu yang kelam itu akan terulang lagi. Karena ia sedang mempersiapkan hati nya bila suatu saat Arfan juga akan melukai nya?.

Terus ikuti cerita nya dan tidak penasaran "Indahnya Jatuh Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Mama" teriak Rey yang baru saja datang bersama Dino dan Yeni.

"Anak Mama" kata Mira sambil memeluk Rey.

"Rey sama siapa?" tanya Mira.

"Sama tante Yeni. dan Om Bimo" jawab Rey.

"Selamat pagi nyonya" ucap Yeni dan Bimo.

"Ya selamat pagi" jawab Mira tersenyum pada Bimo dan Yeni.

Setelah berpelukan dengan Mira, Rey mulai melirik seorang wanita yang terbaring di ranjang dengan selang infus di tangannya. Tanpa menunggu lama Rey setengah berlari menghampiri Indah.

"Bunda!!" seru Rey.

Rey berusaha naik ke atas ranjang, namu karena tubuhnya yang masih kecil ia terus saja gagal. Sampai akhirnya Arfan yang mengangkat Rey naik ke atas ranjang.

"Makasih pak Joko" seloroh Rey.

Arfan melongo dengan ucapan Rey, begitu juga dengan Hartono dan Mira keduanya tertawa mendengar ucapan Rey.

"Rey yang ajar begitu siapa?" tanya Arfan.

"Om Bimo" Jawab Rey santai, sementara Bimo mendenguk saliva kasar. Sambil menarik Yeni keluar dari ruangan itu, demi menghindari pemotongan gaji. Karena sudah berani mengajari Rey pelajarang yang cukup waw dari semalam.

"Bunda kenapa" tanya Rey dengan memperhatikan keadaan Indah, Rey juga membaringkan dirinya di samping Indah. Memeluk tubuh sang bunda dari samping, Indah merapikan rambit Rey, dan sesekali Indah menciumi pipi gembul putra sambungnya itu.

"Bunda sakit" jawab Indah sambil terus menciumi Rey, Indah merasa rindu semalam tidak bertemu dengan Rey.

"Sakit apa?" tanya bocah itu yang terus menghujami Indah dengan berbagai pertanyaan.

"Demam" jawab Indah simple.

"Rey kangen bunda, dari kemaren nggak di kasih ayah ketemu bunda" ucap Rey dengan polosnya, tanpa tau Arfan dari kemarin terus berusaha menutupi hal itu dari Mira. Tapi malah Rey menghancurkannya.

Mira di buat bingung dengan ucapan Rey, bukankah mereka tinggal satu atap? lalu kenapa Rey mengatakan dari kemarin tidak berjumpa dengan Indah bukankah itu cukup membingungkan, itulah isi otak Mira saat ini di hantui banyak pertanyaan.

"Rey nggak ketemu Bunda dari kemarin?" tanya Mira untuk memecahkan rasa penasarannya.

"Iya mah gak di ijini ayah ma, Rey nginep di apartemen sama Om Bimo, terus tadi pagi Rey di ajak ngantor" jawab Rey apa adanya, sambil menatap kesal pada sang ayah, yang tidak tau harus apa bila Mira bertanya padanya.

"Oh ya?" Mira cukup penasaran tampaknya ada sedikit masalah yang terjadi antara Arfan dan Indah itulah yang dapat Mira tebak.

"Bunda" Rey menepuk-nepuk pipi Indah, karena jelas terlihat jawah sang bunda begitu pucat.

"Em" Indah yang masih lemas mencoba mendengarkan apa yang ingin Rey katakan, padahal Indah merasa mual dan lapar.

"Semalam Rey cerita seru sama Om Bimo, bunda mau denger?" ujar Rey dengan antusias.

"Cerita apa?" tanya Indah.

"Semalem kan ayah nangis, Rey lihat. Terus Rey tanya sama Om Bimo" Rey mulai mendudukan dirinya dan memperaktekan apa yang ia tanyakan pada Bimo. "Om ayah kok nangis" Ucap Rey dengan expresi bingung. "Terus Om Bimo bilang bun" ucap Rey setengah-setengah, itu membuat semua yang ada di ruangan itu penasaran apa yang selanjutnya di ucapkan Rey, terutama Arfan yang sepertinya sebentar lagi akan menghajar Bimo habis-habisan.

"Terus Om Bimo bilang. Pak Joko lagi pengen di kelon bunda, tapi gengsi. Beegetoh" ujar Rey melanjutkan ucapannya, tanpa merasa berdosa sedikitpun sudah membongkar aib sang ayah.

"Epp" Mira menahan tawanya mendengat ucapan Rey, Mira berusaha menutup mulut dengan tangan, karena tawanya masih saja keluar walau pun sudah berusaha di tahan, sementara Arfan mengepalkan tangannya sekuat mungkin.

"O" jawab Indah yang terus menanggapi pernyataan Rey, padahal perutnya sudah sangat lapar.

"Rey kamu mau tau kenapa bunda kamu begini" tanya Mira yang sepertinya akan membuat bocah itu memukuli Arfan.

