NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Penjaga Kuil Inti

Keheningan perlahan menggantikan lolongan mengerikan yang mengurung mereka selama berhari-hari di dalam gua sempit tersebut. Di luar, matahari dimensi yang berwarna merah darah mulai naik, memancarkan sinar panas yang membakar sisa-sisa kabut kematian milik kawanan jiwa iblis.

Lin Chen membuka matanya. Ia telah berjaga semalaman penuh. Di dadanya, liontin kristal es pemberian Su Qingyue memancarkan hawa sejuk yang terus memulihkan energi spiritual di Dantian-nya, meredam efek samping dari penggunaan Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba yang terlalu dipaksakan.

Ia menoleh ke samping. Su Qingyue masih terlelap dengan napas yang kini jauh lebih teratur. Wajahnya yang biasa sedingin es kini tampak damai. Di leher jenjangnya, kalung manik batu hitam milik Lin Chen melingkar pas, secara konstan menyuplai kehangatan yang melindungi meridian gadis itu dari hawa dingin dimensinya sendiri.

Seolah merasakan tatapan Lin Chen, bulu mata lentik Qingyue bergetar. Sepasang mata jernih itu terbuka perlahan.

"Lolongan di luar sudah berhenti," ucap Lin Chen pelan, seraya bangkit dan berjalan menuju lempengan batu raksasa yang menyegel pintu gua.

Qingyue ikut berdiri, merapikan jubah putihnya yang bernoda debu. Ia menyentuh kalung batu hitam di lehernya sejenak, sebuah senyum yang sangat tipis nyaris tak kasat mata terlukis di bibirnya, sebelum kembali memasang ekspresi tenangnya yang anggun.

"Mari kita lihat apa yang tersisa dari dunia luar," balas Qingyue, menghunus pedang esnya yang kini kembali memancarkan pendar biru yang kuat.

Lin Chen menanamkan kakinya ke tanah, memutar tenaga fisik gajah purbanya, dan mendorong lempengan batu seberat puluhan ribu kati itu ke samping. Cahaya merah darah langsung menyapu wajah mereka. Pemandangan di luar gua telah berubah. Ratusan jiwa iblis yang semalam mengepung mereka kini telah lenyap, berubah menjadi tumpukan abu hitam yang terbakar oleh cahaya Yang dari matahari Alam Rahasia.

Di dalam Lautan Kesadaran Lin Chen, suara Tua Hitam bergema. Kali ini, roh kuno itu terdengar sangat fokus.

"Bocah, dengarkan aku," ucap Tua Hitam. "Kekacauan yang dibuat oleh jiwa-jiwa iblis semalam telah menguras energi segel pelindung di reruntuhan ini. Aku merasakan fluktuasi energi purba yang sangat murni dari arah tengah ngarai. Ada pusaka tingkat tinggi di sana yang baru saja terbangun."

Mata Lin Chen berkilat tajam. "Arah tengah ngarai?" batinnya menanggapi Tua Hitam.

Lin Chen menoleh pada Qingyue. Ia menyembunyikan keberadaan roh kuno itu rapat-rapat, tidak berniat membiarkan rahasia terbesarnya diketahui oleh siapa pun.

"Qingyue, naluriku merasakan fluktuasi energi purba yang sangat murni dari arah tengah ngarai. Mungkin itu pusaka peninggalan yang baru bangkit, atau mungkin jebakan mematikan," ucap Lin Chen mantap.

"Di tempat seperti ini, pusaka dan kematian selalu berjalan beriringan," jawab Qingyue tanpa ragu. Ia melangkah maju, berdiri sejajar di samping Lin Chen, bukan lagi di belakangnya. "Kita pergi ke sana. Jika ada yang menghalangi, kita hancurkan bersama."

Keduanya melesat membelah sisa-sisa reruntuhan kuil kuno. Di bawah tekanan gravitasi 50 kali lipat, pergerakan mereka kini jauh lebih selaras. Lin Chen menggunakan Langkah Bintang Jatuh-nya yang mengandalkan momentum gravitasi, sementara Qingyue menggunakan elemen esnya untuk meluncur di atas tanah berbatu, mengurangi gesekan secara drastis.

Setengah jam kemudian, mereka tiba di pusat ngarai. Di hadapan mereka, berdiri sebuah kuil batu raksasa yang masih utuh meski dikelilingi oleh kehancuran. Pilar-pilarnya dihiasi ukiran bintang dan monster purba. Di tengah-tengah aula kuil yang terbuka, terdapat sebuah altar batu giok.

Di atas altar itu, mekar sebuah bunga teratai yang sangat aneh. Teratai itu memiliki dua warna: setengah kelopaknya memancarkan api emas-hitam yang menggelegak, sementara setengah lainnya memancarkan kabut es biru yang membekukan udara di sekitarnya.

"Teratai Bintang Kembar..." gumam Qingyue, matanya sedikit melebar mengenali tanaman spiritual legendaris tersebut. "Itu adalah tanaman spiritual yang lahir dari benturan ekstrem dua hukum alam. Satu kelopaknya cukup untuk menembus batas ranah Pondasi Abadi (Foundation Establishment)."

"Dan sepertinya, tanaman itu sangat cocok untuk kita berdua," tambah Lin Chen, merasakan darah gajah purbanya beresonansi dengan kelopak api emas-hitam tersebut.

Namun, tepat saat Lin Chen hendak melangkah menaiki tangga kuil, tanah di bawah mereka bergetar dahsyat.

KRAAAK!

Dua pilar batu raksasa di sisi altar hancur berkeping-keping. Dari balik puing-puingnya, bangkit sesosok raksasa setinggi lima meter yang terbuat dari susunan batu meteorit kuno. Raksasa itu memegang kapak batu raksasa, dan rongga matanya menyala dengan api jiwa berwarna merah. Itu adalah Golem Bintang Penjaga Kuil.

Fluktuasi energinya meledak menyapu aula, memancarkan tekanan absolut dari puncak ranah Pondasi Abadi (Foundation Establishment) satu alam utuh di atas Lin Chen dan Qingyue!

"Penjaga tingkat Pondasi Abadi (Foundation Establishment)," desis Qingyue, mencengkeram pedangnya erat-erat. "Kulit batunya kebal terhadap serangan Qi biasa."

"Kalau begitu, kita hancurkan dari dalam," ucap Lin Chen. Senyum buas perlahan mengembang di wajahnya. Ia tidak mundur, darah penantangnya justru mendidih. Lin Chen menoleh ke arah gadis di sampingnya.

Sumpah yang mereka ucapkan di dalam gua kembali terngiang. "Qingyue, bekukan persendiannya. Jangan biarkan dia bergerak bebas. Aku yang akan meremukkan inti di dadanya."

Qingyue mengangguk mantap. Tidak ada keraguan di matanya. "Beri aku waktu tiga tarikan napas."

Sang Penjaga Kuil mengayunkan kapak raksasanya, membelah udara dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan gunung.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!