Elara tumbuh sebagai putri tunggal dari pemimpin organisasi mafia paling kejam di negeri ini. Dididik dengan kekerasan dan dicengkeram doktrin psikopat oleh ayahnya, ia terpaksa mengenakan topeng apatis dan minim empati.
Saat berusia 14 tahun, dalam sebuah misi untuk menghabisi geng lokal, takdir mempertemukannya dengan seorang remaja laki-laki yang tengah dikeroyok.
Bukannya takut melihat aksi kejam Elara, pemuda itu justru jatuh cinta pada pandangan pertama dan dengan sukarela menawarkan dirinya untuk masuk ke dalam dunia hitam organisasi demi bisa bersamanya.
Tahun demi tahun berlalu. Remaja laki-laki itu kini telah tumbuh menjadi pengawal pribadi Elara yang paling tangguh dan tepercaya. Tanpa mengetahui rencana pengkhianatan Elara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 : ALIANSI TAK KASAT MATA
Di dalam kediaman Ouroboros yang penuh dengan kecurigaan, Julian Vance berhasil membangun sesuatu yang dianggap mustahil oleh para Elder terdahulu— sebuah hubungan kerja yang luar biasa harmonis dengan ketiga komandan
Hampir setiap malam, Julian dan Ciel akan menghabiskan waktu di ruang kendali, membedah peta rute logistik baru di atas meja hologram. Julian merancang kode enkripsi berlapis yang mampu memanipulasi manifes bea cukai internasional secara otomatis, sementara Ciel menyelaraskan pergerakan armada daratnya dengan algoritma tersebut.
"Kerja bagus, Julian. Pembaruan satelitmu membuat pasukanku bisa melewati perbatasan faksi utara tanpa memicu satu pun alarm," ucap Ciel suatu kali, menepuk pundak Julian.
Julian tersenyum miring, membenarkan letak kacamatanya. "Sistemku selalu tanpa cela, Ciel. Selama kau mengeksekusinya dengan presisi yang sama, kita akan menguasai seluruh jalur distribusi benua ini sebelum kuartal berakhir."
Berbeda dengan hubungannya yang kaku dengan Ciel, Julian memperlakukan Kaelen Cross dengan cara yang jauh lebih kasual. Julian tahu Kaelen adalah tipe pria yang menyukai kebebasan, adrenalin, dan alkohol. Oleh karena itu, Julian sering mengunjungi Kaelen, membawakan informasi intelijen penting mengenai pergerakan kapal patroli laut sembari berbagi botol wiski mahal.
Julian membantu Kaelen memodifikasi radar kapal-kapal cepatnya dengan teknologi militer yang membuat mereka tidak terlihat oleh sonar musuh. Bagi Kaelen, Julian adalah "bajingan jenius" yang membuat pekerjaannya di laut menjadi sepuluh kali lipat lebih menyenangkan dan mematikan.
"Kau tahu, Julian? Kau adalah satu-satunya orang kantoran di rumah ini yang tidak membuatku ingin memuntahkan peluru ke wajahmu," kekeh Kaelen suatu malam di atas dek kapal, merangkul pundak Julian dengan akrab sembari menyodorkan gelas rum. "Informasimu semalam membuatku berhasil menenggelamkan dua kapal sabotase faksi selatan tanpa sisa."
Julian menerima gelas itu, menyesapnya sedikit dengan senyum licik yang tak pernah pudar. "Aku hanya memastikan sekutuku memiliki senjata terbaik, Kaelen. Lagi pula, melihat faksi maritimmu berkembang adalah kepuasan tersendiri bagiku."
Hubungan Julian dengan Ren Sallow sangat berbeda dengan keduanya.
Sebelum Ren bergerak mengeksekusi targetnya, Julian akan meretas seluruh riwayat medis, jadwal harian, hingga sistem keamanan rumah sang target, lalu menyerahkannya kepada Ren dalam bentuk berkas digital yang sangat rapi.
Mereka berdua bisa duduk di ruang bawah tanah yang dingin selama berjam-jam tanpa bicara. Ren membedah data di tabletnya, sementara Julian memperhatikan dengan binar sosiopat yang sama di matanya.
Keharmonisan hubungan Julian dengan ketiga pemuda berbakat ini menciptakan sebuah faksi tak kasat mata di dalam kediaman Ouroboros—sebuah lingkaran elit anak muda kompeten yang bergerak selaras di bawah perintah Elara. Dan fakta bahwa Julian berada di tengah-tengah lingkaran tersebut sebagai jembatan informasi, membuat Dante semakin dilingkupi rasa muak.
Bagi Dante, aliansi ini terasa seperti kepungan harimau yang siap menerkam posisinya sebagai pengawal pribadi Elara. Setiap kali ia melihat Julian sedang tertawa bersama Kaelen di koridor, atau berbisik intens dengan Ciel dan Ren, rahang Dante akan mengeras. Ia takut Elara akan melihat Julian lebih berguna daripada dirinya.
Dante merasa Julian sedang menyusun jaringan kekuasaan baru untuk mengisolasinya dari Elara, membuktikan kata-kata racun Julian tempo hari bahwa Dante hanyalah "aksesori usang" yang perlahan mulai digantikan fungsinya.
Julian yang menyadari tatapan tajam dan penuh dendam dari Dante setiap kali mereka berpapasan, justru merasa di atas angin. Sambil berjalan beriringan dengan Ciel atau Kaelen melewati Dante yang berdiri kaku, Julian akan melayangkan tatapan mengejek di balik kacamatanya.
𝘒𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶, 𝘋𝘢𝘯𝘵𝘦, batin Julian dengan senyum kemenangan yang tertoreh jelas di wajahnya. 𝘔𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.
Nggak bisa nebak endingnya 💪💪
qu rasa nanti hadir laki" yg melebihi mrk smua
juliaaan👍👍
takut nii
semangat kak💪💪
bikin penasaran
kenapa feeling ku bilang ini sad ending yaa🤔🤔
semangat kak💪💪
sebenarnya apa niat dia yaa 🤔
jangan bilang ini belum kemampuan elara yang sebnernya..