"Apa mah?"

"Itu" Mira menunjuk Arfan yang berdiri bersandar di dinding.

Arfan bingung mengapa Mira menunjuk dirinya.

"Ayah ma?" tanya Rey bingung.

"Ya.Gara-gara ayah kamu" Rey melompat turun dan memukuli Arfan, Arfan berusaha melindungi dirinya dengan tangan.

"Mah, kenapa gara-gara Arfan?" tanya Arfan frustasi sambil terus berusaha melindungi diri dari amukan Rey.

Rey berhenti memukuli Arfan dan menatap Mira, Rey membenarkan pertanyaan Arfan, Rey tidak boleh marah pada sang ayah bila tanpa alasan.

"Ya ma kenapa karena ayah?" Rey ikut menimpali pertanyaan Arfan.

"Karena....." Mira menggaruk kepalanya yang tiba-tiba mendadak gatal. Karena bingung harus mengatakan apa pada bocah ingusan itu.

"Rey bunda laper banget" ujar Indah dan itu membuat Rey menghentikan aksinya.

"Kamu mau makan apa?" tanya Arfan.

"Apa saja mas. Cepet dikit aku raper banget" tutur Indah yang memang merasa sangat lapar karena dari kemarin tidak makan sedikit pun.

"Ya udah, ini ada bubur" Arfan mengambil bubur yang terletak di atas nakas, tadi di antarkan perawat.

"Yang aku nggak kuat baunya" Arfan kembali meletakan bubur itu di atas nakas dan berlari kekamar mandi. "Huek huek huek" Arfan memuntahkam air dan merasa tubuhnya lemas, hingga Arfan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas, wajah pucat ia membaringkan tubuhnya di sofa.

"Mas di periksa dokter ya, soal nya dari kemarin mas muntah terus" ujar Indah yang khawatir dengan keadaan Arfan yang sering kali muntah-muntah bila mencium bau makanan.

"Tidak perlu, itu biasa di alami suami yang istrinya lagi hamil. Papa juga dulu begitu sewaktu mama hamil Arfan" ujar Mira sambil mengingat Hartono yang mengalami kehamilan simpatik saat ia mengandung Arfan.

"Tapi ma" Indah terus merasa khawatir, sebelum Arfan di periksa dokter terlebih dahulu.

"Sudah sini, mama suapin, itu biasa terjadi kamu nggak usah khawatir" Mira menyakinkan Indah sambil mulai menyuapi Indah.

"Ihh, bunda seperti bayi di suapi terus" gerutu Rey.

"Memangnya hanya bayi yang boleh di suapi?" tanya Mira sambil terus menyuapi Indah.

"Iya ya mah. Ayah kan juga suka minta di suapi bunda. Ahahahahha" Rey terus menertawai Arfan yang sedang duduk lemas di sofa.

"Ck, Rey" Arfan menatap tajam Rey, karena sedaritadi anak kecil itu terus saja membuka rahasianya.

"Iya pak Joko" seloroh Rey lagi, di selingi tawa yang keluar dari mulut bocah itu.

Mira dan Indah hanya geleng-geleng melihat Rey yang sangat suka menggoda sang ayah yang terlihat lemas. Sementara Hartono hanya diam saja melihat kelakuan jail sang cucu, yang terlihat begitu lepas dalam tertawa.

Sementara Indah merasa bersyukur atas kehamilannya. Karena sangat berdampak baik pada rumah tangganya, jujur saja Indah merasa takut kalau benar Arfan pergi meninggalkannya.

1
Nyi Nur
the best
Sylvia Arita
lanjutannya mnaa
Mahmudah Mahmudah178
kok tamat thor lanjut dong
Novi Yantisuherman
Kasian wkwkwkwk
Novi Yantisuherman
OMONGAN doa bang.
Jadi hati - hati klo ngatain orang takutnya ketulah, " Mulutmu Harimau Mu"
Doharta Debora Be Gultom
nanggung cerita nya 😭
Rukmini Iyuk
lanjut dong
Rukmini Iyuk
seru ceritanya
Saufia Saufia
lanjuuut
Candra Ari Pangastuti
bagus Om..emang kudu di toyor tuh si Arfan..yg bener aj foto mantan istri masih dipajang
Tiah Sutiah
wah dino di kerjain😁
Tiah Sutiah
arfan kau sungguh keterlaluan 🤣🤣
Tiah Sutiah
semoga rumah tangga indah dan arfan baik baik aja
Tiah Sutiah
kasihan yeni kalau dino ga balas perasaan nya
Tiah Sutiah
srmoga indah dan arfan slalu bersama slamanya
Tiah Sutiah
ikut dong ndah liburan nya😂
Tiah Sutiah
panasssss yg bikin nikmat🤣🤣🤣🤣
Tiah Sutiah
cape deh pelakor lagi lagi pelakor🙄
Tiah Sutiah
senangnya indah mulai bahagia sama keluarga baru nya
Tiah Sutiah
owh gitu to cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!